
Dikantor Satyanagara group
Saat ini dian resmi menjadi CEO di perusahaan Satyanagara
group dan dian di dampingi oleh riko sekertaris barunya.
Dian sudah siap dan sangat tampan dengan setelan celana yang
senada dengan jas nya
Begitu juga riko walaupun di lihat dari umur niko lebih tua
beberapa tahun dari dian tapi dia juga tak kalah tampan.
Banyak para karyawan yang penasaran dengan sosok pemuda yang
berada dibelakang dian CEO baru mereka.
“wah tuan muda sama siapa tuh”
“iya tampan banget”
“apa dia adeknya tuan muda”
“mungkin aja, eh tapi tuan muda anak tunggal”
bisik bisik mereka
yang terdengar baik oleh dian maupun riko, dian yang terkesan dingin kepada
orang lain berbeda dengan riko yang notabenya ramah, jadi setiap ada yang
membicarakanya pasti dia tersenyum dan mengangguk membuat yang disenyumi jadi
salah tingkah.
“dia senyum sama aku”
“bukan dia senyum sama aku, kamu salah lihat”
Mereka keasikan mengobrol sehingga tiba-tiba dian
menghentikan langkahnya.
“ada apa tuan” Tanya riko sopan
“aku risih mendengar mereka membicarakanmu”rniko tampak
bingug harus merespon bagaimana ia hanya diam
“kenapa kau diam rik” ucap dian
“maaf tuan”
“kau tidak boleh lebih tampan dariku” ucap dian
riko berusaha mengendalikan dirinya dia menahan tawanya agar
tidak terlihat dan dapat menyinggung tuan mudanya
“astaga dia cemburu padaku, dasar gila” umpat riko dalam
hati
“kau mengumpatku riko”
“eh tidak tuan mana saya berani melakukanya” jawab riko yang
kaget saat dian tau isi pikiranya
“baguslah”
-----
Ditempat lain dona seorang model sedang mengadakan pesta
ulang tahunya yang diadakan sangat
meriah.
Diruang rias dia sedang di make over dengan dandanan yang
sangat memukai dengan pakaian yang terbuka membuat kesan lebih sexy.
Dona berharap dian akan datang mala mini membawa hadiah yang
istimewa dihari istimewa untuknya, tapi kenyataanya hingga semua tamu
berdatangan dian belum juga menampakan batang hidungnya membuat dona frustasi.
“sayang semua sudah menunggumu untuk meniup lilin” ucap mama
dona
“sebentar lagi ma”
“kau sedang menunggu dian, sudahlah lupakan dia mari tiup
__ADS_1
lilinya” paksa mama
“baiklak” dengan terpaksa dona meniup lilinya.
Sedangkan sosok yang
ditunggu-tunggu dona saat ini sedang sibuk menggoda zia sang tambatan hatinya.
“zia ayolah kau mau ya makan malam denganku” ucap dian
“aku tidak mau”
“tapi kenapa”
“ya pokoknya gak mau, tuan muda yang terhormat kamu ini kan
tampan dan pasti banyak yang mengejarmu bukan begitu tapi kenapa kau malah
mengejarku”Tanya zia
“memang banyak yang mengagumika tapi aku sangat mencintaimu,
kamu berbeda dengan yang lain” ucap dian smabil mengacak-acak rambut zia
“huuft tapi”
“sudahlah ayo makan denganku tidak ada penolakan aku bos u”
ucap dian
“ini sudah bukan jam kerja “
“yasudah maka dari itu ayok ikut dengan ku”
“oke baiklah tapi aku yang akan menentukan di mana kita akan
makan” ucap zia
“tidak masalah apapun itu asal bersamamu” ucapan dian
membuat zia merona
Merekapun sampai ditempat yang di minta zia, sebuah warung
yang berada di pinggir jalan bernama bakso mas tatang.
“kamu yakin kita mau makan disni” ucap dian sambil melihat
warung itu, ini pertama kali dian akan makan di warung pinggiran
“aku udah tau kamu memang gak pernah makan dtempat ini kan,
zia yang sukses membuat dian langsung mengiyakan
“baiklah aku akan makan bersamamu disini” ucpa dian, ia
tidak ingin menghilangkan kesempatan yang langka ini, pasalnya zia sangat sulit
untuk di taklukan membuat dian menjadi lebih tertantang
Dian mendahului zia masuk kedalam warung tersebut dan zia
mengekor dibelakangnya.
“selamat datang mau pesan apa..lho ada neng zia juga rupanya”
Tanya penjual bakso yaitu mas tatang
“hehe iya mas..” ucap zia tersenyum manis pada mas tatang
“kamu mau pesen apa” Tanya zia
“aku samain aja kayak kamu” ucap dian ia tidak suka zia
tersenyum ramah kepada orang lain.
“bakso pangsitnya dua porsi ya mas terus minumnya tek dingin
aja”
“oke siap mbak cantik” ucap tatang
“kamu sering ya makan disini” Tanya dian yang lebih terlihat
seperti sedang mengintimidasi
“sering sekali, bakso disini enak semua, apalagi pangsitnya,
dan juga pemilik warungnya ramah dan tampan” ucap zia dengan semangat dian
semakin memanas
“ini kali terakhir kau makan disini besok besok tidak boleh
lagi” ucap dian
“lo kenapa ya suka suka aku donk mau makan dimana”
__ADS_1
“zia aku gak suka lihat kamu senyum senyum sama dia, dan apa
kau memanggilnya dengan sebutan mas sedangkan aku..”
“gak jelas kamu itu, aku udah lama sering mampir di warung
mas tatang dia tampan dan enggak cocok jadi tukang bakso, aku peernah berfikir
kalok rupanya dia itu bukan tukang bakso beneran tapi CEO yang pura-pura jadi
miskin biar ketemu sama jodohnya” ucap zia dengan polosnya tidak tau bahwa dian
sudah terbakar api cemburu
Bruaakkkk
“dian kamu kenapa” Tanya zia terkejut
“ayo kita pulang” pKS dian
“Gak mau”
“ayo”
“kan kamu udah janji tadi buat mau makan disini, rupanya
kamu ingkar janji yaudah gak papa” ucap zia ttertunduk memasang wajah melasnya
“oke oke baiklah kita makan”
“yeeeee” teriak zia semangat
“ini baksonya neng
tuan” ucap tatang
“makasih mas tatang” ucap zia tatangpun berlalu dari hadapan
mereka berdua
“zia kau yakin makan dengan porsi sebanyak ini” Tanya dian
ia heran dengan ukuran mangkok yang lebih besar dengan isi mie pangsit dan juga
bakso super
“iya ini enak bangt di jamin kamu bakalan nagih”
“cih mana mungkin”
Lalu zia mengambil bakso dengan garpunya lalu diarahkan ke
dian
“aaa ayo cobain biar kamu percaya”
Dian tertegun menatap tangan zia yang berada dihadapanya ia
bukan focus pada baksonya tapi pada zia dian pun langsung melahap bakso itu
“gimana enak kan” Tanya zia
“enak “ jawab dian yang masih terus memandangi zia
“yaudah habisin”
“suapin” ucap dian lagi
“ih gila ya kamu”
“tadi kamu yang nyuapin aku”
“iya itu biar kamu mau nyobain”
----
Prangggggg pranggggg dona sedang kesal.. pasalnya sampai
acara selesai tapi dian tidak datang juga, dan dona mencoba menelfon dian tapi
tidak aktif.
“tolong kamu cari di mana dia sekarang” perintah dona pada
anak buahnya
Beberapa saat kemudian anak buahnya menelfon
“dimana di katakan”
“tuan dian sedang berada diwarung bakso bersama seorang
gadis non”
“apa, dasar breng**”
“kau foto mereka aku ingin lihat siapa perempuan sialan itu”
__ADS_1
“baik non”