Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 16


__ADS_3

Mama tidak lagi fokus pada meeting pikiran nya melayang memikirkan perkataan viona, dia seharusnya tidak menampar viona seperti itu sekarang vania merasa bersalah bukan karna melukai wajah viona tapi juga hatinya, vania termenung sambil menatap layar komputer diruangan nya yang megah dan furnitur yang elegan namun pikiran vania hanya tertuju pada putrinya Viona, pintu diketuk oleh angel membuat vania tersadar dari lamunannya.


" masih mikirin Viona ? " tanya angel sambil duduk disofa tak jauh dari mejanya vania.


" apa yang harus aku lakuin untuk dia sekarang, aku pikir apa yang aku kasih selama ini sudah cukup. ternyata aku salah! " jelas vania.


" mungkin dia butuh kasih sayang kamu van, biasanya anak remaja mau diperhatiin atau disayang, apa dia punya pacar? " tanya angel dia selalu mendengar curhatan vania tentang keluarga atau tentang masa lalunya, angel itu sahabat sekaligus teman kerja nya yang sudah menemaninya bertahun-tahun yang lalu.


" sejauh ini yang aku pantau kayak nya gak ada, tapi dia punya banyak teman cowok! " jelas vania.


" berarti bener dugaan aku, dia butuh kamu van sebagai figur seorang ibu. " ucap angel, vania terdiam.


" kamu pasti tau apa yang harus kamu lakuin. aku harus cek lagi kerjaannya si rista dulu mungkin ada yang kurang. " angel pun keluar ruang nya vania.


Mama berencana pulang lebih awal dari pada biasanya untuk meminta maaf atas kejadian tadi di kantor. mama mampir ke toko perhiasan dan membeli kalung berbentuk bintang dan bulan untuk viona sebagai tanda maaf dari mama, namun sesampainya dia rumah mobil viona tidak ada di


tempat parkir, mama masuk.


" liaaa..!? " panggil mama, mbak lia berlari pelan dari dapur.


" iya nyonya.. " jawab mbak lia.


" viona kemana? kok mobilnya ada? " tanya mama.


" maaf nyonya! non viona belum pulang sejak tadi pagi berangkat kesekolah" jawab mbak lia gugup dia takut kalo majikannya akan marah, mama menghela nafas.


" ya sudah kamu boleh balik ke dapur! " ucap mama di berjalan menuju kamarnya dan mengotak atik ponselnya lagi lagi dia menghela nafas berat.


" vania apa yang udah lo lakuin sape ngenbuat anak lo marah besar! " ucap vania, air matanya jatuh kemudian ia bangkit untuk menjemput viona, mama memasang jps pada mobil dan ponselnya viona agar mama bisa melacak keberadaan viona dan mama juga menyeruh mata mata untuk mengintai keseharian viona yang selalu buat ulah..


...


Viona kembali ke mobil perasaannya sangat sedih hingga air matanya jatuh, talita yang melihat viona menangis pun shok, karna sangat jarang viona nangis dan sekarang viona yang di depannya sedang terisak.

__ADS_1


" vi...! lo baik baik aja? " tanya talita lalu viona berhamburan memeluk talita.


" ta..! ayo kita ketempatnya lori! " ajak viona dia melepas pelukan talita dan beberapa kali menghela nafas untuk menormalkan dirinya.


"vi..! lo masih punya gue vi. " kata talita, viona tersenyum kecil. bagi viona talita itu sahabat sekaligus keluarga untuk viona, hanya didepan talita viona menangis karna baginya talita lah orang yang paling tau dirinya tanpa perlu dijelaskan oleh viona.


Mereka telah sampai di tempatnya lori seperti biasa viona dan talita disambut hangat oleh lori dan ziddan.


" apa kabar vi..? " tanya ziddan, dia merangkul bahu viona seperti lori marangkul talita kekasihnya.


" ini punya lo! " viona mengembalikan kartu kredit nya ziddan.


" makasih ya uanglo banyak bantu gue " ucap viona lagi ziddan menerima nya dan tersenyum.


" lo udah baikan sama mama lo? " tanya ziddan, viona terdiam dia tidak mungkin menceritakan masalahnya dengan mama pada ziddan.


" kalo lo masih butuh kartu gue lo pakek aja, " tawar ziddan lagi.


" gak usah, kartu gue udah baik baik aja sekarang, sekali lagi makasih ya. " kata viona. viona dan ziddan duduk didekat ring melihat para cowok cowok latihan. ziddan menatap viona lekat lekat.


" oh.. ini? tadi sebelum sampai sini aku basuh muka dulu dan sengaja gak aku lap biar seger. " jelas viona sekenanya.


" ayo kita latian, biar lo gak lupa sama gerakan yang gue ajarin. "ajak ziddan.


" gue haus, kita minum dulu yuk, nanti aja latian nya. " balas viona, tanpa persetujuan ziddan viona sudah lebih dulu bangun dan menuju ke cafe yang satu tempat sama basecamp nya lori, mereka duduk di kursi paling pojok.


" hai.. viona! lama lo gak kesini? mau pesan apa?" tanya pelayan cafe yang memang teman satu geng sama lori.


" kita pesan wine ya, " pinta viona, ziddan menyerngit


" ini masih siang, lo gak boleh mabok. " bantah ziddan.


" gue gak peduli" jawab viona enteng, ziddan menggeleng melihat kelakuan viona yang tidak bisa dibilang sopan. pelayan tsb pun mengambil wine untuk viona dan minuman soda untuk ziddan yang tak mau mabuk karna masih siang.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 18.30, viona sudah menghabiskan 3 botol wine, ziddan menatap viona sambil meminum minuman sodanya, viona ingin membuka botol ke4 namun talita datang,


" vi..! lo mabok? , " ucap talita khawatir, dia menatap ziddan tajam.


" gue udah ngelarang dia, tapi dia gak mo denger. " kata ziddan, yang tau apa isi dari otak nya talita.


" vionaa.. ayo kita pulang.. " talita menarik pergelangan tangan viona.


" gue gak mau pulang dulu, ta.. kita harus happy-happy dulu" viona mulai mengoceh.


" viona.. ..! " ucap talita mulai kesel, hanya tersenyum melihat viona yang sudah mabok. talita mengenggam erat tangan viona namun viona memberontak.


" lepasin gue! " teriak viona, tak jauh dari sana mama masuk bersama seorang bodyguard.


" liat siapa yang dateng, bukannya tadi lo udah nampar gue, kenapa sekarang lo muncul lagi dihadapan gue, hah.. lo itu gak pantas dipanggil mama tau gak, gue nyesel udah lahir dari rahim lo. " ucap viona sambil menunjuk kearah mama nya, air mata mama jatuh dia merasa dirinya orang paling jahat didunia karna dia telah kasar sama putri nya viona, mama mencoba meraih tangan viona.


" sayang ayo kita pulang" ajak mama, namun viona menepis tangan mama dengan kasar.


" jangan sentuh gue, lo itu bukan mama gue! " ucap viona, dia mulai lemas dan jatuh ke lantai.


" gue gak mau pulang ke rumah lo" ucap viona lagi, talita pun merangkul viona dan disusul oleh ziddan.


" biar aku angkat dia! " ucap ziddan, dia pun menggendong viona dan talita berjalan sejajar dengan mama.


" terima kasih banyak nya " ucap mama. talita menyerngit.


"makasih kamu udah jadi teman yang baik buat viona, " jelas mama.


" tante gak perlu berterima kasih, viona udah aku anggap kayak sodara sendiri" ucap talita.


Ziddan membawa viona masuk kemobil dan talita masuk kemobil viona. mama menatap ziddan dan sekilas tersenyum...


....

__ADS_1


**jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar.


see you😘**


__ADS_2