
Si markas mereka saat ini Edrick pun tengah duduk diam saja di tempat bahkan dia pun senyum sambil menatap layar ponsel nya
"Ada apa Rick kenapa terlihat sangat senang sekali ?". Tanya Max
Max melihat ternyata di ponsel Edrick ada foto Senja membuat dia pun langsung mengerti kenapa sahabat nya ini senyum sendiri sejak tadi
"Jangan cari masalah dia dekat dengan Elang jadi jangan lagi memancing keributan ". Kata Max
"Gue sama sekali tidak memancing keributan hanya saja gue merasa jika dia sangat lucu sekali dan gue suka dengan keceriaan nya ". kata Edrick
"Ya , Senja memang sangat ceria meskipun kehidupan nya tidak secerah wajah dia saat tertawa bersama dengan para sahabat nya ". Kata Max
Dia tahu tentang keluarga Senja bahkan dia juga paham bagaimana senja yang di tinggalkan oleh kedua orang tua nya bukan karena meninggal melainkan mereka mencari kebahagiaan sendiri dan memang kini senja hanya tinggal dengan Tante nya saja max tahu itu sebab Tante senja bekerja bersama keluarga max jadi dia tahu hal itu
"Bagaimana Tante nya apa dia mengalami kesulitan bekerja di kantor bokap Lo ?". Tanya Edrick
"Tante nya sangat pandai bahkan sangat rajin juga dan gue juga sudah bilang ke bokap jika dia akan cuti dulu hingga sembuh ". Kata Max
"Terima kasih banyak ya bro , Lo sudah membantu gue ". Kata Edrick
"Itu sudah seharusnya sebab memang Tante Marta sangat rajin orang nya jadi ya wajar saja jika dia mendapat kan hal itu ". Kata Max
"Rick jadi balapan nanti malam ?". Tanya Reno
"Siapkan saja semua nya gue akan turun nanti ". Kata Edrick
"Ok gue akan daftarkan Lo dan ingat jangan pergi lagi nanti dan buat gue malu dengan yang lain nya ". Kata Reno
"Lo gak usah atur gue tenang saja gue akan berangkat nanti ". Kata Edrick
"Kalau begitu gue cek dulu Motor Lo agar nanti bisa di gunakan dengan baik ". Kata Ben
Edrick hanya mengangguk kan kepala nya dia masih duduk manis di temani oleh Max Sahabat baik nya Sejak kecil jadi Max memang paling tahu bagaimana Edrick bahkan kedua nya sangat kompak sekali dan saling mendukung juga tentu nya
"Gerald adalah lawan Lo nanti ". Kata Max
"Ya bagus lah memang nya kenapa jika dia yang menjadi lawan gue bukan nya baik karena jarang bukan Ge Turun di jalanan ". kata Edrick
"Ya dia jarang turun jalanan bahkan dia pun juga tidak pernah terlihat sama sekali tapi sekarang kenapa dia muncul dan ikut balapan bukan nya aneh kan jika dia tiba-tiba turun lagi untuk balapan ". Kata Max
"Sudah biarkan saja jika dia membuat masalah ya kita lawan toh selama ini dia bukan rival kita Karena dia musuh Elang bukan gue ". Kata Edrick santai saja
Dia sama sekali tidak takut dan juga tidak perduli dengan Gerald karena memang dia tidak memiliki masalah dengan nya dan jika Gerald mencari masalah pun dia juga akan menangani nya nanti jadi dia tidak terlalu perduli juga jika Gerald menyerang nya karena mereka sama kuat nya tiga geng dengan anggota yang memang sama kuat nya jika saling menyerang pun sulit di tentukan siapa pemenang nya tapi jika Elang sudah emosi memuncak maka siapapun tidak bisa menghentikan nya jika dia di pancing dengan mereka menyakiti Senja
"Senja juga jago berkelahi kan ". Kata Edrick
"Tentu saja dia jago karena Elang mengajari nya . Tidak mungkin jika Elang bersama dengan dia dua puluh empat jam jadi untuk berjaga dia harus bisa bela diri ". Kata Max
"Lalu kenapa ketika di bully kemarin dia tidak melawan malah hanya diam saja ?". Tanya Edrick
"Jangan bodoh Rick dia tidak pernah membuat masalah di sekolah bahkan tanpa membuat masalah saja dia mendapat kan teguran dari guru jadi dia berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat masalah ". Kata Max
__ADS_1
"Benar juga ". Kata Edrick
Edrick seperti nya kini sudah mulai tertarik dengan Senja bahkan dia selalu saja memikirkan Senja yang sedang tersenyum kepada nya
"Edrick ". Panggil Jesline yang kini menerobos masuk ke dalam markas nya bahkan dia sudah di hadang tapi tetap saja menerobos masuk ke dalam
"Kenapa Lo ke sini ?". Tanya Edrick
"Kenapa kalian tidak bergerak untuk mencelakai senja bukan nya kita sudah sepakat untuk melakukan nya dan harus nya Lo berusaha untuk mendekati nya bukan agar dia terpikat dengan Lo dan dia bisa jauh dari Elang tapi ini Lo malah santai saja di sini ". Kata Jesline
"Lo jangan ngatur gue jika Lo tetap seperti ini mending kerja sendiri saja tidak usah kerja sama dengan gue karena gue juga tidak butuh Lo ". kata Edrick
"Sialan Lo ya bukan nya kita sudah sepakat untuk melakukan kerja sama jadi gue tidak mau jika kerja sama ini di putus secara sepihak saja ". Kata Jesline kesal dengan keputusan Edrick saat ini
"Jika gue ingin memutus kerja sama ya putus karena siapapun tidak ada yang bisa mengatur gue ". Kata Edrick
"Lo ya dasar tidak bisa memegang omongan sendiri ". Kata Jesline kesal dengan Edrick
"Lo kenapa bucin banget dengan Elang bukan nya banyak cowok di sekolah kenapa Elang misal ada Nathan sahabat nya dia kan juga lumayan ". Kata Max
"Kenapa gak sekalian Lo promosi diri Lo sendiri saja ". Kata Jesline semakin kesal saja di buat nya
"Gue sama Lo mending sama kucing dari pada sama cewek berisik kayak Lo ". Kata Max
"Pergi saja jangan ganggu gue karena gue sedang sibuk sekali sekarang ". Kata Edrick
"Hanya duduk tidak jelas bilang nya sibuk , sok sibuk Lo ". Kata Jesline
Di rumah nya Rani sedang bersama Dewi kedua nya tengah asik mengulas pembelajaran hari ini
"Kalian jangan terlalu serius belajar nya ini ayo di makan dulu ". kata Laras mama Rani
"Terima kasih Tante jadi ngerepotin Tante jika seperti ini ". Kata Dewi
"Kamu kan sudah Tante anggap seperti anak sendiri jadi jangan sungkan jika di sini ". kata Laras
Dewi memang sering ke rumah Rani dan hubungan dia dengan mama Rani pun juga cukup baik jadi tidak canggung juga kedua nya jika sedang mengobrol seperti yang terjadi saat ini bahkan dulu pun juga Rani pernah menginap di kediaman Dewi begitu pun sebaliknya
"Ran mau jalan-jalan gak ?". tanya Dewi
"Kemana ?". tanya Rani
"Ya gak tahu jalan saja dulu kemana nya di pikir lagi nanti sambil jalan ". Kata Dewi
"Kita selesaikan saja dulu ini setelah nya baru pergi ". Kata Rani
"Baik ayo kita selesaikan saja dulu semua nya ini setelah nya pergi cari udara segar di luar ". Kata Dewi setuju dengan usulan dari Rani sahabat nya ini
Mereka sering belajar bersama entah itu di rumah Rani ataupun di rumah Dewi itu pun bukan masalah dan mereka sangat enjoy juga melakukan nya karena kedua nya juga sama suka sekali belajar
"Mama mau kemana ?". tanya Rani
__ADS_1
"Mama mau ke supermarket, ada yang mau nitip sesuatu ?". Tanya Laras
"Bagiamana kalau kita ikut dengan Tante ke supermarket apa boleh ?". Tanya Dewi
"Apa kalian sudah selesai jika sudah tidak apa ayo pergi belanja bersama ". Kata Laras
"Ayo Ran pergi belanja bareng Tante ini bisa di lanjutkan lagi nanti setelah belanja ". Kata Dewi
"Ya sudah ayo pergi aku beres kan dulu ini sebelum pergi gak bagus jika berantakan ". Kata Rani
kedua nya membereskan buku yang sudah di gunakan setelah nya pun pergi dengan Laras untuk berbelanja
"Pakai mobil Dewi saja Tante biar Dewi yang setir tidak usah bawah supir sendiri ". Kata Dewi
"Ya sudah ayo kita pergi sekarang ke supermarket biasa nya saja ". Kata Laras
Canda tawa pun terdengar di dalam mobil saat ini dan Rani pun senang sekali bisa pergi belanja bersama dengan mama nya apalagi sudah lama juga dia tidak belanja bersama mama nya tapi sekarang dia sedang pergi bersama mama dan sahabat nya
"Sini ma biar Rani saja yang bawah keranjang belanjaan nya ". Kata Rani ketika mereka sudah sampai di supermarket
"Anak mama memang baik sekali ya . Terima kasih sayang ". kata Rani
Mereka sedang memilih apa saja yang akan di beli dan Dewi pun juga memilih makanan atau cemilan yang ingin dia beli juga
"Kalian pilih saja nanti mama yang akan membayar nya ". Kata Laras
"Terima kasih Tante ". Kata Dewi
Mereka masih berjalan mencari apa yang sedang mereka ingin beli saat ini
"Linda , Hay apa kabar ". Sapa Laras yang bertemu dengan Linda sahabat ketika di bangku sekolah menengah pertama dulu
"Laras apa kabar kamu sudah lama kita tidak bertemu ". Kata Linda
kedua nya saling berpelukan untuk melepas rindu bahkan kini kedua nya terlihat mengobrol asik sekali
"Eh iya Linda kenalkan ini anak ku Rani dan sahabat nya Dewi ". Kata Laras memperkenalkan diri
"Rani Tante ". Kata Rani bersalaman dengan Linda sambil mencium tangan Linda
"Ah iya Rani kamu cantik sama seperti mama mu ". Kata Linda
Dewi pun juga berkenalan dengan Linda setelah tadi Rani berkenalan dengan Linda
"Sudah lam ya kita tidak bertemu Linda kamu tetap awet muda tidak berubah sama sekali ". Kata Laras
"Sama kamu juga bahkan putri kamu juga sangat cantik sekali . seperti nya anak kamu seumuran dengan anak ku ". Kata Linda
"Galang , seperti nya iya kan tidak jauh beda juga waktu pernikahan kita dulu ". Kata Laras
Kedua nya masih terlihat mengobrol dan Rani serta Dewi pun hanya menyimak saja obrolan mereka berdua saat ini tanpa ingin ikut juga dalam obrolan tersebut
__ADS_1