Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 18


__ADS_3

Hari ini setelah viona selalu diikuti oleh orang orang suruhan mamanya membuat dia risih dan kesal, setelah belajar mereka keluar ke kantin lalu banyak kerumunan di mading alexa juga ada disana, melodi, riana dan jessica turut serta.


" liat.. ini dia orang nya, cewek yang berlagak sok kaya dan eksis ini! ternyata!? orang miskin! dan ibunya cuma penjual gorengan, kasian deh liat dia ini.! " ucap riana, alexa melotot melihat foto nya bersama ibu sedang berada diteras rumahnya.


" kalian apa apaan sih.! " ucap alexa dia merobek foto tersebut.


" lo berlagak sok punya uang supaya kita kita mau temenan sama lo kan, dasar bego, lo itu dimata kita cuma sampah! " ucap riana sambil mendorong bahu alexa dengan satu jarinya seolah olah dia jijik sama alexa.


" dasar orang miskin belagu! " ejek riana lagi, viona dibuat geram dengan pemandangan dihadapan nya itu, viona pun menarik tangan alexa agar berdiri di sampingnya.


" coba gue liat siapa orang yang dipermalukan disini, oh.. dia ternyata manusia. lo.. manusia kah? atau lo udah berrengkarnasi jadi manusia gak punya hati ya.. uh.. hebatnya.. kayaknya gue harus minta tandanya tangan lo. " sindir viona, alexa kaget mendengar penuturan viona yang dia pikir untuk dirinya ternyata untuk andriana.


" lo pikir lo itu udah hebat ya.. " kata riana.


" viona,, dia udah nipu kita semua dia berpura-pura jadi anak orang kaya. " sambung jessica.


" trus masalah sama kalian itu apa, kepsek aja gak mau tau urusan sosialnya alexa, kenapa kalian yang menghakim disini. " penuturan viona membuat semua bungkam. viona sangat jarang membela orang seperti sekarang ini, alexa juga heran dengan tingkah viona yang tak biasa. riana mengepalkan tangannya kesal,


" hari ini akan gue kenang karna lo udah berani ikut campur urusan gue, dan tunggu aja apa yang akan gue mainin selanjutnya. " ucap riana, andrew berjalan cepat ketika melihat kerumunan didepan mading.


" ada apa rame rame, bubar bubar..! " ucap andrew yang baru datang, viona dan riana saling menatap tajam lalu andriana ditarik oleh jessica agar pergi dari sana.


" pelajaran pertama kita ada ulangan mendadak, lebih baik kalian kekelas " kata andrew pada viona yang menatap sinis kearahnya. mereka pun kembali ke kelas, taklama setelahnya bu maya masuk dan ulangan dimulai. viona tampak lancar dengan soal yang bu maya kasih karna axel telah Mengajarkan teori tsb pada viona, hari ini viona hanya duduk santai dikelas sambil dengerin musik lewar earphones nya dia tak peduli apa apa hingga jam pulang sekolah dia langsung pulang ke rumah karna viona tak mau diikuti oleh pegawalnya di perjalanan pulang viona berfikir keras bagaimana dia bisa keluar rumah tanpa sepengetahuan mama dan tidak diikuti oleh pengawal. viona pulang kerumah tepat waktu dia pun membuat minum untuk axel dan untuk dirinya. jam 2.15 axel datang.


" tumben pulang cepet, " tanya axel, viona tak menggapinya.


" ini siapa yang buatin? " tanya axel curiga.


" kenapa? "


" coba lo minum, kali aja lo masukin sesuatu kayak waktu itu " ucap axel, dengan kesalnya viona minum minumannya axel, axel tersenyum.


" sini minuman gue! " ucap axel sambil merebut minuman yang sedang diminum viona lalu diminumnya. viona melotot.


" i.. itukan bekas gue! " ucap viona tak percaya, axel minum bekas nya viona.


" kenapa? ayo kita mulai! " kata axel, viona makin kesal dengan axel.


Axel sibuk menjelaskan pelajaran, sedangkan viona sibuk menggambar sketsa wajah.


" sibuk banget lo ya, udah ngerasa pandai ya. " ucap axel dengan suara tinggi membuat viona kaget dengan reflek viona menutup bukunya dengan keras.


" sini buku lo! " pinta axel, viona melotot dengan segera viona menyembunyikan buku tersebut, axel mendekati viona.


" sini bukunya. " pinta axel lagi.


"gak..! " jawab viona lantang lalu dia bangkit namun tangannya ditarik oleh axel, viona kehilangan keseimbangannya dan jatuh ke atas pangkuannya axel, mereka saling menatap ada desiran dihati viona saat melihat mata axel yang coklat terang, axel pun mengambil buku yang di pegang oleh viona.


" kembaliin buku gue! " teriak viona, dia berusaha meraih bukunya karna axel lebih tinggi darinya viona sedikit melompat ketika viona menjinjing bukunya yang dipegang axel, axel menundukkan kepalanya ketika viona menjinjing bukunya, karna mata viona hanya berfokus pada buku dia tak melihat wajah mereka akan bertabrakan. CUP..., bibir mereka bertemu dan keduanya saling kaget.

__ADS_1


"sial.. kenapa lo permaluin diri lo viona. " batin viona dia mengacak rambut nya kesal. lalu mbak lia datang sambil membawa minuman.


" non ini minumannya, maaf tadi saya abis dari kebun lupa buatin minuman " jelas mbak lia.


" gak usah mbak, " ucap viona dan axel bersamaan lalu saling memandang.


" tadi aku udah buatin minum sekalian buat dia. " kata viona, mereka terlihat kikuk.


" kalian kenapa?, ekspresi kalian sangat mencurigakan. " tanya mbak lia, mereka jadi gelagapan sendiri. mbak lia tersenyum.


" saya kembali kebelakang dulu ya non. " mbak lia pun kembali kedapur.


axel mendehem keras untuk mengembaliakn suasana.


" lo harus selesaikan soal kemaren! hari ini gue mau lo kasih ke gue. " ucap axel dia kembali duduk di sofa dan fokus pada bukunya lagi. viona dibuat mati kebosanan karna mengerjakan soal, axel bahkan tidak menjelaskan lagi materi soat tersebut, dia teringat besok pembukaan galeri bramatello dia tidak mungkin pergi sendiri karna mengingat dia akan dikawal kalau pergi sendiri.


" besok gue mau lo temenin gue ke pembukaan galeri" kata viona, axel menoleh.


" apa lo gak salah orang. " balas axel.


" cik..., jangan kepedean. Gue terpaksa ngajak lo karna kalo gue pergi sendiri gue akan dikawal sama bodyguard diluar, ada kemungkinan kalo gue pergi bareng lo gue gak akan dikawal. " jelas viona. axel berfikir keras.


" gue gak mau buat masalah sama mama lo,. " jawab axel enteng.


" please. kalo lo dalam masalah gue yang ambil resiko. " viona menatap lembut ke arah axel.


"cepetan selesain tugas lo sebelum gue berubah pikiran. " kata axel, raut wajah viona berubah jadi kesal, dia pun mengerjakan soal dengan baik hingga jam mengajar axel selesai, axel pun pulang dia sengaja menyembunyikan buku viona yang dia rampas tadi, axel pulang kerumahnya dia melepas lelahnya dengan berbaring diatas kasurnya yang usang dia teringat buku viona yang dia rampas dia mencari nya dalam tas, axel tersenyum melihat hasil sketsa wajah dirinya yang memakai kacamata sedang membaca buku terlihat sangat detail, lalu dia teringat dengan ciuman sekilas tadi, lagi lagi axel tersenyum sendiri. alexa masuk tanpa mengetuk pintu, alexa melihat kakaknya senyam senyum sendiri.


" kak axel kenapa? " tanya alexa heran, axel lansung menutup buku tersebut.


" gak, kakak gak papa, kamu ngapain ke sini? " tanya axel menetralkan dirinya.


"nih punya kakak " alexa melempar bolpoin ke arah axel.


" kakak kayak lagi jatuh cinta aja, dari tadi senyam senyum sendiri. " ucap alexa lagi.


" kebanyakan nonton drama ya kamu, sudah sana kakak mau belajar buat skripsi buat minggu depan, kamu ganggu aja. " ucap axel dia mendorong tubuh alexa agar keluar dari kamarnya dia pun mengunci pintu dan berbaring dikasur.


Axel bangun pagi dia akan pergi dengan viona ke pembukaan galeri, axel keluar kamarnya dia sudah rapi untuk pergi dimeja makan sedang ada percakapan hangat, axel pun menghampiri mereka ternyata ada dinda yang membawa sarapan untuk mereka sekeluarga.


" axel kamu mau kemana pagi-pagi udah rapi" tanya dinda, axel hanya tersenyum


" aku mau kerja. " jawab axel, alexa mendengus ke arah axel.


" tumben kak axel pakek minyak wangi, kakak pasti mau pergi sama cewekkan? " goda alexa, ibu mengisyaratkan agar alexa diam karna ibu tau kalau dinda menyukai axel, axel memandang kearah dinda yang tersenyum kecut kearahnya.


"aku pergi dulu ya! " ucap axel.


" kamu gak makan dulu, aku bawain makanan kesukaan kamu lhoh" tanya dinda, axel tersenyum lalu dia duduk disebelah dinda, dinda menghidangkan makanan untuk axel.

__ADS_1


" makasih! " ucap axel, setelah makan axel pun pergi menuju kediaman viona, viona telah menunggu diruang tamu dia tidak bisa keluar karna diluar banyak penjaga, axel muncul dibalik pintu.


"heh lo liat jam berapa sekarang, gue udah nunggu lo hampir lumutan! " ucap viona kesal.


"baru ngerasa nungguin orang, gue hampir tiap hari nungguin lo pulang sekolah" balas axel ketus, viona memutar bola matanya.


" ayo pergi kita udah telat" ucap viona, mereka keluar, sebagian dari mereka ingin mengikuti viona.


"gue mau belajar diluar hari ini, gue gak mau diikuti sama kalian karna bakal ganggu konsentrasi gue. " ucap viona.


" tapi non, " bantah salah satu dari mereka.


" kalian taukan mama nyuruh gue belajar, kalo kalian ganggu gue belajar berarti lo sama aja bantahin bos lo, itu artinya kalian akan dipecat. " ancam viona, lalu dia berjalan ke arah parkiran mobil, ditegah perjalanan viona berhenti dipangkalan ojek, dia menyewa satu motor untuk satu hari penuh sebagai jaminannya adalah ktpnya axel.


"buat apa sih motor" tanya axel.


" gue mau bebas hari ini, jadi ponsel sama mobil gue gue tinggalin disini" jelas viona,


" lo udah gilaa ya.., kalo mama lo tau lo bakalan dalam masalah" ucap axel.


"lo tenang aja, kita gak akan kena amukan mama gue.. " ucap viona, axel pun naik ke atas motor, viona sengaja pakek baju panjang agar kulitnya tidak terbakar matahari. hingga mereka sampai dipinggiran kota tempat dimana galeri bramatello digelar. viona menarik axel untuk masuk, viona terpukau melihat indanya pemandangan yang dilukis oleh tangan trampil.


" lukisannya bagus bagus banget, dia memang hebat. " puji viona. kini perasaan viona terasa lebih ringan ketika melihat lukisan lukisan yang berjejer dihadapan nya, axel tersenyum baru kali ini dia melihat viona sebahagia ini.


" kalo lo capek lo istirahat aja gue mau keliling. " kata viona.


" lo tanggung jawab gue hari ini. " jawab axel, viona memutar bola mata nya. Viona menangkap sosok yang selama ini dia kagumi, viona menghampiri laki-laki paruh baya tersebut.


" permisi boleh saya minta foto? " pinta viona. laki-laki tersebut tersenyum.


" kamu pasti sudah tau nama saya kan, saya sangat senang bisa punya pengemar seperti kamu, sebagai hadiahnya ini kartu nama saya mungkin kita bisa menukar inspirasi atau sekedar ngobrol tentang pengalaman hidup atau mungkin kita bisa jadi partner " ucap brama sambil menyodorkan kartu namanya.


" terima kasih, ini saya punya sesuatu untuk anda, memang tidak berarti apa apa tapi saya sudah menyimpannya dari kecil. " jelas viona, brama mengangguk faham.


" terimakasih untuk hadiah kecilnya saya pasti akan menyimpannya" balas brama. dia tersenyum melihat viona entah kenapa perasaan brama tenang dengan viona seperti sebuah ikatan yang kuat.


" kamu mengigatkan ku dengan vionaku. " batin brama dia pun pergi.


" aku mau kamu cari tau tentang latar anak tadi" perintah brama. dia langsung memasuki ruangan pribadinya.


" jadi lo mau jadi pelukis? " tanya axel membuat viona menatap kearah axel dengan tajam.


" kalo lo mau jadi pelukis lo harus belajar, jadi pelukis juga perlu nilai bagus. " ketus axel, viona memanyunkan bibir nya.


" iya.. iya.. gue akan belajar sungguh-sungguh, dan lo harus janji lo akan ngajarin gue. " ucap viona, axel tersenyum, mereka pun duduk di cafe tak jauh dari galeri, viona menikmati disert coklat yang lembut sambil memandangi keluar jendela, kini perasaan viona begitu bahagia karena idola yang selama ini dia kagumi akhirnya bisa ia temui.


....


see you😘😘

__ADS_1


__ADS_2