
Viona masuk dan melempar tasnya ke atas sofa, disana sudah ada axel yang sedang duduk membaca buku, menoleh ke arah viona yang menjatuhkan tubuh nya ke atas sofa.
" udah jam berapa sekarang, kan udah gue bilang jangan sampai telat, lo udah buang waktu gue selama satu jam! " ucap axel, sambil melempar buku ke atas meja, viona menatap axel kesal.
" terbuang? bukannya mama gue udah ngebayar lo! apa gaji lo kurang? " tanya viona kesal, axel menatap viona tajam.
"usia lo udah berapa? 17, 18? apa selama itu juga lo gak pernah gak pernah ngehargai orang lain? " tanya axel marah, pintu dibuka, andrew muncul di balik pintu dan menatap ke arah axel yang terlihat familiar.
" hey kak axel! " tanya andrew sambil menghampiri mereka.
" kamu anak SMUN 1 kan, " tanya axel.
" kenapa kak axel ada disini? " tanya andrew.
" guru privat cewek ini nih. " tunjuk axel kesal kearah viona,
" hey.. berhenti nunjukin gue kayak gitu! " ucap viona kesal, andrew tersenyum.
" cepat ganti baju lo! gue gak mau buang buang waktu lagi" ucap axel ketus.
Axel menjelaskan secara terperinci dan mudah dipahami oleh viona, soal soal yang diberikan bu maya dikerjakan dengan baik. viona sempat mengalami kesulitan dan andrew dengan sigap membantu.
" uh,, capeknya, kalo soal soal ini salah semua, kalian gue kerjain besok. " ancam viona. jam sudah menunjukkan pukul 04.15.
"aku pulang dulu ya! aku ada kerjaan" ucap andrew, membereskan buku buku dan pamit pulang.
" kapan lo berhenti jadi guru privat gue? " tanya viona.
" berhenti? gue baru ngajarin lo 2 hari udah lo tanya berhenti! " ucap axel.
" kenapa emang nya, gue itu udah muak sama guru guru privat yang mama kirim kerumah, secara gue itu gak suka sama yang namanya belajar, karna yang gue suka itu cuma menjadi seniman. " jelas viona, axel tersenyum.
" jadi seniman juga butuh belajar, butuh matematika, kalo lo gak dapat nilai bagus sekolah kejuruan juga gak akan nerima cewek bodoh dan nakal kayak lo" balas axel, viona mencibir.
" gimana kalo lo gue bayarin tiap bulan, tapi lo gak usah jadi guru privat gue lagi, dan lo lagi butuh uang kan, secara gak mungkinkan lo kerja dari pagi sampe malem
" ucap viona.
"maaf gue kerja karna gue gak mau waktu gue kebuang sia sia, jadi aku harus permisi karna jam mengajar gue udah selesai. " ucap axel dia pun pergi.
"dasar orang miskin belagu, dia pikir dia siapa, awas aja besok, gue yakin lo gak akan betah lebih dari seminggu disini! " ucap viona yakin, dia bertekat untuk membuat axel pergi dengan sendirinya, viona bangkit dari duduk nya dan masuk kekamar nya dia berjalan menuju meja belajar banyak alat tulisnya yang berserakan di mana mana, dia duduk disana dan membuka latihan yang dikerjakannya tadi tiba tiba pikiran nya terlintas saat dia hampir kecelakaan tadi.
__ADS_1
" karna gue suka sama lo" ucapan andrew tergiang jelas dipikirannya dan ciuman pertama nya juga bersama andrew.
"ah.. ngapain sih gue mikirin cowok, gue harus capain cita cita gue dulu, gue harus buktiin kalo gue bisa jadi pelukia profesional." tekat viona, dia tidak akan jatuh cinta sebelum jadi pelukis hebat, viona pun tertidur diatas meja belajarnya..
Viona berjalan dikoridor sambil mendengar musik dari earphone nya, andrew menarik sebelah earphone nya viona membuat viona berdecak kesal.
" apaan sih lo" ucap viona kesal.
" hari minggu ini aku gak ada kerjaan, gimana kalo kita pergi jalan jalan " ajak andrew.
"berlagak ngajakin jalan, udah punya cukup uang. " ucap viona, andrew terdiam lama.
"sebenarnya bukan jalan jalan, tapi berkunjung ke suatu tempat, anggap aja itu ucapan terimakasih lo karna gue udah bantuin lo kemaren. " jelas andrew, viona berdecak kesal.
" jahat banget sih lo?, besok besok kalo gak ikhlas gak usah bantuin" ucap viona ketus, andrew tersenyum.
" besok gue jemput lo pakek motor gue ya! " ucap andrew.
" hey besok bukan hari minggu, gue gak mau lo jemput" teriak viona, andrew pun berlalu dia tau viona sangat tidak suka soal hutang budi dan andrew juga tau viona sangat tidak suka naik motor dan panas panasan.
Bu maya masuk matanya mencari sosok yang tak pernah dia lihat saat pertama kali masuk keruang kelas.
" viona apa itu kamu? " tanya bu maya, viona yang sibuk dengan ponsel nya pun menoleh, viona tersenyum.
"ramah banget pagi ini tulas lo udah lo selesai in belum" sindir alexa, viona mengepalkan tangan nya.
" oh iya saya hampir lupa, kumpulkan tugas kamu viona. " ucap bu maya, alexa tersenyum senang, viona bangkit dan mengambil buku tugasnya, bu maya tersenyum melihat buku tugasnya viona.
" kamu belajar sama siapa viona, jawaban kamu benar semua. " puji bu maya.
" di bantu sama andrew bu, dia yang ajari saya" jelas viona, rahang alexa mengeras, dia selalu kalah saing sama viona.
" bagus, besok besok lebih banyak belajar lagi" ucap bu maya, viona tersenyum bangga, pelajaran berjalan dengan lancar hingga jam istirahat, viona berjalan bersama talita dikoridor menuju kantin tapi ditabrak oleh Alexa.
"heh lo jalan pakek mata gak sih!" tanya viona marah.
" ya seperti yang lo liat, gue sengaja gak pakek mata buat nyenggol lo" ucap alexa tersenyum sinis.
" anjirr.. lo pikir lo siapa! beraninya lo nyenggol gue! " ucap viona marah.
" gue memang bukan siapa-siapa, tapi mungkin sebentar lagi aku akan jadi apa yang gak pernah kamu suka! "ucap alexa dan berlalu pergi.
__ADS_1
" apa maksud dia vi? " tanya talita.
"mana gue tau, dasar orang aneh" ucap viona.
Viona dan andrew berencana pulang bersama karna morornya andrew bannya kempes, saat menuju parkiran mata viona menatap sosok yang familiar dimatanya, wajah viona berbinar saat tau itu siapa, viona berjalan cepat menghampiri sosok itu.
" ziddan..!? " teriak viona dan memeluk ziddan sesaat.
" gue kangen sama lo, makanya gue kesini, kata talita lo gak bisa sering ke basecamp karna lo harus pulang dan belajar, jadi gue jemput lo ke sekolah, gue udah nungguin lo setengah jam tau, " jelas ziddan, sambil mencubit hidung viona.
" au.. sakit anjir.! " rutuk viona, lalu dia menatap kearah andrew yang berdiri agak jauh dari mereka, andrew menghampiri mereka,
"zid, kenalin ini andrew teman kelas aku" ucap viona, andrew bersalaman dengan ziddan dan saling tersenyum.
"ayo vi kita pergi! " ajak ziddan menarik tangan viona,
" ziddan, aku udah ada janji sama andrew, kita akan pulang bareng" ucap viona, ziddan menatap ke arah andrew.
" gue udah datang kesini spesial buat jalan sama viona, jadi lo sebagai temanya viona kan bisa dong maklum, viona akan bareng sama gue" ucap ziddan,
" iya.. dre, lo bisa pulang pakek mobil gue, " ucap viona sambil melemparkan kunci mobil kearah andrew lalu dia masuk kedalam mobilnya ziddan, andrew tersenyum kecut.
" gue gak punya kesempatan banyak vi.! " ucap andrew, alexa mengejutkan andrew.
" kenapa disini ayo pulang bareng! " ajak alexa sambil menarik tangan andrew.
" lo gak di jemput sama supir lo? " tanya andrew.
"supir gue ada tugas dadakan, aku bolehkan nebeng sama kamu! " pinta alexa, andrew tak menjawab dan langsung menuju parkiran mobil.
"kalo lo diam berarti gue anggap jawabannya iya" ucap alexa dia mengekor andrew di belakang.
Alexa menaiki mobil viona pertama kali dia terlihat sangat norak karna baru pertama kali naik mobil mewah dia asik berfose ria dia membuka semua jok mobilnya viona.
"berhenti menggeledah mobil orang, lo kayak gak pernah naik mobil aja, bukannya lo punya mobil juga? " tanya andrew, alexa terlihat canggung.
"eumm, gue penasaran aja, apa isi dari mobilnya viona" ucap alexa sekenanya, suasana menjadi sunyi hingga didepan gang elite, mobil yang dikendarai andrew berhenti.
" rumah lo yang mana?, biar gue antar sampai depan! " ucap andrew melihat deretan rumah mini malis.
"gak usah, rumah gue udah deket kok, makasih ya dre atas tumpangannya " ucap alexa segera turun, andrew cuma tersenyum kecil dan menjalankan mobil menjauh dari alexa berdiri, alexa berjalan melewati perumahan elite, alexa dikenal sebagai orang yang berada karna barang dan pakaian yang dia pakai semua diatas pemakaian orang miskin pada umumnya.
__ADS_1
....
see you 😘😘😘❤