Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah

Serangan Balik Wanita Dianggap Lemah
Kabar Mengejutkan!


__ADS_3

"Katanya Kenard tidak akan datang dalam pertarungan dengan kelompok Blue Eyes karena beberapa hari ke depan adalah hari pertunangannya dengan Celia. Aku tak mengerti mengapa dia bisa bertindak secepat itu," ucap Billy dengan rekannya.


Mereka baru saja datang dari luar, pada saat Xavia yang sedang menenggak minuman tak sengaja mendengar. Reflek menghentikan aktivitasnya.


Kabar tentang pertunangan Kenard dan Celia memang menyebar sangat cepat. Namun, dia mencoba mengabaikan, menganggap hanya kabar bohong. Dia tidak bisa percaya seberapa cepat hubungan mereka


berkembang.


Xavia tak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Dia berinisiatif mengambil ponsel dan segera menelepon Kenard untuk mengidentifikasi kalau berita itu bohong semata.


Akan tetapi cukup lama ia menyambungkan saluran telepon ke nomor Kenard, tidak ada jawaban. Dia pun mengirim pesan.


"Kau di mana Kenard? Aku mendengar tentang hari pertunanganmu? Berita itu tidak benar terjadi, bukan?"


Tok tok tok!


"Permisi Nona Xavia."


Xavia langsung menoleh saat melihat Shane berdiri di depan pintu memanggilnya.


"Ada apa, Shane?" tanyanya. "He um ... masuklah."


Tetap sama saja, dia juga tak mendapatkan balasan. Kenard tak memberinya kabar sedikit pun. Sampai membuat Xavia khawatir.


Shane masuk ke dalam ruangan Xavia. Membawa kertas berwarna hitam putih lalu memberikan pada ketua Black Horses tersebut.


"Undangan siapa ini? Apa ada anggota kita yang akan melakukan pernikahan?"


Shane mengangguk ragu, senyumnya pun tampak canggung. "Itu undangan dari Kenard, Nona Xavia, hari Minggu nanti dia akan melangsungkan pertunangan dengan Celia," ucapnya dengan sangat menyesal.


Namun pada saat Shane mengatakan itu, Xavia sudah membuka kertas undangan itu, membacanya dengan jelas tertera nama Kenard dan Celia di sana.


Tangan Xavia seketika gemetar, bahkan tak kuat hanya membawa lebaran kertas undangan. Benda itu terjatuh ke lantai begitu saja.


"Jadi benar, Kenard dan Celia akan menikah?" gumamnya.


Xavia menghela napas untuk melapangkan dadanya. Mungkin ini sudah menjadi pilihan terbaik Kenard.


Shane menundukkan kepala, menunggu mendapatkan perintah dari Xavia untuk keluar.


Hati Xavia terasa seperti tersengat listrik tegangan tinggi. Kenard ternyata memilih menikah dengan Celia, dari pada dirinya. Menahan sesaknya dalam dada, ia menatap Shane.


"Kau boleh pergi. Dan bagikan undangan itu pada yang lain, terutama orang-orang penting black horses. Jangan ada yang terlewat, mereka harus datang menyaksikan hari bahagia Kenard."

__ADS_1


"Baik Nona Xavia." Shane keluar dari ruangan. Diam-diam menggelengkan kepala samar, dia merasa kasian dengan Xavia.


Xavia mendadak gelisah, pikirannya tak tenang. Mau apa saja seperti tidak nyaman.


Ini semua gara-gara memikirkan hari pernikahan Kenard dan Celia. Pada saat mengetahui Kenard masih hidup, dia sangat senang bahkan perasaannya tak bisa digambarkan atau dideskripsikan.


Namun setelah itu?


Di luar ekspektasinya!


Kenard menjadi laki-laki berkarakter berbeda dari sebelumnya. Perasaannya pada Xavia pun berkurang, bahkan cenderung lebih banyak bersama Celia.


"Apa yang terjadi, Xavia?" tanya Dominic. Mengambil kertas undangan yang sebelumnya terjatuh di lantai. Pria paruh baya itu membaca dengan baik baik.


Menghela napas dalam, kemudian menatap Xavia.


"Ternyata benar, Kenard akan menikah dengan perempuan yang telah menyelamatkannya?" Menghela napas sekali lagi. Sambil menghisap cerutu di antara dua jarinya.


"Aku selalu


berpikir bahwa Kenard akan menikahi putriku, tetapi ternyata dia menikahi seorang


wanita asing yang tidak dikenal."


"Shane!" teriaknya memanggil Shane.


"Iya Tuan?" Shane sigap berdiri di sampingnya.


"Antarkan aku ke rumah Kenard." Dominic pergi berburu buru diikuti oleh anak buahnya.


Tak lama berselang, Dominic telah tiba di rumah Kenard. Dia pun memanggilnya mengajak bicara.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Kenard? Kau tiba-tiba mengambil keputusan yang menurutku tidak masuk akal seperti ini?" ucapnya.


Kenard duduk di hadapan Dominic, tapi tak berani menatap atasnya itu. Dia bingung ingin menjawab.


"Tuan Dominic, saya sudah memikirkan masak-masak. Dan sebenarnya ... kini saya berada dalam posisi sulit. Anda tahu sendiri, kalau Celia adalah perempuan yang menyelamatkan saya, kalau bukan karena dia, mungkin sampai sekarang saya tidak akan kembali lagi kemari," ucap Kenard.


"Apakah kau tidak bisa membalas Budi dengan cara lain, selain menikahinya?" tanya Dominic.


"Untuk hal itu, mungkin bisa, Tuan. Tapi untuk pekara calon bayi dalam kandungannya, saya tidak bisa lari dari tanggung jawab begitu saja." Kenard kembali menunduk menyesali semua sikapnya.


"Apa itu berarti perempuan itu tengah mengandung anakmu? Dan itu yang menjadi penyebab utama kau menikahinya?" cerca Dominic menahan kesal.

__ADS_1


Sebab bagaimana pun putrinyalah yang terluka di sini.


Kenarid mengangguk. "Ya, Celia saat ini tengah mengandung, dan saya harus bertanggungjawab atas itu."


Dominic seketika diam, dia merasa sangat


kecewa dengan Kenard dan Celia.


"Lain kali, kau harus lebih berhati-hati mengenai perasaan wanita. Kau jangan mudah memberi harapan, lalu meninggalkan begitu saja, sebab mereka kalau terluka bisa lebih ganas dari pada seekor singa."


Kenard mengangguk mencerna pesan dari bosnya itu.


"Kau juga harus tetap berlatih untuk menghadapi pertarungan dengan kelompok Blue eyes. Jangan karena pertunanganmu ini, semua harus gagal," ucap Dominic.


"Maaf, karena saya tidak memiliki waktu untuk berlatih. Pasti akan kalah menghadapi mereka, oleh sebab itu saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertarungan."


Dominic menatap Kenard kecewa, tidak habis pikir dengan sikap lelaki yang dia anggap pahlawan dalam kelompoknya itu selama ini.


"Hanya demi pertunangan dengan perempuan itu, kau lebih memilih mundur dari pertandingan yang kau pimpin ?"


Dominic tak mendapatkan jawaban apapun dari diamnya Kenard. Dia langsung pergi dari sana.


Kenard masih duduk dihantui rasa bersalah pada Xavia Linn. Namun, bagaimana lagi? Sebagai lelaki yang tangguh dia tak bisa lari dari tanggung jawab.


Terlepas dari keengganannya, Kenard kini beranjak berdiri. Dia harus membuat persiapan untuk


pesta pertunangan.


"Kenard, bagaimana kalau kita menggunakan konsep modern seperti ini?" Celia menunjuk majalah di tangannya.


"Terserah," jawab Kenard tak menanggapi.


"Aku akan menghubungi pihak vendor, untuk mengubah konsep seperti ini. Aku sudah tidak berselera dengan konsep awal yang kita rencanakan." Celia menelepon seseorang.


Sedangkan Kenard memalingkan muka malas. Entah sudah berapa kali wanita ini mengganti konsep. Hingga pihak perencana pesta ada yang mundur karena tidak sanggup.


Kenard meninggalkan Celia yang masih mengoceh di melalui sambungan telepon.


Kenard memilih menyiapkan hal-hal lain ketimbang harus membahas bersama Celia.


Kesibukan terus berjalan setiap hari, hari pertunangan Kenard


dengan Celia akhirnya akhirnya tiba. Rumah sudah didekorasi dengan konsep modern sesuai keinginan Celia.

__ADS_1


Tamu-tamu dari desa nelayan juga turut hadir di pesta melam ini. Termasuk kepala desa dan jajarannya, mereka duduk sambil memantau situasi.


__ADS_2