Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 16


__ADS_3

“aku juga mencintaimu” jawab zia malu-malu


“k-kau serius”


“iya aku sangat serius”


“terimakasih zia” dian mencium tangan zia


Akhirnya pada hari ini zia dan dian resmi menjadi sepasang


kekasih.


Mereka kini selalu bersama, tidak ada yang mereka tutup


tutupi bahkan ana sahabat zia sampai terkejut dibuatnya, karena zia pada


awalnya sangat tidak menyukai keberadaan dian, yaa memang jarak antara benci


dan cinta hanya sebatas kulit bawang hihi.


----


“bagaimana” Tanya lelaki paruh baya itu


“mereka sudah menjadi sepasang kekasih tuan”


“apa…… kau bicara yang benar”


“iya tuan mereka sekarang semakin dekat kemana-mana selalu


berdua”


“siaalaannnn dasar gadis itu merusak rencanaku” pranggg


praanggg ia menghempas apa yang ada dihadapanya


“tapi masih ada satu cara lagi tuan”


“katakan”


“kita akan memanfaatkan kedekatan mereka, kita biarkan saja


mereka seperti ini, lalu kita akan menjalankan rencana B”


“hmmm bagus juga idemu, baiklah mulai besok kita jalankan


rencana B”


“baik tuan”


------


Kediaman brian satyanagara


“zia cake apa saja yang sudah kamu peajari dari toko mama”


ucap mama yang baru mengetahui bahwa calon mantu kesayanganya itu adalah


karyawan dirumahnya


“tidak banyak ma hanya roll cake, cup cake dan ya hanya yang


simple simple” ucap zia jujur


“hmm kalau begitu apa kamu mau mama ajarin buat Red Velvet


menu special dan istimewa di toko ini”


“emang boleh ma”


“tentu sayang mama akan mengajarimu”


“yeeee makasih ma” ucap zia senag dan memeluk mama


Dian yang melihat keakraban dua wanita yang dicintainya itu


sangat bahagia.


Zia dan mama pun asik sendiri dengan cake buatanya sehingga


mereka tidak memperdulikan dian.


Dian menghampiri mereka.


“ma masih lama” Tanya dian dengan wajab cemberut


“sebentar lagi, udah kamu jangan ganggu zia mama sedang


mengajari zia cara membuat Red Velvet”


“tapi ma niat dian bawa zia kesini bukan ini” kesal dian


“terus kamu mau ngapai sama zia, jangan berbuat yang


macem-macem” ucap mama memperingati dian


“macem-macem apaan sih ma”


Sedangkan zia hanya cekikikan, ia tak habis fikir dengan


sikap dian yang sangat manja kepada mamanya


30 menit kemudian Red velvet buatan zia yang dibantu oleh


mama sudah jadi

__ADS_1


“wah kelihatanya lezat ” ucap papa yang melihat red velvet


di ruang keluarga.


“pastinya dong pa, zia ini cepat sekali belajar, kamu memang


calon mantu idaman” ucap mama memuji zia


“zia memang suka memasak sejak kecil ma, zia ingin jadi chef


dan menciptakan makanan makanan dengan kreasi zia, zia juga ingin punya


restoran sendiri  dari hasil jerih payah


zia” terang zia mereka sangat salut dengan zia


“lalu bukanya kamu kuliah dalam bidang hokum ya” Tanya papa


penasaran dian pun juga penasaran


“ia zia memang mempunyai impian sebagai cgef tapi zia juga


pingin jadi pengacara yang handal membela kebenaran dan menegakan keadilan”


“wah papa bangga kamu punya impian dan pemikiran yang luar


biasa” ucap papa


“terimakasih pa doain zia selalu ya pa” ucap zia


“pasti zia, papa sudah menganggapmu seperti anak papa juga”


“hey sudah sudah aku ingin mencicipi red velvet buatan zia”


ucap dian menghentikan obrolan mereka


“kamu gak sabaran banget sih” gerutu zia yang duduk


disebelah dian


Lalu zia memotongkan cake lalu ia menyerahkan


potongan-potongan cake pada papa mama baru dian.


Suapan pertama mereka sama sama diam


“hmmm mini sungguh luar biasa zia”


“iya pa ini mirip dengan buatanku, chef utama saja tidak


bisa semirip ini padahal aku sudah mengajarinya berulang kali” ucap mama


“kamu memang istri idaman” bisik dian membuat bulu kudknya


merinding


“iya paa” jawab dian sambil cemberut


------


Hari berganti-hari zia dan dian semakin lengket banyak yang


memuji bahwa mereka merupakan pasangan muda yang sangat serasi.


Dirumah zia


“zia ada seseorang yang ingin menemuimu” ucap mama


“pasti dian” gumam zia


“siapa dian” Tanya mama


“heheh ada deh”


Mama zia heran sekaligus penasaran siapa sosok dian


sebenarnya, ya zia memang jarang bercerita dengan papa mamanya ia hanya sering


cerita kepada kakak kakaknya.


Seperti saat ini nyatanya yang datang kerumah zia bukanlah


dian.


“zia” panggil lelaki itu


“uncle… uncle liem”


“iya sayang.. kau sudah besar ternyata humairaku” ucap uncle


liem sambil mengusap rambut zia,  ya dia


memang lebih menyukai jika zia di panggil dengan sebutan humaira.


“uncle kapan sampai” Tanya zia


“uncle sudah lama berada di Indonesia”


“tapi kenapa uncle tidak pernah datang kesini, uncle jahat”


cemberut zia


“humaira.. uncle kemarin masih mengurus proyek uncle,


walaupun begitu uncle tidak pernah melupakanmu, ini uncle bawa oleh-oleh untuk

__ADS_1


kalian, dan yang ini special untuk mu humaira” sambil menyerahkan beberapa


papaerbag untuk raka, rama, papa, mama dan juga zia, dan paperbag untuk zia


ukuranya lebih besar dari yang lain.


“aaa terimakasih uncle” zia langsung memeluk liem.


Liem yang merupakan adik dari mama nya zia yang sangat dekat


dengan zia, namun harus berpisah karena uncle liem membangun bisnis diluar negeri.


“wah sepertinya ada tamu” ucap papa yang baru pulang


“iya pa uncle liem datang” ucap Raka


“bagaimana kabarmu kak” ucap uncle liem


“ya aku baik-baik saja liem, bagaimana dengan mu” sambil


memeluk liem


“aku tentu lebih baik darimu” ledek liem


“kau bias saja liem, aku dengar kau sedang bekerja sama


dengan satyanagara group ya”


“iya kak aku sudah menginvestasikan dana yang besar pada


perusahaan mereka”


“wah hebat juga kamu”


“ini juga berkat dari dukungan kalian semua” ucap liem


------


Beberapa hari sebelum mengikuti sidang di kampus dian


terlihat sangat sibuk sehingga ia tidak menghubungi zia.


Tutttt tuuuuttt tutttt tutttt “nomor yang anda tuju sedang


tidak bisa menerima panggilan mohon tinggalkan pesan” suara dari dalam hanphone


zia


“duhh dian ini kemana dari tadi di telfon tapi gak diangkat”


gerutu zia


Zia yang tidak sabar pun menelvon mama nya dian


“hallo ma”


“iya sayang ada apa”


“ma dian ada dirumah”


“enggak tu, tapi tadi katanya dia kekampus, memangnya kalian


tidak ketemu” Tanya mama


“itu dia ma dari tadi zia telfon tapi gak diangkat”


“sabar sayang nanti pasti dia ngabarin kamu”


“iya makasih ya ma”


“iya sayang, oya kamu lagi sibuk gak”


“enggak ma ini zia lagi dirumah”


“temenin mama yuk kita ke mall refreshing atau apa gitu”


ajak mama


“emm boleh deh ma”


“oke kamu siap siap ya”


“oke mam”


Keesokan harinya saat dikampus dimana tepat dengan hari


sidang dian, semua materi sudah dian kuasai zia yang melihatnya pun ikut deg


deg kan, tapi anehnya kali ini dian seperti mengabaikan nya.


Hingga acara sidang selesai dian mendapatkan gelar sarjana


dengan gelar terbaik dan lulus cumlaude.


Dian masih saja tidak memperdulikan zia, dan asik berfoto


dengan beberapa teman teman yang juga turut berhadir, ada juga teman teman


wanita yang foto bersama dian membuat zia terasa terbakar.


Zia lalu keluar ruangan itu tanpa berpamitan dan tanpa


mengucapkan selamat kepada dian.


--------

__ADS_1


yuk terus dukung novel ini biar tetep semangat update nya ya..


vote.. comen.. like..dan rate nya juga yaaa


__ADS_2