
Nyonya vania sedang menatap layar komputer dengan fokus hingga seorang laki-laki bodyguard nya
mengetuk pintu.
" maaf nyonya saya membawa kabar tentang tuan bramatello, dia akan membuka galeri seninya di jakarta dalam waktu dekat ini" ucap laki laki yang bernama danang tersebut.
" sial.. ! kenapa bajingan itu muncul lagi setelah sekian tahun menghilang, cari tau alasan apa dia kembali ke Jakarta. " ucap vania marah.
"sejauh yang kamu amatu dia berencana ingin menemui anda dan putri anda. " jelas danang. bu vania mengepalkan tangannya.
"pastikan rencananya berantakan, aku gak mau dia menemui viona atau tau tentang viona, dan lagi aku mau penjagaan dirumah diperketat. dan perbanyak orang untuk mengawal viona secara diam diam, pastikan dia tidak menemui bramatello. " jelas bu vania. danang mengngangguk patuh.
" saya akan bekerja sebaik mungkin nyonya " ucap danang.
" tetap laporkan apa yang mereka lakukan. " ucap bu vania, danang pun keluar vania meneggpalkan tangan.
" berani berani nya kamu mencari viona setelah kamu lantarkan kami demi wanita murahan itu dan karya bodohmu. " ucap vania lagi.
Viona bangun dari tidurnya karna andrew sudah tiba pagi pagi jadi mbak lia membangunkan viona, setelah viona siap siap untuk pergi kesekolah dia turun dia berdecak kesal pada andrew yang datang pagi pagi.
" non viona sarapan dulu, saya sudah siapkan" ucap mbak lia yang muncul dari dapur.
" ayo sarapan dulu, gue laper "ucap viona, setelah selesai sarapan mereka bersiap berangkat ke sekolah.
" nih helm nya" ucap andrew,
" kenapa lo bawa motor sih mobil gue mana bukannya kemaren gue kasih ke lo ya" tanya viona bete.
"pakek helm lo dan ayo naik, gue gak mau denger ocehan" ucap andrew dengan ke kesal viona naik ke atas motor dan andrew pun membelah jalanan kota, viona hanya menatap layar ponselnya hingga sampai kedepan sekolah
" lo gak lupakan minggu depan kita pergi bareng" ucap andrew, viona acuh terhadap andrew, andrew pun hanya bisa pasrah dengan sikap viona yang selalu acuh padanya.
" vi..!, gue tau lo nyadar kalo gue suka sama lo, tapi kenapa lo selalu acuhin gue. " ucap andrew sambil melihat viona yang pergi menuju kelas.
Viona masuk kedalam kelas dilihatnya talita sedang sibuk dengan ponselnya, viona mendekati talita dan menarik ponselnya talita.
"anjirr! ngapain sih gangguin gue pagi pagi, balikin sini" ucap talita kesal.
"gue bete banget gak bawa mobil" ucap viona, lalu melempar ponsel ke pangkuan talita.
" mobil lo kenapa?, disita sama nyokap" tanya talita.
" gue berangkat sama andrew, gue males harus pulang bareng dia lagi. " jelas viona.
"vi..! andrew itu suka sama lo, please nyadar dikit kenapa sih, lo itu dikelilingi oleh cowok ganteng ayolah viona lo harus belajar buat jatuh cinta" ucap talita geram, viona memutar bola matanya.
" udah ya ta! andrew itu gak mungkin suka sama cewek kayak gue" elak viona.
" truss ziddan, jangan bilang kalo lo sama dia udah kayak adek kakak, ayolah vi! nikmati masa muda lo" ucap talita.
" ta gue mau kejar cita cita gue, gue mau buktikan ke mama kalo gue bisa jadi apa yang aku mau, "jelas viona.
" ok gue ngerti " jawab talita.
"btw hari minggu lo ada acara gak? temenin gue ke pembukaan galeri seni yuk " tanya viona.
"gue udah janjian sama lori, gimana kita pergi bareng lori juga? " jawab talita, viona mencibir.
"lo mau gue jadi obat nyamuk" balas viona ketus.
"vi! jangan gitu dong, gimana lo pergi bareng andrew aja" tawar talita.
"ih.. lo kenapa sih, gue lagi ngehindar dari andrew lo malah saranin dia. " ucap viona kesal.
__ADS_1
" ya udah ziddan aja".saran talita, viona memutar bola matanya.
" kenapa gak sekalian aja lo suruh ajak si alexa ke pameran seni milik bramatello. " ucap viona, talita di buat kesal oleh viona.
" heh.. kenapa bawa bawa nama gue" ucap alexa yang tiba-tiba masuk dan menatap sinis kearah viona dan talita.
" nama jelek aja belagu, alexa itu nama anjing peliharaan tetangga gue! " balas viona tak mau kalah alexa mengepalkan tangannya dan mengbrak meja, viona bangkit.
" maksud lo apa mukul mukul meja, gak terima gue panggil anjing tetangga. " ejek viona dengan suara tinggi dan mendorong bahu viona.
" heh.. harusnya gue yang ngomong kayk gitu, bukan lo" ucap alexa membalas mendorong bahu viona, andrew masuk bersama beberapa anak yang lain, dia melihat viona dan alexa berdepat andrew menghampiri mereka.
"ada apa ini? " tanya andrew ketus, dia melihat tajam ke arah talita yang menatapnya.
"ngapain liatin gue, tuh mereka yang buat ribut ! " ucap talita sambil menunjuk ke arah viona dan alexa, andrew menatap kearah viona dan alexa.
" dre!.. dia tuh yang mulai duluaan, dia ngatain nama gue kayak nama anjing tetangga dia. "ucap alexa.
" emang bener kok itu nama anjing nya, kenapa lo yang marah marah sama gue" ucap viona ketus.
" ayo saling minta maaf dan aku mau kalian berhenti ribut dan berdamai."ucap andrew.
" ogah gue minta maaf " ucap viona dia dengan sangat kesal pun keluar.
" viona!, lo mau kemana sebentar lagi pelajaran dimulai lo mau bolos lagi? " tanya andrew namun viona tak peduli dia berjalan terus hingga keluar pekarangan sekolah dan menyusuri trotoar
"ternyata jalan kaki enak juga yaa, daripada naik mobil tiap hari" ucap viona, dia berjalan menyusuri trotoar lalu sebuah motor matic berhenti dihadapannya, viona menghentikan langkah nya.
"ngapain lo disini? ayo naik biar gue antar lo kesekolah" ucap axel setelah membuka helm, viona memutar bola matanya.
" gue gak mau sekolah! " jawab viona ketus, axel menghela nafas.
" lo mau kemana di jam sekolah, lo mau ditahan sama polisi karna keluyuran pakek seragam. ! "
" yang jelas gue gak mau balik ke sekolah "
"ngapain lo kesini?. " tanya viona sambil melihat gedung tinggi! restoran kelas atas, belum sempat axel menjawab mereka dikejutkan oleh seorang cewek cantik.
"axel siapa dia? " tanya cewek tersebut.
"oh kenalin ini viona, viona ini dinda. " ucap axel, dinda menyodorkan tangan nya namun viona mengabaikan nya.
"ayo kita masuk" ajak axel, axel menarik.
" siapa sih dia, kenapa axel akrab banget dia, apa dia pacar nya axel, tapi gak mungkin kenapa axel gak kenalin dia sama aku selama ini" batin dinda, axel membawa viona kedapur tempatnya bekerja.
" lo mau minum apa? " tanya axel.
" minuman paling diminati " jawab viona ketus, axel menghela nafas lalu dia datang dengan segelas air putih, viona menyerngit.
" aku gak minta air putih " ucap viona lagi.
"ini minuman paling diminati sejagat raya " balas axel lalu mengambil minuman sari buah yang segar dan diantar oleh dinda.
"ini minuman lo" ucap dinda, viona menatap dinda sekilas lalu menatap kembali layar ponselnya, lalu dinda duduk dihadapan viona.
"sejak kapan lo kenal sama axel?, kalian udah pacaran?, kenapa lo bisa seakrab itu sama axel?, " tanya dinda bertubi-tubi. viona memutar bola matanya.
" kenapa nanyak, lo suka sama axel? " balas viona, membuat dinda gelagapan.
"eumm, gak.. gue cuma tanya aja karna axel gak pernah dekat sama cewek selain gue" jelas dinda,
" jadi maksud lo gue rebut axel dari lo" tanya viona. dinda menghela nafas.
__ADS_1
" karna lo udah mancing gue, iya! lo udah rebut axel dari gue, jadi lo bisa anggap ini awal dari persaingan kita, kemauan cuma satu. jauhin axel. "ucap dinda lalu dia bangkit dan menjauh dari viona.
" dasar cewek aneh, " ucap viona.
sikap dinda sama para pelayan lain sangat gak baik, dinda sangat mudah terpancing dan emosi dia juga sangat sering melamun, tanpa sengaja dinda nyenggol beberapa piring dan pecah.
pppraaang!!
" din!!" panggil axel dia langsung menghampiri dinda semua pelayan yang lain menatap ke arah dinda.
" lo kenapa sih, lo sakit?, kenapa gak libur aja hari ini " ucap axel khawatir, dia membantu membersihkan pecahan piring.
" sorry gue gak sengaja kesenggol,, gue bener bener gak sengaja"ucap dinda gelagapan.
" dinda! "panggil axel lagi, lalu axel meraih tangan dinda.
" din lo baik baik aja, tangan lo dingin banget"ucap axel lagi dinda buru buru menarik tangan nya dari axel.
" a.. aaku baik baik aja" ucap dinda cepat cepat bangkit dan berjalan menjauh karna pipi nya sudah memerah
" ya ampun! " ucap dinda sambil memegang dadanya yang dag dig dug. viona melirik jam tangan nya dia merasa bosan duduk berdiam diri diruangan yang agak sepi cuma ada beberapa orang yang ada disana, viona bangkit dan berjalan keluar.
"mas!.. axel dimana ya! " tanya viona pada seorang laki-laki yang memakai baju sama dengan axel tadi.
"dia ada didapur! "jawab laki-laki itu singkat, viona berjalan ke arah dapur, dia berdiri diambang pintu melihat seluruh ruangan dia menemukan sosok axel sedang mencuci piring, viona tersenyum melihat axel, seorang teman axel yang berdiri di samping axel menunjuk kearah viona, membuat viona salah tingkah, lalu axel menghampiri viona.
"gak ada sih, tapi gue sedikit laper! " ucap viona sekenanya, axel melihat jam tangan nya.
" 10 menit lagi jam makan siang, dan setelah itu kita pulang lo sabr dikit ya" ucap axel sambil mengacak rambut viona.
" anjirrr, cepetan.. " ucap viona kesal, axel tersenyum lalu kembali bekerja, viona kembali dusuk di tempat semula tak lama kemudian axel muncul dengan membawa napan berisi 2 porsi nasi seafood.
" lo kerja di tempat semegah ini cuma dapat ini buat makan siang, siapa menejer hidangan disini, bisa bisanya pelayan cuma dikasih makan siang kek gini" ucap viona marah, dia bangkit.
"lo tenang dulu, coba lo cicipi dulu masakan gue, gue jamin lo bakalan ketagihan. " ucap axel, viona menatap axel tajam lalu duduk dan mencicipi
" enak juga! " ucap viona mereka pun menikmati makanannya masing-masing.
" cewek tadi mana? " tanya viona
" dinda maksudnya? " tanya axel.
" ia. kalian udah sahabatan sejak kapan, kayak nya dia suka tuh sama lo" mendengar ucapan viona, axel tersedak.
" bodoh amat sih lo denger gitu aja udah tersedak" ledek viona.
"tau dari mana lo? " tanya axel penasaran.
"heh gue ini cewek, gue tau apa yang dia rasain cuma melalui raut wajah dan cara bicaranya!. " jelas viona.
" udah sok tau lo ya, kita itu udah sahabatan sejak kecil mana mungkin dia suka sama gue" elak axel.
"lo tuh taunya cuma soal matematika, rumus fisika, lo mana tau perasaan cewek. " ledek viona, axel bangkit dan mendekat ke arah viona.
" gue bisa dapetin 100 cewek cantik kalo gue mau" kata axel tepat dihadapan viona, viona mendorong axel agar menjauh.
" lo pikir cewek cantik mau sama cowok kere kayak lo" ledek viona lagi.
"justru itu gue mau ngebuat orang yang gue ajak hidup bareng gak akan rasain susah kayak gue, jadi sebelum itu gue harus berjuang dulu untuk menjadi orang yang akan diperebitkan oleh cewek cantik. " jelas axel, viona mencibir mengejek.
" terserah lo gue mau pulang" ucap viona bangkit dia berjalan keluar dan axel mengikutinya dibelakang. mereka berpaspasan dengan dinda yang juga mau pulang dan axel menyapa dinda, viona tak peduli dia pun berjalan cepat dan menaiki taksi yang barusaja menurunkan penumpang.
....
__ADS_1
**makasih ya buat kalian yang udah mau baca karya ku.
see you😘😘**