Si Cuek Milik Si Tampan

Si Cuek Milik Si Tampan
...


__ADS_3

"emmm i...iya mas udah," jawab Tari dengan badan yang gemeteran dan gugup


"Yaudah kalo gitu, ayo kita ke mushola," Ajak Ali kepada Tari


Tari hanya diam, iya mengikuti Ali dari belakang, karena dia belum tau betul ada apa saja di rumah ini, bahkan iya juga belum tau mushola di rumah ini. Ali dan Tari sudah sampai di mushola rumah nya, kemudian mereka sholat berjamaah di lanjutkan dengan sholawat, zikir dan juga membaca Al Qur'an bersama sama.


"Alhamdulillah udah selesai," Ali berbicara kepada Tari sambil melihat wajah nya


"Kenapa kau menangis sayang?" Tanya Ali heran karena melihat Tari dari keluar kamar hingga sesudah baca Al Qur'an meneteskan air matanya terus menerus, bahkan ketika membaca Al Qur'an Tari tak fokus sehingga banyak yang salah bacaan nya


"Emmm gak papa kok mas." Jawab Tari sambil menghapus air mata nya yang terus keluar


Ali yang melihatnya langsung memeluk Tari dengan erat, Tari pun terkejut dan tangisan pun semakin kencang


"Ada apa sayang? Kalo punya masalah cerita jangan di pendam sendiri." Tanya Ali sambil memeluk Tari dengan erat


"A .... Apa mas Ali di kamar tadi melihat a..aurat ku?" Tari bertanya dengan gugup


"Apa?" Pertanyaan itu membuat Ali terkejut


"Sepertinya Tari belum terbiasa dengan ku, bahkan iya sangat takut aurat nya di lihat oleh ku, padahal Tadi aku hanya melihatnya tanpa mengunakan hijab, tapi hal itu membuatnya sesedih ini," Ali bicara dalam hati


"Maafin mas ya, karena tadi masuk gak ketuk pintu dulu, udah ya jangan nangis lagi, kamu gak perlu merasa bersalah kok, mas yang salah jadi maafin mas ya?" Jelas Ali yang masih memeluk Tari


"Mas, maaf ya kalo aku sedikit aneh dan maaf waktu mas keluar dari kamar mandi tadi aku memukulin mas," jelas Tari yang masih menangis dalam pelukan Ali


"Udah ya jangan nangis lagi, mas gak papa kok," Ali menenangkan Tari


"Sayang, mas janji---"kata kata Ali terpotong kerena Tari mendorong nya yang membuat pelukan Ali terlepas

__ADS_1


"Udah aku bilang aku benci janji, janji itu mudah di ucapkan tapi tak mudah di lakukan, kalo mas mau janji gak usa di sebutin ke aku, lakukan saja paham!" Jelas Tari kepada Ali yang sedikit menjauh darinya


"Sepertinya Tari benar benar benci dengan kata kata janji dan kata kata manis, apa yang membuat mu begitu benci dengan janji Tari?" Tanya Ali di dalam hati sambil melihat Tari yang membereskan alat sholat nya


"Sayang mau kemana?" Tanya Ali yang melihat Tari keluar mushola


Tari tak menjawab satu kata pun, Tari pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, selesai masak iya mencari Ali dan mengajak nya untuk makan


"Maaf mas aku cuman masak ini." Tari menyodorkan dan memberikan Ali sayur yang telah iya masak


"Iya gak papa, ini juga udah Alhamdulillah banget." Jawab Ali sambil memakan makanan nya


"Emmm mas?"


"Ada apa?"tanya Ali


"Besok aku mau ke panti,"


"Aku gak mintak persetujuan sama kamu mas, aku cuma mau bilang aja, nanti kalo gak bilang kamu nyariin aku lagi," jelas Tari karena sedikit kesal dengan Ali


"Emmm....Baiklah aku izinin tapi ada syaratnya," jawab Ali yang melihat raut wajah Tari yang kesal


"Apa syaratnya?" Tanya Tari


"Ke panti nya sama aku," jawab Ali sambil tersenyum kepada Tari


"Terserah,"


Ali dan Tari selesai makan, kemudian mereka membereskan nya.

__ADS_1


***NEXT UDAH SHOLAT MAGRIB DAN ISYA***


"Haruskah aku tidur satu ranjang dengan mas Ali?" Tanya Tari dalam hati sambil melihat tempat tidurnya


"Ada apa sayang? Kenapa belum tidur?" Tanya Ali yang melihat ke arah Tari


"Emm Ki....kita satu ranjang mas?" Tanya Tari gugup


"Iya, udah tenang aja aku gak bakal menyentuh dan ngapain ngapain kamu kok." Jelas Ali


Tari kemudian pergi ke tempat tidur, Tari membatasi tempat tidurnya dengan Ali mengunakan bantal guling, Ali yang melihatnya tersenyum dan tertawa


"Kamu lagi ngapain sih sayang?" Tanya Ali sambil tertawa melihat tingkah Tari


"Mas, inget ya jangan lewatin batas ini, paham." Jelas Tari sambil membaringkan tubuhnya dikasur dan langsung menyelimuti tubuh nya


"Baik bos," ejek Ali sambil tertawa


"Jangan lupa doa sebelum tidur." Ali berbicara sambil membaringkan tubuhnya di dekat Tari


"Iya." Jawab Tari sambil menutup mata


Ali dan Tari tertidur dengan keadaan di tengah tengah mereka bantal guling.


Jam 01.30 Tari terbangun kerena iya merasakan ada yang memeluk nya dari belakang


"Ta ... Tangan siapa ini?" Tanya Tari sambil melihat tangan besar yang sudah melingkar di pinggang dan perut nya


Tari melihat kebelakang dan ternyata yang memeluk nya adalah suaminya yaitu Ali

__ADS_1


"Mas Ali apa-apaan sih, katanya gak bakal lewatin batas, ini kok batasnya udah jatuh ke bawah semua," tanya Tari sambil menatap Ali


Tari berusaha memindahkan tangan besar itu dari tubuhnya, tapi tak bisa semakin iya berusaha memindahkan nya maka semakin erat juga Ali memeluk tu


__ADS_2