
"Ku rasa aku harus mengikhlaskan nya!" Guma David sambil melihat Tari dan Ali
David terus melihat Ali dan Tari dari luar ruangan, David melihat Tari yang begitu bahagia tertawa bersama Ali.
"Kak David lagi apa disini?" Tanya Tiara yang tiba-tiba datang dari belakang David
"Ehh gak papa kok." David yang kaget melihat ke datangan Tiara dan mama papa nya yang tiba-tiba
"Bener vid gak papa? Kamu lagi liatin apa dari jendela ini? Lagi liatin Ali sama Tari ya? Kenapa gak masuk aja?" Tanya papa Tari karena terheran heran melihat tingkah laku David yang sedikit aneh
"Emm gak kok pa," David tertawa kecil
"Pa, tari kalian duluan masuk aja ya ada yang mau mama bicarakan sama David bentar," pinta mama Tari kepada papa Tari dan Tiara
"Emm iya ma, ayo pa masuk!" Tiara menarik tangan papa nya untuk mengajak nya masuk
"Mau bicara apa ma?" Tanya David yang terheran heran
"Apa kamu masih mencintai Tari?" Tanya mama Tari yang membuat David Terkejut
David tidak menjawab sepatah kata pun, iya hanya tertunduk diam dan tak berani menatap mama Tari
"Maaf, kalo mama lancang, mama cuman bilang ikhlaskan Tari ya jangan ganggu dia lagi." Mama Tari memegang pundak David dan langsung meninggalkan David
David mendengar itu langsung lemas dan terduduk di bangku depan ruangan rawat
"Kurasa yang di bilang mama bener! Aku harus bisa mengiklaskan Tari." Guma David sambil memegangi rambut nya sambil mengacak acak rambut nya
"Kak David kenapa?" Tanya Tiara yang tiba-tiba duduk di samping David
"Eh ... Emm gak papa kok Tiara, kenapa Tiara kesini? Kenapa gak di dalam aja sama mama papa Tiara?" Tanya David mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Kak David, Tiara mau tanya? Kok tiga hari yang lalu kak David bisa tau kalo aku lagi di dekat jurang?" Tanya Tiara kepada David dengan serius karena dia begitu penasaran
"Kau lihat ini?(mengambil tangan Tiara dan menunjuk gelang yang di pakai nya)apa Tiara tau dari siapa gelang ini?" Tanya David sambil memegangi gelang yang ada di tangan Tiara
"Gak tau kak!" Tiara semakin Binggung
"Gelang ini adalah pemberian kakak David saat kamu berusia 1 tahun, di dalam liontin gelang ini ada GPS nya, karena itu kakak bisa melacak keberadaan kamu, dan Alhamdulillah kamu masih pakai gelang pemberian kakak ini." David mengelus kepala Tiara
"OOO jadi itu alasannya kenapa kakak David bisa tau keberadaan ku?" Tiara mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda mengerti
"Udah Yo kita masuk ke dalam!" David beranjak dari tempat duduk nya sambil mengajak Tiara
"Bentar kak, ada satu pertanyaan lagi!" Celetus Tiara yang menghentikan langkah David
"Ada apa lagi? Kamu ini Kecil kecil banyak tanya ya?" David mengelus kepala Tiara
"Kenapa kak David menghilangkan selama 10 tahun terakhir ini?" Tanya Tiara yang membuat David terkejut
"Iya kak, Tiara hampir lupa hari ulang tahun Tiara sendiri, Minggu depan Tiara ulang tahun yang ke 11 tahun, Tiara mau mintak apa ya?" Tiara memikirkan apa yang iya ingin kan
"Ya sudah pikirkan kah dulu, nanti kalo udah dapat ide mau hadia apa, langsung bilang sama kakak ya! Sekarang kita masuk dulu" ajak David sambil menggandeng tangan Tiara
"Siap kak" Tiara memberi hormat kepada David
David dan Tiara tertawa bersama an di depan pintu rawat, Tari yang mendengar suara tawa iya langsung melihat ke pintu ruangan rawat
"Andai David yang duluan melamar aku, mungkin yang berada di samping aku sekarang bukan Ali," guma Tari di dalam hati sambil menatap David dan Tiara
"Ada apa Tari?" tanya Ali yang berada di samping Tari
"Emmm gak PP kok, cepat habisin makanannya, jangan di sisain kayak gitu, mubazir tau"
__ADS_1
"Iya Li, cepat habisin makanan nya, kamu udah tiga hari belum makan jadi kamu harus habisin makanan nya," celetus papa dari samping Ali
"Hehehe iya pa." Ali langsung makan kembali makanannya
"Hahaha hati-hati nanti keselek Lo." Tawa Tari sambil membersihkan mulut Ali yang belepotan
"Perhatikan banget istri ku." Ali mencubit hidung Tari
"Sakit tau" Tari memegangi hidungnya yang merah
"Emmm," dehem papa Tari dari samping Ali
"Eh ... Hehehe maaf pa" Ali dan Tari menjawab kompak
David berjalan melangkah menuju Ali dan Tari sambil menahan sakit hati yang amat dalam
"Li, akhirnya kamu mau makan juga," David bahagia melihat Ali sudah mau makan
"Iya, ini semua karena istri ku." Jawab Ali sambil melirik Tari
Sedangkan Tari hanya tertunduk diam ketika David menghampiri mereka
"Ini obat yang udah aku tembusin." David menyodorkan kantong kresek yang berisi obat-obatan kepada Tari
"Terimakasih David." Jawab Tari sambil menunduk kepala nya
"Iya sama-sama." jawab David sambil membalikkan badan nya dan pergi menjauh dari Ali dan Tari
"Mau kemana vid?" Tanya Ali yang menghentikan langkah David
"Mau ke masjid buat siap-siap sholat Dzuhur," jawab David
__ADS_1