Si Cuek Milik Si Tampan

Si Cuek Milik Si Tampan
sembuh


__ADS_3

"Ehhh gak kok," Tari terkejut dan langsung malu


"Lihatlah! Pipi kakak Tari memerah." Tiara menunjuk ke wajah Tari


"Hahahha," Semua orang di dalam ruangan tertawa


"iiii kalian apaan sih," Tari cemberut karena dia di tertawa


"Sudah sudah! pa, tolong pangil kan dokter!" Pinta mama Tari kepada Suaminya itu


Papa Tari pergi memangil dokter, tak beberapa lama kemudian dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Tari


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Ali bertanya kepada dokter yang baru selesai memeriksa keadaan Tari


"Alhamdulillah, dia sudah pulih, tapi akan lebih baik jika dia tidak boleh kelelahan dan tidak boleh mengangkat barang-barang yang berat dan yang terpenting banyak-banyak istirahat," Jelas dokter panjang lebar


"Apakah istri saya sudah boleh pulang dok?" Tanya Ali sambil mengelus kepala Tari


"Iya dia boleh pulang sekarang, tapi sebelum pulang harap menebus obat-obat ini supaya dia cepat sembuh." Dokter menyodorkan resep obat-obatan yang telah iya catat


"Baik dok." Ali langsung menerima nya


Dokter pergi dari ruangan itu


"Mama sama papa mau beres-beres dulu, nanti sore kita pulang," mama dan papa tari beranjak dari tempat duduk


"Ma, Tiara ikut!" Rengek Tiara kepada mama nya


"Yaudah ayok," papa tari mengajak nya


Papa Tari, mama Tari dan juga Tiara meningal ruangan pemeriksaan Tari


"Oh ya Li, ibu sama ayah keluar bentar ya ada yang mau kami beli," ayah Ali dan ibu Ali juga ikut keluar


"Emm iya pa, hati-hati di jalan,"


Di ruangan hanya tersisa David, Ali dan juga Tari.

__ADS_1


"Mas Ali, kamu belum makan ya?" Tanya Tari yang sedikit cemas dengan keadaan Ali


"Iya Tar, dia udah tiga hari belum makan," celetus David yang berada tak jauh dari mereka berdua


"Apakah itu benar? Nanti kalo kamu sakit gimana? Udah makan sana" Tari sangat mencemaskan Ali


"Apa kau mencemaskan ku?" Tanya Ali sambil menggoda Tari


"Ehhh engak kok." Langsung memalingkan wajahnya dari hadapan Ali


"Hahaha kau terlihat lucu." Ali tertawa


"Aduhhh kok serasa jadi obat nyamuk ya?" Guma David dalam hati


"Eh Li, mana resep obat yang mau di tembus? Sini biar aku aja yang pergi menembusi obat nya!" Berjalan mendekati Ali dan Tari


"Ehh kamu serius?" Tanya Ali yang baru sadar bahwa di dalam ruangan itu ada David


"Iya, yaudah mana." Menyodorkan tangan nya


"Ini, makasih ya." Ali menyodorkan resep obat-obatan nya


Kini di dalam ruangan hanya Ali dan Tari, Ali menatap Tari dengan cukup lama setelah David keluar dari ruangan


"Kenapa mas menatap ku seperti itu?" Tanya Tari yang Binggung dan sedikit risih kerena di tatap oleh Ali


"Emmm gak papa kok." Ali menggelengkan kepalanya


"Ohh yaudah, katanya mas udh tiga hari belum makan? Yaudah sekarang mas makan gi, sebelum kita pulang entar kalo sakit yang repotkan aku juga," Tari yang mengoceh di atas tempat tidur rumah sakit


"Iya iya." Ali mencubit hidung Tari


"Tapi kamu makan juga ya." Ali mengelus kepala Tari dan mencium kening nya


"iii kamu apa-apa sih." Tari menundukkan kepala nya


"Emang nya kenapa? Salah? Kan kita udah suami istri, coba lihatlah pipi mu jadi merah begitu! Lucu tau." Ali mengangkat kepala Tari dengan menggunakan kedua tangan nya

__ADS_1


Tari hanya terdiam dan tersipu malu


"iii udah, cepat makan sana!" Tari yang menggelengkan kepalanya


"Hahaha iya iya." Ali berjalan mengambil makanan yang Talah di taruh oleh David di atas meja


"Buka mulut mu sekarang!" Ali menyodorkan makanan ke mulut Tari


Tari terdiam dan Binggung


"Ya Allah Humairah ku tersayang, ini aku suami mu yang ganteng ini mau suapin kamu makan," celetus Ali


"Oh hehhehe, ya maaf, ehh yang belum makan kan kamu? Kok aku yang di suapin?" Tanya Tari yang heran


"Kamu ini pelupa banget ya, kamu juga belum makan selama tiga hari ini, jadi kita makan sama-sama Tapi sebelum aku makan kamu dulu ya sayang." Ali menyodorkan makanan ke mulut Tari


Tari membuka mulut nya dan mengunyah makanan yang di berikan Ali, sesudah Tari makan giliran Ali, Tari hanya melihat Ali yang berada di samping nya dengan perasaan yang gembira, Ali yang melihat iya di perhatikan oleh Tari iya langsung menatap Tari


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apakah suami mu ini seganteng itu? Sehingga kau tak mengedipkan mata mu itu lagi?" Ali menatap Tari sambil menyuapinya


"Apaan sih." Tari tertunduk malu


"Udah malu nya? Sekarang buka mulutnya lagi?"


"Udah ah makan nya, aku udah kenyang," Tari menolah suapan Ali


"Yaudah kalo gitu, aku juga udah makan nya." Ali menaruhkan piring dan sendok nya di atas meja


"iii kok gitu sih?" Tanya Tari sebel kepada Ali


"iii terus gimana lagi?" Ali mengejek Tari


"Apaan sih mas" Tari lagi lagi memalingkan wajahnya


"Hahaha" Ali tertawa puas


David yang sudah lama kembali menembus obat-obatan, hanya bisa melihat Ali dan Tari dari luar ruangan

__ADS_1


"Ku rasa aku harus mengikhlaskan nya!" Guma David sambil melihat Tari dan Ali


__ADS_2