
Camping
Hari yang ditunggu-tunggu bagi semua mahasiswa telah tiba dimana
mereka akan melakukan studi mereka dialam bebas, tempat yang sangat indah
dengan pepohonan yang belum tersentuh tangan perusak, udara yang masih segar
jauh dari polusi seperti dikota, dan juga terdapat danau yang sangat indah
didekat mereka camping, tetapi ditempat bak surge ini ada juga jurang yang
sangat terjal di ujung hutan ini.
Mereka sampai pukul 17.00
“baiklah untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan saya
sudah membagi kalian menjadi beberapa team dalam daftar ini dan untuk
masing-masing tiem nya akan di damping oleh senior kalian, apa kalian semua
paham” Tanya Dosen pembimbing sambil menunjukan kertas berisi nama-nama.
“paham pak” jawab serentak para mahasiswa
Setelah itu mereka pun berkumpul dengan team mereka masing
masing dan juga pendamping mereka. Dan zia berada satu team dengan teman teman lainya tetapi zia berbeda kelompok
dengan ana. Sedangkan dian dian berada di team yang lainya.
Setelah para pendamping selesai memberi pengarahan, semua
mahasiswa dipersilahkan untuk beristirahat untuk memulai kegiatan pada hari
esok.
Keesokan harinya mereka melakukan permainan untuk mencari
pita-pita yang tergantung di pepohonan, dan memnentukan siapa yang bisa
mengumpulkan pita lebih banyak dan kembali degan selamta dialah pemenangnya.
Semua bergerak sesuai arahan dan berpencar menyusuri hutan,
zia berjalan di deretan paling belakang, dia ketinggalan jauh dari
teman-temanya.
Semua peserta sudah kembali dengan selamat dan ada beberapa
team yang menang dan ada yang kalah, namun seperti ada yang kurang ya zia
dimana zia.
“dimana zia” Tanya dian pada teman-teman satu team zia
“kami tidak tahu kak” ucap mereka
Lalu dian menghampiri ana
“an dimana zia” Tanya dian
“aku gak tau kak, kami berbeda team memangnya zia tidak ada”
ucap ana yang juga ikut panik
__ADS_1
Dian langsung menggelen-geleng lemah lalu dian kembali
menghampiri team zia tadi dan juga disusul oleh ana
“kau bagaimana kau
bisa kehilangan anggotamu” ucap dian sambil meraih kerah dari pendamping team
zia
“hentikan kak hentikan” ucap ana dan juga beberapa mahasiswa
“sorry bro gue tadi berjalan paling depan untuk menunjukan
jalan pada mereka gue gak tau dan gak sadar sorry sekali lagi bro” ucap rey
yang juga teman dian
“sudah-sudah sebaiknya kita cari zia sampai ketemu karena
hari sudah hampir petang” ucap dosen meleraikan mereka
“baiklah ayo” ucap dian. Dian langsung bersiap membawa
peralatan untuk mencari zia seperti senter dan juga lainya.
“kau mau kemana dian” Tanya seoarang senior wanita yang
bernama dona
“aku akan mencari zia”
“untuk apa kau peduli padanya dian, dia saja tidak pernah
peduli perasaanmu” ucap dona mendekat dan mencoba merangkul lengan dian dengan
kepada dona.
“lepaskan dona, aku tetap mencintainya walaupun kini dia
sudah menjadi milik orang lain” ucap dian sambil menghempas tangan dona dan
berlalu menjauh
“dian tunggu” teriak
dona
“awas saja kau dian, akan kupastikan kau akan jatuh kedalam
pelukanku” gumam dona sambil tersenyum licik
Sedangkan ditempat lain zia yang telah disekap dan dijaga
ketat oleh beberapa orang pengawal yang berpakaian serba hitam itu.
Perlahan zia mengerjapkan matanya.
“emhh dimana aku”
“hahah kau sudah bangun nona” ucap seseorang yang baru saja
masuk ia menggunakan topeng
“siapa kau” ucap zia
“kau tidak mengenaliku suaraku rupanya hahahah”
__ADS_1
“siapa kau” teriak zia
“tenang aku tidak akan menyakitimu, asalkan kau mau bekerja
sama denganku”
“bekerjasama apa maksudmu, aku tidak mengenalimu”
“baiklah akan ku perlihatkan wajahku, dank au harus menuruti
perintahku” ucap orang itu sambil mencengkram dagu zia. Orang itu pun membuka
topengnya betapa terkejutnya zia
“kau”
“bagaimana apa kau sudah ingat nona muda”
“kau.. kau..tuan alex kan”ucap zia gugup
“hahha bagus sekali kau masih mengingatku”
Alx adalah teman teman dian.
“apa maumu tuan alex” ucap zia
“kau Tanya apa mau ku zia.. aku mau kau zia.. aku ingin
memilikimu” ucap alex sambil mencengkram tangan zia
“tuan tolong lepaskan aku, aku ingin focus terhadap studyku
baru aku akan memikirkan masalah hubungan asmara” terang zia
“hahhh omong kosong apa itu zia, untuk ku kau tidak mau
membuka hati, tetapi untuk pria lain kau mau zia” teriak alexmemenuhi ruangan
“pria.. pria mana yang kau maksud alex” ucap zia ikut
meninggikan suara
“kau bingung pria mana yang kumaksud, berate memang banyak
lelakimu zia.. dasar kau memang wanita ja***” ucap bima
“ berhenti mengucapkan kata-kata itu tuanaku tidak dekat
denga pria manapun” ucap zia dengan terisak hatinya merasa sakit mendengar dia
dikatai seperti itu, dibalik sikap zia yang selama ini sangat tegar dia juga
memiliki kelemahan dia sebenarnya wanita yang sangat cengeng.
“tidak ada kau bilang, ini apa” ucap alex melemparkan
beberapa foto zia dengan riko dan juga dian
“dari mana kau dapatkan foto-foto itu apa kau selama ini
mengikutiku” terkejut zia
“iya aku mengikutimu zia apalagi semenjak kau dekat denga
dian” ucap alexsarkas
“kau mengenalnya” Tanya zia
__ADS_1
“ya aku sangat mengenalnya