Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 4


__ADS_3

viona mendengus kesal karna mamanya mau dia les privat di rumah semua bayangan rencana liburannya pastinya akan hancur karna mamanya menyuruhnya belajar belajar dan belajar. viona melirik jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan jam 6 , viona bersiap siap untuk pergi ke clup, viona memakai dress diatas lutut dengan lengan panjang yang membentuk lekuk tubuh nya. viona juga memakai heels tinggi, viona keluar dari kamar, mama viona duduk diruang tamu bersama seorang wanita yang di yakini adalah teman kerja nya. viona berjalan seolah tidak ada mama disana, viona acuh dengan kehadiran mama nya di sana.


"viona! mau kemana kamu? " tanya mama saat melihat viona berjalan melewati nya menuju pintu.


"viona ada acara sama teman teman " Jawab viona ketus, mama menghela nafas dan menatap viona teduh.


"pergilah, Hati-hati di jalan! " ucap mama, viona nampak terkejut dengan jawaban mama, lalu tersenyum.


"iya ma! " jawab viona sumbringan. viona pun berangkat.


"tumben mama bersikap hangat " ucap viona sambil menjalankan mobil dia harus menjemput andrew dan talita, karna rumah mereka berdekatan, saat viona menjemput andrew di kos kosan nya, viona turun.


"viona! kamu kok pake baju kaya gitu sih! " ucap andrew.


"andrew kita mau ke clup, gak mungkin kan gue pakek baju muslimah, apa kata orang" ucap viona, dia melempar kunci mobil ke arah andrew dan dengan sigap andrew menangkapnya, kemudian mereka menuju rumah talita dan mereka berkumpul di clup bersama rania, sultan dan beberapa teman yang lainnya.


Mereka memesan minuman soda sebagai pengganti alkohol mata vania menganggap sosok yang pernah dia lihat di sekolah, anak kuliahan yang datang untuk mempromosikan akademi mereka, dia menghampiri meja mereka, Laki-laki itu menatap ke arah viona.


"kalian mau pesan apa? " tanya laki-laki itu.


"aku pesan wine ya.! " ucap viona talita dan andrew menatap taham ke arah viona.


"hey.. kita kesini mau senang senang kan " ucap viona.


"iya, gue setuju sama viona, kita semua pesan wine aja! " sambung rania.

__ADS_1


"kalian kalo mau mabuk mabukan kenapa ngajakin gue sih, gue pulang aja " ucap Andrew.


"andrew ngapain pulang sih, udah sampek sini juga. lo kan bisa pesan yang lain soda, lemon line atau apalah, jangan pulang cepet! " ucap talita.


"lo gak seru banget sih! " ucap viona.


"kami semua pesan wine " ucap rania.


"minuman bersoda 2 ya, " ucap sultan, sambil melirik ke arah andrew.


mereka semua bersenang senang tapi tidak dengan andrew yang hanya duduk menatap mereka yang bergoyang tengah tengah clup. viona menghampiri andrew dan menarik nya ke tengah tengah kerumunan, tapi andrew menolak.


"ya udah kalo lo gak mau ikut, gue temenin lo disini! " ucap viona, sambil duduk di samping andrew dan memesan wine lagi.


"lo jangan minum lagi vi! nanti lo tambah mabok" andrew menahan viona, karna viona sudah setengah sadar dia menepis tangan andrew dengan kasar.


"lo gak ngerti apa yang gue rasain selama ini, lo gak taukan mama gue itu gak pernah peduli sama gue, gak pernah ngurusin gue, jadi jangan seenaknya lo ngelarang gue! " ucap viona lagi, viona jadi sempoyongan dan ling lung dia tetap memaksakan untuk minum lagi, andrew merampas gelas di tangan viona.


"ayo, aku bawa kamu pulang" andrew menarik pergelangan tangan nya viona.


"ah.. ngapain sih narik narik gue, mending kita joget bareng aja yuk! biar kita happy.! " ucap viona. viona berubah menjadi liar dia seperti wanita penggoda yang mabuk.


"viona cukup!?, ayo kita pulang. " ucap andrew kesal. dia mendorong tubuh viona agar menjauh darinya lalu menghampiri sultan di tengah kerumunan dan suara musik yang memecah telinga.


"tan! gue pulang duluya, viona udah mabuk berat! " ucap andrew setengah berteriak.

__ADS_1


"ok!, lo bawa pulang viona, biar talita pulang bareng gue. " balas sultan.


"lo jagain talita ya! " ucap andrew, dia pun menghampiri viona lagi, andrew merangkul tubuh viona dan berjalan keluar, viona bergeliat dan memberontak tak karuan karna tak mau pulang.


"ah.. andrew gue gak mau pulang, gue gak mau pulang.


ahh!?.. lepasih gue!? " teriak viona, andrew tak peduli dengan perkataan viona, dia membuka pintu mobil dan mendorong tubuh viona agar masuk kedalam mobil di samping kemudi, lalu andrew memasang seatbelt pada viona, viona malah menarik kerah baju andrew dan memeluknya, andrew kaget dan merasakan bau alkohol pada viona.


"uhuk... " viona muntah ke atas bajunya andrew, andrew memejamkan matanya menahan amarah, baju kemejanya jadi kotor.


" ah sial! viona!? " ucap andrew kesal dia melepas kemejanya dan melihat warung kelontong dekat dengan clup itu, andrew membeli air mineral untuk viona, namun saat andrew kembali ke mobil viona sudah tertidur.


Andrew menghela nafas dan tersenyum, mengingat viona telah memeluk nya dengan sangat tidak menyenangkan. Andrew pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga sampai di depan rumahnya viona, pintu di buka oleh pembantu, andrew kembali ke mobil dan menggendong viona masuk kedalam dan menuju kamarnya, pembantunya mengekor di belakang.


" apa yang telah terjadi sama non viona? " tanya mbak lia.


"dia terlalu banyak minum dan mabok, mungkin besok dia akan baik baik aja! " jelas andrew, sambil keluar dari kamar.


"den ini tidak mau nginap disini, ini sudah sangat larut" tawar mbak lia, andrew tersenyum.


"tidak usah mbak, rumah saya dekat kok dari sini. " jelas andrew,


" ya udah kalo gitu hati hati ya den di jalan" ucap mbak lia lalu menutup pintu.


Andrew berjalan sendiri dia melirik jam tangan nya sudah menunjukkan pukul 12.45 dini hari, semoga saja apa yang telah terjadi malam ini akan berubah indah besok pagi, andrew sebenarnya mempunyai perasaan pada viona, tapi andrew tau diri karna dirinya tak mungkin bisa bersama viona karna latar belakang keluarga yang bertolak belakang dengan viona beruntung karna andrew mendapatkan beasiswa untuk bersekolah dia tempat yang mahal dan juga viona dengan senang hati mau berteman dengan Andrew, dia juga menjabat sebagai ketua OSIS dan tak heran jika banyak wanita yang mengejar nya karna bukan hanya pintar andrew juga sangat tampan tapi dia selalu menghindari wanita-wanita yang mendekati hanya wanita wanita yang berkepentingan umum yang dekat dengan andrew, jadi bukan heran kalau hampir semua wanita di sekolah iri sama viona yang dekat sama andrew tampa syarat.

__ADS_1


....


__ADS_2