
"Yaudah gak papa, lain kali jangan di ulangi lagi ya sayang!" Ali memberi peringatan kepada Tari
Tari hanya mengangguk. Tari dan Ali membereskan alat sholat yang telah mereka pakai.
"Sayang sini bentar!" Ali memanggil Tari
Tari langsung berjalan menuju ke Ali, Tari berhenti tak jauh dari Ali lalu Ali langsung mendekati Tari
"Kenapa mas?" tanya Tari yang Binggung
"Suutttt diam!" Ali menutup mulut Tari dengan jari telunjuknya
Tari pun langsung terdiam, mata Ali dan Tari saling bertatapan, Tari merasakan detak jantung yang berdetak begitu cepat, begitu juga dengan Ali, Ali langsung merapikan jilbab istrinya yang miring
"Mas Ali begitu tampan, Apakah benar mas Ali mencintai ku? Tapi gak mungkin apa yang dia cintai dari aku, aku hanya gadis jelek dan juga gendut," Tari bicara dalam hati sambil menatap wajah dan mata Ali
"Udah" kata Ali
Tari masih menatap Ali tak berkedip sedikit pun, Ali pun langsung menatap wajah Tari dan menegang nya dengan lembut, hal itu yang membuat Tari tersadar dalam tatapan nya
"Maafin aku ya sayang, gara gara aku datang terlambat wajah mu yang cantik ini terluka." Ali mengelus luka yang berada di wajah Tari
"Apa? cantik? Apa mas Ali serius? Alahh gak mungkin, semua cowok itu sama gak bisa di percaya." Tari bicara dalam hati sambil memalingkan wajahnya supaya tak di sentuh oleh Ali
"Gak papa ini bukan salah mu," jawab Tari yang sudah memalingkan wajahnya
Tari melangkah menjauhi Ali, tiba tiba Ali memeluk Tari dari belakang
"Aku benar benar mintak maaf," Ali menangis di pelukan Tari
"Hah? Apakah mas Ali menangis?" Tari bicara dalam hati dan langsung membalikan badan nya ketika mengetahui kalo Ali menangis dan Ali pun langsung melepaskan pelukannya ketika iya tau bahwa Tari membalikan badan nya
"Apakah kau menangis mas?" tanya Tari sambil mengangkat wajah Ali yang tertunduk
__ADS_1
"sudah lah jangan menangis mas," Tari berusaha menghibur Ali
"Aku benar benar mintak maaf Tari." Ali langsung memeluk Tari lagi sambil menangis
Hal ini membuat Tari terkejut dan terdiam seketika banyak pertanyaan yang timbul di pikiran Tari
"Apakah mas Ali benar benar mencintaiku? Apakah dia cuman cemas saja? Apa sebenarnya ini ya Allah?" Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Tari semakin Binggung dan membuat kepalanya sedikit pusing
"Aduh kepala ku." Tari memegangi kepalanya
"Hah ada apa sayang? Apa kau baik baik saja? Ada apa dengan kepala mu? sakit ya?" Ali langsung refleks melepaskan pelukannya dan langsung memegangi kepala Tari
"Kepala ku sedikit sakit." Tari menjelaskan sambil memegangi kepalanya
"Yaudah istirahat aja di sana(menunjuk tempat tidur rumah sakit), jangan terlalu banyak berpikir ya supaya kepala nya gak sakit!" Ali mengelus kepala Tari dan langsung mengangkat Tari ke tempat tidur rumah sakit
"Emmm terimakasih mas,"
"Apa yang kalian lakukan?" Tiara bertanya kepada Ali dan Tari
Tari baru sadar bahwa dia masih dalam gendongan Ali
"Mas turunin aku cepat?" Tari meminta kepada Ali
"Oh iya kelupaan." Ali langsung menurunkan Tari ke kasur rumah sakit dengan pelan-pelan
"Hehehe kalian lucu," Tiara tertawa melihat tingkah kedua kakak nya
"Udah Tiara jangan di ketawain," celetus mama Tari dari belakang Tiara
"Hehehe iya ma maaf,"
"Kenapa lama sekali kembali nya ma, pa?" Tanya Tari kepada mama papa nya
__ADS_1
"Emmm kami tadi sehabis sholat langsung makan di luar jadi nya lama deh," jelas mama kepada Tari
"OOO jadi gitu." Tari mengganggu anggukkan kepalanya tanda mengerti
"Ini kak buah buahan buat kakak." Tiara menyerahkan buah buah yang ada di tangan nya
"Makasih Tiara." Ucap Tari sambil mengambil buah buahan di tangan Tiara
"Sama-sama," Tiara tersenyum
"Dimana ibu dan ayah ku ma, pa?" Tanya Ali yang melihat ke dua orang tua nya tak ada
"Mereka bilang mau pulang duluan ke rumah kalian, jadi pas kalian pulang nanti bisa langsung istirahat," jelas mama Tari kepada Ali
"Oo iya iya,"
"Mama, papa ayok katanya mau beliin Tiara boneka yang ada di toko tadi ayo ma,pa." Tiara merengek sambil menarik tangan kedua orang tua nya
"Papa belum punya uang tunai semua uang ada di rekening ini(melihatkan rekening nya), jadi kita nanti ngambil uang dulu ya," papa Tari membujuk Tiara
"Emm gak mau," Tiara menangis
"Eh gak usa nangis, ni kakak kasih uang buat beli boneka tapi janji jangan nangis lagi ya!" Ali membujuk Tiara sambil memberikan uang yang telah iya siapkan di tangan nya
"Emmm iya." Tiara menghapus air mata nya dan langsung mengambil uang yang berada di tangan Ali
"Ayo ma pa kita beli boneka." Tiara langsung menarik mama papa nya keluar dari ruangan rawat
"Iya iya ayok, Tari Ali mama papa keluar bentar ya," teriak mama Tari dari kejauhan
Ali dan Tari hanya bisa tertawa melihat tingkah Tiara dan ke dua orang tua nya
Kring...kring(suara ponsel)
__ADS_1