
Setelah kekalahan viona saat balapan dengan lori, viona lebih sering di rumah sambil menggambar, mbak lia selalu menemani viona saat viona dalam kesusahan atau sedang senang hingga ujian semester ganjil tiba viona bahkan tidak mengulang pelajaran, viona masa bodo dengan semua itu walaupun nilainya hancur semua.
viona sedang berjalan di koridor sekolah sendirian dia merasa ada yang sedang mengikutinya ketika dia berbalik andrew mengejutkan nya.
" sialan lo, "rutuk viona kesal.
"sorry deh. nih surat dari bu maya, katanya buat mama lo. " jelas andrew sambil memberi sebuah amplop.
"thanks ya! " ucap viona kepada andrew teman sekaligus ketua kelasnya yang paling bertanggungjawab, andrew pun berlalu, tiba tiba alexa muncul entah dari mana dan menarik amplop dari tangan viona.
" ya ampun kok cuma lo sih yang dapat amplop kok anak anak yang lain gak dapat, oh gue lupa mama lo kan orang kaya sibuk jadi harus di kasih undangan dulu baru mau dateng. "ejek alexa, viona menggertak giginya kesal.
" heh.. kalo lo iri gak usah kayak gitu juga kali,"
balas viona tidak Terima.
" iri sama lo! no way.! liat lo, palingan mama lo akan di permaluin kalo dateng" ejek alexa lagi, viona mengepalkan tangan nya marah. alexa tersenyum sinis.
"lo liat ya besok mama gue pasti datang. " ucap viona kesal
"kita liat aja besok! " tantang alexa. dia pergi berlalu. viona pulang kerumah dengan keadaan marah marah.
" mbak lia!" panggil viona.
"iya non..! " saut mbak lia di belakang lalu berlari menghampiri viona.
"mama kapan pulang.? " tanya viona.
"kira kira jam 10- 11 malam non, bahkan ada yang lebih telat lagi. " jelas mbak lia. viona berencana menunggu mama pulang tapi dia tertidur disofa ruang tamu hingga mama pulang. mama membangunkan viona agar tidur di kamar nya.
"viona! viona bangun ayo tidur kekamar disini banyak nyamuk! " ucap mama menepuk pipi viona, viona bergeliat dan membuka mata nya.
__ADS_1
"mama udah pulang.? " ucap viona, lalu meraih amplop yang diberi oleh andrew tadi siang dan diserahkan kepada Mama.
"viona mau mama yang ambil rapor viona besok" ucap viona ketus dan berlalu ke kamar, mama menghela nafas panjang karna capark.
...
Viona berjalan di koridor bersama andrew, talita, sultan dan rania. mereka asyik membicarakan tentang acara ngumpul bareng nanti malam diclup untuk merayakan kemenangan setelah ujian.
"ta!. lo gimana ikutkan, sekalian aja ajakin si lori, bisa tambah seru kalo nambah rame" ucap rania
"gue sih ikut ikut aja, tapi tanyain dulu si andrew ikut apa kayak biasanya kan dia anti sama acara kayak gini. " ketus talita, semua melirik ke arah andrew yang jadi salting.
"heh...!? ngapain liatin gue hah.. bikin gue grogi aje" ucap andrew.
" ih banci banget sih lo jadi cowok! "sultan memukul kepala andrew.
" au..! sakit anjirr, lo pikir kepala gue bola main mukul aja!. " rutuk andrew,
" jadi gimana? lo ikut gak. "tanya talita.
" liatin apa sih? " tanya andrew
"gak ada apa apa! " jawab viona tersenyum miring.
" jadi nanti malem kita ngumpul jam berapa? " tanya viona.
" jam 8 malem kita harus udah Staybay di tempat ok! " jawab rania.
" ok! " jawab yang lain beriringan. mereka pun berpisah di ujung lorong sultan dan rania berada di kelas IPS dan viona, talita, dan andrew di kelas IPA.
Viona berdiri di depan pintu kelas sambil melipat kedua tangan nya di dada, pandangan nya melihat wali murid yang sedari tadi sudah mulai berdatangan mengambil rapor putra putri mereka, tiba tiba alexa dateng sambil menabrak bahu viona keras hingga membuat viona sedikit mundur ke belakang, viona mengepalkan tangan nya dan mendorong alexa hingga mentok di dinding, itu membuat alexa meringis kesakitan.
__ADS_1
" heh, apaan sih lo dorong gue, " ucap alexa marah.
" lo apaan, gak bisa jalan dengan baik ya, atau lo memang gak punya mata main nabrak orang aja, lo sengaja kan" tanya viona mengejek.
" kalo gue sengaja emangnya kenapa, initu jalan umum, orang yang halangi jalan harus di singkirin. " ucap alexa penuh penekanan. viona ingin menonjok alexa tapi dia tahan. dia berjalan menuju bangkunya dan memainkan ponselnya. diikuti oleh alexa yang juga duduk di bangku nya dan sibuk bicara sama dera
" udah jam 9 aja nih, bentar lagi mama gue pasti datang, eummm kasian deh sama orang yang ngeharep mamanya datang eh malah mama sibuk, maklumlah ya namanya juga orang kaya kan gak punya waktu. " ucap alexa nyindir., viona menghela nafas, telinganya panas mendengar sindiran yang keluar dari mulut alexa jadi dia memutuskan untuk keluar dari kelas. mata viona menagkap soaok mama yang berjalan bersama Rania menuju ke arahnya, viona tersenyum.
"cepat! mama buru buru, sebentar lagi mama ada meeting sama klien. " ucap mama, viona memutar bola matanya.
"aku duluan ya.! " ucap viona pada rania.
"viona cepat! " ucap mama buru buru dia sudah duluan berjalan, viona membawa mama menghadap bu maya, tapi bu maya tak memperolehkan viona masuk. cukup lama viona menunggu hingga mama keluar wajah mama sang masam. mama tak memperdulikan viona dia langsung pergi, viona juga memutuskan pulang karna sekolah sudah mulai terlihat sepi, sesampainya di rumah mobil mama sudah terparkir rapi di bagasi.
" tumben mama gak kerja, tadi katanya buru buru. " ucap viona, saat viona masuk mama duduk sambil melipat kedua tangan nya di depan dada.
"viona!? " panggil mama, viona menghela nafas dan berjalan menghampiri mama di sofa.
"apa ini? ini yang kamu sebut raport, viona!? ngapain aja kamu ke sekolah, " tanya mama sambil melempar rapor viona ke atas meja.
"bu maya juga bilang kamu sering telat, ngebolos, langgar ini langgar itu, kamu mau jadi apa hah. " bentak mama marah.
" viona sengaja ma.! " ucap viona singkat,
" sengaja kamu bilang, kamu fikir sekolah buat main main, kamu fikir dunia akan berpihak sama kamu tiap hari! sadar viona, mama gak mau tau ya minggu depan kamu harus lee privat di rumah, " ucap mama viona melotot tak percaya.
"viona gak mau.!? " jawab viona ketus.
" gak ada alesan, kamu harus perbaiki nilai kamu viona, kamu udah mempermalukan mama di depan bu maya, pokoknya semester depan nilai kamu harus dapat 3,8, "ketus mama.
" viona gak mau les privat. " jawab viona lagi.
__ADS_1
" kalo kamu nolak , semua fasilitas akan mama cabut, " ancam mama, viona menggertak gigi nya kesal. viona menghentak kaki nya dan berjalan menuju kamarnya.
...