
Alexa sedang duduk bersama riana, melodi, dan jessica. Alexa terduduk lesu dia tau temannya kembali karna kemaren riana menghubungi nya sedangkan melodi dan jessica tidak pernah akrab dengan Alexa.
" why? " tanya riana.
" apa? " balas Alexa terbangun dari kegelisahannya
" kenapa lo biarin dia nginjak nginjak harga diri lo, gue denger dari mereka kalian sering berantemkan, asal lo tau gue gak suka sama orang yang lemah ada di dekat gue, " jelas andriana dia menghela nafas.
" tapi gue gak akan permasalahin itu semua karna gue baru balik ke sekolah tercinta kita ini dan pastinya lo akan sambut gue kan dengan cara lo yang bayar hari ini" ucap riana tersenyum.
" kenapa gak sekalian aja suruh dia buat beliin seisi kantin buat kado ucapan selamat datang buat lo, kan lebih istimewa lagi. ya kan al...? " tambah jessica.
" kalian.. bisa aja kalo becanda! " ucap alexa dia tersenyum kecut,
" gimana nih,, mana gue gak punya uang lagi, kenapa gue bisa punya temen kayak mereka sih. " batin alexa, dia sangat khawatir karna kondisi keuangannya sedang jebol beberapa hari ini karna kak axel masuk rumah sakit.
" ayolah alexa, jangan bilang kalo lo lupa bawa uang. " riana.
" atau jangan jangan dia gak punya uang" ucap melodi Alexa melotot, wajahnya merah padam.
"ka..kalian pesan aja biar aku yang bayar! " ucap alexa tersenyum kecut.
" nah gitu dong,, gue udah laper banget dengerin kalian ngoceh. " ketus melodi. Alexa tau apa yang sedang mereka pikirin, mereka pasti akan memesan makanan paling mahal dikantin.
" mau bayar pake apa sekarang? " batin alexa, dia menatap khawatir ke arah makanan yang mereka pesan. setelah selesai makan mereka pun bersiap kembali ke kelas.
" kalian duluan, aku mau ketoilet dulu setelah bayar ini" ucap alexa mencoba tersenyum, mereka dengan senyuman mengembang pun pergi dari kantin, alexa pun menuju ke tempat kasir untuk membayar.
" Mbak saya bayar pakek ini ya! " ucap alexa dia melepas jam tangannya yang dia beli seharga 500 ribu itu.
" ini gak cukup! " ucap mbak penjaga kantin.
" mbak itu saya beli 500 ribu loh dan saya baru pakek 2 bulan " ucap alexa, mbak penjaga kantin yang bernama iis itu pun mengambil jam tangan tersebut.
" ok!, tapi lain kali gak ada istilah batter" ucap mbak iis itu, alexa menghela nafas dia pun berjalan menuju kelasnya dengan sengaja viona yang datang dari belakang nya alexa pun menabrak alexa hingga membuat alexa terjungkal ke depan.
" aish... " gerutu alexa kesal dia menatap viona penuh emosi dan kesal.
" why..? lo mau ngadu sama pahlawan lo, ya ampun takutnya. " ucap viona dia berlalu begitu saja didepan alexa yang kesal.
__ADS_1
" ih sial.. " ucap alexa kesal, talita dan viona duduk di bangkunya..
" vi.. kita kebengkelnya lori yuk! " ajak talita.
" boleh juga sekalian gue mau hilangin beban pikiran gue."ucap viona sambil tersenyum.
Jam pulang sekolah berbunyi, viona dan talita akan pergi ke tempat nya lori namun saat di parkiran mereka disamperin sama Andrew.
" kalian mau kemana makan siang bareng yuk ada warung bakso baru buka didepan kompleknya viona katanya sih enak cobain yok. " ajak andrew., talita menoleh ke arah viona.
" kita udah ada janji, sorry ya. " ucap viona, andrew tersenyum kecut.
" yaudah gak papa gue pergi sendiri aja, laper banget gue seharian bantuin guru kesiswaan ngumpulin data, duluan ya. " ucap andrew dia pun menghilang dengan motor kesayangannya.
Viona dan talita akan pergi ke tempatnya lori di perjalanan saat menuju ke bengkel mobil yang dikendarain oleh viona dan talita diikuti oleh mobil lain.
" ta lo perhatiin tu mobil kayak ngikutin kita. "ucap viona melihat ke arah spion.
" jangan becanda deh vi.. jangan jangan orang jahat, vi gue takut! gue telpon lori ya! " ucap talita panik, viona jadi kesal dengan tingkah talita.
" jangan parno deh ta!. "ucap viona, dia pun berhenti di jalan yang sepi dan turun, viona pun berdiri ditengah jalan untuk menghentikan mobil yang mengikutinya.
" vi..!? " panggil talita lagi namun viona tak peduli, mobil tersebut pun berhenti tepat di hadapan viona. beberapa orang laki laki berbadan besar turun dan memberi hormat ke arah viona, viona menyerngit.
" kalian orang suruhan mama.? " tanya viona,
" maaf nyonya muda, kami hanya mengikuti perintah dari nyonya besar untuk jadi bodyguard anda. " jelas salah satu dari mereka, viona mengepalkan tangannya kesal.
" lebih baik kalian pulang, atau gue akan buat kalian dalam masalah" ancam viona.
" maaf nyonya muda tapi ini perintah nyonya besar.! " bantah mereka, viona mengepalkan tangannya.
" shitt.. ngomong sama nyonya besar kalian aku benci sama dia.! " ucap viona dengan nada tinggi, viona pun kembali ke mobil.
" mereka siapa vi..? " tanya talita, viona mengacuhkan pertanyaan talita dia memutar balik mobil tujuannya adalah kantor mamanya.
" vi..! kita mau kemana sih? " tanya talita khawatir karna viona terlihat sangat marah dan melajukan mobil kencang.
" ke kantor mama gue. " jawab viona singkat talita terdiam hingga sampai tujuan.
__ADS_1
" lo tunggu di mobil aja"viona menutup pintu mobil dengan kasar. viona berjalan cepat kearah lifs dan menekan tombol lantai dimana mamanya berada.
viona masuk keuangan mamanya tanpa permisi membuat sekretaris mamanya terkejut.
" mama keman? " tanya viona saat melihat ruangan mama kosong, rista dibuat gelagapan dengan kedatanngan viona.
" eumm dia..! " rista tak berani bicara.
" mama mana? " tanya viona lagi sambil memukul meja membuat rista gemeteran.
" dia ada diruang meeting! " ucap rista keceplosan, dia tau kalau memberi tau viona adalah bencana besar untuk bosnya, pernah sekali viona datang ngamuk ngamuk pada mama karna masalah sepele dia seperti orang kesurupan dan langsung diamankan oleh petugas keamanan. viona berjalan cepat ke arah ruang meeting dan rista mengekornya di belakang, pintu terbuka dengan kasar karna tidak ada penjaga di luar, viona jadi pusat perhatian, mama terbelalak karna kehadiran viona yang tiba-tiba membuat semua kaget.
" aku mau bicara sama mama! " pinta viona, pandangan nya tertuju pada mama, mama mengepalkan tangannya.
" angel,, bisa tolong gantikan saya sebentar. " pinta vania pada sekretaris nya yang paling ia andalkan, angel lalu bangkit, mama pun keluar ruang meeting dan menarik tangan viona dengan marah viona malah melepas tangan mama dengan kasar.
" aku gak suka mama ikut campur urusan pribadi aku, aku gak suka mama suruh orang orang buat buntutin aku, selama ini mungkin aku diam aja ma..!, tapi sekarang mama udah masuk ke privasi aku. " ucap viona marah, mama mengisyaratkan agar rista pergi.
" kita bicara nanti dirumah" ucap mama lembut dia berusaha merendam emosinya.
"kenapa harus dirumah, kenapa gak disini aja, oh.. yaa.. mama kan takut kalo nanti claien mama tau kalo rekan kerjanya orang yang kejam sama anaknya. nanti reputasi mama hancur. " ucap viona bergebu gebu.
"viona!? " mama meneriaki viona.
" mama cuma mikirin uang kan!? " ucap viona.
plaakk...
satu tamparan melayang dipipi viona.
" mama cari uang buat kamu bisa hidup enak, gak kesusahan, tapi liat sekarang kamu bahkan gak ngehargai usaha mama buat ngebahagiain kamu! " ucap mama.
" viona butuh mama, bukan uang ma!, " jelas viona dia pun pergi dan menghampiri talita di parkiran. mama pun tak bisa berbuat apa apa karna memang itu bukan sepenuhnya salah viona yang kurang didikan darinya.
....
makasih buat kalian yang udah singgah semoga kalian suka. 😊☺
see you😘
__ADS_1