Si Cuek Milik Si Tampan

Si Cuek Milik Si Tampan
...


__ADS_3

kring ..... Kring(suara ponsel)


"Suara hp siapa itu?" Tanya Tari sambil mencari sumber suara


"Kayanya suara hp kamu."jawab Ali sambil mengeluarkan hp Tari dari dalam tas


"Ni." Ali memberikan hpnya Tari


Baru saja Tari ingin mengambil hp nya dari tangan Ali, tiba-tiba Ali membalikan badan nya sambil mengecek hp Tari


"Mas, kamu apa apa sih, sini hp ku!" Tari sedikit kesal kepada Ali


"Bentar siapa sih yang berani berani nelpon istri ku." Ali mengecek hp Tari


"Oooo." Ali membulatkan mulutnya sambil memberikan hpnya Tari


"Siapa?" Tanya Tari sambil mengambil hp nya di tangan Ali


"Gak tau,"


"iii gak tau baca apa, ni jelas jelas udah ada nama nya, Zahra." Tari menunjuk layar ponsel nya yang berdering


"Hallo Assalamualaikum Tari," suara Zahra yang terdengar dari hp


"Waalaikumsalam ada apa Zahra?" Tanya Tari heran karena mendengar suara tangisan dari dalam hp nya


"Kenapa kamu gak ngasih kabar kalo kamu di rawat di rumah sakit? Kenapa hah? Apa kah kamu tak menganggap diriku teman baik mu lagi?" Tanya Zahra sambil menangis cekukan


"Hey tenang lah aku baik-baik saja, hari ini aku pulang kok jadi gak usa cemas ya," Tari menenangkan Zahra


"Baik-baik saja bagaimana, aku melihat berita bahwa kamu di tembak dan di siksa oleh Siska dan teman teman nya," Zahra sedikit kesal dan marah kepada Tari


"Hah berita?" Tari terkejut


"Iya. oh ya, nanti aku ke sana buat jenguk in kamu,"

__ADS_1


"Gak usa!" Jawab Tari


"Kenapa?" Zahra terkejut mendengar jawaban Tari


"Nanti sore aku mau pulang jadi nanti gak usa kesini, oh ya kemungkinan besok aku udah masuk ker---" tiba-tiba Ali mengambil hp Tari dari tangan nya


"Halo Tari, halo" Zahra cemas karena tidak mendengar suara Tari lagi


"Halo zahra, saya Ali dermawan suami nya Tari, oh ya besok atau satu Minggu lagi kemungkinan Tari gak bisa masuk jadi kamu urus semua pekerjaan kantor ya nanti saya gaji 3× lipat, udh ya Assalamualaikum," Ali langsung menutup telpon nya


"Mas apa-apa sih," Tari kesal karena ulah Ali


"Ini demi keselamatan dan kesehatan kamu, jadi gak usa ngeyel," jelas Ali kepada Tari


"Tapi mas---"


"Udah nurut aja aku ini suami kamu," Ali sedikit meninggikan nada suaranya yang membuat Tari terkejut dan terdiam


Ali yang melihat wajah tari yang tertunduk dan terdiam kini iya merasa bersalah, lalu Ali memeluk Tari dari samping


Tari hanya Terdiam tak menjawab, sedangkan Ali merasa sangat bersalah karena telah meninggikan nada suaranya nya


***DI RUMAH ZAHRA***


" Hah? Apa? 3× lipat? Untung banyak, eh tapi gak bisa lihat Tari selama satu minggu, tapi gak papa lah nanti juga ketemu hehehe" Zahra tertawa bahagia


"Wihh bisa traktir ibu dong," celetus ibu Zahra dari belakang Zahra


"Iya bu, doain aja Zahra bisa ngurus semua urusan kantor,"


"Iya zah, doa ibu selalu merestui mu nak." Ibu Zahra memeluk anak nya itu


"Bu, Zahra janji bakal membahagiakan ibu, maaf selama kepergian ayah Zahra tak pernah membahagiakan mu." Zahra memeluk ibu nya sambil menangis


"Zah, ingat ya selama kamu berada di samping ibu, ibu bakal senang kok." Ibu Zahra melepaskan pelukannya, kemudian langsung menatap wajah anak nya dan mencium nya

__ADS_1


Zahra hanya mengangguk, dan Zahra kembali memeluk ibunya.


***DI RUMAH SAKIT***


"Kak lihat boneka milik ku." Tiara melihatkan boneka milik nya


Tari hanya tersenyum, Ali yang melihat tingkah kini semakin merasa bersalah


"Kakak kenapa diam saja? Kak apakah boneka ku cantik?" Tanya Tiara kepada Tari yang masih Terdiam dalam senyum nya


"Iya boneka nya cantik," Tari menjawab sambil Tersenyum


"Kayak siapa?" Tiara membulatkan mata nya ke arah tari sambil memeluk boneka milik nya


"Kayak kamu." Tari mencubit hidung adik nya itu


"Aduh sakit kak." Tiara mengeluh sambil memegangi hidungnya yang merah


"Hehehe maaf ya," Tari tersenyum kepada Tiara


Tiara hanya mengangguk, sedangkan Ali selalu menatap Tari dengan perasaan bersalah


"Tari kapan aku bisa melihat senyummu begitu tulus kepada ku? Aku menginginkan senyum itu juga, Tari maafin atas tindakan ku tadi, aku hanya cemas terhadap mu, aku takut kau kenapa-kenapa, jadi maaf jika aku sedikit membentak mu tadi, Tari aku sangat mencintaimu dan menyayangi mu, aku takut kau terluka lagi," Ali bicara di dalam hati sambil menatap Tari dari kejauhan


"Li, kamu kenapa?" Tanya papa Tari yang memperhatikan Ali dari tadi


"Gak papa kok pa," Ali tersenyum


"Oh.... Ni buah makanan lah!" Papa Tari memberikan buah apel kepada Ali dan papa Tari langsung duduk di samping Tari


"Emmm Terima kasih pa." Ali mengambil buah apel itu dan langsung memakan nya


***JAM 14.50***


"Ali, Bawak Tari ke mobil sekarang!" Pinta mama Tari kepada Ali

__ADS_1


"Tapi barang-barang ini ma." Ali menunjuk dan mengangkat barang barang yang telah mereka bereskan tadi siang


__ADS_2