
Bukan hal tak biasa juga jika Elang dan Senja bersama karena hanya senja saja cewek yang bisa dekat dengan Elang dan juga para sahabat nya bahkan mereka pun tampak sangat meratukan senja selama ini membuat banyak orang iri namun tidak banyak juga yang berani untuk membully senja sebab mereka pun juga sangat takut sekali mendapatkan masalah dengan Elang karena berani mengganggu Senja . Sudah ada warming jika mengganggu senja akan berurusan dengan Elang dan mereka tidak akan selamat juga dari Elang dalam hal apapun juga
"Senja bagaimana bisa ikut kerja kelompok bersama ?". Tanya teman kelas nya
"Tentu saja bisa kan memang harus bukan kerja kelompok jadi mau pergi kemana ?". Tanya senja
"Bagaimana di kafe dekat sekolah saja kamu bisa kan ?". Tanya nina
"Boleh tidak masalah ". Jawab Senja
"Ya sudah kalau begitu ayo berangkat oh ya jangan lupa bilang kak Elang nanti dia malah mencari Lo bisa gawat bukan ". kata Mira
"Iya nanti gue akan bilang kepada Elang agar dia pulang lebih dulu ". Kata Senja
"Mau kemana Lo ?". Tanya Elang
"Ada tugas kelompok dengan mereka jadi gue akan pergi ke kafe dekat sekolah . Lo pulang duluan saja ". Kata senja
Elang mencubit pipi senja membuat senja menepis tangan nya
"Sakit bodoh kenapa suka sekali sih menganiaya gue ". Kata senja
"Karena gue gemes sama Lo . jadi kerja kelompok nya ?". Tanya Elang
"Ya jadi lah ini mau berangkat ". Kata senja
"Ya sudah ayo ". Kata Elang
"Ayo apa , gue tidak ajak Lo ya jadi gak usah ikut ke sana juga Lang ". kata Senja
"Memang nya ada larangan jika gue pergi ke kafe ". Kata Elang yang kini sudah menarik Senja
"Lang apa sih kan gak harus juga Lo ke sana sebaik nya pergi ke tempat lain saja ". Kata Senja
"Ya gak bisa karena gue harus bersama Lo jadi gue akan ikut Lo saja lagi pula gue juga tidak akan mengganggu kalian juga ". Kata Elang
"Tapi gue gak yakin jika Lo tidak akan mengganggu kita ". Kata senja
"Apa kalian akan terganggu jika gue dan para sahabat gue ikut ?". Tanya Elang
"Tidak kak kami tidak keberatan sama sekali ". Jawab Mira
"Tuh dengar jadi sudah jangan banyak alasan ". Kata Elang
Senja kesal sekali dengan sahabat nya ini kenapa dia selalu saja mengikuti nya bahkan dia ingin bekerja kelompok dengan teman nya saja Elang ikut tentu saja mereka pasti akan sangat risih dengan hadir nya Elang tapi tidak mungkin juga mereka berkata secara langsung bisa marah Elang kepada nya nanti jika mereka terus terang
"Lihat senja enak sekali ya selalu pulang dan pergi di bonceng kak Elang ". Kata siswi di sana
"Iya beruntung sekali senja aku juga mau mengganti kan dia ". Kata mereka lagi
"Ayo naik atau mau gue gendong ". kata Elang
"Dasar menjengkelkan ". Kata senja sambil menjambak rambut Elang
Nathan dan yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kedua nya yang masih saja terus bertengkar tapi hal itu sangat imut sekali di lihat nya bahkan Nathan merasa jika kedua nya sangat cocok sekali tapi entah lah apa ada rasa cinta atau tidak mereka sahabat Elang pun tidak mengetahui nya juga
Mereka sudah sampai di kafe terlihat kafe juga sangat rame dan mereka segera cari tempat duduk untuk di gunakan
"Ngapain jangan dekat-dekat Lang ". kata senja
"Gak usah kepedean deh siapa juga yang ingin dekat dengan Lo ". kata Elang
"Kalian pesan saja apapun gue yang akan bayar semua nya ". kata Leon
"Tidak perlu repot-repot kak kami bisa membayar nya kok ". Kata Nina
"Jangan menolak karena gue bisa saja marah jika kalian menolak nya jadi turuti saja apa yang gue katakan tadi ". kata Leon
"Sudah pesan saja Leon akan membayar semua nya ". Kata Senja
Mereka pun memilih makanan dan minuman apa yang akan di pesan sementara senja tidak memilih apapun sebab Elang sudah memesan kan untuk nya
"Maaf ya aku terlambat tadi ada perlu dulu ke ruangan Bu Lala ". kata Rani yang baru saja datang dan bergabung karena mereka satu kelompok
"Eh Ran kami juga baru datang kok jadi santai saja . mau pesan apa silahkan pilih sendiri ". Kata Mira
Rani tersenyum lalu dia pun melihat menu yang ada sebelum memesan nya
__ADS_1
"Ini milik Lo ". kata Elang memberikan makanan nya untuk Senja
"Gila Lo gue bisa gendut jika harus makan punya Lo juga ". Kata Senja
"Tadi gue hanya pesan minuman saja untuk Lo jadi cemilan nya makan ini saja biar sehat dan otak Lo berfungsi dengan baik ". Kata Elang
"Ih Lang terus saja acak rambut gue sampai botak ". kata Senja semakin kesal dan terus saja memukul Elang hingga tanpa sengaja minuman dia tumpah ke baju Rani
"Ah Ran maaf ya gue gak sengaja . Gara-gara Lo Lang jadi basah kan baju Rani ". Kata Senja
"Kok Lo malah nyalahin gue kan itu tumpah sendiri bukan gue yang siram dia ". kata Elang
"Gak apa-apa kok senja , aku ke toilet dulu ya ". Kata Rani
"Gue antar Lo ke sana ". Kata senja tapi Elang menarik nya kembali
"Dia sudah gede jadi biarkan pergi sendiri ". Kata Elang
Senja hanya bisa mendengus kesal saja karena Elang selalu saja seperti ini bahkan itu pun juga salah nya tapi dia masih saja tidak mau meminta maaf kepada Rani
Mereka pun kini sedang berdiskusi tentang tugas nya, terlihat sekali jika mereka sangat serius melakukan pekerjaan nya
"Yang ini bagaimana sih kok membingungkan sekali ". Kata Mira
"Iya gue juga bingung, Lo gimana Ran apa sudah bisa mengerti ?". tanya senja
"Aku juga masih mencoba untuk mencerna nya tapi masih bingung juga ". Kata Rani
Terlihat Elang mengobrol santai sambil tertawa bersama para sahabat dan Sejak tadi pun mereka menjadi pusat perhatian para cewek yang ada di kafe tersebut bahkan mereka terlihat sangat kagum sekali dengan ketampanan Elang dan para sahabat nya itu
Senja berdiri dari duduknya lalu dia segera menghampiri mereka
"Nathan bisa bantu gak ?". Tanya senja sambil menunjukkan bagaimana yang membuat mereka kesulitan
"Tanya Elang saja dia bisa membantu Lo ". kata Nathan
"Tahu Lo ini kan ada Elang kenapa tanya nya ke Nathan mau buat mereka ribut ya ". kata Alex
"Memang nya Elang bisa kan dia hanya bisa berantem saja di sekolah kalau pelajaran kan dia sama sekali tidak perduli ". Kata senja
"Tidak bodoh bagiamana bahkan gue di peringkat ketiga sementara Lo, selalu dapat nilai jelek kan kalau ulangan ". Kata Senja
"Sini jangan banyak bicara gue tunjuk kan jawaban nya ". Kata Elang
Seperti biasanya di hina seperti apapun dia tidak akan marah kepada senja karena senja adalah orang yang dekat dengan nya sejak dulu jadi Elang akan selalu memaklumi nya jika senja mengejek nya
"Penjelasan kak Elang sangat mendetail sekali membuat kami dengan mudah memahami nya ". Kata Rani
"Lo paham gak ?". Tanya Elang kepada senja
"Lo terlalu cepat gue gak paham di bagian ini nya ". Kata Senja
"Dasar bodoh . duduk sini gue jelaskan lagi ". Kata Elang
Kembali dia mengulangi penjelasan nya dan melakukan hal itu secara perlahan saja Agar senja memahami apa yang dia jelaskan saat ini
"Mereka memang sangat serasi sekali bahkan kak Elang tidak terlihat emosi jika bersama dengan senja bahkan tatapan nya itu tidak seperti menatap musuh lain hal nya jika menatap orang lain pasti dia seperti ingin menerkam mereka ". Batin Rani
Memang terlihat sangat jelas jika Elang hanya lembut kepada senja saja bahkan diri nya pun juga sering mendapatkan amarah Elang tak jarang juga Elang memarahi dia jika tidak sengaja mereka bertabrakan
"Kenapa Ran suka ya sama kak Elang ?". Tanya Mira perlahan
"Apa sih kamu Mira mana mungkin juga aku sama kak Elang dan lagi pula kak Elang kan sudah sama senja jadi tidak mungkin dong aku merebut pacar orang ". Kata Rani
"Mereka hanya bersahabat saja tidak lebih kok jadi jika kamu suka sama kak Elang ya boleh saja bahkan aku melihat jika kalian sangat cocok loh cantik dan tampan serta sama cerdas nya juga ". Kata Santi menimpali
Rani hanya tersenyum saja dia Memang kagum dengan Elang bahkan dia juga mengidolakan nya hanya saja Rani tidak berani jika mendekati Elang takut dia marah kepada
"Ah akhir nya selesai juga ". Kata Mira
"Iya akhir nya bisa Selesai juga tugas kita jadi lega deh ". Kata Nina
"Ran mau pulang bareng ?". Tanya Mira
"Tidak usah aku naik taksi saja kan kita juga tidak se arah jadi aku tidak ingin merepotkan kalian ". Kata Rani
"Oh ya sudah kalau begitu kita akan pergi duluan ya ". Kata Mira
__ADS_1
secara bersamaan mereka keluar dari kafe Karena pekerjaan juga sudah selesai jadi untuk apa juga berlama di sana bahkan mereka sudah dua jam di sana sama sekali tidak terasa jika mereka di sana begitu lama sekali
"Rani kenapa tidak menjawab panggilan dari gue ". Kata Morgan sambil memegang tangan Rani
"Kak apa sih lepas ". kata Rani
"Jawab dulu pertanyaan gue bahkan chat gue sama sekali tidak Lo perduli kan ". Kata Morgan
"Bukan nya itu kak Morgan ya dari SMA Antartika ". Kata Santi
"Iya benar dia kak Morgan kapten basket di sana ". Kata Nina
"Wah sepertinya dia suka deh dengan Rani lihat saja dia mengejar Rani ". Kata Santi
"Kak ini tempat umum jadi tolong lepas kan tangan kamu ini sakit sekali loh ". Kata Rani
"Gue tidak akan melepaskan Lo sebelum Lo menjawab pertanyaan gue tadi ". Kata Morgan yang terlihat sangat arogan sekali
"Lang bantu dong kasihan Rani dia kesakitan ". Kata Senja
"Itu bukan urusan gue ". Kata Elang
" Elo ya dasar cupu kalau gak mau bantu ya sudah gue saja yang bantu ". Kata senja
Baru saja beberapa langkah senja berjalan kini Elang pun mendahului nya "Lepas kan apa Lo tuli , dia sudah bilang tidak mau ya arti nya tidak mau ". Kata Elang menarik tangan Morgan sambil menatap nya tajam
"Gue gak ada urusan sama Lo ". Kata Morgan
Tidak perlu dengan ucapan Morgan Elang menarik nya dengan paksa hingga membuat Morgan pun mengumpat saat ini
"Galang Wijaya gue gak ada urusan sama Lo kenapa Lo ikut campur urusan gue ". kata Morgan
"Pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran ". Kata Elang
Morgan menatap nya dan tatapan mereka pun kini beradu seperti sinyal bahaya sudah datang Senja pun segera menarik Elang
"Sebaik nya kita pergi saja dari sini , ayo Rani ". Kata senja
Rani pun mengangguk kan kepala nya kini mereka pergi ke tempat di mana motor Elang terparkir rapih di sana
"Lang antar saja Rani kasihan jika dia naik taksi dan cowok tadi mengejar nya ". Kata Senja
"Gue sibuk , ayo naik kita pulang sekarang ". Kata Elang
"Tapi Lang ". Kata senja terpotong ketika Rani pun menyahuti nya
"Tidak apa senja aku bisa pulang sendiri dan terima kasih atas bantuan nya tadi ". Kata Rani yang kini sudah pergi mencari taksi
"Lo ya gak kasihan apa sama dia ". Kata Senja
"Hans Lo antar dia ". Kata Elang
"Ok gue pergi antar dia dulu nanti nyusul ke rumah Lo ". Kata Hans
"Sudah kan jadi ayo naik sekarang ". Kata Elang
Rani kini di antar oleh Hans dan senja pun naik ke motor Elang untuk pergi ke rumah Elang sebab memang hari dia harus ke sana menemui bunda Elang yang sudah merindukan diri nya
"Bun Elang pulang bawah boneka santet untuk bunda ". panggil Elang
"Apa sih Lo gak lucu ". Kata senja memukul Elang dengan tas nya
"Wah anak bunda sudah datang, lama sekali kamu tidak ke sini sayang bunda sampai kangen banget loh sama kamu ". Kata Linda
"Iya Bun maaf senja banyak kerjaan jadi tidak bisa ke sini ". Kata senja
"Bohong banget Bun dia ". Kata Elang
"Kalian sudah makan ?". Tanya Linda
"Sudah Bun tadi kami dari kafe terus pulang ". Jawab Elang
"Oh sudah makan ya kalau begitu bunda buat kan cemilan saja ya buat kalian mengobrol ". Kata Linda
"Senja bantu Bun ". Kata Senja
kedua nya kini menuju dapur untuk memasak bersama terlihat memang bunda Elang sangat suka sekali dengan senja karena berkat senja lah Elang menjadi sering pulang ke rumah bahkan dia bisa kembali dekat dengan papa nya berkat senja sebab dulu hubungan Elang dengan papa nya sangat buruk sekali tapi berkat ada nya senja yang menasehati nya kini hubungan antara ayah dan anak itu sangat baik jadi wajar jika orang tua Elang sangat menyayangi Senja seperti anak nya sendiri bahkan mereka tidak keberatan sama sekali jika elang suatu saat nanti ingin menikahi senja . Bagi Hendra dan Linda latar belakang tidak lah penting karena yang terpenting adalah kebahagiaan Elang jadi mereka akan setuju dengan apapun pilihan anak semata wayang mereka
__ADS_1