Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 2


__ADS_3

Hari ini entak karna apa viona bangun pagi dia udah stain by di meja makan sambil main hp. Mbak lia pembantu rumah tangga di rumah viona di buat bingung olehnya,


"tumben non viona bangun pagi. " ucap mbak lia sambil meletakkan piring berisi nasi goreng kesukaannya,


"mbak lia gak seneng liat perubahan ya, " tanya viona


"bukan gitu loh non, kan jarang jarang non bangun pagi jadi pas sesekali kan jadi agak janggal." kata mbak lia.


"mama mana mbak,? " tanya viona, setelah mama memarahinya kemaren dia belum melihat mama hingga pagi ini,


"nyonya sudah berangkat pagi pagi buta non, katanya ada masalah di perusahaan makanya nyonya berangkat pagi,. " jelas mbak lia, viona menghela nafas dan bangkit. lalu mengambil ponsel untuk menelfon.


"hallo ta! lo dimana?" tanya viona.


"gue lagi di jalan. ada apa vi?, tumben nelfon pagi pagi! " tanya talita heran.


"ta lo sama lori kan, kasih tau sama dia kalo gue nungguin lori di sirkuit balap nanti sore, " ucap viona.


"vi! lo punya masalah lagi ? " tanya talita sahabat yang paling tau kebiasaan viona. viona terdiam.


"soal mama lagi? ya udah kita ngomong nya di sekolah aja" sambung talita, tampa menunggu lama viona sudah memutuskan sambungan duluan.


"ada apa? " tanya lori.


"viona ngajakain balapan. " ucap talita, lori menghela nafas,


"gue gak tau harus nanggepin viona kayak gimana dia itu udah terlalu kecanduan Sama dunia luar, " jelas lori,


"aku juga ngerasa kayak gitu, kepala sekolah aja angkat tangan kalo dia buat kesalahan , " jelas talita. lagi lagi lori menghela nafas.


"kita harus Ngelakuin sesuatu sama dia, biar dia sedikit berubah" kata lori, dia sudah menganggap viona seperti adiknya sendiri.

__ADS_1


Viona telah duduk di dalam kelas dengan kaki diangkat ke atas meja dan earphone di telinga. Talita memutar bola matanya dan menghampiri viona dan duduk di sebelah viona. viona mengalihkan perhatiannya kepada talita yang menatapnya penuh tanda tanya, viona melepas earphone nya,


"kenapa lagi sekarang sama nyokap lo" tanya talita.


"biasalah marah marah, " jawab viona singkat.


"vi! lo berhenti balapan ya. " pinta talita


"kenapa?. lori gak mau balapan " tanya viona.


"bukan. gue gak mau lo kenapa napa. " ucap talita, talita selalu teringat saat balapan terakhirnya dengan lori, mobil yang di kendarai oleh viona terbalik dan membuat viona harus dirawat di rumah sakit.


"gue baik baik aja ta! " ucap viona dia kembali mendengar musik dengan earphonenya, talita kesal dengan tingkah laku viona dan memutuskan untuk membaca buku. Alexa baru masuk dan melihat viona, alexa berjalan dekat dengan viona dan menarik earphone dengan keras.


"au.!? " pekik viona kesakitan. viona melotot ke arah alexa yang duduk santai di meja sebelahnya viona.


"heehh! lo sengajakan narik earphone gue. " bentak viona, alexa mengangkat sebelah alisnya.


"viona udah ah,, dia tu kalo di ladenin makain ngelunjak. " talita menarik tangan viona agar kembalai duduk di tempatnya.


Pelajaran pun dimulai dengan baik tampa ada keributan, yang membuat viona kesal adalah sikap alexa yang selalu ingin dia di hukum. alexa selalu ingin memancing kemarahan viona menbuat viona tambah kesal, viona bangkit dari duduknya.


"pak saya izin ke uks, kepala saya pusing dengerin ocehan burung di sebelah saya. " ucap viona tampa menunggu keputusan dia sudah keluar terlebih dahulu. pak bayan menggeleng geleng melihat kelakuan muridnya itu.


Viona berjalan di koridor kelas semua nya sedang belajar dengan giat hanya viona yang berkeliaran saat jam pelajaran sedang berlangsung. pandangan viona beralih kepada seorang laki-laki yang di lihatnya kemaren saat dia dihukum oleh bu maya. Laki-laki itu bersama seseorang wanita yang cantik. mereka terlihat sedang berdiskusi. viona tak peduli dan melanjutkan tujuannya yaitu uks. viona tidak sakit dia hanya enggan mendengar ocehan guru yang membuatnya sakit kepala


Sepulang sekolah viona langsung menuju ke sirkuit balap, disana lori sudah bersiap untuk balapan. viona tersenyum lalu menghampiri lori, lori melepar setelan baju balap ke arahnya viona. lalu viona bergegas menggantikan nya. talita menghela nafas.


"lori kamu harus hati hati ya. jangan buat dia terluka dan jangan sampai melukai diri kamu sendiri. aku gak sanggup liat kamu terluka. " ucap talita, lori mendekat dan mencium kening talita.


"ya ampumm.. kayak mau pergi jauh aja! " ucap viona yang tiba-tiba nongol.

__ADS_1


"sirik ... pacaran boss!? " ucap lori sambil menipuk kepala viona.


"anjirrr!? sakit tau..., " upat viona kesal. lori tak peduli dengan upatan viona dia langsung berjalan memasuki mobil. viona melihat kearah talita yang menatapnya sendu.


"kita akan baik baik aja kok kamu jangan terlalu khawatir. " ucap viona lalu pergi masuk mobil.


"ok sobat ayo kita mulai dalam hitungan 1.......2....... mulai!? " teriak toro yang menjadi profokator. suara desiran ban mobil terdengar nyaring. viona melajukan mobil dengan kecepatan 180 km/jam, dia selalu mengimbangi laju mobil lori hingga sampai di putaran terakhir lori menurunkan sedikit kecepatan membiarkan viona maju kedepan dan lori menagmbil kecamatan penuh untuk mencari celah di samping kanannya viona, viona kaget melihat lori telah disamping nya, lori menghantam mobil viona hingga membuat mobil viona hilang kendali dan masuk tengah tengah lapangan. lori keluar sebagai pemenangnya.


"ahh.. sial.. " ucap viona sambil memukul stir mobil. lori menghampiri mobil viona.


"lo curang kan. gue gak terima kalo lo yang menang, " ucap viona kesal. lori tersenyum senang.


"udah kalah masih gak mau mengalah juga! hah.. " ucap lori membuat viona tambah kesal.


"kalo lo gak banting stir, gue pasti udah menag tadi. " ucap viona tak terima. lori mengacak rambut viona


"kalo kalah ya kalah aja jangan salahin orang." ucap lori dia berjalan menghampiri talita yang menunggu nya diikiti oleh viona dibelakang. . viona cemberut karna tidak bisa menang dari lori.


...


viona sudah beberapa hari tidak bertemu dengan mamanya membuat dia khawatir dia menahan rasa mindernya dan menelfon mama.


"hallo ma! " sapa viona


"ada apa vi uang saku mu habis? nanti mama transfer ya. " balas mama singkat. lalu mama memutuskan sambungan, viona menghela nafas.


"viona kangen sama mama" ucap viona . dia berjalan sambil membawa buku gambar menuju balkon. itu sudah menjadi rutinitas viona saat sendirian di rumah.


...


makasih ya buat kalian yang udah baca😘😘

__ADS_1


__ADS_2