Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
Chapter 20


__ADS_3

Vania menampar Viona cukup keras sebenarnya dia tidak tega namun itu akan jadi pelajaran untuk viona agar tidak membangkang mamanya lagi.. kini mama berencana pulang lebih awal untuk sekedar makan malam di rumah dan meminta maaf kepada viona.


Sekarang sudah jam makan siang vania sedang menikmati makan siang bersama angel sekretaris nya, Angel tau kegelisahan bos sekaligus sahabatnya itu tentang kemarahannya terhadap viona.


"Viona udah tau itu ayahnya? " tanya angel, vania menghela nafas


"setau aku belum, " jawab vania.


"mungkin ada baiknya kalo kamu membiarkan Viona mengikuti kemauannya, mungkin itu akan ngebuat kalian akrab. " saran angel.


"aku juga berfikir seperti itu, nanti sore aku akan ngomong sama Viona dan kasih dia kejutan, karna sebentar lagi Viona ulang tahun" jelas vania. suara dering dari ponsel angel, tanpa ragu angel mengangkat telpon.


" ada apa? " tanya angel.


"maaf bu saya tidak bisa menjaga non Viona dengan baik, non viona kabur dari rumah. " ucap di seberang sana, seketika raut wajah angel berubah.


" cari Viona sampai dapat, kalau tidak. saya akan pecat kalian semua. " ancam angel, angel menghela nafas lalu menatap vania yang juga menatap ke arahnya.


" vania kabur dari rumah dan sekarang mereka lagi cari dia " jelas angel.


"angel, temukan viona! jangan sampai dia ketemu lagi sama brama. " pinta vania, pikirannya kini benar-benar kacau, bagaimana tidak putri nya kini menghilang.


" van!. lokasi GPS viona ada dirumah, kayaknya dia gak bawa ponsel sama mobil. " kata angel lagi.


Semua orang dibuat panik oleh viona yang kabur dari rumah, bukan hanya di rumah, vania bahkan pergi kesekolah untuk mencari viona. vania dibuat pusing oleh viona yang pergi tanpa kabar.

__ADS_1


......................


viona membuka mata nya karna silaunya matahari masuk. viona menatap sekeliling, sosok axel yang tertidur di atas krsi rotan di samping tempat tidur, viona langsung bangkit dan berjalan keluar pandangannya senyapu seluruh isi rumah kayu tersebut.


" ya ampun kamu udah sadar, panas kamu sudah turun? "tanya ibu yang tiba-tiba muncul dari pintu belakang, lalu ibu menempelkan tangan nya dikening dan leher viona.


" panasnya udah turun, kamu harus makan dulu kan dari kemaren kamu pingsan. " ucap ibu, dia membawa viona ke dapur. viona tersenyum saat melihat menu makanan dirumah axel.


" maaf, di rumah ibu cuma punya ini. " ucap ibu.


" makasih bu, ini sudah lebih dari cukup. " balas viona, ada kehangatan saat ibu memperhatikan nya.


" ibu!? .., ibu liat vi. "teriak axel, dia menghela nafas saat melihat viona bersama ibunya di meja makan.


" kenapa? " tanya viona. axel menghela nafas lalu duduk di kursi hadapan viona.


" aku akan tinggal di sini untuk sementara waktu, bokeh kan bu? " pinta viona. ibu dan axel saling memandang. lalu ibu mengangguk sambil tersenyum


"makasih bu! " ucap viona kegirangan. axel pun beranjak dia harus pergi ke ke restoran untuk bekerja.


Viona duduk termenung memikirkan apa yang telah terjadi kepadanya, pikirannya kini buntu sama seperti tujuannya.


"kenapa,?. masakan ibu gak enak ya.? " tanya ibu yang melihat viona termenung.


" enak bu!, " viona menatap makanan di depannya lalu melahap nya hingga tuntas.

__ADS_1


"makasih banyak ya bu,. viona udah nyusahin ibu. " ucap viona tak terasa air mata nya jatuh.


" loh., loh., kenapa nangis,? " ibu pun mendekati viona dan memeluk nya dengan hangat.


" kamu kalo ada masalah cerita sama ibu, ibu siap dengar apapun yang kamu rasakan. " sambung ibu sambil mengelus rambut viona.


" enggak bu, viona gak papa. " jawab viona saat dirasa dirinya tenang dan melepas pelukan ibu.


" aku mau ke kamar dulu ya. " pinta viona, ibu tersenyum dan mengangguk.


viona mencari ponselnya di dalam tas dan menghidupkan benda persegi tersebut. lagi lagi viona termenung.


" lo udah bangun! " tanya alexa yang berdiri di ambang pintu sambil menenteng tas sekolah nya. viona tak menjawab pertanyaan alexa dia malah berfokus pada ponsel yang dipegang nya.


" heh! gue ngomong sama lo! " ucap alexa kesal.


" lo kan udah liat gue udah bangun, kenapa lo masih nanya. " balas viona ketus.


" kalo lo udah bangun kenapa masih di sini, lo udah gue persilahkan pergi dari rumah gue, karna gue gak suka liat muka lo di sini. " balas alexa yang tak mau kalah, lalu alexa masuk ke kamar nya yang ada di samping kamarnya axel.


Viona kembali menatap ponsel nya, dia tidak akan menelfon talita, mungkin dia akan menelfon nya nanti kalau pikirannya sudah tenang. kini viona hanya mengingat apa yang terjadi antara dia dan mama saat terakhir bertemu, seolah olah rasa sakit tamparan mamanya membekas di hatinya. air mata viona jatuh dengan cepat viona menghapus nya, viona yang tak sengaja lewat pun melihat betapa rapuh nya viona yang sebenarnya.


" lo bisa nangis juga ternyata. " gumam alexa dalam hati dia merasa kasihan pada viona yang sekarang dia lihat.


....................

__ADS_1


see you 😘


__ADS_2