Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 9


__ADS_3

Camping


Hari yang ditunggu-tunggu bagi semua mahasiswa telah tiba dimana


mereka akan melakukan studi mereka dialam bebas, tempat yang sangat indah


dengan pepohonan yang belum tersentuh tangan perusak, udara yang masih segar


jauh dari polusi seperti dikota, dan juga terdapat danau yang sangat indah


didekat mereka camping, tetapi ditempat bak surge ini ada juga jurang yang


sangat terjal di ujung hutan ini.


Mereka sampai pukul 17.00


“baiklah untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan saya


sudah membagi kalian menjadi beberapa team dalam daftar ini dan untuk


masing-masing tiem nya akan di damping oleh senior kalian, apa kalian semua


paham” Tanya Dosen pembimbing sambil menunjukan kertas berisi nama-nama.


“paham pak” jawab serentak para mahasiswa


Setelah itu mereka pun berkumpul dengan team mereka masing


masing dan juga pendamping mereka. Dan zia berada satu team dengan  teman teman lainya tetapi zia berbeda kelompok


dengan ana. Sedangkan dian dian berada di team yang lainya.


Setelah para pendamping selesai memberi pengarahan, semua


mahasiswa dipersilahkan untuk beristirahat untuk memulai kegiatan pada hari


esok.


Keesokan harinya mereka melakukan permainan untuk mencari


pita-pita yang tergantung di pepohonan, dan memnentukan siapa yang bisa


mengumpulkan pita lebih banyak dan kembali degan selamta dialah pemenangnya.


Semua bergerak sesuai arahan dan berpencar menyusuri hutan,


zia berjalan di deretan paling belakang, dia ketinggalan jauh dari


teman-temanya.


Semua peserta sudah kembali dengan selamat dan ada beberapa


team yang menang dan ada yang kalah, namun seperti ada yang kurang ya zia


dimana zia.


“dimana zia” Tanya dian pada teman-teman satu team zia


“kami tidak tahu kak” ucap mereka


Lalu dian menghampiri ana


“an dimana zia” Tanya dian


“aku gak tau kak, kami berbeda team memangnya zia tidak ada”


ucap ana yang juga ikut panik

__ADS_1


Dian langsung menggelen-geleng lemah lalu dian kembali


menghampiri team zia tadi dan juga disusul oleh ana


 “kau bagaimana kau


bisa kehilangan anggotamu” ucap dian sambil meraih kerah dari pendamping team


zia


“hentikan kak hentikan” ucap ana dan juga beberapa mahasiswa


“sorry bro gue tadi berjalan paling depan untuk menunjukan


jalan pada mereka gue gak tau dan gak sadar sorry sekali lagi bro” ucap rey


yang juga teman dian


“sudah-sudah sebaiknya kita cari zia sampai ketemu karena


hari sudah hampir petang” ucap dosen meleraikan mereka


“baiklah ayo” ucap dian. Dian langsung bersiap membawa


peralatan untuk mencari zia seperti senter dan juga lainya.


“kau mau kemana dian” Tanya seoarang senior wanita yang


bernama dona


“aku akan mencari zia”


“untuk apa kau peduli padanya dian, dia saja tidak pernah


peduli perasaanmu” ucap dona mendekat dan mencoba merangkul lengan dian dengan


kepada dona.


“lepaskan dona, aku tetap mencintainya walaupun kini dia


sudah menjadi milik orang lain” ucap dian sambil menghempas tangan dona dan


berlalu menjauh


“dian tunggu”  teriak


dona


“awas saja kau dian, akan kupastikan kau akan jatuh kedalam


pelukanku” gumam dona sambil tersenyum licik


Sedangkan ditempat lain zia yang telah disekap dan dijaga


ketat oleh beberapa orang pengawal yang berpakaian serba hitam itu.


Perlahan zia mengerjapkan matanya.


“emhh dimana aku”


“hahah kau sudah bangun nona” ucap seseorang yang baru saja


masuk ia menggunakan topeng


“siapa kau” ucap zia


“kau tidak mengenaliku suaraku rupanya hahahah”

__ADS_1


“siapa kau” teriak zia


“tenang aku tidak akan menyakitimu, asalkan kau mau bekerja


sama denganku”


“bekerjasama apa maksudmu, aku tidak mengenalimu”


“baiklah akan ku perlihatkan wajahku, dank au harus menuruti


perintahku” ucap orang itu sambil mencengkram dagu zia. Orang itu pun membuka


topengnya betapa terkejutnya zia


“kau”


“bagaimana apa kau sudah ingat nona muda”


“kau.. kau..tuan alex kan”ucap zia gugup


“hahha bagus sekali kau masih mengingatku”


Alx adalah teman teman dian.


“apa maumu tuan alex” ucap zia


“kau Tanya apa mau ku zia.. aku mau kau zia.. aku ingin


memilikimu” ucap alex sambil mencengkram tangan zia


“tuan tolong lepaskan aku, aku ingin focus terhadap studyku


baru aku akan memikirkan masalah hubungan asmara” terang zia


“hahhh omong kosong apa itu zia, untuk ku kau tidak mau


membuka hati, tetapi untuk pria lain kau mau zia” teriak alexmemenuhi ruangan


“pria.. pria mana yang kau maksud alex” ucap zia ikut


meninggikan suara


“kau bingung pria mana yang kumaksud, berate memang banyak


lelakimu zia.. dasar kau memang wanita ja***” ucap bima


“ berhenti mengucapkan kata-kata itu tuanaku tidak dekat


denga pria manapun” ucap zia dengan terisak hatinya merasa sakit mendengar dia


dikatai seperti itu, dibalik sikap zia yang selama ini sangat tegar dia juga


memiliki kelemahan dia sebenarnya wanita yang sangat cengeng.


“tidak ada kau bilang, ini apa” ucap alex melemparkan


beberapa foto zia dengan riko dan juga dian


“dari mana kau dapatkan foto-foto itu apa kau selama ini


mengikutiku” terkejut zia


“iya aku mengikutimu zia apalagi semenjak kau dekat denga


dian” ucap alexsarkas


“kau mengenalnya” Tanya zia

__ADS_1


“ya aku sangat mengenalnya


__ADS_2