Si Nakal Jatuh Cinta

Si Nakal Jatuh Cinta
chapter 5


__ADS_3

viona bergeliat karna cahaya matahari masuk melalui gorden yang tidak di tutup, silau cahaya membuat viona kesal.


"ah..! " viona mendesah kesal, dia bangkit dan menutup kembali gorden dengan kasar, lalu kembali tidur seketika dia teringat kejadian semalam dia mabuk berat dan samar samar dia ingat bahwa dia telah memeluk andrew saat andrew mengantar nya pulang. viona terduduk saat mengingat kejadian tsb, dan lagi dia muntah di depan andrew.


" ah... kenapa gue bisa hilang kendali sih, betapa malunya gue sama andrew hah... " ucap viona, dia jungkir balik di atas kasur lalu bangkit dan turun.


"mbak..!? .. mbak lia!? " teriak viona, bak lia pun berlari kecil menuju kamarnya viona.


" ada apa non? " tanya mbak lia.


"mang dirman mana?, suruh dia buat cuci mobil aku luar dalam ya, nanti siang aku mau pergi sama temen temen " jelas viona.


"non, kata Nyonya non viona gak boleh pergi hari ini karna nyonya sudah memanggil guru privat untuk non viona, jadi non viona gak boleh kemana-mana hari ini. " jelas mbak lia.


" mbak lia! saya ini mau pergi sama temen, saya gak mau ikut les privat itu. " balas viona ketus.


"non! kata nyonya kalo non viona tidak mau, nyonya akan memblokir semua atm anda dan mobil akan di sita" ucap mbak lia.


"ah.. sial.. kenapa mama egois banget sih. " ucap viona dia berlalu ke kamar, dia mandi karna masih memakai pakaian semalam, viona sangat kesal karna tidak bisa pergi ke tempatnya lori.


Viona sedang menggambarkan sebuah sketsa seorang pria dan wanita sedang bermesraan, pintu kamar viona di ketuk, fokus viona pecah karna suara ketukan pintu, viona berdecak kesal lalu bangkit untuk membuka pintu.


" siapa sih siang bolong gangguin gue,! " ucap viona kesal. seorang wanita cantik berkacamata berdiri di depan pintu sambil memegang beberapa buku, viona memutar bola matanya.


"hay..! kenalin aku tania guru lees kamu! " jelas tania sambil tersenyum manis, viona menatap nya kesal.


"boleh aku masuk? " pinta tania, viona membolehkan tania untuk masuk ke dalam kamarnya yang sangat berantakan, tania memperhatikan kamar viona, baju berceceran, lantai berdebu, meja belajar berantakan, kertas di mana mana!. seperti kapal pecah, tania terlihat sangat khawatir dia melihat ke arah viona.


" gimana kalo kita belajarnya di depan atau di ruang tamu aja! " ajak tania, dia tidak bisa fokus di tempat yang berantakan dia akan menjadi sangat ketakutan karna bisa saja akan ada banyak kecoa kalo ada di tempat yang kotor.


"kalo disini aja emang nya kenapa?, gue gak suka belajar di tempat lain selain kamar gue! "ucap viona ketus, tania terlihat khawatir karna phobianya terhadap kecoa.


" eumm, aduh gimana ya! iya ayo, kita belajar dimana aja kan sama aja! " ucap Tania yakin, viona memutar bola mata nya dan berjalan ke arah tempat tidur.

__ADS_1


"eum,, gimana kalo kita bersihin kamar nya dulu! " ucap Tania memberi saran, viona berdecak kesal ingin rasa nya menendang wanita ini sampai ke ujung Sumatra.


"lo mau jadi guru privat atau mau jadi asisten rumah tangga! kalo lo mau bersih bersih sana sama mbak lia aja. jangan disini, ganggu gue aja! " ucap viona ketus, wanita itu jadi berkeringat dingin mendengar ucapan viona, viona mengambil buku dan duduk di atas tempat tidur! dengan ragu Tania berjalan menghampiri viona yang sudah kesal sedari tadi.


"hari ini kita belajar matematika " tania membuka buku catatan matematika nya, tania selalu melihat kearah barang barang yang berserakan membuat fokus tania buyar! dan gelisah nya. dia selalu gagal fokus, membuat viona bete, pintu diketuk mbak lia muncul di balik pintu sambil membawa napan yang berisi cemilan dan minuman.


"non ini minuman nya! " ucap mbak lia meletakkan napan di atas tempat tidur dekat dengan mereka, mbak lia mengutip beberapa kertas yang berserakan, tania bernafas lega.


"mbak lia kenapa beres beres didepan tamu? apa gak ada waktu lain? " tanya viona ketus.


"maaf non! saya permisi kebelakang dulu. " mbak lia pun keluar, tania pun melanjutkan mengajarnya.


"jadi akar 81 adalah 8" ucap Tania, viona mengernyit.


"8? lo mau bodahin gue, pergi aja lo dari sini! " ucap viona kesal,


"maaf aku gak fokus, kita bisa mulai dari awal! " ucap Tania.


"halo ma! aku gak mau belajar sama orang yang mama kirim, bukan pintar eh malah nanti viona bakalan tambah bodoh gara-gara dia! viona gak mau dia yang jadi guru viona! " ucap viona kesal, tampa menunggu jawaban, viona sudah memutuskan sambungan duluan. viona menatap tania kesal, dia mengambil kunci mobil dan pergi, tania menatap kepergian viona dengan kebingungan. pintu dibanting.


"aduh! kenapa bego aku kambuh sih! " ucap Tania merutuki kebodohannya yang kambuh disaat yang tidak tepat.


Viona mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi ditempat yang sepi dia berputar putar, dia ingin balapan lagi sama lori dia masih tidak terima dengan yang lalu, setelah itu viona menuju markas nya lori, terlihat sepeda motor nya talita terparkir di sana. ziddan tiba tiba keluar menyapa viona.


"hy vi! gimana lo mau latihan gak, berlagaak lupakan kalo hari ini jadwal lo! " sapa ziddan, viona memutar bola matanya bete!, dia mengikuti ziddan di belakang viona mengambil baju gantinya untuk latihan bela diri, lalu masuk ke ruang ganti, lalu pergi ke tempat latihan yang isinya hampir sepenuhnya cowok.


"nih pake! " ziddan melemparkan sarung tinju kearah viona


"buat apa? gak biasanya lo nyuruh gue pake pake ginian. " tanya viona sambil tersenyum sinis.


"lo perlu lampiaskan kekesalan lo vi! " ucap ziddan, mereka masuk kedalam ring. ziddan. melepaskan sarung tinju nya dan melempar ke. sembarang arah.


"lampiaskan kekesalan lo vi! serang gue" teriak ziddan. viona meninju rahang ziddan hingga disudut bibirnya berdarah.

__ADS_1


" ya ampun ziddan lo gak papa, gue kekencangan mukul lo ya, gue minta maaf ya"ucap viona khawatir, dia memeriksa wajahnya ziddan dari jarak yang dekat.


" eukhemmm.. " lori mendehem keras viona segera menjauh dari ziddan.


"pantes aja lo gak ngabarin gue kalo kesini, ternyata udah janjian sama ziddan, so sweet banget sih kalian, kenapa kalian gak jadian aja sih, biar lebih nyaman gitu. " goda talita. sambil menggandeng tangannya lori.


" jadian apaan sih lo ta! ngaur deh lo, " ucap viona, ziddan menatap viona.


" kalian apaan coba, ganggu orang latihan aja, kalo mau pacaran sana jauh jauh jangan disini. " ucap ziddan.


" sayang ayo kita pergi dari sini! kita udah di usir" ucap lori sambil tersenyum.


" iya sayang kita ganggu mereka berduaan " sambung talita.


" talita awas lo ya!? " teriak viona kesal, ziddan tersenyum melihat tingkah laku viona.


" ayo latihan lagi" ajak ziddan. viona sesekali memukul wajah ziddan , ziddan selalu menerima pukulan viona tanpa menghalanginya atau membalasnya, viona jadi kesal karna tingkah laku ziddan yang tak membalas serangan nya lalu viona meninju wajahnya ziddan dengan keras, hingga keluar darah dari hidung nya, dengan kesalnya viona menarik ziddan keluar dari ring dan duduk di tempat istirahat, viona mengopres lembam di wajah ziddan.


" au.. pelan pelan dong vi" ucap ziddan meringis kesakitan, viona malah menekan lembam di wajah ziddan.


" a.! lo mau bunuh gue!? " teriak ziddan kesakitan.


"kenapa lo mau gue pukul hah? dasar bodoh serang gue balik, kalo kek gini terus latihan nya gue gak bakalan hebat" ucap viona kesal.


"vi gue gak bisa mukul orang yang gue sayang! " jawab ziddan, viona tersenyum sinis


" hari gini lo masih mikirin orang yang lo sayang! kapan lo berhasil nya, udah ah.. males gue ngomong sama lo, gue mau balik dulu. kompres nih luka lo! "viona bangkit dan melempar handuk yang di bungkus es batu ke arah ziddan, ziddan tersenyum kecut melihat kepergian viona.


....


sorry yang udah nungguin.


gak ada banyak waktu buat ngepost.

__ADS_1


__ADS_2