Si Cuek Milik Si Tampan

Si Cuek Milik Si Tampan
di siksa


__ADS_3

Ali malah semakin cemas setelah membaca surat itu


"Kamu berbohong Tari, katanya sebentar? Ini udah tiga jam" mencemaskan Tari dan tak terasa air mata nya jatuh


"Gak boleh gini, aku harus mencari Tari" Ali yang menguatkan diri nya dan langsung menghapus air mata nya yang menetes


Baru saja Ali ingin menelpon Askar untuk memintak tolong mencari Tari, tiba-tiba hp Tari berdering


Kring .... Kring(bunyi dering hp)


"Hallo assalamualaikum Tari" sapa mama Tari


"Waalaikumsalam ma, ada apa ya ma menelpon" jawab Ali yang sedikit gugup


"Gak papa kok li, mama cuman cemas aja sama Tari, entah kenapa mama tiba-tiba punya firasat buruk tentang Tari, oh ya Tari ada kan di rumah?" Tanya mama kepada Ali


"Emmm ... Apa yang harus kukatakan kepada mama?" Ali Binggung dan panik


"Hallo Ali ... Li" teriak mama dalam hp karena Ali dari tadi diam saja


"Emmm ... Iya ma, kenapa?" Terkejut


"Tari di mana? kenapa kamu yang mengangkat telponnya? Tari baik-baik kan?" Mama Tari yang panik


" Emm ... Tari gak ada di rumah ma, katanya mau keluar sebentar ada urusan mendadak"


"Oh iya iya jaga Tari baik-baik ya Ali, ya sudah kalo gitu mama tutup dulu telpon nya gak enak ganggu pengantin baru, assalamualaikum" tertawa kecil


"i .... Iya ma, waalaikumsalam" jawab Ali


Ali yang panik langsung mengambil tindakan, Ali langsung menghubungi asisten nya Askar


"Assalamualaikum Askar"

__ADS_1


"Waalaikumsalam pak Ali, ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Askar karena jarang sekali Ali menelpon nya kecuali ada hal yang penting


" Serahkan semua anak buah yang kamu punya bahkan polisi sekali pun, cari istri ku di kota ini sekarang!, kamu paham!" Perintah Ali


"Baik pak"


Ali langsung mematikan telpon nya dan pergi keluar untuk mencari tari.


Sedangkan di dalam gudang Tari sudah terkena tembak pistol


"Kakak Tari" teriak Tiara


"Pergi cepat! David bawa Tiara pergi dari sini cepat!" Teriak Tari


"Tapi bagai mana dengan kamu?" Tanya David dari ke jauh


"Pergi sekarang cepat! Kalo kau benar benar mengaggap ku sebagai sahabat, bawa Tiara keluar dari sini dengan selamat" pinta Tari kepada David sambil memegangi perutnya yang sudah berlumur darah


"Emmm .... Baik lah" mengaguk dan langsung mengajak Tiara


"Kalian tidak akan bisa keluar dari sini!" Ancam Siska


"Ku mohon biarkan mereka pergi, aku yang salah kalian mau balas dendam dengan ku kan? balas dendam lah sekarang! Tapi kumohon jangan libatkan mereka berdua" pinta Tiara kepada Siska dan teman teman nya


"Benar juga yang kau katakan" mendekat ke Tari sambil me ngangkat kepala Tari


"Baik kalo gitu mau mu, Lia, Ria apa kalian mau berdiri saja di sana? Cepat kalian balas dendam dengan tari, perlakuan lah dia sesuka hati kalian hahahaha, kalo kalian sudah selesai menyiksa nya bilang ya biar kita bisa langsung membunuhnya hahahaha" berjalan menuju kursi dan langsung duduk sambil menyaksikan Tari yang menderita


"Oke siap Siska" jawab mereka kompak


"Akhirnya aku bisa membalas kan sakit pinggang ku ini, kau hari ini akan merasakan nya juga, terima ini!" Ria langsung menendang perut Teri yang terkena tembakan


"Ahhhh .... Aduh" menjerit kesakitan

__ADS_1


"Hahahha kenapa? Sakit? Ini belum seberapa, terima ini" kini Lia yang menjambak jilbab Tari dan langsung menampar Tari


Lia dan ria menyiksa Tari dengan berbagai cara bahkan ria sempat mengambil pisau dan mengoreskan nya ke pipi dan juga tangan Tari


"Apa kah kalian sudah selesai bermain main nya?" Tanya Siska


"Sebentar lagi, aku belum puas melihat dia menderita" pinta Lia dan ria


"Oke baiklah, aku akan menonton kalian saja"


Tari terus disiksa habis habisan. Tiara yang telah di bawa David keluar dari gudang terus menangis


"Jangan menangis" mengusap air mata Tiara


"Kakak David bagaimana dengan kakak Tari? Kita harus menolong nya"


"Oke tenang ya, kakak pesan taksi online dulu" menenangkan Tiara


Beberapa menit kemudian taksi online datang David dan Tiara langsung masuk ke dalam taksi online, mereka berdua menuju kerumah sakit terdekat.


"Kakak gimana dengan kakak Tari?" Tanya Tiara yang masih panik dengan kakak nya


"Bantar kakak bakal nelpon kakak Ali" David membuka hp nya tapi David lupa kalo dia gak punya nomor hp Ali


"Kanapa kak? Ada masalah?" Tanya Tiara yang melihat David terdiam


"Kakak gak punya nomor kakak Ali" sedikit panik


"Aduh .... Sekarang gimana dong?" Tiara yang semakin panik


David terus berpikir dan dia mengigat bahwa Tari tidak membawa hp nya, tapi sialnya dia juga tak punya nomor hp Tari.


"Kakak mau menelpon hp kakak Tari, tapi ....."

__ADS_1


"Tapi kenapa kak?" Tanya Tiara dalam keadaan cemas


"Kakak gak punya nomor hp nya, oh ya apa kamu hapal nomor hp kakak kamu?" Menghadap ke Tiara dan berharap Tiara hapal


__ADS_2