
Axel melajukan motornya menuju kediaman nyonya vania, axel disambut dengan hangat oleh para penjaga rumah, axel duduk disofa seperti biasa dan memulai membuka buku sambil menunggu viona pulang sekolah, satu jam berlalu, axel melirik jamnya, axel bangkit.
" mbak lia! " panggil axel, mbak lia berlari kecil menuju ruang tamu.
"iya mas axel ada perlu apa ya manggil saya! " tanya mbak lia.
"viona kemana ya? kenapa dia belum pulang sekolah jam segini" tanya axel.
"oh itu saya kurang tau, memang biasanya dia selalu pulang sore kalo tidak mau masuk les! " ucap mbak lia dengan geram axel meraih ponselnya dan menelfon nyonya vania.
" hallo nyonya vania, apa nyonya tau viona kenapa belum pulang sekolah! " tanya axel, nyonya vania menghela nafas.
" maaf axel, kelakuan putri saya terlalu jelek untuk menjadi murid kamu, pulanglah! dan mengajar lagi besok, dia pasti tidak akan pulang hari ini, " jelas bu vania.
" saya akan menjemput viona nyonya " ucap axel, bu vania tersenyum.
" kenapa kamu mau jemput dia? kamu bisa istirahat hari ini bukan! "
" saya tidak mau ambil gaji buta, saya akan bekerja semaksimal mungkin nyonya! " ucap axel bertekad.
" saya akan mengirim lokasi viona melalui via chat. " ucap bu vania lalu memutuskan sambungan secara sepihak, axel keluar dan menuju tempat yang tertera si layar ponsel nya, axel berdiri di dekat sebuah bengkel besar, axel masuk dia dihadang oleh seorang cowok berbadan besar.
" mau cari siapa? " tanya laki-laki itu , axel menelan ludahnya.
"saya mau cari viona, apa dia ada didalam? " tanya axel
"viona sedang sibuk dia tidak mau diganggu" ucap laki laki itu.
" viona.. viona..!? " teriak axel, seisi ruangan melihat kearah axel.
"heh.. jangan buat keributan di sini" ucap laki laki tersebut.
"viona!? " teriak axel lagi.
" heh.. ngapain lo disini hah" tanya viona yang muncul dengan baju mindset nya dan ziddan mengekornya dibelakang.
__ADS_1
"ayo pulang! ini bukan tempat lo" ucap axel menarik tangan viona.
"ini yang bukan tempat lo, lebih baik lo pulang" balas viona, dia menepia tangan axel.
" lo liat jam berapa sekarang! lo sedang dalam tanggungjawab gue, dan lo pikir gue akan lepasin lo begitu aja! " ucap axel.
"heh viona gak mau ikut sama lo, lebih baik lo pergi dari sini sebelum orang orang gue yang akan ngehajar lo disini. " jelas ziddan.
" jadi lo cuma berani keroyokan, dasar pengecut.. kalo berani ayo lawan gue one by one jangan keroyokan. " tantang axel, viona membelalak matanya.
" heh lo udah gila hah, pergi dari sini sebelum lo mati, " ucap viona.
" gue gak akan pulang sebelum lo ikut pulang! "balas axel.
" ok gue Terima! ayo kita bertarung kalo gue kalah viona ikut sama lo, tapi kalo lo kalah jangan ganggu hidup viona lagi sampai kedepannya " tawar ziddan. axel sedikit gemetar dia pun menghela nafas dan menerima tawaran ziddan.
Viona jadi was was bagaimana kalo axel mati ditangan ziddan, apa yang akan dikatakannya pada mama, dia pasti akan diusir dari rumah, ting..!, suara lonceng membubarkan lamunan viona, mata viona memandang tajam kearah ziddan dan axel, brukk..! axel jatuh dalam satu pukulan.
"ayo bangun! kita liat siapa yang pecundang, lo atau gue" ucap ziddan, axel bangkit dia mencoba memukul ziddan dengan sigap ziddan menghindari dan memukul axel, untuk kedua kalinya axel terjatuh.
" ziddan stop! lo mau bunuh dia! " teriak viona saat ziddan mau memukul axel lagi.
" kenapa berhenti, bukan nya kalo dia mati lo akan lebih bebas. " ucap ziddan.
" kalo dia mati, kita yang akan terlibat dalam masalah. " ucap viona, dia meraih tangan axel dan membantu axel berdiri.
Viona membersihkan darah di hidung dan lembam di wajahnya axel.
" lo bego banget sih, kalo lo gak bisa bela diri jangan sok sokan bertarung, l9 tau kalo lo bisa mati ditangannya ziddan. " ucap viona kesal, dia menekan wajah axel kuat,
" au,..! harusnya gue yang marah, perlu lo tau lo itu tanggungjawab gue selama jam mengajar, kalo lo mau libur lo harus hubungi gue dulukan bisa lo memang gak pernah menghargai waktu orang kan. " ucap axel marah, viona menyerngit.
" kenapa jadi lo yang marah marah sama gue! "ucap viona axel bangkit dan menarik tangan viona keluar menuju motor nya axel.
" lo apa apaan sih main narik narik gue, lo pikir lo itu siapa? "ucap viona marah.
__ADS_1
" gue anterin lo pulang! " ucap axel sambil memberi helm pada viona.
" pulang? lo buta apa, lo nyuruh gue naik motor pakek baju ini gue gak mau, yang ada kulit gue hangus kena matahari. "ucap viona dia berbalik hendak masuk, namun tangan nya ditarik oleh axel.
" pake ini! " ucap axel sambil memakaikan baju kemejanya pada viona.
"ayo naik! " ucap axel.
" gue gak mau naik motor panas panasan kayak gini " elak viona,
"lo mau gue telfon mama lo hah biar dia tau lo ngapain disini!" ancam axel, viona mendengus kesal, dia mengambil helm dan naik motor nya axel. ziddan melihat apa yang terjadi antara viona dan axel, tangan ziddan mengepal ziddan tau viona tidak pernah sepenurut itu sama orang lain, tapi dengan axel viona mau menurutinya. viona dan axel tiba dirumah,
" vi..! helmnya " ucap axel, viona seolah tak mendengar dia membanting pintu dengan keras karna kesal, axel menyerngit heran lalu axel ikutan masuk untuk mengambil beberapa bukunya.
Viona masuk kedalm kedalam kamar dia membanting tubuhnya ke atas kasur saat itu dia baru sadar, baju dan helm milik axel masih terpasang di tubuh nya, viona melepas baju dan helm dan di lempar ke ke sembarang arah.
" siall!?.. pak guru sialan " teriak viona kesal, dia bangkit menuju kamar mandi.
" awas aja dia besok gue bakalan buat dia bolak balik ke wc, lo tunggu aja pak guru yang malang. " ucap viona pada dirinya sendiri ketika dia bercermin.
Setelah selesai mandi dia menggunakan lotion seluruh tubuhnya lalu berjalan menuju meja belajar, dia membuka bukh besar, disana tercetak banyak gambar hasil karya dari tangannya.
"kenapa mama begitu gak suka sama pelukis, kenapa dia gak mau aku jadi seniman terkenal. " ucap viona sambil memandang gambar yang berbentuk wajah mama.
" mungkin kalo papa ada disini, aku pasti akan jadi seniman hebat. " ucap viona dia meraih ponsel nya banyak foto seniman legendaris yang dia simpan yang paling dia kagumi adalah bramatello seniman paruh baya yang terlihat awet muda, dia mencari notifikasi baru tentang bramatello, wajah viona berbinar saat melihat artikel tersebut.
" a... bramatello akan buka galeri disini a.. "teriak viona kegirangan dia melompat ke atas kasur dan melompat lompat kesenangan.
" sebentar lagi gue akan ketemu sama bramatello "ucap viona senang, dia tersenyum bahagia.
" bramatello sampai jumpa di pameran senimu yang ke 21" aku harus kasih dia hadiah" ucap viona lagi, dia tertidur pulas setelah akai lompat lompatnnya.
....
see you 😘😘
__ADS_1