
"Emm gak kok,"
"Ohh iya, kalo ada apa-apa bilang aja ya, jangan sungkan sungkan." David memegang pundak Ali
Ali hanya mengaguk. Beberapa menit kemudian dua orang perawat keluar dari ruangan, dan menyuruh keluarga masuk untuk melihat Tari.
"Ayo kita masuk," ajak papa Tari kepada keluarga Ali
Mereka masuk bersamaan, Ali dan David pun ikut masuk, semua orang menangis melihat Tari terbaling lemas di kasur rumah sakit. Waktu malam pun tiba semua orang yang berada di dalam ruangan rawat hanya bisa bersedih dan menatap Tari.
"Ma, pa, om, Tante, Ali, David keluar bentar ya," kata David yang berada tak jauh dari Ali
"Mau kemana vid ?" Tanya mama Tari kepada David
"Mau beli makanan buat kita semua." David beranjak dari tempat duduknya
"Ikut!" Rengek Tiara kepada David
"Yaudah ayok," David berjalan membimbing Tiara
"Buk, dia siapa? Kok manggil kalian dengan sebutan mama papa? Bukan nya kalian hanya punya dua orang anak?" Tanya ibu Ali kepada mama Tari yang duduk tak jauh dari nya
"Dia sahabat Tari, keluarga ku dan keluarganya sudah seperti keluarga sendiri, kami sudah menganggap nya seperti anak sendiri begitu juga keluarganya, oleh karena itu dia memanggil kami mama papa." jelas panjang lebar mama Tari kepada ibu Ali
"Oh jadi gitu" ibu Ali mengangukan kepala nya tanda mengerti
Semua orang duduk di lantai rumah sakit, tak beberapa lama kemudian David dan Tiara kembali dengan banyak membawa makanan, David memberikan satu persatu makanan kepada semua orang
"Ma, makan dulu ya!" David memberikan makanan kepada mama Tari
"Gak mau, Tari aja belum sadar, masak aku udah makan duluan." mama Tari menatap anak nya dari jauh
"Ma, makan dulu kalo gak makan nanti kakak Tari sedih, apa mama mau kalo nanti kakak Tari sedih gara-gara liat mama gak makan?" Rayu Tiara kepada mama nya
Mama Tari yang melihat anak nya merayunya itu akhirnya mau makan.
David kini mendekati Ali yang duduk berada di samping tempat Tidur Tari
__ADS_1
"Li, makan dulu!" David menyodorkan makan ke pada Ali
Ali langsung mengambil nya tapi iya tak memakan nya, Ali menaruh makan di meja yang tak jauh dari nya
" Kenapa gak di makan Li?" Tanya David kepada Ali
" Nanti aja." jawab Ali pelan
"Yaudah, jangan lupa makan ya!" David menyentuh pundak Ali
Ali hanya diam iya terus menatap Tari yang terbaling lemas.
***TIGA HARI KEMUDIAN***
"Li, makan dulu, kamu udah tiga hari belum makan, nanti kamu sakit, lihatlah wajah mu sudah pucat begitu," David lagi lagi menyodorkan makanan yang ke sekian kalinya kepada Ali, tapi Ali selalu menolak nya
"Nak, makan lah dulu nanti istrimu sedih kalo melihat kau seperti ini," ibu Ali mendekati anak nya sambil mengambil makanan dan memberikan nya kepada Ali
Belum sempat Ali menjawab tiba-tiba terdengar suara yang memanggil Tiara
"Lihatlah, Tari sadar!" David terkejut karena melihat Tari yang sadar
Semua orang mendekati Tari.
"Tari sayang, lihat! ini mama sayang,"mama Tari mengelus kepala Tari
"Ma, di mana Tiara? apa dia baik-baik saja?" Tari melihat mama nya
"Kakak Tari! Maafin Tiara ya kak," Tiara memeluk kakaknya dengan erat sambil menangis
"Udah ya, yang penting kamu gak papa," Tari mengelus kepala Tiara
"Mas Ali?" Tari memangil Ali
"Iya, kenapa Tari?" Ali mendekat ke wajah nya ke Tari dan mengelus kepala nya
"Makan sana, ngapain kamu belum makan?" Tanya Tari kepada Ali
__ADS_1
Ali terkejut, iya menatap Tari sedikit lama dan tak beberapa lama kemudian iya meneteskan air mata
"Kenapa Mas menangis? Dasar cengeng," Tari meninju perut Ali
Ali langsung memeluk Tari dan tak menghiraukan perut yang telah di tinju oleh Tari
"Maafin aku gak bisa jagain kamu," Ali menangis di pelukan Tari
"Aku yang seharusnya mintak maaf, dan aku juga makasih ya udah nyelamatin aku, kalo bukan karena Mas mungkin aku gak bakal selamat waktu itu."
"Udah lepasin sekarang pelukan mu, aku sesak nafas ni!" Tari yang meminta kepada Ali supaya melepaskan pelukannya
"Eh maafin aku," melepaskan pelukan nya dan langsung menghapus air matanya
"Apa kata mu Tari?" Papa Tari terkejut mendengar bahwa Ali yang menyelamatkan Tari
"Ali menyelamatkan mu?" Lanjut papa tari
"Iya pa, kalo bukan karena nya aku udah mati di tembak oleh siska" jelas Tari
"Maafin papa ya Ali" papa Tari langsung memeluk Ali
"David apa yang terjadi?" Tari bertanya kepada David yang berada di samping tempat tidur nya
"Gak papa kok, hehehe ada salah paham sedikit," David menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Udah sayang, gak usa di pikirin, gimana ada yang sakit gak?" Mama tari memeriksa keadaan Tari
"Gak kok ma." Tersenyum kepada mama nya
"Pa, udah meluk mas Ali nya?" Tari melihat ke papa nya
"Eh iya hehehe" papa langsung melepaskan pelukannya
"Apa kau cemburu? Kalo papa mu memeluk ku?" Ali yang melirik Tari
"Ehh gak kok." Tari terkejut dan langsung malu
__ADS_1