
Hari sudah sore dan axel baru kembali dari restauran bersama dinda yang ikut singgah di rumah axel, dinda duduk di sofa usang lalu viona keluar dari kamar axel, dinda melotot. pasalnya dinda yang sudah sahabat lama sama axel belum pernah sekali pun masuk ke kamar axel, namun viona keluar masuk dengan leluasa.
" kenapa lo masih di sini? " tanya dinda ketus, dia menatap sinis ke arah viona.
" kenapa?, ini bukan rumah lo kan, jadi gak usah berlagak kayak tuan rumah, karna sebentar lagi gue yang akan jadi tuan rumah di sini. " ucapan viona sukses membuat wajah dinda merah padam.
" lo!? " ucap dinda kesal lalu ibu muncul dari dapur.
"eh ada dinda, gimana kalo dinda makan malam di sini, ibu masak banyak hari ini," ajak ibu. viona mengikuti ibu, begitu pun dinda. ibu telah menyiapkan makan malam di atas meja kayu usang.
" ayo makan! " ucap axel bersemangat.
" kak axel gak bisa sabar ya. " ucap alexa yang datang mengambil minum dalam teko dan meletakkannya di atas meja,
" ibu rumah kita udah rame banget ya, kasian tangan ku ini. "ucap alexa sambil menatap sinis kearah viona, viona pura-pura tidak melihat ke arah alexa.
" alexa! " tegur ibu. dinda merasa tidak enak, waktu di tau kalau alexa menyindir viona karna alexa terlihat tidak suka dengan viona. alexa membawa piring kotor ke kamar mandi untuk di cuci dan viona juga membawa piring bekas dia makan dan mengikuti alexa.
"kapan lo akan pergi dari rumah gue? " tanya alexa sinis, viona menatap alexa sekilas dan hendak pergi, tanpa menjawab pertanyaan alexa. alexa menarik tangan viona hingga membuat piring yang dipegang nya jatuh dan pecah.
" aku gak mau ribut " jawab viona singkat. namun alexa mendorong viona hingga jatuh dan tangan nya bertumpu pada pecahan piring, axel datang karna mendengar suara benda jatuh. axel melihat tangan viona berdarah.
"tangan lo.! " ucap axel, alexa memutar bola matanya kesal, kenapa kakaknya datang.
" al ambilkan kain dong" pinta axel.
" aku gak mau! " jawab alexa acuh, dia langsung pergi, axel menghela nafas, dia lalu mengambil air dengan gayung lalu memasukkan tangan viona kedalamnya , viona menarik nya.
" gak perlu! " jawab viona dia langsung keluar dan menuju kamarnya axel. viona mengacak isi tasnya untuk mencari sapu tangan yang sering dibawa nya kemana-mana.
" kemana sih" ucap viona pada dirinya lalu di temukan sapu tangan tersebut dan diikat pada tangannya yang mengeluarkan darah. viona menghela nafas.
__ADS_1
" aku harus cepat pergi dari sini! " ucap viona. merapikan baju yg di dalam tas nya. Viona merebahkan tubuhnya dikasur milik axel tak terasa dia telah terbawa kedalam mimpinya, axel masuk kedalam kamarnya dilihatnya viona tertidur di kasurnya, axel mendekat dan duduk di pinggir ranjang, axel memandang wajah viona lalu tersenyum membayangkan setiap kejadian yang tak pernah ia duga terjadi diantara mereka. Axel P3K untuk mengobati tangan viona yang dibalut dengan sapu tangan.
" kak! " panggil alexa, axel menoleh lalu keluar dan duduk di sofa.
" ada apa? " tanya axel.
"kakak suka sama tu cewek? " Tanya alexa, terlihat terkejut dengan Pertanyaan alexa.
" kakak gak suka sama dia. " jawab axel tegas. alexa tersenyum sinis.
" kakak gak nyadar kakak perlakukan dia itu kayak apa.
beda kak! " jelas axel.
" al,! kamu taukan kakak gak mau bahas masalah itu sebelum waktu nya al! " kata axel, alexa menghela nafas.
"terserah kakak!, yang jelas kakak suka sama cewek itu. kalo kakak mau ngaku sama aku, aku bisa tolerin dia sedikit. " jelas Alexa, axel menghela nafas. apa yang akan dia lakukan kalau dia menyukai viona yang mungkin akan sangat sulit dia gapai.
" kamu jangan ngaco al..!, kakak gak suka sama dia. " axel tetap membantah pernyataan alexa.
viona membuka matanya tenggorokan nya terasa kering.
perhatian viona teralihkan pada tangannya yang telah diperban dengan rapi, viona bangkit dan berjalan keluar matanya terfokus pada axel yang tertidur didepan televisi, viona mendekat dan meletakkan bantal di kepala axel dan mengambil selimut untuk menyelimuti axel, dan bergegas ke dapur untuk minum. viona berdiri diambang pintu dan memandang kearah axel yang terlelap viona tersenyum sendiri.
" ah.. ngapain sih gue. " gumam viona,dia merasa aneh sendiri karna tersenyum melihat axel dia kembali ke kamar dan duduk di meja belajar nya axel. viona membuka laptopnya axel yang pertama dia lihat adalah galeri, banyak file yang di simpan axel termasuk saat foto saat dia sedang SMA dulu, axel terlihat sangat akrab dengan cewek dan salah satunya adalah dinda.
" ternyata mereka udah dekat lama, pantas aja dinda suka sama axel. " ucap viona, viona merasa ngantuk dia tertidur di meja belajarnya axel.
Axel bangun pagi pagi karna harus masuk kuliah pagi, axel lupa dengan viona yang menghuni kamarnya sedang tertidur. axel buru buru menyambar handuk. tidak sampai 5 menit dia sudah keluar dari kamar mandi dengan melilit kan handuk untuk menutupi bawahannya, memperlihatkan tubuh axel yang kotak kotak. Axel mengacuhkan viona yang sedang tertidur di beja belajar, dia memasukkan perlengkapannya ke dalam tas termasuk laptop nya tak sengaja axel menyenggol lengan viona hingga membuat viona sadar. viona kaget melihat axel yang begitu dekat dengan dirinya tanpa menggunakan baju.
" a... aa. " teriak viona. dengan sigap axel membekap mulut viona dengan tangannya, viona memberontak melepaskan diri dan lari keluar kamar hingga menabrak alexa yang sudah rapi akan ke sekolah.
__ADS_1
" heh!?.. gak punya mata ya" bentak alexa kesal.
" sorry.. sorry. " jawab viona singkat, tanpa melihat ke arah alexa, alexa penasaran dengan kelakuan viona seperti melihat hantu di pagi buta. alexa pun masuk ke kamar kakaknya dilihat kakaknya masih handukan sedang mencari ini itu..
" viona kenapa kayak liat hantu, kakak apain? " tanya alexa
" gak apa apa!. " jawab axel singkat.
" kakak bohong kan ,! " balas alexa.
" lebih baik kamu ke sekolah sebelum terlambat. " axel mendorong alexa agar keluar.
viona masuk kedalam kamar mandi, jantungnya berdegup kencang.
" ah sial..! kenapa ni jantung gak bisa diajak kompromi.. " gumam viona, dia menekan dadanya agar dirinya bisa mengontrol detak jantung agar menjadi normal. viona pun keluar kamar mandi dan melihat ibu sedang membuat gorengan, viona menghampiri ibu.
" boleh viona bantuin. " tawar viona,
" loh, kamu gak sekolah? " tanya ibu, viona hanya tersenyum
" gak bu, mungkin untuk sementara waktu. " jawab viona.
" ibu mau buat apa gorengan ini? " tanya viona lagi.
" ibu mau jualan keliling, buat tambahan uang belanja. kasian axel sendirian kerja dari pagi sampai malam belum lagi dia sibuk kuliah. " jelas ibu.
" viona boleh ikut bantu ibu jualan? "pinta viona.
" kamu kan masih sakit, sebaiknya kamu istirahat aja di rumah."
" bu, viona udah sehat kok, viona pokoknya pengen ikut. " bantah viona. dia ingin merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. selain itu viona juga merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan pada mamanya yang sangat sibuk.
__ADS_1
......................
see you😘