
~Bab 14~
Hari penyerangan semakin dekat, Xavia dan Dominic semakin matang memikirkan trategi untuk melakukan pertarungan.
Sejak tadi keduanya berada dalam ruangan pertemuan, memimpin jalannya strategi ini, sebab Xavia tidak ingin semua rencana menggantung hingga membuat penyerangan gagal.
Oleh sebab itu dia ingin memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana. Tak ada kesalahan.
Demi menjamin segalanya baik-baik saja, Xavia mengatur ulang rencana baru untuk strategi yang lebih kuat.
Dengan terperinci perempuan berambut ikal sepunggung itu menulis gambaran demi rincian yang akan mereka lakukan di atas kertas besar mencoret menggunakan spidol hitam.
“Ada kelompok kecil di sini, mereka adalah menjadi jalan titik temu para geng yang mengirim barang ke gudang penyimpanan barang-barang logistic eagle eye. Selain mereka juga ada los galacticos turut membantu mengakusisi beberapa wilayah, Anak buah kita yang kita kirim untuk jadi mata-mata mengirim informasi, bahwa mereka sering mengadakan pertemuan di markas kota Choures,” Xavia menjelaskan panjang lebar tak satu pun perincian terlewati.
“Dan kau Shane, jangan terkecoh dengan hal apa pun pada saat berjaga nanti.”
Shane mengangguk paham.
Beberapa orang penting gangster mereka dan Dominic sejak tadi diam, mendengarkan dengan serius rencana Xavia. Mereka memahami dan mengerti dengan mudah semua intruksi.
“Seperti itu strategi yang bagus, kurasa ini sudah sangat tepat.”
Bibir Dominic mengkerut membentukan lekukan menanggapi, duduk di kursi hitam berasa di posisi paling depan, dia senang melihat pertumbuhan Xavia, secara drastis menjadi seperti singa mengancam musuhnya.
“Bagaimana papa, menurutmu? Apa kau punya ide-ide lain yang akan dimasukkan ke dalam princian rencana ini?” tanya Xavia.
Dia menggeleng. “Kurasa tidak, Xavia, aku serahkan urusan ini padamu, kau layak mendapat kepercayaan dari kami semua.”
__ADS_1
Dominic tersenyum disusul anggukan orang-orang di hadapannya. Dia sudah cukup puas dengan rencana Xavia yang matang. Kini dia berdiri di hadapan para anak buah dan rekannya, mengulurkan satu tangan untuk menjemput sang putri berdiri di sampingnya. Dengan penuh rasa bangga ia mengakui kalau Xavia adalah putri kesayangannya sangat cerdas.
“Kalian semua lihat, bagaimana putri semata wayangku memikirkan kita semua? Dia akan mematahkan anggapan orang yang menganggap wanita adalah lemah, perempuan tidaklah lemah, mereka bahkan berbahaya dari pada yang kita kira, salah satunya ialah, Xavia putriku, dia bahkan lebih layak disebut sebagai jagoan,” Dominic merangkul pundak Xavia dari samping, dia sangat bangga mengakui ini. Perubahan anak yang sebelumnya manja, apa-apa serba mau dilayani kini sangat drastis.
Dia benar-benar Xavia yang terlahir kembali menjadi kuat dan cerdas, Dominic tak menyangka ini akan terjadi.
Bahkan bukan hanya Dominic saja yang terkejut mendapati perubahan yang terjadi pada Xavia, para anggota gangster turut serta berada satu lingkungan denganya pun cukup keheranan melihat perbedaan dengan sebelumnya.
“Kami juga sangat bangga, di tengah-tengah kita ada seorang nona muda yang sangat cerdas, memberikan ide-ide brilannya, yang membuat pekerjaan kami tidak terlalu susah,” ucap Robyn.
Tak butuh waktu satu bulan, bahkan Xavia, gadis polos sudah menunjukan hasil perkembangan gangster mereka yang pesat. Hingga nama kelompok mereka semakin dikenal. Banyak orang berbondong-bondong memberi penawaran menarik untuk bisa bergabung dengan black horses.
“Tidak bisa dielak lagi, di masa mendatang kau pasti memilih nona Xavia yang akan memegang penuh kekuasan yang kau wariskan, Tuan. Walau dia seorang perempuan, tapi dia sangat layak,” ucap Charli.
Pipi Xavia memerah mendengar pujian mereka, dia berdiri mematung masih dalam dekapan sang papa. Semua ini terjadi karena masa lalu dan penghianatan yang dilakukan Richard. Rasa dendam memberinya kekuatan untuk menjalani hidup lebih berani menghadapi bahaya.
Dominic terkekeh di hadapan mereka semua, seolah mempertimbangkan ucapan rekan dan para anak buahnya.
Semua orang manggut-manggut paham lalu Charli, salah seorang yang memiliki hubungan baik dengan Dominic itu berkata, dia memperkenalkan putranya yang sejak tadi memperhatikan Xavia di depan orang-orang.
“Oh ya, Tuan Dom, putrimu sangat cerdas, aku juga memiliki seorang putra yang hampir setara dengannya, namanya Jack, usiannya tiga puluh tahun, ini dia belum menikah. Dia adalah lelaki yang memiliki cara berpikir cukup dewasa. Dan aku juga sampai saat ini dia belum melihat Xavia menggandeng seorang laki-laki. Kurasa mereka akan cocok bila kita jadikan pasangan, kita akan memiliki ikatan keluarga memalui perjodohan putaku dan putrimu. Bagaimana menurutmu, Tuan Dom, apakah kau setuju?”
Dominic memikirkan ini sedikit tertarik dengan tawaran Charli, tetapi pikirannya berubah ketika sekarang melihat Xavia di sebelahnya. Dia tak boleh mengambil keputusan begitu saja tanpa persetuajuan sang putri.
“Kurasa kau tidak akan menolaknya, Tuan Dom.”
Dominic menggeleng terkekeh. “Aku tidak ingin memaksa putriku menikah, apa lagi karena perjodohan, dijaman modern ini semua itu tidak berlaku lagi bagi mereka. Xavia pasti bisa memilih mana yang baik untuk dirinya sendiri,” ucapnya tak sedikit pun membuat tersinggung rekannya.
__ADS_1
Sedikit pun Charli tidak memaksa, dia hanya menyampaikan pendapat kosong kalau ditolak pun tak apa-apa, pria berambut putih itu mengangguk lalu mengatakan.
“Kau benar, Tuan Dom, tanpa kita ikut campur tangan pun juga tidak masalah. Tapi siapa tau mereka menemukan kecocokan satu sama lain, bagaimana kalau kita memberikan mereka kesempatan berdua saling bertemu dulu?”
“Kalau seperti itu aku setuju, kebetulan hari ini, Xavia harus pergi ke pabrik di wilayah timur,” jawab Dominic.
Xavia terkejut mendengar keputusan sang papa.
Xavia mencari Kenard untuk menemaninya, tapi sejak tadi pengawalnya itu tidak ada.
“Jack, aku menunjukmu untuk menjadi pengawal putriku, kau bisa berjanji akan menjaganya dengan, baik?” tanya Dominic.
Jack mengangguk yakin. “Tentu saja aku akan menjaganya, Tuan, kau jangan khawatir, aku akan berusaha yang terbaik untuk nona Xavia,” ucapnya.
“Xavia, karena Kenard menjadi pemimpin gengster yang akan melakukan penyerangan, dia akan sangat sibuk akhir-akhir ini. Maka mulai sekarang papa menunjuk Jack untuk menggantikan dia jadi pengawalmu. Kau tidak akan keberatan?”
Xavia kebingungan dengan sikap papanya itu, tapi ia juga tidak punya pilihan lagi untuk menolak keinginannya.
Terpaksa ia mau menerima Jack untuk menjadi pengawal. Meskipun sangat berat ia menerima keputusan ini.
“Baiklah, kalau kau menginginkan seperti itu papa,” ucapnya kemudian berjalan keluar di depan dikawal Jack di belakang.
Dominic menatap mereka sambil tersenyum. Begitu pula dengan orang-orang di dalam ruangan.
Pertemuan telah berakhir, mereka semua keluar masing-masing.
Secara bersamaan, Kenard datang berjalan berpapasan dengan Xavia dan Jack, dia diam-diam memperhatikan pria yang berjalan di samping Xavia.
__ADS_1
Kenard melihat pandangan yang dilemparkan pria itu mencurigakan. Ada tersirat makna di dalamnya. Dia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Dia menyipitkan mata, hatinya pelan-pelan merasa berwaspada terhadap pria itu.