
"Mau ke masjid buat siap siap sholat Dzuhur," jawab David
"Oh iya." Ali menganggukkan kepalanya
"David barengan aja, kami juga bentar lagi mau siap siap ke masjid," celetus papa Tari dari belakang Ali
"Baik pa,"
Semua orang di dalam ruangan rawat bersiap-siap pergi ke masjid yang berada tak jauh dari rumah sakit
"Mas kamu gak ikut sholat bareng mereka?" tanya Tari yang melihat Ali tak sedikit pun bersiap-siap ke masjid
"Nanti aku sholat di sini aja sambil jagain kamu," jawab Ali dengan santai
"Yaudah kalo gitu kami ke masjid dulu ya, Ali jagain Tari ya jangan tinggalin dia sendiri nanti ada apa-apa lagi," ibu Ali mengigat Ali sambil menunjuk nya dan menatap nya tajam
"Iya Bu." Jawab Ali keringat dingin melihat tatapan ibunya itu
Meraka semua pergi ke masjid, kini hanya Ali dan Tari yang berada dalam ruangan
"Huh....." Ali mengeluarkan nafas lega
"Kenapa mas? Kok kayak takut gitu," tanya Tari terheran heran
"Kamu gak lihat tatapan ibu ku, behhhh serasa mau di telannya aku," Ali menjelaskan ke pada Tari
Tari yang melihat ekspresi wajah Ali iya tertawa
"Hahaha ternyata mas bisa takut juga ya," tari tertawa terbahak bahak
"Hehehe, yaudah Yo siap-siap sholat Dzuhur." Ajak Ali sambil menurunkan Tari dari kasur rumah sakit
__ADS_1
"Emm iya." Tari menganggukkan kepalanya sambil beranjak turun dari kasur rumah sakit
"Hati-hati, sini mas bantu." Ali langsung mengangkat tubuh Tari dan langsung membawa nya ke kekamar mandi buat mengambil wudhu
"Mas apa-apa sih Turunin aku sekarang!" Pinta Tari yang masih berada dalam gendongan Ali
"Ni udah mas turunin, ambil wudhu nya hati-hati ya! Mas tunggu di luar sambil menyiapkan alat sholat." Ali mengingatkan Tari sambil melangkah keluar dari kamar mandi
"Emmm, iya makasih mas," jawab Tari
Ali menunggu Tari di luar kamar mandi, iya menyiapkan alat sholat untuk mereka melaksanakan sholat tak lupa juga Ali menyiapkan Al Qur'an yang sudah berada di depan nya.
"Mas aku udah selesai, kalo mas mau ngambil Wudhu sekarang silakan." Tari mempersilahkan Ali masuk kekamar mandi buat mengambil wudhu
"Baiklah, hati-hati nanti kepeleset." Ali yang mengingat Tari dan ketika Ali ingin menyentuh tangan Tari, Tari menghindar
"Mas aku udah wudhu nanti batal." Tari menyembunyikan tangan nya
"Yaudah sana ambil wudhu sekarang!" Perintah Tari ke pada Ali
"Iya iya." Ali langsung masuk ke kamar mandi dan langsung mengambil wudhu
Tari sudah memakai mukenah yang telah di siapkan oleh Ali dan iya sudah siap untuk sholat, tak beberapa lama kemudian Ali keluar dari kamar mandi dan langsung memakai peci dan kain sarung yang telah iya siapkan tadi. Tari dan Ali kini sudah selesai Sholat dan berdoa, Ali membalikkan badannya nya dan kini Ali berhadapan dengan Tari
"Kita belajar mengaji sekarang." Jelas Ali kepada Tari sambil membuka Al Qur'an
"Emm baik mas." Tari menganggukan kepala nya
Tari membaca Al Qur'an dengan serius dan Ali menyimak nya dengan serius juga, hampir ½ lembar Al Qur'an yang sudah Tari baca dan sudah 3 kali juga Tari salah membaca nya, ketika ke 4 kali nya salah Ali tiba-tiba menarik hidup Tari sambil berkata
"Kalo nanti salah lagi, jangan salah kan aku kalo nanti aku cium." Ali berbisik ke telinga Tari sambil menarik hidung Tari
__ADS_1
Tari yang mendengar itu langsung kembali fokus.
"Shadaqallahul adzim," Tari melafalkan kalimat itu yang membuat Ali terkejut
"Lah kok bacanya udah?" Tanya Ali yang heran
"Udah mas, kan ini udah di tanda baca berhenti (menuju tanda baca berhenti pada Al Qur'an) lagian juga dari pada nanti kena cium lebih baik aku sudahi bacaan nya," Tari menjelaskan kepada Ali sambil sedikit menjauh
"Dasar kamu ya, sini kamu!" Ali mendekati Tari sambil menggelitiknya
"Udah mas geli tau," pinta Tari sambil menahan gelitikan Ali
"Hahaha gak mau ini hukuman kamu karena udah berhenti baca Al Qur'an tanpa aku suruh." Ali masih menggeliti Tari
"Aduh mas perutku." Tari berpura-pura sakit sambil memegangi perutnya yang baru saja di obati
"Ada apa sayang? Kamu gak papa kan? Maafin mas ya?" Tanya Ali yang kini berubah menjadi cemas dan langsung menghentikan gelitikan nya
Ali yang melihat Tari seperti kesakitan kini iya merasa bersalah karena telah menggelitik nya tanpa Henti, Tari yang melihat ekspresi wajah Ali yang cemas iya langsung tertawa
"Hahahha mas mas," Tari tertawa sangat puas
"Kenapa kamu ketawa?" Ali heran melihat tingkah laku istri nya itu
"Aku cuman bercanda kok, hahaha maafin aku ya udah buat kamu cemas," Jelas Tari sambil menahan tawa
"iii kamu ini bikin aku khawatir aja, gak lucu tau." Ali yang kelihatan kesal dan langsung mencubit pipi Tari
"Aduh sakit mas, hehehe ya maaf mas." Jawab Tari sambil memegangi pipinya yang sedikit merah
"Yaudah gak papa, lain kali jangan di ulangi lagi ya sayang!" Ali memberi peringatan kepada Tari
__ADS_1