Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 7


__ADS_3

Seusai sekolah viona dan talita sedang menuju ke tempat nya lori, hp viona berdering tulisan mama tertera di layar ponsel nya dengan kesal viona mengangkat telpon nya.


" ya ma viona lagi dirumah talita lagi belajar" ucap viona bohong,


"mama udah tau kamu dimana, sekarang cepat pulang. mama gak mau dengar alasan apapun! kalo sampai mama tau kamu gak ada di rumah! mobil itu akan mama sita, ini peringatan terakhir ya! kalo kamu masih mau fasilitas dari mama! " ancam mama,,


"mama buntutin aku? ma, mama!? " viona menoleh ke belakang namun viona tidak mengenali satupun mobil yang di belakang nya.


"sial!?, gue harus pulang, mama tau kalo kita gak pulang ke rumah kalo gue paksain pergi ke tempat nya lori gue gak yakin kalo besok gue masih punya mobil ini. " ucap viona sambil menepikan mobil nya.


" ya udahlah gak papa! gue bisa naik taksi kok! lo pulang aja" balas talita, viona merasa bersalah sama talita karna tidak bisa pergi bersama.


" kita bisa pergi lain kali vi! " ucap talita lagi.


" sorry banget ya taa!, gue janji pasti akan tepati janji gue lain kali. " ucap viona, talita keluar dan mengacukan jempol nya pada viona.


Viona masuk melalui pintu utama, matanya menatap sosok asing yang memakai kacamata sambil membaca buku, viona memutar bola matanya dia telah menduga kalau itu pasti guru privat barunya, tanpa menoleh viona berjalan santai, dia sangat malas untuk belajar! dia sangat kesal karna hobinya sudah jarang ia lakukan.


...


Pagi yang cerah axel bangun dari tidurnya pukul 06.00 seperti biasa hari minggu axel bekerja di restoran dari pagi hingga siang dan dari siang hingga malam dia bekerja di clup malam, dia laki laki yang pekerja keras dia mendapatkan beasiswa di Fakultas terbaik dia juga menghidupi ibu dan adik perempuannyayang sudah dibangku SMA, kini mereka berada di meja makan menikmati hidangan sederhana yang dibuat ibunya.


" axel! hari inikah hari minggu, tinggal lah dirumah sehari aja dan istirahat " ucap ibu prihatin, axel hampir setiap malam tidur jam 1 pagi karna bekerja.


" bu! kalo axel tidur tiduran dirumah, kita dapat uang dari mana, kan uang dari ibu jualan gak akan cukup untuk kebutuhan kita bertiga, belum lagi alexa dia lagi butuh uang banyak! "jelas axel , alexa mendehem keras, ibu dan axel menoleh.


"kak! aku butuh uang 500 ribu buat beli sepatu besok udah mulai sekolah lagi. " ucap Alexa.


"alexa kan sepatu lama kamu kan baru berapa bulan kamu pakek, lagi pula kan masih bagus. " ucap ibu


" bu, sepatu alexa udah ketinggalan jaman, alexa mau beli sepatu yang keluaran terbaru. " jelas alexa.


"Alexa kakak kamu lagi gak punya uang, kamu pakek aja dulu sepatu lama kamu. " lanjut ibu lagi, alexa jadi kesal, dia pun bangkit dan melabrak meja membuat ibu dan axel kaget.

__ADS_1


" kalo ibu sama kak axel gak bisa penuhi keinginan aku, alexa gak usah sekolah aja, alexa malu bu!, semua teman teman alexa punya barang barang bermerk, alexa malu jadi orang susah! " ucap alexa bergebu gebu, axel menghela nafas.


"besok pulang Sekolah kakak akan uang buat kamu beli sepatu! " ucap axel, ibu melotot ke arah axel, alexa sudah berlalu ke kamar nya.


"axel, dari mana kamu akan dapetin uang " tanya ibu kasihan.


"bu, .. axel akan usahain apapun agar alexa gak putus sekolah, axel mau mewujudkan keinginan ayah bu! " jelas axel. Ibu sangat bangga pada putranya itu. setelah selesai makan axel memakai kemejanya dan menaiki motor matic kesayangannya menuju restoran tempat nya bekerja di ambang pintu masuk axel berpapasan dengan dinda sahabat nya dikampus dan juga di tempat kerja, Dinda selalu menemani axel di saat senang maupun susah.


" axel!? " panggil dinda sambil melambaikan tangan.


" din ! kamu gak libur hari ini? " tanya axel, heran melihat dinda muncul di restoran.


" aku udah ubah jam kerja aku! jadi sekarang jam kerja aku liburnya hari senin, selasa dan kamis" jelas dinda mereka masuk beriringan dan kemudian menggan seragam nya. mereka sama sama menjadi pelayan, sebenarnya dinda anak seorang juragan yang baik hati , dia ingin mandiri dan juga dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama axel orang yang ia cintai sekaligus sahabat nya dari kecil.


" aku dengar dengar dari anak anak kampus, nanti sore ada barongsai di taman kota, kita nonton yuk! " ajak dinda , dia membilas piring yang telah dicuci oleh axel.


" din,, nanti sore aku harus kerja part-time lagi di clup, kamu tau kan aku kerja dari siang sampe tengah malam di sana" jelas axel, dinda sedikit kecewa dengan jawaban axel.


" ya udah gak papa kita bisa pergi lain kali kan " tanya dinda , dia mengalihkan perhatiannya pada piring lalu dia pindahkan pada rak piring.


"din, selesai in nyuci piring nya ya! " pinta axel, dinda hanya tersenyum kecut. Axel laki laki yang pintar dan tampan dia juga rajin bekerja dan tak jarang banyak wanita yang jatuh hati padanya, tapi axel selalu berfikir dia tidak akan melirik wanita sebelum dia sukses.


Jam sudah menunjukan pukul 12. 30 sebentar lagi jam kerja axel selesai, axel sedang beres beres mengelap piring hp axel berbunyi.


" hallo pak! " ucap axel .


" axel bisa bertemu saya nanti jam 3 sore ada yang mau saya tanyakan sama kamu. kamu punya waktu? " tanya pak adit dosen pembimbingnya axel, axel terlihat berfikir.


"baik pak saya bisa! " balas axel lalau dia menelfon temanya


" hallo damm! bilang sama bos gue libur hari ini, ada urusan kuliahan, ya! " ucap axel begitu di angkat oleh damar.


"gue juga gak tau, dosen gue nyuruh gue buat temuin dia, ahh.. malah bahas ini, tolong kasih tau ya! " ucap axel memutuskan sambungan.

__ADS_1


Axel sudah menunggu di sebuah kafe yang dikirimkan alamatnya oleh pak adit, ada seorang wanita paruh baya menghampiri axel wanita tersebut tersenyum ramah lalu menjabat tangan axel.


" saya vania, saya temannya adit dosen pembimbing kamu, jadi saya mau kamu menjadi guru privatnya putri saya, dia sebentar lagi UN,. saya mau dia mendapatkan nilai yang bagus. " jelas bu vania.


"eumm gimana ya bu.! saya sudah punya pekerjaan sekarang, kalo saya berhenti saya akan kehilangan pekerjaan saya kedepannya. " tolak axel.


"saya akan bayar kamu 3x lipat dari gaji kamu, dan kamu juga bisa menikmati fasilitas rumah saya. " bujuk bu vania, dia merasa kalo laki laki di hadapannya itu pasti bisa menaklukan viona putrinya, axel sedikit berfikir.


" baik bu saya bersedia" jawab axel yakin, semoga dengan dia bekerja tambahan dia bisa membahagiakan ibunya.


" kamu harus menandatangani surat perjanjian ini " bu vania menyodorkan sebuah map, axel mengambil nya dia membaca setiap detailnya, surat perjanjian itu hanya menuliskan kontrak jangka waktu, dia tidak bisa berhenti kalau jangka waktu nya belum habis.


"boleh saya minta gaji saya dibayar di muka? " tanya axel, bi vania tersenyum senang, bu vania mengeluarkan selembar cek dan menuliskan angka di sana.


" ini terlalu banyak bu, " ucap axel saat melihat cek senilai 20 juta tersebut.


"anggap saja itu uang sedekah saya! karna saya senang dengan kamu, besok kamu sudah boleh mengajar! " bu vania dia bangkit dan pergi, dia meninggalkan map isi perjanjian tsb untuk axel.


Axel pulang membawa sejumlah uang yang diberikan bu vania untuknya ke rumah, sebagianya dia tabung untuk keperluan kuliahnya kelak, dan di berikan juga pada alexa untuk membeli keperluannya.


Keesokan hari dia berangkat kuliah dipagi hari dan siangnya dia pergi menuju alamat rumah yang dikirimkan oleh bu vania, axel berada didepan rumah yang sangat besar dan megah axel melihat kembali alamat tujuannya, dan benar saja alamatnya benar! axel turun dari motornya dan memencet bel yang ada di dekat pagar! seorang laki-laki berbaju satpam mengintip dari celah pagar!.


" cari siapa ya dek! " tanya satpam itu


"apa benar ini alamatnya? " tanya axel sambil memberi secarik kertas.


"ya benar! ada perlu apa ya? " tanya satpam itu penuh intimidasi.


"eum.. jadi begini bu vania menyuruh saya kesini untuk menjadi guru privat nya putri" belum selesai axel bicara satpam itu langsung memotong kata kata axel.


" oh guru privat, silakan masuk dek maaf saya pikir adek ini cuma orang iseng yang suka minta izin masuk cuma buat selfi, ternyata adek ini orang suruhan nya nyonya, sekali lagi saya minta maaf. " ucap satpam itu yang bernama maman.


"oh tidak apa apa, saya mengerti! " ucap axel sambil tersenyum dia terpukau melihat kemegahan rumah nyonya vania yang sangat elit dan sangat indah. axel di sambut juga oleh wanita yang lumayan muda dan juga ramah axel dipersilahkan masuk dan duduk di sofa, pikiran axel melayang dan memikirkan apa yang harus dia bahas pertama kali, apa dengan berada disini kehidupannya kedepan akan berubah, dia harus bertahan untuk mengubah hidupnya.

__ADS_1


....


see you😘


__ADS_2