Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 6


__ADS_3

Viona pulang kerumahnya mamanya udah stand by dirumah menunggu viona pulang di ruang tamu.


" dari mana aja kamu? bukannya mama nyuruh kamu buat belajar! " tanya mama.


" belajar? sama cewek bodoh itu! mama mau viona tambah bodoh, viona gak mau guru privat kayak dia " ucap viona.


" ok! mama akan cari guru privat baru besok! " ucap mama sambil berlalu ke kamar.


" ma!? "


"mama gak mau denger alasan apapun dari kamu viona, " ucap mama lalu masuk kedalam kamar, viona menghentakkan kakinya kesal lalu dia juga masuk kedalam kamarnya, dia memutuskan untuk berendam, agar pikirannya sedikit rileks.


Keesokan harinya viona dikejutkan Oleh kehadiran seorang wanita cantik yang feminist dia menarik selimutnya viona.


"ayo bangun cantik! kita harus belajar! " ucap wanita itu sambil menarik tangan viona agar bangun.


"apaan sih.. gue ngantuk. " ucap viona kesal.


"ayo bangun! " wanita itu terus berusaha untuk membangun kan viona.


" siapa sih lo, bangunin gue pagi pagi" viona bangkit Wanita itu tersenyum.


" kenalkan nama aku lidia, mulai hari ini aku yang akan menjadi guru privat kamu yang baru! " jelas lidia, viona seolah tak menghiraukan lidia dia langsung ke kamar mandi.


" ah sial.. mama pasti akan cari segala cara buat kasih gue guru privat ! dan gue akan cari cara supaya kakak kakak yang cantik pergi dengan sendirinya dari hidup gue " ucap viona sambil memandangi dirinya di pantulan cermin, lalu dia membasuh wajahnya dengan air lalu keluar!


Mereka belajar dimeja balkon, viona teringat akan mainan kecil nya yang dia gunakan untuk menakut-nakuti teman teman nya di sekolah, viona berjalan masuk ke kamar dan mengambil kecoa karet dan memasukkan nya kedalam buku tugasnya dan diberikan kepada lidia.


" a.. a,? " teriak lidia dan jatuh pingsan


" lah kok pingsan, mbak lia!? " panggil viona sambil meraih handphone dan menelpon talita.


" ta! ayo kita jalan jalan " ajak viona lalu mematikan sambungan lalu tersenyum ke arah lidia yang tergeletak di lantai, mbak lia datang dan kaget melihat lidia pingsan.


" ya ampun mbak lidia.. mbak, bangun mbak,, apa yang terjadi non? "tanya mbak lia panik.


" dia cuma pingsan biasa aja, nanti juga bangun, mbak lia jagain ya. aku mau pergi dulu.. " viona bangkit dari duduk nya sambil tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


" mang dirman!" panggil mbak lia, Mang dirman muncul.


" aduh ada apa ini? " tanya mang dirman,


"bantuin ngangkat dulu mang, " ucap mbak lia, mang dirman langsung menggendong lidia keluar, dia direbahkan di atas sofa ruang tamu, mbak lia mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan pada lidia, lidia membuka mata nyaa.


" a... a.. kecoaa!? " teriak lidia dan pingsan lagi. mang dirman dan mbak lia saling mengangkat bahu heran.


"kasian mbak lidia ini, tega tega nya non viona nakutin dia. " ucap mang dirman.


" sudah lah aku mau ke dapur dulu, biarin aja dia di sini." ucap mbak lia. merekapun kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


Viona selalu saja membuat ulah lidia yang phobia sama kecoa pun mengundurkan diri, karna takut viona akan mengerjainya lagi, tapi mama tidak akan menyerah dengan viona dia membawa guru privat lagi besoknya, viona mengerjainya lagi hingga liburan satu pekannya dia habiskan di rumah dengan belajar, walau hampir tiap hari selalu orang baru yang datang.


...


Viona berjalan santai di koridor sekolah yang sudah ramai, viona sengaja bangun pagi karna hari ini adalah hari pertama kembali kesekolah setelah satu pekan liburan, dan begitu pun dengan talita, rania, sultan dan andrew, juga ikut pergi menghabiskan hari libur mereka.


Viona melihat alexa berjalan gontai menelusuri koridor sendiri, viona tersenyum licik dia berjalan cepat dan menabrak bahu Alexa.


"up sorry ya, gue gak sengaja! " ucap viona membuat alexa kesal.


" shitt.. gue gak gangguin lo kan! jadi jangan ganggu gue! " alexa pun berjalan kembali tampa menghiraukan viona.


" kasihan banget sih lo jadi orang, sangat menyedihkan.. "ejek viona, alexa geram dia berbalik dan mendorong viona hingga mentok didinding!


" au..!, anjirrr! lo pikir lo siapa hah beraninya lo dorong gue " ucap viona, dia membalas mendorong alexa.


"harus nya gue yang ngomong kayak gitu, kan lo sendiri yang cari masalah sama gue! gue gak punya urusan sama lo, minggir! " alexa mendorong viona agar tidak menghalangi jalannya, viona kesal dan menarik rambut alexa, hingga alexa terhuyung kebelakang.


" beraninya lo cari gara-gara sama gue! " ucap alexa lagi dia membalas menarik rambut viona, mereka saling menjambak rambut satu sama lain, dari kejauhan andrew melihat alexa dan viona sedang menjambak rambut keduanya tak mau melepaskan.


"hey.. hey.. ada apa ini? lepas lepas. " ucap andrew mencoba melerai dia menarik tangan keduanya agar saling melepas, alexa menatap viona tajam,


" kenapa sih sama kalian, kalian udah pada dewasa jangan bertingkah seperti anak kecil. " ucap andrew menasehati, viona dan alexa malah membuang muka.


"aku mau kalian saling minta maaf. " ucap andrew, viona dan alexa sama melotot.

__ADS_1


"what!? gak. gue gak mau minta maaf sama dia. " ucap viona ogah.


"guee juga gak mau, lagi pula dia yang salah" sambung alexa,


"ok kalo kalian gak mau saling minta maaf kasus ini gue serahin ke guru BP. " ancam andrew, viona memutar bola matanya kesal.


" sorry " ucap viona dan alexa serentak, lalu mereka pergi berlawanan arah.


Viona kesal nya masuk kedalam kelas dan melempar tasnya, penampilan nya masih setengah berantakan karna perkelahian nya dengan alexa, dia duduk sambil menaikkan kaki nya ke atas meja dan mendengarkan earphones nya sambil memejamkan matanya talita dan andrew masuk, andrew menarik pelan earphones nya viona , viona membuka matanya dilihatnya andrew tersenyum kearah nya karna masih kesal dia menatap sinis ke arah andrew lalu keluar kelas.


" vi! ada apa sih?, lo marah? " tanya andrew, viona tak peduli dia langsung keluar. lalu andrew duduk di kursi nya begitu pun dengan talita.


"dre! kapan lo akan ungkapin perasaan lo ke viona, jangan sampai viona di ambil sama orang lain, nanti lo nyesel lagi. " ucap talita. andrew tersenyum.


"gue pikir dia punya perasaan sama gue, ternyata gue salah, dia bahkan cuma anggap gue sebagai teman, bahkan setelah apa yang udah terjadi dia seolah gak terjadi apa apa.! " jelas andrew.


"apa yang terjadi antara kalian.? " tanya talita penasaran.


"kita udah pernah pelukan , gue pikir! ah.. sial gue terlalu banyak mikir!, hayalan gue terlalu jauh. " ucap andrew.


"seriusan..! kapan? kok viona gak cerita sama gue sih! secara itu pasti akan kaget kalo tau dia yang maksa cowok buat dia peluk " balas talita, andrew terlihat sedikit kaget, lalu tersenyum miring.


"itu terjadi di alam bawah sadarnya saat dia mabok kayaknya dia juga gak akan ingat. " ucap andrew putus asa.


"taklukkan dia dre! " talita menyemangati andrew.


"gue gak bisa ta, viona terlalu jauh buat aku gapai. " jelas andrew. dia tersenyum kecut.


"lo pasti bisa dre, apa perlu gue bantu! " tawar talita.


"gak perlu ta, makasih. " jawab andrew pasrah. talita sangat kagum sama andrew bukan hanya pintar dan rajin dia juga penyabar, bukan heran hampir seluruh cewek di sekolah mengidolakan andrew.


...


makasih ya buat kalian yang udah pantauin cerita aku.


see you 😘

__ADS_1


__ADS_2