
"Kakak gak punya nomor hp nya, oh ya apa kamu hapal nomor hp kakak kamu?" Menghadap ke Tiara dan berharap Tiara hapal
"Iya kak, Tiara hapal"
"Alhamdulillah, berapa nomor nya" langsung bersiap untuk mencatat nomor hp Tari di hp nya
"0815 **** ****" menyebutkan nomor hp nya satu persatu
David langsung menelpon hp Tari. Ali yang sibuk mencari Tari tiba-tiba berhenti sejenak ketika mendengar suara hp Tari berbunyi
Kring .... Kring (suara hp Tari)
"Nomor tidak di kenal? Nomor siapa ini? Apa jangan jangan ini Tari?" Langsung mengangkat
"Hallo assalamualaikum Tari, kamu dimana? Kamu gak papa kan?" Ali yang sangat bersemangat dan senang
"Waalaikumsalam Ali ini aku David, cepat ke gudang di ujung kota sekarang!" Tariak David dari dalam hp yang panik
"Ada apa dengan Tari?" Seketika raut wajah yang senang dan semangat kini menjadi raut wajah yang panik dan cemas
"Tari-----" terkejut kerena Tiara langsung mengambil hp yang di genggaman nya
"Kakak Ali selamatkan kakak Tari" menangis
"Kakak Tari di dalam gudang di ujung kota, dia tadi di tembak oleh kak Siska, cepat selamat kan kakak Tari" menangis dan berteriak
"Iya kakak janji bakal nyelamatin kakak kamu?" Menenangkan Tiara
"Udah dulu ya kakak harus kesana, oh ya kalian berdua di mana?" Tanya Ali dalam ke adaan cemas
__ADS_1
"Aku sama kakak David lagi di dalam taksi mau ke rumah sakit 24 jam" tersedu sedu
"Ya udah nanti kakak nyusul kalian ya? Kakak tutup dulu telpon nya assalamualaikum" langsung menutup telpon nya tanpa menunggu jawaban
Ali langsung bergegas pergi mengunakan mobil nya, di tengah jalan iya menelpon Askar untuk membawa anak buah nya beserta polisi ke lokasi yang sudah iya kirim kan, dan Ali menyuruh Askar untuk mengepung gudang di ujung kota supaya Siska dan teman teman nya tidak bisa kabur.
"Sudah cukup main-main nya! Aku mau menghabisi dia sekarang! Aku muak melihat wajah nya yang sok suci ini" beranjak dari tempat duduk nya sambil memegang pistol di tangan nya
Tari yang sudah lemas tidak bisa lagi melawan di tambah tangan nya yang diikat dan tubuh nya yang di siksa serta bagian perut,tangan dan pipinya yang berdarah
"Hari ini adalah hari terakhir mu hidup, mati lah kau sekarang Tari!!" Teriak Siska sambil menodongkan pistol ke kepala tari
"Lepaskan Tari sekarang!" Ali yang tiba tiba datang sambil mendobrak pintu
"Dia akan mati di tangan ku hahaha" tertawa sambil menodongkan pistol di kepala Tari
Dor .... Dor (suara tembakan pistol)
"Maaf pak aku terpaksa melumpuhkan dia" Askar yang meminta maaf kepada Ali sambil menunduk kepala nya
"Gak papa makasih"
"Tangkap mereka sekarang!" Askar menyuruh para polisi menangkap para penjahat,Siska dan juga teman teman nya
Ali yang melihat Tari sudah lemas tak berdaya, iya langsung menghampiri nya
"Tari bertahan lah aku akan membawa mu kerumah sakit!" meneteskan air mata sambil menggendong Tari
"A ..... Ali" pingsan
__ADS_1
Ali dengan cepat kerumah sakit terdekat yaitu rumah sakit 24 jam, sesampainya di rumah sakit, Tari langsung di bawa keruang operasi
"Kakak Ali, apa kakak Tari baik-baik saja?" Tanya Tiara yang menghampiri Ali
Ali hanya diam sambil meneteskan air mata, iya duduk di bangku depan ruangan operasi, Tak beberapa lama kemudian keluarga Tari dan keluarga Ali datang
"Apa yang terjadi Ali?" Tanya mama Ali yang menggoyang kan tubuh Ali yang berlumur darah
"Mama" teriak Tiara yang memeluk mama nya
"Apa yang terjadi sama kakak kamu sayang?" Menghapus air mata Tiara
Tiara menceritakan semuanya, semua keluarga terkejut dan mama Tari langsung pingsan.
"Biar aku yang urus ibu Dewi, kalian tunggu di sini aja!" mama Ali menawarkan diri untuk mengurus mama Tari
"Apa yang terjadi Li? Kenapa ini bisa terjadi? Kau sudah berjanji dengan ku Li akan menjaga anak ku dengan baik, Tapi kenapa belum sampai satu hari dia sudah terluka para begini?" Papa Tari yang marah kepada Ali
"Maafin Ali pa gak bisa jagain Tari dengan baik" Meneteskan air mata
"Kalo terjadi apa-apa dengan Tari aku tidak akan memaafkan mu" ancam papa tari yang tak sadar dengan ucapannya kerena terbawa emosi
Papa Ali yang mendengar anak nya di ancam tak terima, sehingga terjadi pertengkaran adu mulut antar papa Ali dan papa tari.
"Pa, om udah jangan ribut disini, ini rumah sakit, lagian di sini gak ada yang benar, kita semua salah disini" David yang memisahkan mereka berdua bertengkar
Ali hanya terdiam sambil melamun, iya tak menyangka bahwa ini akan terjadi di hari pernikahan nya.
"Aku tidak akan memaafkan diriku jika terjadi sesuatu dengan mu Tari" bicara dalam hati sambil menangis
__ADS_1
"Udah li ngak usah nangis, ini semua gak bakal nyelesaikan masalah, mending kita sholat dan berdoa aja di mushola rumah sakit ini, kebetulan bentar lagi masuk waktu ashar" David yang menenangkan Ali