
30 menit setelah viona sampai dirumah, axel datang viona sudah merencanakan aksi nya untuk mengerjai axel, axel sudah menunggu di ruang tamu, viona keluar sambil tersenyum manis ke arah axel, axel menyerngit bingung.
" ada apa? " tanya axel bingung.
" gak ada apa apa " jawab viona.
" kenapa ini anak gak biasanya dia senyam senyum kayak gini beda banget. " batin axel, viona cuma tersenyum mbak lia datang membawa air minuman jeruk.
"mas axel ini minuman nya" ucap mbak lia sambil tersenyum ke arah axel.
" mbak lia, udah boleh balik lagi kedapur! di belakang masih banyak kerjaan" ucap viona.
"viona kenapa kamu cuma berdiri, ayo duduk dan buka buku pelajaran kamu,. " ucap axel ketus.
" sialan,!. dia ini orang apa robot sih tadi pagi baek sekarang ketus, liat aja sebentar lagi aku akan lo nyerah buat jadi guru privat gue" ucap viona dia berjalan mendekat, viona dengan sengaja menjatuhkan buku yang dibawa nya ke samping axel, axel pun memunguti buku viona dengan begitu viona dengan mudah menggunakan kesempatan untuk memasukkan obat pencuci perut ke minumannya axel.
"besok besok kalo jalan hati hati" ucap axel, viona memutar bola matanya.
"lo pikir gue gak hati hati. " balas viona kesal, viona pun duduk didepan axel.
"ayo minum, ayo minum! " batin viona. karna merasa haus axel meminum minumannya hampir separoh, dan meletakkan kembali gelas tersebut.
"yes..! rasain lo" batin viona lagi, tak lama kemudian axel merasakan perutnya bergejolak, wajahnya memerah.
" kamar mandi disebelah sana" tunjuk viona, dia menunjuk ke arah dapur disana ada kamar mandi, axel berlari kearah yang ditunjuk oleh viona. viona mengikuti dibelakang, mbak lia datang melihat viona tertawa lepas.
"ada apa non! kenapa non viona tertawa di depan kamar mandi? " tanya mbak lia, axel pun keluar dari kamar mandi, melihat ekspresi axel yang kesakitan viona pun tertawa lagi.
" jadi ini kerjaan...! " belum selesai axel bicara perutnya kembali bergejolak.
" hahaha.. mbak lia pastiin kalo dia baik baik aja ya, kalo perlu bawa dia kerumah sakit, aku mau ke kamar dulu, aku mau selesaiin karya karya hebatku!." ucap viona dia pun pergi menuju kamarnya.
Viona menatap hasil lukisannya yang telah selesai iya gambar terlihat jelas bahwa itu axel yang memakai kacamata.
" gimana ya lo sekarang udah baikankah lo" ucap viona dia menghela nafas,
"semoga aja lo gak mati karna obat yang gue kasih kadar dosis tinggi, kita liat aja besok.! " ucap viona sambil merebahkan tubuh nya keatas kasur dan tertidur.
Viona berangkat kesekolah seperti biasa, viona turun dari mobil matanya langsung menatap sosok yang berjalan kearah nya.
"vi..! " panggil andrew saat viona berpura-pura tak melihatnya.
" kenapa? " tanya viona ketus.
" lo marah sama kejadian kemaren? " tanya andrew.
" kejadian apa ya! oh ya!, hari minggu ini aku gak bisa temenin kamu sorry ya!" ucap viona dia berlalu pergi.
__ADS_1
" kenapa, apa karna lo tersinggung kemaren gara-gara gue suruh lo minta maaf ke alexa. " tanya andrew.
" bukan, aku ada orang penting yang harus gue temui dan aku gak mungkin ajak ku, orang ini terlalu spesial buat gue. " jelas viona, andrew bagai tersambar petir mendengar penuturan viona.
" lain kali gue pasti bakal balas jasa lo karna lo udah bantuin gue kemaren. " taway viona, andrew tersenyum senang, lalu viona pergi sambil tersenyum kearah andrew.
Viona duduk sambil memandangi papan tulis yang kosong pikiran nya melayang menuju kejadian dimana dia menuangkan obat pencuci perut ke minuman nya axel.
" viona!? "talita mengagetkan viona.
" ah..!?, anjirr.. kenapa lo muncul kayak hantu di pagi buta kayak gini sih " ucap viona kesal.
" ini udah mau siang kali, lo nya aja pagi pagi udah ngelamun!, ngelamunin siapa sih? "tanya talita sambil duduk disebelah viona.
" gak ngelamunin siapa siapa! " jawab viona.
trus lo mikirin apa mama lo!!" tanya talita lagi.
" cik.. jangan bahas mama deh"balas viona ketus, Tiba-tiba alexa masuk kedalam kelas, alexa menatap viona dengan tatapan sinis, viona menjulurkan kakinya alexa tersandung.
" a.. " pekik alexa, viona tersenyum puas.
" makanya punya mata buat liat jalan, bukan natap sinis ke orang lain! "ucap viona, alexa bangkit dan mendorong tubuh viona hingga terjungkal kebelakang dengan cepat viona membalas mendorong alexa hingga dia terduduk di kursi sebelahnya viona.
" heh.. qlo punya mulut lo jaga ya" ucap alexa kesal.
" diam! " bentak viona dan alexa bersamaan lalu saling menatap tajam.
" bagus bagus gue bilangin juga! " ucap talita, bu maya dan andrew masuk bersamaan, suasana berubah jadi tenang, semua murid kembali ketempat duduk nya masing-masing.
Pelajaran dimulai seperti biasa setelah jam pelajaran selesai ponsel viona berdering, nama mama tertera di layar ponselnya, dengan malas viona mengangkatnya.
"hallo ma" ucap viona cuek.
"viona!? " teriak mama, sontak viona menjauhkan ponsel dari telinga nya.
" beraninya kamu, apa yang sudah kamu lakukan sama axel, bagaimana kalo dia mati" bentak mama marah.
" kalo dia matikan lebih bagus " ucap viona enteng.
" viona, kalo kamu masih mau fasilitas dari mama minta maaf sama axel, dia dirawat dirumah sakit sekarang kamu harus minta maaf sama dia, atau kartu kredit kamu mama blokir" ucap mama emosi dan memutuskan sambungan secaya sepihak.
" ah.. sial " rutuk viona pikiran nya kacau dia tidak mau merendahkan dirinya hanya untuk minta maaf atas kesalahan yang dia perbuat sendiri.
"ada apa? " tanya talita khawatir.
" gue lagi kesel aja! masak mama gue nyuruh gue buat minta maaf sama si axel, kenapa gak mati aja sih tu orang " kata viona.
__ADS_1
" heh do'a in orang sembarangan yang ada nanti lo yang bakalan mati matian suka sama dia" ejek talita.
"ih ogah geu sama cowok miskin kaya dia! " ucap viona, talita heran dengan tingkah laku viona yang bar bar.
Viona pulang sekolah berencana pergi belanja karna keperluan pribadinya sudah menipis, setelah selesai semua yang dia pelukan sudah di dapat dia pun pergi membayar.
" maaf mbak kartu ini sudah di blokir" ucap penjara kasir tersebut, viona menyerngit lalu viona mengambil kartu lain yang ada di dalam dompetnya dan hasil semua kartu kredit viona telah di blokir.
"mbak, coba mbak cek sekali lagi mungkin mesin nya yang rusak" ucap viona dia mulai kesal kepada penjara tersebut.
" sekali lagi saya minta maaf mbak" ucap penjaga tersebut ramah, viona mengambil ponselnya dan menelpon mamanya.
" mama!? " bentak viona kesal.
" mama udah bilang kan sama kamu, kalo kamu belum minta maaf sama axel, selama itu juga kartu kamu terblokir" jelas mama lalu mematikan ponselnya sepihak, viona mengepalkan tangannya.
" mama!? " teriak viona kesal, orang yang mengantri semua melihat ke arah viona, viona tidak peduli, dia memutar otak nya dia harus minta bantuan pada talita, namun nomor talita tak aktif, lalu viona memutuskan untuk menelfon lori.
" hallo vi! tumben nelfon, lo butuh bantuan apa? " tanya lori ti the poin.
"tau aja lo, lo bisa datang ke transmart gak gue lagi dalam masalah nih. " jelas viona.
" ok bantuan akan segera datang" jawab lori lalu memutuskan sambungan, viona berdecak kesal dia merutuki mamanya yang telah membuat dia malu di depan banyak orang, viona duduk sambil main game online, tanpa sadar seorang laki-laki mendekat kearahnya dan menarik ponselnya, dengan singap viona menarik tangan laki-laki itu al hasil laki-laki itu yang menarik viona kedalam pelukanya.
" dasar cewek lemah, tenaga dikit mau lawan orang! "ucap ziddan.
" brengsek lo, ! nyari nyari kesempatan dalam kesempitan kan lo! " ucap viona kesal, ziddan memberi ponselnya viona kembali, ziddan tersenyum.
" gue brengsek nya cuma sama lo kok! btw lo mau bantuan apa sampai sampai loti nyuruh gue kesini buru buru. " tanya ziddan.
" bayarin belanjaan gue! " ucap viona sambil menunduk malu, ziddan tersenyum, lalu membayar belanjaan viona.
" karna gue udah bantuin lo, lo juga harus makan siang bareng gue"ucap ziddan sambil menarik tangan viona, viona padrah dengan ziddan yang membawa nya ke tempat makan.
"lo kenapa sih, ada masalah apa kok muka lo jutek amat dari tadi? " tanya ziddan saat mereka telah selesai makan dan pergi keluar.
"kartu kredit gue di blokir sama mama, gue merasa kayak gembel sekarang " ucap viona, ziddan tertawa.
" lo buat masalah lagi kan, kalo lo mau kartu li balik perbaiki kesalahan lo, bensin lo penuh? " tanya ziddan, viona tertunduk malu, ziddan tersenyum lalu mengeluarkan kartu kredit nya.
"lo pakek ini dulu, kalo kartu lo udah balik, lo kembaiin ini ke gue! " ucap ziddan, viona enggan mengambil nya dia tidak mau dicap sebagai cewek matre karna menerima uang dari cowok disekitarnya.
" udah ambila aja! gue cabit dulu ya" ziddan memberi kartu kredit nya pada viona lalu pergi karna ada urusan.
"ini semua gara gara mama! " ucap viona kesal, dia masuk kedalam mobil dan Pulang ke rumah.
....
__ADS_1
see you 😘😘