
"Udah Li gak usah nangis, ini semua gak bakal nyelesaikan masalah, mending kita sholat dan berdoa aja di mushola rumah sakit ini, kebetulan bentar lagi masuk waktu ashar"David yang menenangkan Ali
Ali hanya diam sambil melihat ke baju nya yang sudah berlumuran darah, David yang seakan mengerti iya langsung menyodorkan baju ganti kepada Ali
"Pakai baju ini" menyodorkan baju kokoh hitam di tangan nya
Ali hanya diam, iya tak bertanya kepada David darimana iya mendapatkan baju kokoh itu.
"Udah pakek aja"
Ali dan David sudah bersiap untuk sholat ashar di mushola dekat rumah sakit itu. Pak Herman dan pak Heri masih menunggu di depan ruang operasi, tak beberapa lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi.
"Bagaimana dengan keadaan anak saya dok?" Pak Heri langsung menghampiri dokter nya
"Alhamdulillah, kami telah berhasil mengeluarkan peluru yang berada di bagian perut anak bapak, tapi---"
"Tapi kenapa dok?" Menggoyang goyangkan badan dokter itu
"Sabar pak, tenang dulu" pak Herman menenangkan pak Heri
"Anak bapak dalam ke adaan keritis dan kemungkinan akan sadar dalam beberapa hari"
Ali yang mendengar dari kejauhan bahwa Tari keritis, iya langsung berlari dan menghampiri dokter itu
"tapi Tari bisa sembuh kan dok? Jawab dok?"
"Iya pak, in syaa Allah"
__ADS_1
Dokter itu pergi sedangkan David, Ali, pak Herman dan juga pak Heri masih berada di luar ruangan operasi. Beberapa saat kemudian ada dua orang perawat mengantar tari keruangan lain untuk pengobatan lebih lanjut. Ibu Dewi dan ibu Endang datang sambil berlari untuk mengetahui bagaimana keadaan Tari
"Bagaimana keadaan anak kita pak?" Tanya ibu Dewi yang sudah sadar dari pingsan nya
"Masih dalam keadaan keriting dan bakal di rawat inap di ruang sakit ini dalam beberapa hari" menjelaskan kepada istrinya
Ibu Dewi melihat di sekitarnya, tetapi iya tak melihat Tiara
"Pak di mana Tiara?" Tanya ibu Dewi yang semakin kawatir
"Bukan nya tadi ikut ibuk endang buat merawat kamu ?" Baru sadar bahwa Tiara tak ada di tempat
"Dia gak ada di sini, apa yang harus kita lakukan?" Ibu Dewi yang semakin panik dan kawatir
"Ma, gak usa kawatir David akan mencari Tiara, kalian tunggu di sini saja!" David yang menawarkan dirinya dan langsung pergi mencari Tiara
"Aku tak berguna, gara-gara aku kakak tari terluka parah" menangis di pinggir jurang yang curam
"Lebih baik aku mati saja" baru saja ingin melompat tiba-tiba ada yang menghentikan nya dari belakang, iya adalah David
"Kamu gila ya Tiara? Kalo kakak Tari kamu melihat ini iya akan sedih, kenapa kamu mau bunuh diri? Hah? Jawab kakak?" Menatap Tiara yang menangis
"Kak David, Tiara gak berguna ya, gara-gara Tiara kakak Tari masuk rumah sakit" menangis di pelukan David
"Udah ya gak usa di pikirin, ini bukan salah Tiara kok, udah ya" menenangkan Tiara
David mengendong Tiara pulang ke rumah sakit. Semua orang terkejut melihat Tiara yang menangis di pelukan David.
__ADS_1
"Ada apa ini David?" Tanya mama Tari kepada David
"Tiara hampir nekat bunuh diri"
Semua orang terkejut. mama Tari yang mendengar itu langsung memeluk Tiara
"Apa yang kamu pikirkan nak?" Memeluk Tiara sambil menangis
"Mama, gara-gara aku kakak Tari dalam bahaya dan terluka para, Tiara gak berguna ya ma?" Menangis dalam pelukan mama nya
"Ini bukan salah mu Tiara, udah ya jangan kayak gini lagi, kalo kamu melakukan ini lagi kita semua di sini akan sedih begitu juga kakak Tari, coba kamu pikirkan Tiara? apa yang bakal terjadi kalo kakak kamu tau kalo kamu mau bunuh diri? Iya bakal sedih sayang. Berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi?" Mengelus pipi anak nya yang berusia 10 tahun itu
"Iya ma, Tiara janji gak bakal melakukan ini lagi"
Ali hanya duduk termenung di depan pintu ruangan rawat Tari, iya yang mendengar ini semua terus menyalahkan dirinya sendiri. David yang melihat Ali yang merasa bersalah, kini iya menghampiri nya
"Udah li, gak usa di pikirin, ini bukan salah kamu kok! Ini semua udah takdir, udah ya jangan merasa bersalah gitu" menenangkan Ali
"Emmm makasih ya udah nolongin Tari, aku gak tau apa jadinya kalo kamu gak nolongin Tari dan Tiara di gudang tadi"menundukkan kepala nya
"Li, seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu! Kamu yang telah menyelamatkan Tari, kalo kamu datang terlambat sedikit saja aku tak tau apa yang bakal terjadi sama Tari" kini David yang memasang raut wajah yang sedih
Ali yang melihat David, kini iya berpikir yang aneh aneh tentang David dan Tari
"Apakah David mencintai Tari? Apakah Tari juga mencintai nya? Kenapa David tau kalo Tari sedang menyelamatkan Tiara di dalam gudang? Ahhh ..... Mikirin apaan sih aku ini" menggelengkan kepala nya
" Ada apa Li? Kamu sakit kepala?" Tanya David yang melihat Ali menggeleng-gelengkan kepalanya
__ADS_1
"Emm gak kok"