
Memang tidak ada wanita yang di bawah oleh Elang ke rumah nya kecuali hanya senja saja karena memang senja sangat dekat dengan diri nya
"Hans belum datang juga ?". Tanya Elang
"Belum, nyasar kali dia maka nya belum datang sampai jam segini ". Kata Leon
Elang hanya bersantai saja saat ini sementara para sahabat nya kini sedang asik bermain game ada juga yang sedang latihan tinju dan bermain gitar juga . Tempat yang mereka gunakan ini seperti markas mereka ketika sedang berkumpul di rumah Elang bahkan semua nya ada dan tertata sangat rapih sekali di tempat nya . Elang memang nakal tapi dia tidak suka jika tempat nya berantakan namun tidak ada juga yang boleh menyentuh barang dia tanpa izin nya , dia tidak akan menyukai nya jika ada yang melakukan hal itu
"Lang ". Sapa Hans yang baru saja datang sambil berjabat tangan dengan para sahabat nya
"Kemana saja Lo baru datang ". Kata Alex
"Gue dari rumah Rani kan tadi di tugas kan Elang mengantarkan dia pulang ". Kata Hans
"Kenapa sangat lama sekali ". Kata Leon
"Komplikasi sekali keluarga dia , jadi kasihan gue melihat nya ". Kata Hans
"Maksud Lo apa , dia memiliki banyak masalah bukan nya kehidupan nya aman-aman saja ". Kata Nathan
"Itu hanya kelihatan nya saja bahkan gue yakin sekali jika dia sangat tertekan sekali dalam keluarga nya itu karena dia ikut dengan papa tiri nya ". Kata Hans
"Jangan membahas hal itu di sini gue tidak perduli sama sekali ". Kata Elang
"Seperti nya dia suka sama Lo karena sejak tadi dia terus bertanya tentang Lo bahkan dia juga tanya bagaimana tipe cewek yang Lo sukai ". kata Hans
Elang hanya diam saja dia tidak terlalu perduli sama topik pembicaraan kali ini dan dia masih sibuk dengan ponselnya
"Dia cantik Lang jadi boleh lah cocok juga sama Lo ". Kata Leon
"Dan gue sama sekali tidak tertarik dengan dia ". Kata Elang
"Dia mungkin hanya tertarik dengan senja saja tidak ada wanita yang bisa membuat nya tertarik selain senja ". Kata Nathan
Bug
Bantal pun melayang ke muka Nathan karena dia mengatakan hal itu . jika senja mendengar nya dia pasti akan marah dan terus mengomel kepada Elang maka dari itu Elang pun menimpuk Nathan tadi
"Diam lah atau Lo gue bungkam nanti ". Kata Elang
"Hanya bercanda bung santai saja ". Kata Nathan tidak tersinggung sama sekali dengan apa yang Elang lakukan tadi kepada nya karena hal itu juga sangat biasa sekali mereka lakukan dan mereka juga tahu bagaimana ekspresi Elang ketika dia sedang serius sekali
Di dapur Linda sangat senang sekali karena ada senja yang kini membantu nya sebab sudah lama juga mereka tidak bertemu
"Bunda sudah lama kembali dari Jepang ?". Tanya senja di sela kegiatan nya
"Satu Minggu yang lalu sayang bunda pulang nya dan Bunda pun membawa oleh-oleh untuk kamu dan Tante kamu ". Kata Linda
"Jadi merepotkan bunda dong senja ". Kata senja
"Sangat tidak repot sekali malah bunda sangat senang sekali karena bunda seperti belikan sesuatu untuk anak bunda ". Kata Linda
"Elang dong kan anak bunda Elang ". Kata senja
"Elang memang anak bunda dan siapa tahu nanti kamu akan menjadi anak menantu Bunda tidak ada yang tahu kan ". Kata Linda
"Bunda ini ya ada saja , tidak mungkin Elang dan senja karena kita hanya sahabat saja tidak lebih lagi pula banyak sekali wanita yang mendekati Elang mereka juga sangat cantik sekali bunda ". Kata Senja
Linda hanya tersenyum saja dia memang berharap juga jika senja yang mendampingi Elang nanti karena bersama dengan senja anak nya selalu saja bisa tersenyum lepas bahkan dia bisa terlihat seperti manusia pada umum nya bahkan kekejaman yang melekat pada diri nya pun hilang jika bersama dengan senja dan lagi Senja juga baik dan cantik pula menurut Linda jadi bisa cocok juga dengan anak nya
"Lang makanan sudah siap ayo makan dulu ". Teriak Linda
Mereka yang mendengar teriakannya bunda Elang pun Langsung pergi turun untuk makan bersama bunda Elang meskipun itu hanya cemilan saja
"Wah enak sekali Bun seperti nya makanan ini ". kata Leon
"Bisa sekali ya mengejek nya ayo makan saja dulu nanti jika dingin gak enak loh ". Kata Linda
"Pasti tidak enak sekali ini karena Lo yang membuat nya ". Kata Elang mengejek senja
"Ya sudah gak usah di makan kalau gak enak ". Kata Senja mengambil makanan yang akan di makan Elang
"Senja mana gue hanya bercanda tadi ". Kata Elang
__ADS_1
"Bodoh amat ". Kata Senja kembali membalas ejekan Elang
"Lo ya ". Kata Elang yang berusaha merebut cemilan nya saat ini namun senja masih saja mempertahankan nya
"Kalian berdua ya suka sekali seperti ini layak anak kecil saja ". Kata Linda
"Memang Bun mereka itu selalu saja bertengkar seperti itu bahkan di sekolah pun juga melakukan nya ". Kata Alex
"Tapi jika di lihat itu sangat imut sekali bukan ". Kata Linda
"Apa bunda setuju jika Elang dan senja jadian ?". Tanya Leon berbisik karena jika Elang dengar bisa marah nanti seperti tadi
"Tentu saja sangatlah setuju sekali ". Kata Linda dengan keras
"Setuju apa Bun ?". Tanya Senja
"Setuju kalau Elang itu tampan ". Kata Linda tersenyum menatap Senja
"Gak lucu Bun candaan nya , sudah makan saja ". Kata Elang yang sudah berhasil merebut makanan nya
Mereka kini makan sambil bersantai dengan berbagai cerita saat ini bahkan beberapa kali juga Linda mengejek senja dan juga Elang
Kediaman itu sangat rame karena adanya senja dan juga sahabat Elang lain nya namun di sisi lain rumah Rani terlihat sangat sepi sekali bahkan Rani kini hanya bisa duduk melamun di kolam saja
"Kamu kenapa sayang ?". Tanya Laras mama Rani
"Tidak ada ma hanya ingin bersantai saja di sini ". jawab Rani tersenyum menatap mama nya
"Apa yang papa kamu katakan tadi hanya lah emosi sesaat jadi kamu jangan terlalu memikirkan nya ". Kata Laras
"Rani sudah terbiasa ma dengan hal itu jadi Rani bisa mengerti kok dengan sifat papa yang seperti itu mungkin memang papa sedang capek saja karena terlalu banyak pekerjaan ". Kata Rani
"Papa memang banyak pekerjaan jadi pasti sangat lelah sekali . Oh ya , siapa lelaki yang mengantarkan kamu pulang tadi apa dia kekasih kamu ?". Tanya Laras
"Hanya teman saja kok ma tidak lebih , lagi pula Rani juga tidak ingin pacaran karena Rani ingin fokus belajar agar bisa tetap mempertahankan beasiswa Rani di sana ". kata Rani
"Kamu jangan terlalu memforsir diri kamu sayang jika lelah maka istirahat saja jangan terlalu memaksa kan diri mama tidak terlalu memperdulikan nya juga sayang yang penting kamu senang dan tidak terbebani maka mama akan senang dan juga akan mendukung kamu ". Kata Laras
"Mama masuk saja istirahat jangan lama-lama di luar nanti kelelahan ". Kata Rani
"Ya sudah mama mau istirahat dulu tapi kamu juga jangan terlalu lama di sini bisa sakit jika kamu terus di kolam saja ". Kata Laras
Rani memang hanya anak tiri Denny saja namun Danny juga tidak memiliki anak dari maka Rani dia hanya satu-satunya saja putri Denny namun beberapa waktu ini Denny suka sekali memarahi nya hanya karena hal sepele saja , entah apa yang terjadi dengan papa nya itu mungkin memang dia sedang lelah atau ada masalah Rani juga tidak tahu tapi yang jelas Denny adalah sosok papa yang hangat sekali dia sangat lah baik hati kepada Rani selalu saja memberikan apapun yang Rani butuhkan tanpa dia meminta nya sekali pun namun beberapa waktu ini Denny terkuat sangat berubah sekali kepada anak tiri nya itu apalagi tadi ketika dia melihat Rani di antar oleh Hans dia pun sangatlah marah bahkan membentak dan juga menampar Rani di depan Hans tadi dan juga mengatakan hal yang seharusnya tidak dia katakan di depan Hans
"Bun seperti nya senja harus segera pulang karena harus membantu Tante juga membuat kue ". Kata Senja
"Kenapa Tante kamu tidak mau join sama bunda sih untuk buka toko kue kan kita bisa melakukan nya bersama ". Kata Linda
"Kami sudah sangat merepotkan bunda tidak enak jika merepotkan lagi ". Kata senja
"Mau pulang kan ayo gue antar jangan Banyak bicara lagi ". Kata Elang
Dia tidak ingin jika senja terus membahas hutang Budi dia kepada keluarga nya karena Elang tidak menyukai nya
"Biar dia bareng gue saja Lang kan se arah juga ". Kata Alex
"Bisa gak sampai rumah jika dia bareng Lo ". Kata Elang
"Gila Lo ya mana mungkin juga gue culik senja karena backingan dia kuat sekali ". Kata Alex
"Awas saja jika Lo berani dekati dia Habis Lo sama gue ". Kata Elang
"Tuh kan taring nya sudah keluar ". Kata Alex
"Lagian ada gue Lang yang mengawasi Alex jadi tidak masalah jika senja pulang bareng kita saja biar Lo gak bolak balik juga ". Kata Nathan
"Gak usah atur gue , ayo pergi sekarang ". Kata Elang menarik senja bahkan dia belum bersalaman dengan bunda Linda malah Elang sudah menarik nya
"Lang mereka bener Lo sebaik nya Lo istirahat saja dan gue bareng Alex saja ". Kata Senja
"Naik cepetan atau Lo mau nginep di sini saja ". Kata Elang
"Dasar burung Elang pemaksa sekali sih jadi orang ". Kata senja
__ADS_1
Tidak bisa juga dia menolak Elang bisa marah nanti dia jika terus berdebat seperti ini jadi dia pun setuju saja dengan apa yang di katakan Elang tadi
"Eh bodoh Lo salah belok. Lang rumah gue di sana kenapa malah belok ke sini ". Kata senja
"Cari makan dulu Dekat taman ". Kata Elang
"Kan tadi sudah makan Lang ". Kata Senja
"Belum kenyang jadi temani gue makan sekalian nanti Bungkus buat Tante Marta ". Kata Elang
"Dasar suka sekali se enak nya ". Kata senja namun Elang hanya tersenyum saja mendengar ocehan senja akan diri nya
"Bakso nya dua satu nya tidak pedas dan tidak pakai saos dan kecap ". Kata Elang
"Pedas Lang kalau gak pedes gak enak ". kata senja
"Terlalu pedas bisa sakit Lo nanti seperti waktu itu ". Kata Elang
"Serah Lo deh Lang dasar Galang Wijaya gila ". Kata Senja
Elang tidak marah hanya tersenyum saja bahkan dia kini terus saja menjahili senja hingga senja kesal di buat nya
"Gue pulang nih kalau Lo seperti ini terus ". Kata Senja
"Iya bawel gak lagi ". kata Elang mencubit gemas pipi senja
"Ih sakit tahu gak sih ". Kata senja
"Pipi bakpao Lo bikin gue gemes ". Kata Elang
"Bakpao, Lo pikir makanan apa pipi gue ini ". Kata Senja
bakso sudah datang kedua nya kini menikmati nya sambil menikmati suasana sejuk di tempat juga bahkan kedua nya juga terlihat sangat mencoba bakso bahkan beberapa kali juga senja menyuapi Elang
"Lo nanti kuliah di mana ?". Tanya Elang
"Rahasia ". Jawab Senja
"Gak ada ya rahasia Antara kita ". Kata Elang
"Yeh Lo kira gue akan kasih tahu semua nya ya kali mimpi Lo ya ". Kata Senja
"Di mana ada senja di situ pasti ada Elang jangan lupa itu ". Kata Elang
"Mungkin saja nanti Lo yang lupa ". Kata senja
"Tidak mungkin karena daya ingat gue kuat jadi mana mungkin gue melupakan sahabat kesayangan gue ini ". Kata Elang
"Cubit pipi maka gue tusuk pakai Garbu Lo ya ". Kata Senja
"Sadis sekali nona ". Kata Elang
"Bodoh amat ". Kata Elang
Sebentar-sebentar akur tapi sebentar-sebentar juga bertengkar itulah senja dan Elang tapi meksipun demikian mereka akan selalu bersama itulah yang selalu Elang katakan kepada Senja namun entah itu benar atau tidak masih belum tahu juga karena semua orang bisa berubah seiring berjalannya waktu yang mereka lalui nanti nya
"Hans gue penasaran maksud Lo tadi apa tentang keluarga Rani ?". Tanya Leon
Mereka tidak pulang tapi malah pergi ke markas untuk sekedar nongkrong bareng saja
"Dia tadi di tampar bokap nya di depan gue bahkan dia pun di hina sama bokap nya sendiri sebagai anak pembawa sial dalam kehidupan bokap nya , seperti nya dia bukan anak kandung dari keluarga Al Fachri ". Kata Hans
"Suka Lo sama cewek itu ?". Tanya Nathan
"Dia cantik dan menarik jadi gue pun tertarik dengan nya ". kata Leon
"Lupa Lo jika dia suka Elang jadi cinta Lo tidak terbalas kan ". Kata Alex
"Iya juga ya jika dia suka dengan Elang ya gue gak bisa apa-apa mending dekati senja saja dia juga cantik meksipun bar-bar sekali kelakuan nya ". kata Leon
"Lo dekati Senja sama saja Lo gali kuburan Lo sendiri karena Elang tidak akan membiarkan satu pun di antara kita yang mendekati senja bahkan dia bisa menghilangkan Lo dari bumi ini jika berani mendekati senja ". Kata Hans
"Tahu nih si bodoh lupa kali siapa Elang ". Kata Alex ditanggapi dengan senyum saja oleh Leon sebab dia juga tidak ada niatan dekat dengan Senja karena dia tahu bagaimana Elang jadi dia lebih sayang nyawa nya
__ADS_1