Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah

Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah
Kekecewaan


__ADS_3

Disaksikan para tamu undangan, Kenard dan Celia berdiri. Semua pasang mata tertuju pada mereka saling berhadapan di bawah cahaya lampu yang didekorasi keunguan dipadu dengan nuansa light.


"Silahkan sematkan cincin pada pasangan laki-laki," pinta pembawa acara yang berdiri di samping mereka.


Celia mengambil lebih dulu cincin yang dibawa pelayan. Memasukkan ke jari manis Kenard sambil tersenyum puas.


"Sekarang gantian, pihak laki-laki menyematkan cincinnya pada perempuan."


Kenard memegang cincin itu, tapi dia ragu saat akan memasukkan cincin ke tangan Celia. Pria itu beberapa kali menghela napas sambil mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Celia sudah memajukan tangannya tidak sabar menunggu cincin di tangan Kenard melingkar di jari manisnya.


"Kenard, ayolah... apa lagi yang kau tunggu!" desisnya tak nyaring.


"Silahkan Kenard, jangan banyak mengulur waktu lagi." Kepala desa menimpali.


Dengan enggan akhirnya Kenard memasukkan cincin ke jari manis Celia. Tanpa menatap sedikit pun ke arahnya.


Akhirnya, di bawah kesaksian kepala desa dan beberapa tamu lainnya, Kenard dan Celia resmi bertunangan.


Gemuruh suara tepuk tangan saling bersahutan, memenuhi ruangan yang didesain mewah tersebut.


Celia kegirangan saat satu persatu tamu undangan maju mengucapkan selamat. Sedangkan Kenard tanpa ekspresi


sangat kontras dengan senyum gembira Celia.


"Akhirnya hari yang kutunggu tunggu telah tiba. Sekarang aku resmi menjadi tunanganmu, Ken. Dan tinggal selangkah lagi, kita akan segera menikah. Aku hari ini bahagia sekali, Ken." Celia melingkarkan satu tangan ke bahu Kenard.


Di hadapan semua orang, Celia bersikap manja. Mengusap usap lengan Kenard kemudian menyandarkan kepalanya di sana.


Kenard yang merasa risih membuang muka dan berusaha menyingkirkan tangan Celia.


"Setelah menjadi istrimu nanti, aku janji akan menjadi istri yang baik, melakukan apa pun yang kamu minta, Sayang," bisiknya.


Kenard hanya melihat Celia saja, dia tak ingin membalas apa apa.


***


Di antara tamu-tamu undangan lainnya, Xavia diam-diam menyaksikan Kenard menyematkan cincin berlian di tanganya sendiri ke jari manis Celia.


Xavia memejamkan mata beberapa saat sambil mengepal.


Setelah suara tepuk tangan bergemuruh, Xavia memilih pergi meninggalkan tempat. Di dalam luasnya ruangan ini dadanya terasa sesak seperti kurang oksigen.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Xavia duduk di depan mini bar. Meminta pelayan yang berjaga untuk menuang wine ke dalam gelasnya.


Xavia menenggak habis cairan berwarna merah tersebut.


"Tuang sampai gelasku penuh!" perintahnya lagi.


"Baik Nona Xavia."


Bayangan Kenard menyematkan cincin ke jari Celia, terus saja berputar di kepalanya. Xavia tak mengira semua ini akan terjadi , dia menyangka kalau dia akan menjadi pasangan Kenard.


Siapa sangka?


Ternyata mereka seperti ini sekarang. Kenard berakhir bertunangan dengan perempuan lain.


"Ternyata aku tidak pantas bersanding dengan siapa pun!" gerutunya pada dirinya sendiri.


Hubungannya yang pertama kali gagal karena penghianatan. Dan kini terulang kali gagal. Selama du kali kehidupan ini tidak


berjalan lancar.


***


Setelah selesai bertunangan, Kenard segera bawa mobil keluar rumah.


"Kenard! Kenard! Kau ingin ke mana?!" teriak Celia.


sekali.


Kenard menyetir hingga rumah Xavia. Berjalan tergesa-gesa masuk menemui beberapa penjaga.


"Mau apa kau datang ke mari? Bukankah kau sudah memutuskan mundur dari pertarungan yang akan berlangsung hari ini?" tanya Billy sinis.


"Aku memang mengundurkan diri dari pertarungan, tapi masih menjadi anggota black horses. Aku datang ke mari karena ingin ketemu dengan Xavia, ada hal yang harus dijelaskan mengenai masalah


yang terjadi, tolong beritahu dia kalau aku datang," jawab Kenard.


"Tunggu di sini, aku akan memanggilnya," ucap Billy masuk ke dalam menemui Xavia dan menyampaikan pesan Kenard.


"Katakan padanya, aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapa pun sekarang. Suruh saja dia kembali dan jangan pernah menemuiku," tolak Xavia tak mau beranjak.


Dia sudah terlanjur kecewa dengan dengan Kenard.


"Katakan saja padanya, jangan mengurusiku kehidupanku lagi, suruh dia menjaga Celia dengan baik."

__ADS_1


"Baik Nona, akan saya sampaikan." Billy keluar tanpa Xavia membuat Kenard menunggu sesosok wanita itu.


"Nona Xavia menolak menemui mu, dia meminta kau supaya berkonsentrasi saja pada tunangammu. Silahkan pergi, karena ini permintaan Nona Xava," ucap Billy.


Kenard mengepalkan tangan, dia hanya bisa terdiam sambil menatap jendela rumah Xavia saat dia akan pergi.


Sedangkan Xavia, setelah bangun memutuskan untuk fokus dalam


pekerjaan. Dia tidak ingin lagi sedih karena hubungan percintaan dengan laki-laki.


Dia pergi ke restoran untuk pergi makan siang, secara tidak sengaja dia bertemu dengan Kenard yang sama-sama duduk di sana.


Xavia memalingkan muka, pura-pura tidak melihat pria itu, memilih mengangkat satu tangan untuk memanggil pelayan.


Kenard terus saja memperhatikan Xavia, banyak yang ingin ia sampaikan padanya, tapi dia tidak tahu mulai dari mana.


Tanpa menunggu persetujuan Xavia, Kenard duduk di kursi hadapannya.


Xavia ingin beranjak pergi begitu melihat Kenard. Tapi segera dicegah oleh lelaki itu.


"Xavia, kau pasti kecewa padaku, tapi mengertilah, tunangan ini bukanlah keinginanku yang sebenarnya. Aku terpaksa melakukan ini, Xavia."


Xavia berdecak sambil memalingkan muka, enggan menatap wajah Kenard. Dia merasa kecewa padanya.


"Tolong mengertilah, Xavia. Aku tak memiliki perasaan apapun pada Celia," ucap Kenard.


"Lalu, setelah ini kau ingin aku berbuat apa, he um? Mau terpaksa atau pun tidak, nyatanya sekarang kau sudah bertunangan dengan Celia, dan sebentar lagi akan menikah. Kalian akan menjadi pasangan."


Kenard menggeleng, ada yang ingin dia sampaikan.


"Kukira setelah kehilangan ingatan, dan kau kembali akan berubah seperti dulu lagi, ternyata dugaanku salah. Kau kembali, tapi menjadi orang yang berbeda."


Kenard tak bisa menjawab tuduhan Xavia.


"Seharusnya kau tak usah kembali, kalau hanya membawa kekecewaan bagi papa dan aku," imbuh Xavia. Semakin membuat Kenard tak bisa bicara.


Pada awalnya, Xavia mengira Kenard yang kehilangan ingatan akan sama


dengan yang sebelumnya, tapi kenyataan tidak seperti yang mereka harapkan.


Kenard sudah mengkhianati hubungan mereka.


Xavia yang malas menanggapi segera pergi meninggalkan restoran.

__ADS_1


Kenard berusaha untuk mencegah, dia mengejar tapi Xavia tak mempedulikannya. "Xavia, bukan seperti itu keinginanku, Xavia! Tunggu...."


Dengan cepat penjaga menghadang Kenard, karena Xavia memintanya.


__ADS_2