
"ma pa di mana Tiara?" Bertanya kepada kedua orang tuanya yang berada di samping tempat duduknya
"Mungkin lagi main sama temen temen nya, udah gak usa mikirin Tiara" jelas mama tari sambil menenangkan tari yang dari tadi kelihatan gelisa
3 jam berlalu kini pesta pernikahan selesai, keluarga Ali dan tari kini harus mengiringi tari dan Ali naik ke mobil pengantin untuk menuju rumah baru mereka
"Nak kalian berdua hati hati di jalan ya, jangan ngebut-ngebut, ingat ya kalian berdua pengantin baru" menatap tari dan Ali
"Iya ma" jawab tari dan Ali
"Ali jaga tari baik-baik ya, jangan kau sakiti hatinya apa lagi fisiknya, jika kau tidak mencintai nya lagi kembalikan saja dia kepadaku" papa tari menatap Ali
"Iya pa insyaallah allah" jawab Ali sambil tersenyum
"Janji?" Papa tari meyakinkan Ali
"Janji" jawab Ali tersebut
"Janji, janji, janji, aku gak butuh janji yang kubutuhkan hanyalah bukti" bicara dalam hati sambil melirik Ali yang berada di samping nya
"Yaudah kalo gitu kami berangkat ya pa, ma, ibu, ayah" pamit Ali kepada mereka
Ali dan tari naik ke mobil dan langsung pergi mengunakan mobil berwarna putih yang sudah di hiasi dengan bunga
"Kamu kenapa tari? Dari tadi kelihatan seperti gelisa gitu? Kamu lagi mikirin apa?" Ali yang bertanya kepada tari yang duduk berada di samping nya sambil fokus menyetir mobil
Tari hanya diam karena dia masih memikirkan Tiara dan memiliki firasat buruk kepada tiara.
"Tari ... Tari" sedikit mengeraskan suara sambil melambai-lambai tangan nya di depan wajah tari
__ADS_1
"Eeh .... Iya kenapa?" tanya tari Binggung
"Kamu kenapa? Dari kita keluar dari kamar sampai sekarang kamu masih bengong, kamu mikirin apa?"
"Emmm .... Aku mikirin tiara, aku punya firasat buruk sama Tiara" menunduk
"Udah gak usa di pikirin ya? Kita doain aja semoga Tiara baik-baik aja di rumah" menenangkan tari
"Iya aamiin...."
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah baru mereka berdua, Ali mengajak tari untuk masuk kerumah dan mengajak nya melihat lihat isi rumah, Ali melihat jam tangannya nya yang menunjukkan pukul 11.30
"Sayang aku kekamar dulu ya mau mandi"
"Apa? Sayang?" Bicara dalam hati sambil terkejut
Ali langsung meninggalkan tari dan langsung menuju kekamar mandi, sesudah mandi Ali siap-siap pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Jum'at
"Iya"
Ali pergi ke masjid sedangkan tari bersiap-siap untuk mandi dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Z
Dzuhur.
Beberapa menit kemudian terdengar adzan dari masjid, tari yang sudah lama menunggu sambil membaca Al Qur'an iya kini berhenti membaca Al Qur'an dan langsung melaksanakan sholat Dzuhur, setelah selesai sholat tari mendoakan adiknya dan keluarga supaya dalam lindungan Allah, selesai berdoa tiba tiba hp tari berdering dan tari langsung mengangkat nya
"Nomor tidak di kenal? Nomor siapa ini?" Tari yang Binggung
"Hallo assalamualaikum" sapa tari
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Hay tari gimana kabarmu? Oh ya selamat Pengantin baru ya semoga bahagia selalu hahahaha" tertawa
"Alhamdulillah baik, makasih ya doanya, ini siapanya?" Tanya tari
"Aku Siska mantan menejer di perusahaan mu, oh ya aku punya hadiah istimewa buat kado pernikahan mu, dengar suara ini ya" tersenyum licik
"Kakak tolongi Tiara" teriak tiara
"Hah Tiara? Siska apa yang kamu lakukan dengan adik ku?" Teriak tari sambil panik
"Gak usa panik gitu, kalo kamu mau adik mu selamat temui aku di gudang yang berada di ujung kota, tapi ingat ya jangan bawa siapa-siapa kalo mau adikmu selamat" ancam Siska
"Iya iya aku bakal kesana tapi jangan apa-apain Adikku" tari panik dan was-was
Siska langsung mematikan hp nya sedangkan tari Sudah bersiap-siap buat pergi ke lokasi yang sudah di sebutkan Siska
"Aku harus Bawak ini" melihat gantungan kunci yang bisa berubah menjadi tongkat bila di tekan tombol nya
"Tapi Ali belum pulang gimana ini, kalo nunggu Ali pulang kelamaan aku harus gimana ya, emmm oh ya" mendapatkan ide, iya langsung mengeluarkan kertas dan pulpen
Tari menulis surat buat Ali dan sesudah menulis surat iya langsung pergi tanpa membawa hp nya, iya berlari melewati taman tanpa iya sadar David melihatnya
"Ngapain tari lari-lari di sana? Bukanya dia baru habis nikah ya? Tapi di mana suaminya? Kok kayak ada yang gak beres ya?" Karena curiga dan merasa cemas dengan tari david pun mengikuti nya tanpa sepengetahuan tari.
Tari naik ketaksi dan langsung menuju lokasi setelah sampai tari langsung masuk ke gudang, dan iya melihat tiara di ikat dengan tali di pojok gudang
"Lepaskan adik ku" teriak tari
"Ooo pengantin baru kita udah sampai" Siska berjalan mendekati tari
__ADS_1
"Apa mau mu? Jangan sakiti adik ku"
"Emmm .... Tangkap dia dan ikat dia"menunjuk ketari dan memberikan perintah ke pada ke dua preman yang berada di belakang nya