Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 4


__ADS_3

Toko Kue


Siang ini zia mulai kerja part


time di toko kue anak cabang dari toko kue terbesar milik Ramayana Atmajaya


atau mama dari dian, namu zia tidak mengetahui akan hal itu lebih tepatnya dia


acuh, yang terpenting sekarang zia bisa bekerja dan mendapatkan uang dari hasil


keringat sendiri sambil menyalurkan hoby nya, ya seperti yang dikatakan ana


sebelumnya bahwa ana memang istri idaman dia wanita yang mandiri tangguh dan


sangat jago dalam bidang olah makanan seperti kue yang akan dia buat di toko


ini.


Zia sampai depan pintu di ruang  yang bertuliskan manager…. tok…. tok… tok


“masuk” suara dari dalam


“selamat siang” sapa zia sambil


tersenyum  pada manager toko. Manager


toko pun yang awalnya focus pada laptopnya kini menoleh ke sumber suara


“siang.. kamu zia kan yang


kemarin mengikuti wawancara”


“iya pak saya zia”


“saya belum setua itu zia untuk


kamu panggil pak”


“lalu saya harus memanggil apa”


“terserah yang menurutmu cocok


dengan saya”


“yasudah om bagaimana” ucap zia


sambil berusaha menahan tawa


“huuufh kamu ternyata lucu juga


ya, saya memberi kamu beberapa pilihan mas kakak abang.. bagaimana” sambil


menaik turunkan kedua alisnya


“emm zia panggil kakak saja ya”


“kenapa bukan mas saja kan lebih


manis”


“mas itu sebutan untuk suami zia


nanti hihihi” sambil cekikikan


“hahahah baiklah kalau begitu


terserah kamu zia mulai sekarang kamu menjadi bagian di toko ini  namaku Riko Syahputa kamu bisa memanggil ku


kak Riko, karna aku 3 tahun lebih tua dari mu”


“ternyata kakak masih muda ya


hahah”


“kamu menghinaku zi.. aku baru


lulus S2 bula kemarin”


“jadi kakak sarjana tapi kok


memilih kerja d toko kue”


“ya itu semua karna yang pertama


aku suka masak, kedua karna pemilik toko ini sudah sangat baik padaku dan aku


ingin membalasnya dengan membantunya mengurus salah satu tokonya ini”


“o jadi gitu”


“iya zia jadi sekarang kamu sudah

__ADS_1


boleh mulai bekerja ya”


“oke siap kak” sambil memberi


hormat


Kini zia pun diajari membuat


beberapa menu sederhana oleh chef di toko tersebut dimulai dari membuat cup


cake, dan roll cake. Ada salah satu menu yang banyak diminati oleh pelanggan


terutama kalangan atas yaitu cake Red Velvet namun hanya chef utama yang


diperbolehkan membuatnya karena membutuhkan keahlian khusus.


Zia bekerja mulai dari pukul


14.00 siang  sampai pukul 19.00. dan untuk


jam malamnya toko itu akan memperkerjakan khusus karyawan laki-laki saja


begitulah aturan ditoko itu.


Saat zia hendak berganti shift


dia seperti melihat sosok pemuda yang selama ini selalu mengganggunya siapa


lagi kalau bukan dian satyanagara, pemuda memakai baju hitam sama seperti yang


zia kenakan.


“masa iya sih itu si cowo resek


yang ada di kampus. Tapi gak mungkin itu dian, dian kan orang kaya mana mau dia


kerja kayak ginian” gumam zia, dia tidak sadar bahwa zia seperti membicarakan


dirinya sendiri. Dia kembali acuh dan berlalu keluar meninggalkan toko, padahal


pemuda yang dilihatnya tadi memang benar adalah Dian Satyanagara, trik ini


dilakukan dian untuk bisa mendekati zia namun sayangnya mereka berbeda shift.


-----


Sesampainya dirumah kost zia dia


“eh nona muda udah pulang”


“apaan sih lo an”


“gimana enak gak kerja di sana..


ada cowok ganteng gak”


“hadeuuhh udah nantik aja gue


ceritain, gerah ni mau mandi dulu” sambil berlalu meninggalkan ana


“yehhh ditanyain malah nyelonong


gitu aja” kesal ana.


Selesai ana mandi mereka berdua duduk di meja


makan


“gimana zi”


“hmm”


“gimana?”


“gimana apanya”


“ihhh lo ngeselin banget sih,,


gimana kerjaan lo”


“ya gitu”


“gitu gimana”


“ya lumayanlah chef di sana pada


baik telaten ngajarin gue terus..”


“terus..” Tanya ana antusias zia


tau apa yang sebenarnya ingin ana dengar

__ADS_1


“manager disana ganteng”


“serius lo zi.. yah ada gak


lowongan lagi buat gue”


“haha mana ada kemarin Cuma


dibutuhin satu karyawan”


“yah jahat banget sih lo zi”


“dih kok jadi gue yang jahat”


“gue kan jadi gak bisa lihat


babang tampan”


“bisa sih sebenernya”


“gimana zi”


“lo datang ke toko tempat gue


kerja dan jadi pelanggan disana gimana”


“mantap juga ide lo zi. Gue bakal


datang besok, babang tampan tunggu aku”


Zia hanya mendengarkan ana dia


tidak habis fikir dengan sahabat yang satu ini, yang ada dalam fikiranya hanya


lelaki tampan, kakak tampan, babang tampan, dan semua yang tampan-tampan dia


suka.


----------------------


Sementara dirumah Rangga Buana


papa zia melempar foto-foto yang dia dapat dari anak buahnya saat mengawasi


pergerakan zia putri kesayanganya itu. Keluarga mereka memiliki tiga orang


anak, anak pertama bernama Rakafandi Buana, anak kedua mereka bernama Ramajaya


Buana. Dulu mereka sangat ingin memiliki putri cantik hadir ditengah-tengah


keluarga mereka. Sesua harapan Setelah Rama berusia 4 Tahun baru lahirlah Zia,


mereka memanjakan zia sewaktu kecil hanya sampai sebatas zia menginjakan kaki


di sekolah menengah lalu zia pun dikirim ke London bersama kakak pertamanya, disana


dia mengikuti kepribadian kaknya yang lebih mandiri, dan menjadi pribadi yang


lebih baik. Tetapi inilah yang tidak disukai papa, kini papa merasa putri mereka


menjauh dan melupakanya, disela-sela kemarahanya dia duduk dan melelehlah


buliran bening dari ujung matanya.


“zia apa kamu tidak merindukan


kami” ucapnya lirih


“tuan besok saya sendiri yang


akan menjemput nona zia” ucap Jordan sekertari Rangga


“tidak usah, papa bilang ini


salahku jadi biar aku saja yang menjemput anak kesayangan papa itu” tiba-tiba Raka


yang semula mendengar keributan diruang kerja papanya


“kamu yakin dia akan pulang


bersamamu” Tanya papa penuh harap


“percayalah pa, aku akan berusaha


meyakinkan zia ”


“baiklah, aku akn menunggunya..


aku sangat merindukan adikmu ram”


“iya pa aku juga merindukannya”

__ADS_1


__ADS_2