Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 13


__ADS_3

Viona duduk sambil melihat gambar wajah axel yang kemaren di gambar nya.


" ah sial, kenapa mama belain dia sih, anjir! " rutuk viona dia bangkit dan menyambar kunci mobilnya, tujuannya adalah rumah sakit tempat axel dirawat, viona masuk kedalam ruangan yang dikasih tau oleh mbak lia, viona melihat wanita paruh baya dan cewek yang dikenalkan axel padanya kemaren ada disana.


" viona, ayo masuk" ajak axel saat melihat viona ada diambang pintu, viona pun masuk.


" perkenalkan nama saya viona tante, " ucap viona sambil menunduk,


"ya ampun dia cantik sekali axel, kalian pasti butuh waktu buat ngobrol, ayo dinda kita keluar! " ibunya axel tersenyum manis ke arah viona lalu menarik pergelangan tangan dinda agar keluar bersama nya.


"tapi bu! " dinda ingin menolak namun ibu sudah menarik dinda keluar.


"ngapain lo kesini? " tanya axel ketus.


"kalo gue tau lo udah sesehat ini mana mau gue kesini" ucap viona sambil meletakkan keranjang buah diatas nakas.


"pasti ada maunya kan lo? " tanya axel lagi, viona mencibir.


" gue mau lo ngomong sama mama gue kalau gue kesini biat jengukin lo! " ucap viona, axel tersenyum sinis.


" bodoh..! lo pikir gue mau lakuin apa yang lo suruh" balas axel.


" trus lo mau apa? " tanya viona mulai kesal.


" minta maaf sama gue! "ucap axel ketus, viona melotot axel seperti bisa membaca pikiran viona.


" ogah gue" balas viona.

__ADS_1


"ya udah kalo lo gak mau, gue juga gak sudi, lebih baik lo pergi dari sini gue mau istirahat. " ucap axel, dia memejamkan matanya, viona sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan.


"gue kasih lo 3 permintaan apa pun kecuali minta maaf, dan lo harus ngomong sama mama gue kalo gue kesini. " ucap viona, axel membuka matanya.


" gue boleh minta apa pun. " tanya axel memastikan.


" iya apa pun. " jawab viona, axel tersenyum licik.


" ok permintaan pertama gue lo harus ikut less privat dengan tertib dan tidak ada yang namanya kerjain lagi atau hal hal yang merugikan satu belah pihak" jelas axel, viona berfikir sejenak.


"ok! selagi gak merugikan bagi gue, permintaan pertama disetujui, sekarang telfon mama dang ngomong kalo gue udah kesini. " ucap viona, axel meraih ponselnya diatas nakas karna axel tidak melihat selang infus tersangkut pada pinggiran tempat tidur membuat besi tempat infus bergantung miring ke arah viona, axel pun mencoba menepis besi tersebut agar tidak menimpa viona, namun karena viona kaget gara gara axel tiba-tiba berhamburan kearah nya, al hasil mereka jatuh bersamaan kelantai, mereka saling memandang lama, infus ditangan axel terlepas dan memengeluarkan darah.


" ada ap...? " tanya ibu terputus saat melihat axel menindih viona dilantai.


"axel.. " ucap dinda shok dia membekap mulutnya pemandangan yang tak seharusnya dia lihat, Dinda pun pergi dari tempat itu menyusuri lorong lorong.


"lo gak papa? " tanya axel khawatir, perhatian viona tertuju pada tangan axel yang berdarah.


" axel tangan kamu berdarah" ucap viona, ibu dan viona menperhatikan tangannya axel.


" biar ibu panggilin suster " ibu langsung keluar, viona mengambil sapu tangan di tasnya dan mengelap darah ditangan nya axel.


" besok besok lo harus lebih hati hati lagi saat lo bareng sama gue, gue gak mau dalam masalah lagi " jelas viona, axel berdecak kesal.


"heh tadi gue jatoh karna.. " ucap axel keburu di poting oleh viona.


" karna lo mau nyelamatin gue dari tiang infus lo, axel gue gak mau orang yang udah nyelamatin gue itu ngebahayain orang lain, jadi lo jangan sok sokan jadi jagoan karna lo gak mampu. " jelas viona, axel merasa tersinggung.

__ADS_1


" lo anggap gue lemah, apa karna gue gak bisa ngelawan cowok lo itu, "ucap axel dia mendekap viona, dan menatap viona tajam.


" suatu saat lo akan liat, aku mampu atau engga buat lindungin lo." ucap axel penuh penekanan, pintu dibuka ibubawa seorang suster untuk axel, axel pun melepaskan viona suster tersebut memasang kembali infus pada axel,


" dia sudah membaik bukan seperti nya besok dia sudah boleh pulang" ucap suster, ibu merasa bahagia mendengar penuturan suster.


"kalo gitu saya pamit dulu ya bu.. " pinta viona, lalu menyalami ibunya axel.


"kenapa tuh anak beda banget sama ibu" batin axel melihat tingkah laku viona.


Viona berjalan di koridor rumah sakit sambil memainkan ponselnya lalu seorang cewek menabrak viona tanpa sengaja hingga membuat ponsel viona jatuh.


" maa... " ucap cewek itu terhenti saat melihat siapa yang ia tabrak.


"lo! ya ampun kenapa dunia sempit banget sih bisa ketemu orang kayak kamu disini" ucap alexa, viona tak peduli dengan alexa dia memunguti ponselnya yang kacanya telah pecah.


" heh ponsel gue udah rusak gara gara lo, lo harus ganti ponsel gue" ucap viona kesal.


" heh. lo sendiri jalan gak pakek mata nyalahin orang, gue gak akan ganti ponsel lo buang buang duit aja" ucap alexa, viona dengan kesalnya ingin menghajar alexa.


" untung aja kita lagi dirumah sakit kalo lagi di sekolah lo pasti akan mati di tangan gue, awas aja lo besok gue akan buat perhitungan sama lo"ancam viona dia pun pergi, alexa terlihat pucat pasi saat mendengar penuturan viona.


" mau dapat uang darimana gue buat gantiin ponselnya viona mana ponsel nya mahal lagi. " ucap alexa resah, dia pun pergi mengunjungi kakaknya yang sedang dirawat durumah sakit.


...


see you😘😘

__ADS_1


__ADS_2