
Toko Kue
Siang ini zia mulai kerja part
time di toko kue anak cabang dari toko kue terbesar milik Ramayana Atmajaya
atau mama dari dian, namu zia tidak mengetahui akan hal itu lebih tepatnya dia
acuh, yang terpenting sekarang zia bisa bekerja dan mendapatkan uang dari hasil
keringat sendiri sambil menyalurkan hoby nya, ya seperti yang dikatakan ana
sebelumnya bahwa ana memang istri idaman dia wanita yang mandiri tangguh dan
sangat jago dalam bidang olah makanan seperti kue yang akan dia buat di toko
ini.
Zia sampai depan pintu di ruang yang bertuliskan manager…. tok…. tok… tok
“masuk” suara dari dalam
“selamat siang” sapa zia sambil
tersenyum pada manager toko. Manager
toko pun yang awalnya focus pada laptopnya kini menoleh ke sumber suara
“siang.. kamu zia kan yang
kemarin mengikuti wawancara”
“iya pak saya zia”
“saya belum setua itu zia untuk
kamu panggil pak”
“lalu saya harus memanggil apa”
“terserah yang menurutmu cocok
dengan saya”
“yasudah om bagaimana” ucap zia
sambil berusaha menahan tawa
“huuufh kamu ternyata lucu juga
ya, saya memberi kamu beberapa pilihan mas kakak abang.. bagaimana” sambil
menaik turunkan kedua alisnya
“emm zia panggil kakak saja ya”
“kenapa bukan mas saja kan lebih
manis”
“mas itu sebutan untuk suami zia
nanti hihihi” sambil cekikikan
“hahahah baiklah kalau begitu
terserah kamu zia mulai sekarang kamu menjadi bagian di toko ini namaku Riko Syahputa kamu bisa memanggil ku
kak Riko, karna aku 3 tahun lebih tua dari mu”
“ternyata kakak masih muda ya
hahah”
“kamu menghinaku zi.. aku baru
lulus S2 bula kemarin”
“jadi kakak sarjana tapi kok
memilih kerja d toko kue”
“ya itu semua karna yang pertama
aku suka masak, kedua karna pemilik toko ini sudah sangat baik padaku dan aku
ingin membalasnya dengan membantunya mengurus salah satu tokonya ini”
“o jadi gitu”
“iya zia jadi sekarang kamu sudah
__ADS_1
boleh mulai bekerja ya”
“oke siap kak” sambil memberi
hormat
Kini zia pun diajari membuat
beberapa menu sederhana oleh chef di toko tersebut dimulai dari membuat cup
cake, dan roll cake. Ada salah satu menu yang banyak diminati oleh pelanggan
terutama kalangan atas yaitu cake Red Velvet namun hanya chef utama yang
diperbolehkan membuatnya karena membutuhkan keahlian khusus.
Zia bekerja mulai dari pukul
14.00 siang sampai pukul 19.00. dan untuk
jam malamnya toko itu akan memperkerjakan khusus karyawan laki-laki saja
begitulah aturan ditoko itu.
Saat zia hendak berganti shift
dia seperti melihat sosok pemuda yang selama ini selalu mengganggunya siapa
lagi kalau bukan dian satyanagara, pemuda memakai baju hitam sama seperti yang
zia kenakan.
“masa iya sih itu si cowo resek
yang ada di kampus. Tapi gak mungkin itu dian, dian kan orang kaya mana mau dia
kerja kayak ginian” gumam zia, dia tidak sadar bahwa zia seperti membicarakan
dirinya sendiri. Dia kembali acuh dan berlalu keluar meninggalkan toko, padahal
pemuda yang dilihatnya tadi memang benar adalah Dian Satyanagara, trik ini
dilakukan dian untuk bisa mendekati zia namun sayangnya mereka berbeda shift.
-----
Sesampainya dirumah kost zia dia
“eh nona muda udah pulang”
“apaan sih lo an”
“gimana enak gak kerja di sana..
ada cowok ganteng gak”
“hadeuuhh udah nantik aja gue
ceritain, gerah ni mau mandi dulu” sambil berlalu meninggalkan ana
“yehhh ditanyain malah nyelonong
gitu aja” kesal ana.
Selesai ana mandi mereka berdua duduk di meja
makan
“gimana zi”
“hmm”
“gimana?”
“gimana apanya”
“ihhh lo ngeselin banget sih,,
gimana kerjaan lo”
“ya gitu”
“gitu gimana”
“ya lumayanlah chef di sana pada
baik telaten ngajarin gue terus..”
“terus..” Tanya ana antusias zia
tau apa yang sebenarnya ingin ana dengar
__ADS_1
“manager disana ganteng”
“serius lo zi.. yah ada gak
lowongan lagi buat gue”
“haha mana ada kemarin Cuma
dibutuhin satu karyawan”
“yah jahat banget sih lo zi”
“dih kok jadi gue yang jahat”
“gue kan jadi gak bisa lihat
babang tampan”
“bisa sih sebenernya”
“gimana zi”
“lo datang ke toko tempat gue
kerja dan jadi pelanggan disana gimana”
“mantap juga ide lo zi. Gue bakal
datang besok, babang tampan tunggu aku”
Zia hanya mendengarkan ana dia
tidak habis fikir dengan sahabat yang satu ini, yang ada dalam fikiranya hanya
lelaki tampan, kakak tampan, babang tampan, dan semua yang tampan-tampan dia
suka.
----------------------
Sementara dirumah Rangga Buana
papa zia melempar foto-foto yang dia dapat dari anak buahnya saat mengawasi
pergerakan zia putri kesayanganya itu. Keluarga mereka memiliki tiga orang
anak, anak pertama bernama Rakafandi Buana, anak kedua mereka bernama Ramajaya
Buana. Dulu mereka sangat ingin memiliki putri cantik hadir ditengah-tengah
keluarga mereka. Sesua harapan Setelah Rama berusia 4 Tahun baru lahirlah Zia,
mereka memanjakan zia sewaktu kecil hanya sampai sebatas zia menginjakan kaki
di sekolah menengah lalu zia pun dikirim ke London bersama kakak pertamanya, disana
dia mengikuti kepribadian kaknya yang lebih mandiri, dan menjadi pribadi yang
lebih baik. Tetapi inilah yang tidak disukai papa, kini papa merasa putri mereka
menjauh dan melupakanya, disela-sela kemarahanya dia duduk dan melelehlah
buliran bening dari ujung matanya.
“zia apa kamu tidak merindukan
kami” ucapnya lirih
“tuan besok saya sendiri yang
akan menjemput nona zia” ucap Jordan sekertari Rangga
“tidak usah, papa bilang ini
salahku jadi biar aku saja yang menjemput anak kesayangan papa itu” tiba-tiba Raka
yang semula mendengar keributan diruang kerja papanya
“kamu yakin dia akan pulang
bersamamu” Tanya papa penuh harap
“percayalah pa, aku akan berusaha
meyakinkan zia ”
“baiklah, aku akn menunggunya..
aku sangat merindukan adikmu ram”
“iya pa aku juga merindukannya”
__ADS_1