Senior Tampanku

Senior Tampanku
episode 15


__ADS_3

“aku mencintaimu” ucap zia pada dian yang sedang terbaring


“Aku juga mencintaimu” ucap dian tiba tiba


Zia terkejut


“a..apa”


“aku juga mencintaimu sangat mencintaimu” ucap dian


“kamu dengar” Tanya zia


“iya aku dengar” jawab dian sambil tersenyum


“apa aja yang kamu dengar”


“hmm aku mendengar semua yang kamu ucapkan” sambil membelai rambut zia


“apa semua” zia menundukan wajahnya pipinya sudah bersemu merah


“hey kenapa kau malu, aku justru bahagian akhirnya kau mengakui perasaan mu” sambil mengangkat dagu zia


“perasaanku.. tidak-tidak kau tadi salah dengar hehe” ucap dia cengengesan


“salah bagaimana tadi aku benar-benar mendengarnya” ucap dian sebal


“memangnya apa yang kau dengar” goda zia


“kan aku sudah bilang aku mendengar semuanya”


“coba sebutkan” ucap zia


“aku mencintaimu” ucap dian


“hahahah kau lucu sekali” ucap zia sambil mencubit kedua pipi dian gemas


“berani kau” dian mencoba menggelitiki zia


“ahahah ampuni saya tuan muda hahaha stop stop geli”


”hahah kau rasakan ini nona muda beraninya mencubit ku akhh..” tiba tiba dian memekin kesakitan


“kau kenapa apa yang sakit” panik zia


“punggung.. ku”


“haduh jadi gimana sebentar aku panggil dokter” zia hendak pergi


“tidak perlu zi aku sudah tidak papa” sambil memegang lengan zia


“tapi barusan kamu kesakitan.. aku takut kamu kenapa napa maafin aku ya” ucap zia sendu


“kamu gak salah zia, justru dengan begini aku jadi tau isi hatimu”


“ih apaan sih” sambil memukul dian


“aw.. aduhh” pura-pura sakit


“eh maaf..”


“ekhem ekhem…” suara deheman seseorang yang bertubuh tinggi dan tampan


“ah riko kau mengganggu saja” ucap dian


“maafkan saya tuan”


“kalau kami apa juga menjadi pengganggu” tiba-tiba papa dan mama masuk


“papa mama kalian disini”


“iya sayang bagaimana keadaanmu” ucap mama


“ya seperti yang mama lihat aku sudah baik-baik saja”


“ya iya dia baik baik saja, orang yang jagain calon mantu” ucap papa sambil membelai rambut zia


“mantu” Tanya dian


“iya kami sudah tau dari riko bahwa zia ini adalah calon mantu untuk mama kan” jawab mama


Dian kemudian menatap zia dan riko bergantian keduanya hanya mengangkat kedua bahu mereka

__ADS_1


“yasudah zia kau bisa istirahat sekarang nak kau boleh berganti baju dulu kami yang akan menjaga dian”


Zia menganggukan kepalanya


“tapi ma..” ucap dian terlihat tidak rela zia pergi


“dian kau tidak kasihan melihat zia, pasti dia kurang istirahat karena menjagamu” ucap papa


“hmm baiklah pa”


“riko kau antar zia pulang”


“baik tuan” sedangkan dian langsung melotot kearah riko sadar akan ekpresi dian


“saya tidak akan macam-macam tuan” ucap riko papa dan mama langsung menoleh kearah dian


“riko ini juga menyukain zia ma” seolah mengadu kepada mamanya


“hahaha zia memang pantas dicintai banyak pria, tapi mama yakin pasti zia bisa menjaga hatinya iya kan sayang” ucap mama dan memandang zia


“iya ma” padahal sampai sekarang walau zia sudah tertangkap basah mengungkapkan isi hatinya , tapi ia masih belum benar-benar memutuskan menjadi kekasih dian.


Beberapa hari kemudian keadaan dian sudah membaik dia diperbolehkan pulang kerumah namun harus tetap istirahat, papap dan mamanya melarangnya pergi kekantor jika ada hal yang sangat penting misal berkas yang harus ditanda tangani saat itu juga rikolah yang akan mengantar kerumah dian, selebihnya papa kembali mengambil alih perusahaan sampai dian pulih total.


-----


“riko bagaimana apa semuanya sudah kau siapkan” ucap dian


“sudah tuan” jawab riko datar


“hey kau kenapa apa kau tidak ikhlas membantuku”


“saya ikhlas tuan”


“apa kau masih tidak rela melepaskan zia” ledek dian


“jika tuan izinkan saya akan mengambil zia dari tuan” ucap riko


“mau mati kau” ancam dian


“tuan.. saya percaya zia bisa bhagia bersama tuan, tapi sampai saya lihat zia kecewa karena tuan saya akan langsung mengambilnya dari tuan” ucap riko yakin


Dian menelfon zia


“hallo zia kau sedang apa”


“aku sedang tiduran”


“astaga kau bisa jadi gemuk jika kerjamu hanya tidur” ucap dian dari sebrang sana


“mana bisa aku memang sudah ditakdirkan memliki tubu seperti ini hahah”


“hahah baiklah nanti malam apa kau ada acara”


“nanti malam hmmm sepertinya tidak”


“apa tidak masalah jika aku mengajakmu keluar”


“tidak masalah asalkan kamu minta izin kepada kakakku”


“oke baiklah nanti malam tepat pukul 08.00 aku menjemputmu jadi siap-siaplah”


“oke, aku haus pakai baju apa” Tanya zia


“kau memakai apapun pasti cantik” jawab dian


🌜08.00 malam


Zia sudah siap dengan gaun berwarna putih



Dian juga sudah siap dengan jas berwarna peachnya🌹🌹



ia akan menghubungi zia


“hallo aku sudah di depan rumahmu”


“apa kenapa tidak masuk saja”

__ADS_1


“cepat kau keluarlah”


“oke”


Zia membukakan pintu untuk dian


“masuk” ucap zia


“kamu cantik zia”


“terimakasih, ayo duduk”


“kemana orang tuamu” Tanya dian


“mereka sedang keluar negri”


“kakakmu”


“aku disini” ucap kak raka


“kak” ucap dian sok akrab


“ cih tidak usah memanggilku kakak”


“kak” senggol zia


“baiklah ada apa kau kemari” Tanya raka tetap ketus


“begini aku akan membawa zia keluar untuk makan malam”


“tadi dia sudah makan” jawab raka


Dian menatap zia bingung harus berkata apa


“kalau begitu saya akan mengajaknya jalan jalan”


“hmmm baiklah tapi ingat kau harus membawanya pulang tepat waktu kau ingat itu”


“baiklah kak”


“sudah kubilang jangan panggil aku kakak, ini semua untuk zia kalu tidak sudah aku usir kau dari rumah ini”


“kakak apaan sih, baiklah kakak sudah mengizinkanku mari kita pergi” ucap zia mengajak dian pergi karna jika tidak maka perang dingin ini akan tersu berlanjut.


Didalam mobil suasana berubah menjadi hening dian yang biasanya tidak pernah berheti bicara saat didepan zia tapi kini semua terasa kaku sulit untuk memulai pembicaraan, begitu juga dengan zia ia merasa sangat canggung, padahal sebelumnya dia juga sudah pernah berada satu mobil dengan dian.


“kita mau kemana” Tanya zia


“nanti kamu juga tahu”


Suasana kembali hening hingga sampai ditempat tujuan.


Suasana yang sepi keadaan sekitar sangat gelap hanya ada satu lampu sepanjang lorong kemudan dian mengajak zia masuk kedalam rumah ini, menggenggam tangan zia, ragu-ragu zia melangkah.


“kamu takut”


“iya” jawab zia yang semakin mengeratkan pegangan tangannya pada dian


“tenang jangan mikir aku bakalan ngapa-ngapain kamu disini” ucap dian mencoba menggoda seketika tangan zia mengendurkan genggamanya ingin melepaskan taangan dian


“kau tidak perlu khawatir aku tidak akan menyakitimu”


Begitu semua tangga berhasil terlewati dan menuju balkon yang sangat luas betapa pemandangan yang sangat indah terlihat dari atas cahaya bintang yang berkeap-kelip meja yang hanya dihiasi mawar dan lilin dan juga hidangan sederhana namun sangat special.


“apa ini” Tanya zia


“kamu suka”


“aku sangat suka” ucap zia antusias dian lalu meraih tangan zia dan mengajaknya duduk dikursi


“zia mungkin aku sangat sering mengungkapkan perasaan ku padamu, mungkin kau menganggapku hanya bercanda, tapi mala mini aku tulus ingin mengungkapkan perasaanku padamu zia, aku mencintaimu maukan kau menjadi kekasihku” Tanya dian sambil meraih tangan zia.


Zia yang terkejut dengan sikap dian yang benar-benar romantic membuat zia senang sekaligus bingung


“semua terserah padamu zia aku tidak memaksa, jika hari ini kau menolakku makan aku tidak akan mundur aku akan tetap memperjuangkanmu” ucap dian yakin


🌹🌹🌹


yuk terus suport author terus like comen dan vote ya 🤗🤗


like like like

__ADS_1


__ADS_2