
Celia dari hadapan mereka dengan kesal. Dalam hati Kenard mendadak menjadi sedikit khawatir.
Celia adalah orang dari kampung, selama ini dia tak berpengalaman bepergian ke kota. Tentunya dia tak akan menghapal jalanan di sini. Mengingat area di kota Costora sangat berbahaya, Kenard menegang melihat ke luar pagar.
Lagi pula, Celia juga merupakan orang yang menyelamatkan nyawanya. Ia tidak bisa membiarkan perempuan itu pergi begitu saja. Di luar sana ada banyak bahaya, jangan sampai Celia hingga terjebak karena dirinya.
Kenard memandang ke arah Xavia, sorot matanya mengisyaratkan sesuatu yang ingin diutarakan.
Kedua sudut bibir Xavia tertarik. Dia
seketika paham akan maksud Kenard. "Aku mengerti kekhawatiranmu sekarang. Kau pasti khawatir terjadi sesuatu padanya, bukan?"
Kenard mengangguk. "Dia selama ini, sama sekali tidak pernah pergi ke kota ini, Xavia. Aku khawatir kalau dia melangkah ke jalan yang salah."
"Ya, aku paham. Sebaiknya kau tenangkan perasaan, aku akan menyuruh
orang untuk mengikutinya. Beberapa dari mereka akan memastikan kalau dia aman sampai kembali ke rumah."
Setelah mendengar ucapan Xavia, Kenard merasa lega. Akhirnya dia bisa lebih tenang. Meskipun mendapatkan perlakuan kasar dari Celia, tetap saja demi dirinya, Xavia masih saja peduli dan menjamin keselamatannya.
Bukan omong kosong saja, Xavia langsung mengirim beberapa anak buahnya untuk mengikuti Celia.
"Terima kasih banyak, Xavia. Kau memang pantas menjadi ketua black horses, kau sangat bijaksana mengambil keputusan. Bahkan kau sama sekali tidak terpancing emosi saat Celia menuduh yang tidak-tidak, selain cantik rupa, kau juga sangat cantik hati," puji Kenard.
Kata-kata yang diucapkan Kenard begitu manis, hingga membuat Xavia terbujuk.
"Tidak perlu berlebihan memujiku, Kenard. Karena aku melakukan ini supaya kau tidak mengkhawatirkan dia lagi."
Namun, sedetik kemudian perhatian Kenard terhadap Celia diam-diam, masih membuat Xavia kurang senang.
Kenard tersenyum canggung, mendadak dia merasa tidak enak melihat ekspresi Xavia.
Meski hubungan mereka berdua dari depan terlihat tak
ada perubahan, tapi pelan-pelan pasti akan ada kesalahpahaman dan miskomunikasi yang
tak terhindar.
***
Richard melempar segepok uang ke meja. Seorang pria langsung dengan sigap mengambilnya lalu membawanya pergi.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita tentang Kenard dan Celia, Richard sangatlah senang. Seringai tipis ter ulas dari bibirnya.
Duduk di atas kursi hitam di dalam ruang kerjanya, dia senang dalam kesunyian. Akhirnya menemukan cara untuk membalas sikap Xavia padanya.
"Aku tahu, kalau bermain-main dengan Kenard, adalah salah satu cara terbaik untuk membalas dendam pada Xavia.
Richard langsung menekan tombol telepon memanggil anak buahnya untuk datang ke ruangan. Pria berpakaian jas hitamnya tiba dalam beberapa menit.
"Apakah ada sesuatu yang membutuhkan bantuanku, Tuan Richard?" tanya sekretarisnya itu.
"Aku sudah menemukan titik kelemahan perempuan sombong, dia sudah menolak lamaranku, maka setelah ini dia akan merasakan lebih menyakitkan dari pada yang kurasakan."
"Apa yang ingin Anda lakukan, Tuan?"
"Aku akan mencari perempuan yang berasal dari desa nelayan ke kota hanya untuk mencari Kenard. Tapi ... sayang, dia justru ditolak dan diminta kembali ke desa asalnya. Sekarang pasti dia di stasiun setempat, aku yakin dia sekarang sedang menunggu kereta menuju kampung nelayan."
Richard menyebutkan ciri-ciri yang sebelumnya dia peroleh dari pria yang memberikan informasi padanya. Sekretarisnya mengangguk angguk paham.
"Saya akan menemani Anda ke stasiun kereta, Tuan. Kita akan membawanya kemari."
Sekretaris langsung mengajak beberapa orangnya untuk pergi ke stasiun mencari perempuan bernama Celia.
***
Namun naas saat berjalan tergesa-gesa sambil menoleh ke belakang dia tertabrak dengan seorang pria berbadan tegap tinggi 180 centimeter sedang menatapnya.
Ia tidak pernah bertemu dengan pria yang begitu bahaya sebelumnya tatapan matanya bahkan tajam seperti sorot mata elang. Fokus lelaki itu seperti seekor ular beracun yang
siap menyerang dirinya jika berani bergerak.
Celia gemetar menundukkan kepala kedua tangannya menggulung ujung kaos yang dia kenakan.
"Maafkan aku, karena tidak sengaja menabrak Anda." Celia menaikkan pandangannya perlahan melihat pria di hadapannya.
Richard memandangnya lama,
kemudian satu sudut bibirnya tertarik tertawa pelan.
"Bawa dia, aku ingin kau merubah penampilan wanita ini!"
Celia berteriak ketakutan saat anak buah Richard memegang kedua tangannya lalu menariknya.
__ADS_1
"Apa yang ingin
kalian lakukan?! Kalian ingin membawaku ke mana?" teriaknya mencoba mempertahankan diri.
"Jangan bawa aku! Aku tidak mau, lepaskan!"
Anak buah Richard sama sekali tidak perduli, mereka mengabaikan penolakan Celia. Tanpa banyak bicara membawa
perempuan yang kini berpenampilan kampungan itu. Pakaian yang digunakan lusuh rambutnya kusut di cempol ke atas.
Celia dibawa masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan area tersebut.
Mobil itu berhenti di depan butik. Richard menunggu di dalam mobil, sedang Sekretaris langsung menarik Celia ke dalam. Mengambil beberapa pilihan pakaian yang menggantung lalu menyuruh Celia mengganti pakaian.
"Gantilah pakaianmu di sana. Pilihlah sesuai yang kau inginkan, ingat jangan berusaha kabur, kalau tidak mempersulit hidupmu," ucapnya.
Karena ketakutan Celia langsung menurut. Dia masuk ke dalam ruangan ganti membawa pakaian yang diberikan sekretaris. Dia cepat melepaskan pakaian lusuhnya lalu mengganti dengan dress baru berwarna kuning panjang di atas paha dengan potongan tanpa lengan.
"Bagus."
Sekretaris tersenyum saat melihat dia keluar senang saat melihat dia keluar. kemudian setelah membayar belanjaan, membawa Celia ke salon tidak jauh dari sana.
"Berikan perawatan spesial untuknya. Ubah penampilannya, buat dia sebagus mungkin, sehingga siapa saja yang melihatnya bahkan terkejut dengan penampilan barunya!" perintah sekretaris.
"Baik Tuan, kami akan mengubah penampilannya, bahkan saat keluar nanti kau sampai mengenalinya. Silahkan ikuti kami, Nona." Salah satu pegawai menuntun Celia masuk ke dalam ruangan.
Beberapa karyawati salon langsung menjemput Celia. Sekretaris Richard menunggu di bagian depan kursi tunggu.
Celia hanya bisa pasrah mengikuti mereka. Menerima step demi step perawatan yang diberikan. Mulai dari facial dan creambath.
Bahkan dia diam saat mereka segerombolan pegawai salon memberi riasan di wajahnya dan ada bagian rambut hingga Celia tersenyum melihat penampilannya sendiri dari depan cermin.
Setelah selesai mereka mengubah penampilannya, Celia masih saja senyum senyum sendiri sambil bercermin.
"Ternyata seperti ini penampilanku kalau berdandan. Ini sangat bagus," gumamnya. Berputar memperhatikan dirinya sendiri dari atas sampai bawah.
Rasanya dia tidak percaya kalau wanita yang berada di
dalam cermin itu adalah dirinya.
Richard baru saja masuk ke dalam memandang dari samping
__ADS_1
pun mengangguk puas melihat perubahan Celia. "Seperti ini lebih baik, dari pada sebelumnya."