Senja Dan Kisahnya

Senja Dan Kisahnya
BAB 11


__ADS_3

Markas Tiger Boys terlihat rame karena mereka semua ada di sana sedang berkumpul bersama bahkan Reno kini telah merayakan keberhasilan atas dia mengerjai senja tadi bahkan dia yakin sekali jika senja kini tidak baik-baik saja


"Apa Elang tidak tahu , jika dia tahu Lo akan dalam masalah Ren ". kata Max


"Dia tidak ada di sana dan gue bisa pastikan jika memang si bre****k itu tidak akan tahu apa yang gue lakukan jadi tenang saja ". Kata Reno


"Sudah gak usah memikirkan nya yang terpenting kita sudah bisa mengerjai nya tadi ". Kata Ben


Mereka bersulang untuk keberhasilan nya ini bahkan terlihat juga dia sangat senang sekali setelah mereka bisa melakukan nya


"Kenapa Edrick belum juga datang padahal tadi dia bilang sudah di jalan ". Kata Ben


"Tadi dia harus balik dulu mengambil sesuatu dan seharusnya dia juga sudah sampai tapi ya gak tahu lah ". Kata Max


"Macet kali dia ". Kata Reno


"Tapi ini terlalu lama jika menurut gue ". Kata Max


Mereka menikmati makanan yang di bawah oleh Reno tadi dan kini semua pun juga melakukan hal yang sama


" Edrick baru datang Lo ". Kata Reno


Edrick langsung duduk dan hanya diam saja tidak menjawab apa yang di katakan oleh Reno tadi


"Dari mana Lo tadi ?". Tanya Max


"Dari rumah senja ". Kata Edrick


seketika Reno pun kaget mendengar nya kenapa bisa sang bos pergi ke rumah Senja


"Ngapain Lo ke sana apa Lo sudah mulai mencoba untuk mendekati nya ?". tanya Reno


"Gue hanya membantu dia tadi karena dia dalam masalah ". Kata Edrick


"Hah jadi Lo malah bantu dia yang telah mengalami kecelakaan tadi ". Kata Reno


Edrick menatap tajam Reno dia butuh penjelasan Kenapa Reno bisa tahu jika senja kecelakaan tadi


"Lo tahu dari mana Jika Senja kecelakaan , Lo yang melakukan nya ?". Tanya Edrick


"Ya itu memang gue lagi pula tadi itu kesempatan gue karena tidak ada si Elang di sisi nya jadi ya gue kerjain saja dia ". Kata Reno santai


Bug Bug Bug


"Jika melakukan sesuatu katakan dulu pada gue tanpa izin dari gue jangan melakukan pergerakan apapun ". Kata Edrick lalu pergi menuju lantai atas dan kini dia pun masuk ke dalam ruangan nya


"Gila kenapa sih Edrick malah mukul gue , gak jelas banget dia ". Kata Reno sambil menyeka darah di bibir nya akibat pukulan dari Edrick tadi


"Jangan sampai saja Edrick jatuh cinta pada senja bisa bahaya jika itu sampai terjadi ". Kata Ben


Max juga bingung kenapa Edrick marah padahal mereka juga sepakat mencari waktu untuk mengerjai Senja karena senja membuat Ben babak belur di hajar oleh Elang waktu itu


"Lo kenapa Rick ?". Tanya Max


"Memang kenapa gue ?". Tanya Edrick balik


"Kenapa memukul Reno bukan nya juga sudah sepakat bukan jika kita akan mengerjai senja jika tidak ada Elang di sisi nya ". kata Max mengingat kan kembali rencana awal mereka


"Gue tidak ingin membahas hal itu ". Kata Edrick


"Lo ikut balapan nanti malam ?". tanya Max mengalihkan pembicaraan karena dia tahu sahabat nya ini badmood jadi dia tidak akan menerus kan lagi membahas senja di depan nya saat ini yang hanya bisa membuat Edrick akan bertambah marah saja nanti hingga bisa merusak semua yang ada di sini


Malam kini tiba dan Di markas Elang pun sama mereka masih duduk bersantai setelah mereka berlatih tadi dan kini mereka hanya sibuk dengan game saja


"Jadi ke rumah senja atau tidak malam ini ?". Tanya Nathan


Elang hanya diam saja tidak menjawab nya jadi mereka pun menyimpulkan jika tidak akan datang ke rumah Senja malam ini


"Balapan nya gimana Lang ?". tanya Alex

__ADS_1


"Gue gak minat ". Kata Elang


"Lalu setelah ini kita ke mana , nongkrong di kafe atau pergi kemana ?". tanya Leon


"Gue akan pulang capek ". Kata Elang


Sudah pasti Mood Elang masih buruk sekali jadi dia pun tidak ingin melakukan apapun jadi mereka juga tidak bisa memaksa Elang jika dia sudah begitu


"Ya sudah hari ini hanya sampai jam segini saja kumpul nya setelah itu bebas pergi kemana saja ". kata Hans


"Jika kalian ingin ikut balapan pergi saja gue sama sekali tidak tertarik juga ke sana ". kata Elang lalu dia pergi dari markas meninggalkan para sahabat nya di sana


"Gila Mood dia benar-benar hancur gara-gara Senja ". Kata Leon


"Kita semua tahu bukan bagaimana hubungan kedua nya jadi wajar jika Elang marah karena selama ini dia selalu ada untuk senja bukan dan kali ini senja tidak melibatkan dia dalam pencarian kerja nya tentu saja Elang kecewa ". kata Nathan


"Padahal jika mau senja bisa kerja di tempat gue dan dia bebas bekerja sesuka dia ". kata Hans


"Justru karena hal itu dia tidak memberi tahu Elang dan kita semua karena dia memang ingin benar-benar bekerja tanpa di ratu kan sama sekali dan mereka memandang Senja karena kerja keras nya bukan hanya bisa mengandalkan kita saja ". kata Nathan


"Dia bagian dari kita dan dia adalah satu-satunya anggota wanita dalam Geng kita jadi wajar bukan jika dia seperti ratu untuk kita semua ". Kata Hans


"Banyak gosip di luar sana yang mungkin sudah kelewatan hingga membuat senja memutuskan melakukan hal ini tapi mau bagaimana pun kita tetap harus menghormati keputusan dia dan tetap mendukung nya juga ". Kata Alex


Mereka setuju sekali mungkin memang Elang masih belum bisa menerima hal itu sekarang tapi nanti dia juga pasti akan memaafkan senja sebab Elang tidak akan bisa mendiamkan Senja sampai berhari-hari lama nya itu suatu hal yang mustahil sekali di lakukan oleh seorang Galang Wijaya pada sahabat nya Senja Shine


Di perjalanan pulang Elang mengendarai motor nya santai sekali dan dia pun tampak tidak terlalu fokus juga dalam berkendara hingga tanpa sadar hampir saja menabrak orang


Ciiiiiiit


"Lo kalau jalan pakai mata dan kaki Lo dengan benar kalau mau mati lompat saja di sana ". kata Elang


"Maaf kak Elang aku gak sengaja tadi terburu-buru sekali ". kata Rani


"Elo lagi Elo lagi kenapa Lo suka sekali nabrak gue ". kata Elang


"Rani ayo ikut gue kita harus bicara ". Kata Morgan


"Gue gak akan lepaskan Lo jika Lo gak mau ikut dengan gue ". kata Morgan dengan kasar menarik tangan Rani


"Kalau dia gak mau jangan di paksa ". kata Elang menarik tangan Rani dan melepas kan nya dari Morgan


"Kalau gue masih memaksa nya Lo mau apa ". tantang Morgan


"Mau gue ini ". Kata Elang langsung mengajar Morgan


Kini perkelahian antara kedua nya pun tidak bisa di hindari lagi bahkan emosi Elang kini dia lampiaskan kepada Morgan hingga Morgan pun kewalahan menghadapi Elang yang sangat ganas ini


"Kak stop kak cukup ". Teriak Rani tapi tidak di perduli kan sama sekali oleh Elang karena dia masih emosi dan ingin melampiaskan nya


"Lo jika mengganggu dia lagi maka akan berurusan sama gue ". Kata Elang lalu menarik Rani dan kini dia pun pergi bersama Elang naik motor Elang


"Terima kasih kak sudah membantu ". Kata Rani tapi Elang tidak menjawab nya


Elang mengantar Rani pulang ke rumah nya karena dia juga tidak mungkin menurunkan dia di jalanan tidak baik sekali dia jika seperti itu walaupun dia memang bukan lelaki baik tapi dia tidak akan membiarkan Rani jalan kaki


"Sekali lagi terima kasih banyak kak ". Kata Rani yang kini sudah turun dari motor Elang dan ketika Elang hendak pergi maka Rani tiba-tiba muncul dan menghentikan nya


"Eh ada tamu kenapa tidak di ajak masuk sayang ". Kata Laras


"Kak Elang buru-buru ma jadi dia harus pergi ". Kata Rani


"Ajak masuk dulu minum sebentar baru setelah itu pulang. lagi pula kan gak enak kamu merepotkan teman kamu malah dia tidak mendapatkan apa-apa ". Kata Laras


"Tidak usah repot-repot Tante karena bunda saya juga sudah menunggu di rumah jadi saya harus segera pulang ". kata Elang tanpa ekspresi sama sekali lalu dia pergi tanpa melihat Rani dan mama nya


"Teman kamu kenapa kok seperti nya mood dia buruk , apa kamu membuat nya kesal sayang ?". Tanya Rani


"Tidak ma , mana berani juga Rani melakukan nya hanya saja tadi kak Elang berkelahi membela Rani jadi mungkin saja dia sedang lelah maka dari itu wajah nya seperti itu ". Kata Rani

__ADS_1


"Kamu di ganggu orang lagi ?". tanya Laras


"Tidak ma hanya salah paham saja tadi ". Kata Rani


"Ya sudah kalau begitu ayo masuk ke dalam ganti pakaian terus makan ". Kata Laras mengajak putri nya masuk ke dalam rumah


"Lang sudah pulang tumben jam segini ada di rumah ". kata bunda Linda


"Lagu malas Bun ". Jawab Elang lalu naik ke atas menuju kamar nya


Dia kini Langsung berbaring di ranjang milik nya dan dia menatap layar ponsel nya sejak tadi . senja sudah mengirimkan pesan permintaan maaf namun Elang hanya membaca nya saja tanpa berniat untuk membalas nya .


"Senja kamu istirahat saja lihat itu luka kamu juga masih belum kering ". kata Marta


"Tidak apa Tante ini tidak sakit kok lagi pula jika tidak membuat kue kan sayang nanti pelanggan nya malah hilang lagi jadi tidak masalah jika Senja yang membuat nya sendiri dan Tante istirahat saja ". Kata Senja


"Kamu jangan membuat terlalu banyak biar cepat selesai setelah itu segera istirahat ". Kata Marta


"Ini juga hampir selesai kok Tante jadi ayo Tante masuk kamar saja setelah ini senja juga akan ke kamar juga ". Kata Senja


"Benar ya jangan bohong sama Tante , bilang nya akan istirahat tapi malah gak pergi kamu nya ". Kata Marta


"Oh ya Tante senja ingin bicara sebentar ". Kata senja


"Kamu mau bicara apa ?". Tanya Marta


"Mulai besok senja akan bekerja di kafe milik keluarga teman senja ". Kata Senja


"Apa kamu mau bekerja, tidak Tante sama sekali tidak setuju ". Kata Marta


"Tante ayolah senja ingin mandiri dan senja janji jika pekerjaan paruh waktu senja tidak akan mengganggu pembelajaran senja di sekolah ". Kata Senja membujuk sang Tante agar dia di izinkan


"Tapi senja Tante tidak suka jika kamu kerja sebaik nya fokus belajar saja ". Kata Marta


"Tan percaya sama senja , jika Senja bisa membagi waktu belajar dan bekerja apalagi sebentar lagi senja akan kuliah jadi akan butuh banyak biaya meksipun senja yakin jika Tante bisa membantu senja tapi tetap saja bukan senja harus bisa mandiri untuk mencari pengalaman juga jadi jika sudah lulus nanti senja bisa mencari pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuan Senja ". Kata Senja


Marta memeluk keponakan nya bahkan senja tidak pernah merasa hidup enak selama ini karena dia tidak terlalu banyak uang jadi gaji nya hanya pas untuk kebutuhan mereka saja . Marta sangat merutuki kebodohan kakak nya yang meninggal kan anak dia tanpa kabar sama sekali bahkan mereka orang tua Senja seolah tak pernah perduli kepada nya karena menghilang tanpa jejak


"Kalau kamu ingin nya seperti itu Tante akan mendukung asal tidak menggangu belajar kamu saja tidak masalah ". Kata Marta


"Terima kasih Tante ". Kata senja


"Apa Elang yang memberi kamu perkejaan ?". Tanya Marta karena setahu dia teman senja hanya Elang dan para sahabat nya saja tidak ada yang lain


"Bukan Elang Tan malah Elang marah karena Senja baru memberi tahu dia tadi tenang senja yang akan bekerja ". Kata Senja


"Jika bukan Elang lalu siapa , apa lelaki yang mengantarkan kamu tadi ?". tanya Marta


"Kak Edrick, tentu saja bukan malah tidak mungkin Tan jika dia memberikan senja perkejaan . ini teman sebangku senja Tante yang memberikan Senja perkejaan ". Kata Senja


"Kirain teman cowok kamu yang tadi . dia ganteng juga loh gak kalah dari Elang ". Kata Marta


"Apa sih Tan sudah sana tidur saja Tante ". kata Senja


"Tante baru lihat loh Edrick hari ini biasanya dia tidak pernah datang ke sini kan ". Kata Marta masih membahas nya


"Tante ". Kata senja memutar bola matanya malas sebab sang Tante terus saja menggoda dia


"Kenapa Tante benar kan karena Tante juga baru melihat Edrick tadi sebelum nya dia tidak pernah kesini bukan atau dia pernah datang dan Tante tidak tahu ". Kata Marta


"Dia memang pertama kali datang ke rumah ya pas ngantar senja tadi jika tidak mana mungkin dia datang ke sini apalagi pas ada Elang bisa perang dunia di rumah ini ". Kata Senja


"Dia dan Elang tidak akur ?". Tanya Marta


"Bukan tidak akur lagi malah musuh bebuyutan Tan ". Kata Senja


"Anak jaman sekarang ya suka sekali musuhan jika bisa berteman kenapa harus musuhan coba, aneh sekali memang ". Kata Marta


Bukan nya istirahat malah mereka kini mengobrol bahkan senja sudah selesai membuat kue pun mereka masih tetap mengobrol terus . Banyak hal yang mereka bicarakan hingga tak terasa sudah sampai larut malam

__ADS_1


"Ya sudah ayo istirahat sudah malam juga ". Kata Marta


Kedua nya pergi menuju kamar masing-masing untuk beristirahat dan senja pun mengecek ponselnya namun tidak ada balasan dari Elang membuat dia kembali menaruh ponsel nya lalu pergi tidur


__ADS_2