
Viona membaringkan tubuhnya belum sempat ia pejamkan mata nya, kamar nya diketuk sekali viona berdecak kesal.
" aku gak mau diganggu!? " teriak viona, ketukan berhenti terdengar, viona kembali memejamkan matanya lalu pintu kembali diketuk.
" cihk.. sial.! " viona bangkit dan membuka pintu dengan kasar! viona kaget melihat laki-laki yang tadi dilihatnya diruang tamu kini berdiri di depan kamarnya.
" maaf! perkenalkan saya axel, saya guru privat kamu mulai hari ini.." jelas axel sambil menunduk , karna dia menjaga pandangannya karna viona memakai tantop.
"lo tunggu aja didepan! " ucap viona menutup pintu dengan kasar, axel menutup mata nya ternyata dia baru mengerti kenapa bu vania memberinya banyak uang dan menyuruhnya menanda-tangani surat kontrak kemaren ternyata sikap putri nya sangat kasar, axel merutuki kecerobohannya harusnya dia lebih teliti kemaren.
Viona turun keruang tamu dengan memakai kaos lengan panjang dan celana hotpants dan menenteng beberapa buku tulis, viona duduk di lantai beralaskan karpet.
" gue harus kasih tau aturan belajar sama gue! " ucap axel sambil ikut duduk dilantai.
" hey! ini baru hari pertama kenapa harus bahas aturan sih, gue gak suka sama yang namanya aturan. " ucap viona sambil memutar bola matanya kesal.
"gue gak peduli kamu suka atau tidak, tapi lo harus ikutin aturan gue.! " jawab axel dia telah bertekat akan mematahkan sikap wanita dihadapan ini.
" terserah lo! " jawab viona kesal.
" ok bagus! jadi lo hanya perlu bersikap sipan dan tidak terlambat pulang kayak tadi, karna gue punya urusan lain setelah dari sini, dan juga selain dari itu lo bebas ngelakuin trik belajar ala ala lo! " jelas axel.. viona tersenyum licik.
"perlu lo tau juga gue tau lo itu tipe cewek seperti apa, jadi mungkin lo bisa aja ngelakuin sesuatu sama gue, lo juga harus tau gue udah berpengalaman soal mengajar! " jelas axel lagi, viona memutar bolamatanya.
"lo mau ngajar atau mau ceramah? " kata viona ketus, axel memakai kacamata nya saat axel sedang menjelaskan pelajarnya, Viona sibuk dengan kegiatan tak bergunanya, perhatian axel beralih pada viona.
"putri!? " panggil axel, viona menoleh dan melihat ke sekeliling melihat sosok yang dimaksud oleh axel, tapi hanya dirinya dan axel yang berada diruangan tersebut.
" lo manggil gue! " tanya viona, sambil menunjuk ke arah dirinya.
" ia nona putri, saya memanggil anda. " ulang axel, viona tertawa keras.
"putri? lo manggil gue putri,.. hahaha., denger dari mana nama gue putri? " tanya viona, axel terlihat seperti orang bodoh, viona menormalkan dirinya.
" ok,, ok,, gue belum memperkenalkan diri gue, kenalin nama gue viona anastasia,, bukan putri! " jelas viona.
" aku gak peduli nama kamu siapa selama aku ada di hadapan kamu, kamu harus memperhatikan kearah saya dan menyimak pelajaran saya. "kata axel.
" gue gak suka belajar! " jawab viona enteng, membuat axel kesal.
" jadi lo sukanya apa, pacaran? mabuk-mabukan? terlambat? " tanya axel, viona melotot.
"jadi ternyata benar, lo orang yang gue liat di sekolah, dan di clup satu minggu yang lalu! dasar dunia sempit banget" ucap viona axel menghela nafas.
"selesaikan soal ini, " ucap axel menyodorkan sebuah buku tebal, viona mencibir tak jelas.
__ADS_1
"selesai ka soal itu dan setelah ini udah dulu les hari ini" viona pun mengerjakan soal dengan kesal, axel tersenyum, semoga saja viona bisa bersikap 2x lebih baik besok.
" jawaban kamu sudah benar, kamu harus lebih teliti lagi saat mengerjakan soal dan besok aku akan tes soal ini lagi kalo kamu tidak bisa kamu akan saya beri hukuman" jelas axel, sambil membereskan buku buku yang berserakan di atas meja.
" oh ya!, besok lo gak boleh pulang telat lagi" axel bangkit, viona memutar bola matanya kesal.
"berani banget dia merintah gue dia pikir dia siapa? " ucap viona kesal, viona bangkit dan berjalan kearah kamar dia merebahkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar.
"gue harus cari cara supaya guru privat itu pergi dengan sendirinya atau diusir dengan kejinya. " ucap viona sambil tersenyum sinis.
Viona sedang menatap layar televisi dengan seksama melihat para musuh yang berkeliaran.. dan door..
" door!? " teriak mama mengagetkan viona yang sibuk dengan ps padahal sudah jam 10 malam.
" a....!? " teriak viona kaget, remot kontrol ps nya melambung ke depan televisi.
"mama apa apaan sih! " ucap viona kesal.
" gimana belajar sama guru barunya seru? " tanya mama, viona memutar bola matanya kesal.
"ma! mama bisa gak sih berhenti cariin aku guru privat, viona gak suka ma! " ucap viona kesal.
" mama juga gak suka nilai kamu jelek, mama mau nilai kamu itu bagus. " balas mama, emosi viona pun memuncak.
"viona gak mau belajar, viona pengen jadi seniman, bukan pengusaha ma!., viona gak mau dipaksa. " ucap viona dia bangkit dan pergi.
"ternyata putri mu mengikuti langkahmu sebagai seniman! aku harus berusaha lebih keras untuk mengubah putri mu bram. " ucap mama saat melihat viona menghilang dari pandangan nya.
Viona bangun terlambat lagi, sudah jadi kebiasaan tersendiri untuk viona, viona berlari dikoridor kelas karna hari ini ada latihan soal ujian bersama bu maya.
" permisi bu! " ucap viona ngos ngosan diambang pintu, mata bu maya membesar melihat viona dari dulu hingga sekarang hampir setiap hari telat.
"lagi lagi kamu telat viona, apa kamu lupa hari ini saya akan membahas soal ujian kalian yang kemaren, kenapa kamu telat?, apa ku ngedugem semalaman hingga kamu bangun kesiangan. "tanya bu maya marah, viona hanya menunduk , dia teringat pembicaraan nya dengan mama selalu berakhir dengan pertengkaran.
" maaf bu, semalam saya belajar bu, ! " jawab viona, bu maya menyerngit.
"belajar? ok baiklah karna kamu beri alasan belajar kamu harus mengerjakan soal lain sebagai hukuman kamu udah telat hari ini, kerjakan di halaman 152 10 buah ok dan kumpulkan besok! " ucap bu maya, viona melotot.
" bu, itu kebanyakan! "protes viona.
" saya tidak mau dengar alasan apapun, siapa suruh kamu telat, cepat Kekursimu sebelum saya berubah pikiran" ucap bu maya, Alexa tersenyum sinis kaarah viona, viona menghela nafas dia sedang malas untuk berdebat dengan siapa pun, viona menyimak pelajaran walaupun hanya sekedar menyimak dia sudah sedikit mengerti hingga jam pelajaran selesai, viona mengeluarkan earphonenya dan memasangkan pada telinga nya.
" vi! serius lo semalaman belajar? " tanya talita, viona menarik earphonenya.
" kalo viona belajar itu berarti nama dia itu harus di ubah bukan viona lagi. " ucap alexa, viona memutar bola matanya.
__ADS_1
" heh lo pikir gue gak bisa belajar ya, lo dengerin ya soal yang dikasih sama bu maya akan gue selesain dan 70 persennya akan bener" tunjuk viona pada buku pelajarannya.
" oh gue salut! lo pasti akan gagal viona.. " ucap alexa dia berlalu keluar.
" heh.. gue akan dapat 100 besok!? " teriak viona sambil berdiri, lalu duduk kembali.
"lo serius mau dapat 100? " tanya Andrew yang tiba-tiba datang.
" iya nih si viona, lo pikir dapat nilai 100 itu mudah Apa, "ucap talita.
" gue bisa kok! " ucap viona yakin.
" gue bisa bantuin lo, nanti sore ayo belajar bareng " ajak andrew.
"serius lo mau bantuin gue?, ok lebih banyak membantu lebih baik. " jawab viona, andrew tersenyum.
" trus gue? " tanya talita, viona langsung merangkul bahu talita dan mencium pipinya gemas.
" lo boleh ikut sesuka lo talita sayang " ucap viona, talita sibuk menyapu pipinya bekas ciumanya viona, andrew menutup wajahnya dengan telapak tangan karna selalu saja 2 wanita dihadapan nya bertingkah seperti anak kecil.
" nanti kata bareng sama lo pulangnya" ucap andrew, viona mengacukan jempol.
Viona menunggu andrew didepan sekolah, tapi andrew tak kunjung datang hingga 20 menit berlalu, andrew yang entah muncul dari mana langsung masuk kedalam mobil.
" sorry ya gue telat! tadi gue harus ketemu kepala sekolah dulu dia ngasih gue brosur kuliahan, nih buat lo siapa tau lo tertarik. " andrew memberi selembar pada viona, tanpa viona lihat langsung dia letakan di jok mobil.
" gue harus pulang cepat, kalo hak siluman di rumah gue ngamuk! " ucap viona langsung tancap gas.
" siluman? " ucap andrew.
" guru privat gue, bawelnya minta ampun" ucap viona, andrew menggeleng.
" guru lo bawel itu pasti karna lo nakal" ucap andrew.
" jaman sekarang kalo gak nakal gak seru" kata viona, andrew kembali menggeleng.
"kenapa lo mau temenin gue belajar, bukannya lo punya kerjaan ya sore! " tanya viona.
" karna gue suka sama lo" ucap andrew, viona membanting stir mobilnya karna kaget, untung saja jalanan sepi.
" lo ngomong apaan sih? kalo kita kecelakaan gimana? gue masih belum mau mati, Cita-cita gue belum tercapai. " ucap viona marah marah, andrew menghela nafas.
" sorry gue terlalu berlebihan bercanda nya. " ucap andrew viona menghela nafas lalu menjalankan mobilnya kembali.
Andrew harus memendam perasaan nya, mungkin dia harus menunggu waktu yang tepat lagi setelah ini, kalau dia tau itu semua akan gagal dia pasti akan membiarkan talita ikut serta dengannya, perjalanan berjalan seperti biasa hingga sampai dirumah.
__ADS_1
....
see you😘😘