
“aku juga mencintaimu” jawab zia malu-malu
“k-kau serius”
“iya aku sangat serius”
“terimakasih zia” dian mencium tangan zia
Akhirnya pada hari ini zia dan dian resmi menjadi sepasang
kekasih.
Mereka kini selalu bersama, tidak ada yang mereka tutup
tutupi bahkan ana sahabat zia sampai terkejut dibuatnya, karena zia pada
awalnya sangat tidak menyukai keberadaan dian, yaa memang jarak antara benci
dan cinta hanya sebatas kulit bawang hihi.
----
“bagaimana” Tanya lelaki paruh baya itu
“mereka sudah menjadi sepasang kekasih tuan”
“apa…… kau bicara yang benar”
“iya tuan mereka sekarang semakin dekat kemana-mana selalu
berdua”
“siaalaannnn dasar gadis itu merusak rencanaku” pranggg
praanggg ia menghempas apa yang ada dihadapanya
“tapi masih ada satu cara lagi tuan”
“katakan”
“kita akan memanfaatkan kedekatan mereka, kita biarkan saja
mereka seperti ini, lalu kita akan menjalankan rencana B”
“hmmm bagus juga idemu, baiklah mulai besok kita jalankan
rencana B”
“baik tuan”
------
Kediaman brian satyanagara
“zia cake apa saja yang sudah kamu peajari dari toko mama”
ucap mama yang baru mengetahui bahwa calon mantu kesayanganya itu adalah
karyawan dirumahnya
“tidak banyak ma hanya roll cake, cup cake dan ya hanya yang
simple simple” ucap zia jujur
“hmm kalau begitu apa kamu mau mama ajarin buat Red Velvet
menu special dan istimewa di toko ini”
“emang boleh ma”
“tentu sayang mama akan mengajarimu”
“yeeee makasih ma” ucap zia senag dan memeluk mama
Dian yang melihat keakraban dua wanita yang dicintainya itu
sangat bahagia.
Zia dan mama pun asik sendiri dengan cake buatanya sehingga
mereka tidak memperdulikan dian.
Dian menghampiri mereka.
“ma masih lama” Tanya dian dengan wajab cemberut
“sebentar lagi, udah kamu jangan ganggu zia mama sedang
mengajari zia cara membuat Red Velvet”
“tapi ma niat dian bawa zia kesini bukan ini” kesal dian
“terus kamu mau ngapai sama zia, jangan berbuat yang
macem-macem” ucap mama memperingati dian
“macem-macem apaan sih ma”
Sedangkan zia hanya cekikikan, ia tak habis fikir dengan
sikap dian yang sangat manja kepada mamanya
30 menit kemudian Red velvet buatan zia yang dibantu oleh
mama sudah jadi
__ADS_1
“wah kelihatanya lezat ” ucap papa yang melihat red velvet
di ruang keluarga.
“pastinya dong pa, zia ini cepat sekali belajar, kamu memang
calon mantu idaman” ucap mama memuji zia
“zia memang suka memasak sejak kecil ma, zia ingin jadi chef
dan menciptakan makanan makanan dengan kreasi zia, zia juga ingin punya
restoran sendiri dari hasil jerih payah
zia” terang zia mereka sangat salut dengan zia
“lalu bukanya kamu kuliah dalam bidang hokum ya” Tanya papa
penasaran dian pun juga penasaran
“ia zia memang mempunyai impian sebagai cgef tapi zia juga
pingin jadi pengacara yang handal membela kebenaran dan menegakan keadilan”
“wah papa bangga kamu punya impian dan pemikiran yang luar
biasa” ucap papa
“terimakasih pa doain zia selalu ya pa” ucap zia
“pasti zia, papa sudah menganggapmu seperti anak papa juga”
“hey sudah sudah aku ingin mencicipi red velvet buatan zia”
ucap dian menghentikan obrolan mereka
“kamu gak sabaran banget sih” gerutu zia yang duduk
disebelah dian
Lalu zia memotongkan cake lalu ia menyerahkan
potongan-potongan cake pada papa mama baru dian.
Suapan pertama mereka sama sama diam
“hmmm mini sungguh luar biasa zia”
“iya pa ini mirip dengan buatanku, chef utama saja tidak
bisa semirip ini padahal aku sudah mengajarinya berulang kali” ucap mama
“kamu memang istri idaman” bisik dian membuat bulu kudknya
merinding
“iya paa” jawab dian sambil cemberut
------
Hari berganti-hari zia dan dian semakin lengket banyak yang
memuji bahwa mereka merupakan pasangan muda yang sangat serasi.
Dirumah zia
“zia ada seseorang yang ingin menemuimu” ucap mama
“pasti dian” gumam zia
“siapa dian” Tanya mama
“heheh ada deh”
Mama zia heran sekaligus penasaran siapa sosok dian
sebenarnya, ya zia memang jarang bercerita dengan papa mamanya ia hanya sering
cerita kepada kakak kakaknya.
Seperti saat ini nyatanya yang datang kerumah zia bukanlah
dian.
“zia” panggil lelaki itu
“uncle… uncle liem”
“iya sayang.. kau sudah besar ternyata humairaku” ucap uncle
liem sambil mengusap rambut zia, ya dia
memang lebih menyukai jika zia di panggil dengan sebutan humaira.
“uncle kapan sampai” Tanya zia
“uncle sudah lama berada di Indonesia”
“tapi kenapa uncle tidak pernah datang kesini, uncle jahat”
cemberut zia
“humaira.. uncle kemarin masih mengurus proyek uncle,
walaupun begitu uncle tidak pernah melupakanmu, ini uncle bawa oleh-oleh untuk
__ADS_1
kalian, dan yang ini special untuk mu humaira” sambil menyerahkan beberapa
papaerbag untuk raka, rama, papa, mama dan juga zia, dan paperbag untuk zia
ukuranya lebih besar dari yang lain.
“aaa terimakasih uncle” zia langsung memeluk liem.
Liem yang merupakan adik dari mama nya zia yang sangat dekat
dengan zia, namun harus berpisah karena uncle liem membangun bisnis diluar negeri.
“wah sepertinya ada tamu” ucap papa yang baru pulang
“iya pa uncle liem datang” ucap Raka
“bagaimana kabarmu kak” ucap uncle liem
“ya aku baik-baik saja liem, bagaimana dengan mu” sambil
memeluk liem
“aku tentu lebih baik darimu” ledek liem
“kau bias saja liem, aku dengar kau sedang bekerja sama
dengan satyanagara group ya”
“iya kak aku sudah menginvestasikan dana yang besar pada
perusahaan mereka”
“wah hebat juga kamu”
“ini juga berkat dari dukungan kalian semua” ucap liem
------
Beberapa hari sebelum mengikuti sidang di kampus dian
terlihat sangat sibuk sehingga ia tidak menghubungi zia.
Tutttt tuuuuttt tutttt tutttt “nomor yang anda tuju sedang
tidak bisa menerima panggilan mohon tinggalkan pesan” suara dari dalam hanphone
zia
“duhh dian ini kemana dari tadi di telfon tapi gak diangkat”
gerutu zia
Zia yang tidak sabar pun menelvon mama nya dian
“hallo ma”
“iya sayang ada apa”
“ma dian ada dirumah”
“enggak tu, tapi tadi katanya dia kekampus, memangnya kalian
tidak ketemu” Tanya mama
“itu dia ma dari tadi zia telfon tapi gak diangkat”
“sabar sayang nanti pasti dia ngabarin kamu”
“iya makasih ya ma”
“iya sayang, oya kamu lagi sibuk gak”
“enggak ma ini zia lagi dirumah”
“temenin mama yuk kita ke mall refreshing atau apa gitu”
ajak mama
“emm boleh deh ma”
“oke kamu siap siap ya”
“oke mam”
Keesokan harinya saat dikampus dimana tepat dengan hari
sidang dian, semua materi sudah dian kuasai zia yang melihatnya pun ikut deg
deg kan, tapi anehnya kali ini dian seperti mengabaikan nya.
Hingga acara sidang selesai dian mendapatkan gelar sarjana
dengan gelar terbaik dan lulus cumlaude.
Dian masih saja tidak memperdulikan zia, dan asik berfoto
dengan beberapa teman teman yang juga turut berhadir, ada juga teman teman
wanita yang foto bersama dian membuat zia terasa terbakar.
Zia lalu keluar ruangan itu tanpa berpamitan dan tanpa
mengucapkan selamat kepada dian.
--------
__ADS_1
yuk terus dukung novel ini biar tetep semangat update nya ya..
vote.. comen.. like..dan rate nya juga yaaa