
"Undangan pernikahan,kuharap kamu datang"memalingkan wajah dari David dan menahan air mata supaya tak jatuh
"Apa undangan pernikahan?tidak mungkin,kukira tari berbohong,kukira Ali di bayar supaya berpura pura menjadi calon suaminya tari,tapi...tapi..."berbicara dalam hati dan terdiam
"Oh ya David jgn lupa ya ajak kedua orang tuamu juga"pinta mama tari karena sudah lama tak bertemu dengan kedua orang tua David
"iii...ii..iya ma"jawab David terbata bata
"Di mana papa tari ma?"lanjut David mengalihkan pembicaraan sambil menahan hatinya yg sakit
"Ada di kamar,tari tolong panggilin dulu papa mu!"pinta mama tari
"Iya ma"beranjak dari sopa dan langsung pergi menuju ke kamar
Lima menit kemudian tari kembali lagi keruang tamu dan di belakang tari ada papa tari,papa tari adalah orang yg pendiam tapi entah kenapa jika di dekat David papa tari tak berhenti berbicara,satu jam berlalu mama tari dan juga tari hanya mendengar pembicaraan papa tari dengan David tapi setelah itu David berpamitan pulang
"Ma,pa David pulang dulu ya"mencium telapak tangan kedua orang tua tari
"Iya jangan lupa ya Minggu depan datang di acara pernikahan tari"pinta papa kepada David yg hampir melupakan undangan tari
"Eh..emmm..iya pa,tari aku pulang dulu ya assalamualaikum"David berpamitan kepada tari dari luar rumah sedangkan tari berada di dalam rumah
"Waalaikumsalam"jawab kompak keluarga tari
__ADS_1
David berjalan pulang sambil melihat undangan dari tari,iya masih tak percaya bahwa tari bakal menikah
"Tari Minggu depan menikah?gak gak gak mungkin!ini salah mu kenapa waktu 10 th yg lalu bisa kehilangan hp,andai 10 th yg lalu aku tak kehilangan hp ku pasti aku tak bakal lost kontak dengan tari,dan pasti yg menikah dengan tari Minggu depan adalah aku bukan Ali"berbicara sendiri dan tak sadar iya meneteskan air mata
***KEESOKAN HARINYA***
"ma pa tari berangkat kerja dulu ya assalamualaikum"berpamitan dengan kedua orang tuanya dan sambil membawa undangan pernikahan nya
"Waalaikumsalam iya hati hati di jalan ya"
Tari bergegas menuju kekantor nya ketika hampir sampai tari bertemu dengan Zahra dan langsung saja dia memberikan undangan nya kepada Zahra
"Ini undangan pernikahan kamu tar?"tanya Zahra sambil membuka dan membolak balik undangan dari tari
"Iya ini masih banyak nanti bantuin aku ngasih ke teman teman kita ya"pinta tari sambil menyodorkan sebagian undangan nya ke Zahra
Mereka berdua berjalan bersama sama dan akhirnya pun mereka sampai tari langsung membagikan undangan pernikahan kepada teman teman yg sudah datang sedang kan Zahra masih melihat nama nama di kartu undangan tari, sampai sampai ada satu nama yg membuat Zahra terkejut
"Tar?serius kamu mau mengundang Siska?apa jangan jangan kamu mengundang dua teman nya juga"mencari nama teman teman Siska
"Iya,memangnya kenapa?"tanya tari sambil duduk didekat Zahra
"Kamu gila ya tar? masih mau aja mengundang orang orang yang selalu memaki maki kamu,yang selalu menghina kamu,kalo kamu di hina lagi gimana?kalo dia membuang undangan kamu gimana?"menatap wajah tari dengan muka yg sedikit emosi
__ADS_1
"Gak boleh gitu,dia juga temen aku jadi aku harus mengundang nya,sejahat jahatnya orang aku yakin dia masih punya sifat baik nya"jelas tari sambil merapikan jilbab yg di pakai Zahra
"Kamu terlalu baik tar,kamu tak ada dendam sedikit pun kepada mereka aku bangga jadi temen kamu"memeluk tari
Tak beberapa lama Siska dan dua teman nya datang,lalu Zahra langsung memberikan undangan pernikahan tari
"Ini buat kamu sis,tari berharap kamu datang"memberiku kartu undangan tari dan langsung pergi
Siska dan teman teman nya tertawa melihat undangan tari tapi belum sempat membukanya, mereka langsung menemui tari
"Eh gadis gendut"pangil Siska
"Gak nyangka ya ada juga orang yg mau sama kamu,udh jelek gendut sok suci lagi"tertawa terbahak bahak
"Eh Siska jaga bicara kamu!!masih mending di undang dari pada engak?"teriak Zahra dari belakang Siska
"Wihhh ada temen nya nih,gak papa kok gak di undang belum tentu juga saya mau datang,lagian siapa sih yg mau sama si gendut yg jelek dan cuek ini,coba kulihat dulu laki laki mana yg mau sama cewek yg jelek gendut dan cuek ini"sambil membuka kartu undangan pernikahan tari
"iiii ni orang di diemin kok melunjak ya"celetus Zahra yang udah ada di samping tari
Zahra dan tari sudah menahan emosinya dari tadi,tapi sepertinya Zahra sudah tidak bisa menahannya,ketika Zahra ingin maju untuk menghadapi dan berniat untuk menampar siska tari menahan dan melarangnya
"Udh biarin aja,selama dia masih belum keluar batas dia aman"menahan Zahra biar gak ngambil tindakan gegabah
__ADS_1
"iii kalo bukan karena kamu yg melarang udh ku tonjok di orang"Zahra kesal karena di tahan
Siska membaca dengan teliti dan dia terkejut ketika membaca nama Ali dermawan anak dari ayahanda Herman dermawan dan ibunda endang