Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 19


__ADS_3

Mama berkali kali menelfon viona namun tidak diangkat, dia mulai khawatir kalau viona akan nekat pergi ke tempat pembukaan galeri, namun lokasi mobil viona dan lokasi jps ponselnya ada di tempat yang sama, lalu mama menelfon orang yang mengawasi rumah dan yang membuat vania kesal tidak satu pun dari mereka yang mengikuti viona karna viona beralasan untuk belajar.


" cari viona sampai dapat, kalau tidak kalian semua akan saya pecat!? " ucap vania marah dia takut putrinya akan diambil oleh brama, dan dengan cepat dia harus segera pulang dari bogor untuk memastikan viona..


" angel.. !, suruh orang terbaik untuk masuk ke tempatnya brama, kabarkan jika viona ada di sana! "pinta vania pada angel sekretaris nya.. mereka sedang dalam perjalanan pulang, mama tidak bisa tenang memikirkan viona, ternyata viona meninggalkan mobil dan ponselnya didekat pangkalan ojek.


...


Setelah selesai dari cafe mereka berencana untuk pulang namun disaat perjalanan pulang hujan turun dengan deras mengguyur kota disertai dengan angin kencang dan sesekali badai, mereka singgah di halte untuk berteduh, viona memeluk tubuhnya yang kedinginan.


"vi.. kamu pake ini ya.. " axel melepas jaketnya dan menyelimuti viona, viona tak protes dia duduk di halte, tubuh viona basah kuyup karna angin yang membawa hujan, viona terlihat pucat.


" vi.. lo baik baik aja? " tanya axel khawatir.


" gue baik baik aja. " jawab viona pelan mata viona terpejam tubuhnya terhuyung ke depan dengan spontan axel menahan tubuh viona dan memeluknya. axel sangat khawatir dengan viona tanpa pikir panjang axel menelpon mamanya viona agar mengirim jemputan, mama awalnya sangat marah begitu tau viona bersama axel. jemputan pun tiba axel dengan sigap mengangkat tubuh viona kedalam mobil, tangan viona mencengkram kuat pinggiran baju axel.


" jangan bawa aku pulang, " ucap viona,


" kita udah sampai vi.. " jawab axel begitu pintu dibuka axel langsung membawa viona masuk menuju ke kamarnya viona. mata viona terpejam namun tangannya axel begitu kuat dipeluk viona, axel tersenyum dia membelai rambut viona pelan.


" mbak lia..! ganti bajunya viona sekarang ya, nanti dia masuk angin. " pinta axel,


" den itu sudah menjadi tugas saya. " jawab mbak liaa, axel mengangguk lalu dia melepas pelukan viona di tangannya.


" di luar masih hujan den, den axel gak mau nginap disini, biar saya siapin kamar "tawar mbak lia, axel tersenyum.


" gak usah mbak! "jawab axel. dia pun pulang ke rumah setelah mengembalikan motor sewanya.


Keesokan paginya kepala viona terasa berat, samar samar dia melihat mama sedang memerintah 2 orang bawahannya untuk mengangkut semua lukisan yang ada dikamar viona ke gudang, viona mencoba bangkit dia ingin menghentikan mama namun kepalanya terasa berat dan wajahnya pucat.

__ADS_1


"mama mau bawa kemana lukisan aku! " tanya viona, mama menatap viona tajam.


" lupakan tentang lukisan, mama gak suka kamu melukis. " bentak mama.


" viona gak mau! viona akan jadi pelukis. " bantah viona.


" viona!? kalo kamu masih berani untuk melukis mama gak akan segan segan buat cabut semua fasilitas yang mama kasih ke kamu. " ancam mama.


" ok! mama ambil aja semuanya. aku gak butuh, mama cuma pentingin egonya mama.. " balas viona, air matanya jatuh.


" berani sekali kamu bantah mama.. " ucap mama marah.


plakkk...


satu tamparan mendarat di pipi viona, viona menatap mama tajam.


" pikirkan apa yang udah kamu lakuin, setelah kamu tau temui mama dan minta maaf. " ucap mama, semua lukisan viona dipindahkan ke gudang dan alat lukisnya di bakar. Viona dikunci di dalam kamar, viona menangis sambil merengkuh kedua lututnya di balkon, dia tidak akan tinggal diam viona bertekad akan membuktikan kalau dia bisa tanpa bantuan mama, dia bangkit kepalanya terasa berat dia berencana untuk lari dari rumah, viona menyiapkan beberapa pakaiannya kedalam tas dan juga ponsel yang dibeli kemaren tanpa sepengetahuan mama, viona pun menyambung kain lalu dia ikat ke pembatas balkon, setelah dirasa aman viona turun perlahan lalu menuju pagar belakang rumah yang sepi dia pun berjalan kaki cukup jauh tiba tiba penglihatan viona buram, kepalanya terasa pusing lalu semuanya jadi gelap.


...


" kenapa? " tanya dinda, tanpa menjawab axel langsung turun dan menghampiri viona, namun terhuyung dan dengan sigap axel memeluk tubuh viona.


"viona!? .. viona bangun!, viona" panggil axel tubuh viona sangat panas, axel menghentikan taksi.


" din.. tolong bawa motor aku ya! " pinta axel dia mengangkat tubuh viona kedalam taksi.


" axel.. kamu mau bawa dia kemana? "tanya dinda namun axel seolah tak mendengar dan langsung pergi, dinda dengan perasaan kesalnya pun mengikuti taksi dari belakang. viona sedikit bergerak, suhu tubuhnya semakin tinggi.


" jangan bawa aku pulang, aku gak mau pulang.. "ucap viona pelan, dia menarik baju axel.

__ADS_1


" jangan bawa aku pulang" ucap viona lagi, axel menghela nafas.


" pak tolong putar balik ya, kita ke desa belakang kota ya. "pinta axel, dia akan membawa viona kerumahnya begitu sampai didepan rumah axel langsung membawa viona masuk dan membaringkan tubuh viona diatas kasurnya.


" dia kenapa? " tanya ibu.


" kemaren dia kehujanan bu dan Sekarang kayaknya dia sedang ada masalah sama keluarga nya. " jelas axel.


" ambilkan air dan handuk kecil untuk kompres. " pinta ibu, axel bergegas mengambil air. saat dia kembali dia pernapasan dengan Alexa yang baru pulang sekolah, alexa kaget melihat viona terbaring di kasur kakaknya.


" viona!?, kak kenapa cewek ini ada di rumah kita? " tanya alexa penasaran, axel tak menanggapinya, ibu mengompres viona lalu menyelimutinya hingga dadanya.


" biarkan dia istirahat! " ucap ibu lalu keluar, dia melihat dinda dibelakang alexa, axel memandangi viona dengan tatapan teduh.


" axel.. " panggil dinda pelan, dia tau mungkin sekarang axel telah menyimpan perasaan untuk viona.


" dia seolah olah tuli sama panggilan semua orang. "ucap alexa dia menghela nafas dan berjalan menuju kamarnya yang bersebelahan dengan axel. dinda meraih bahu axel agar keluar bersamanya.


" dia akan baik baik aja" ucap dinda saat melihat wajah axel yang begitu khawatir. axel tersenyum kecut.


" kamu gak pulang? " tanya axel, dinda tersenyum lalu mengembalikan kunci motor axel.


" ini baru mau pulang. " balas dinda.


" maaf ya aku udah banyak repotin kamu, dan terima kasih udah mau aku repotin" ucap axel.


" kitakan teman, kamu bisa minta bantuan aku selama aku bisa bantu aku pasti akan bantu kamu. " ucap dinda, dia sebenarnya ingin lebih dari status teman atau sahabat dia ingin mereka menjadi pasangan yang sederhana, namun itu hanya ilusi yang dibuat dinda saat bersama axel.


...

__ADS_1


see you😘


tinggalkan jejak di komentar😊


__ADS_2