
Viona dibawa pulang oleh mama, dia sangat khawatir dengan dengan viona yang mabuk, dia juga khawatir dengan pergaulan viona yang tidak baik, mama memapah viona hingga kekamar dia menyelimuti viona dan membelai rambut viona lembut.
" maafin mama, mama gak bisa jadi ibu yang baik buat kamu selama ini " ucap mama lalu mencium pucuk kepala viona lalu keluar.
Keesokan paginya viona bangunkarna silau matahari masuk kekamarnya, saat dilihat jam sudah menunjukkan pukul 9 dia bangun lalu mandi dan turun untuk menyapa mbak lia.
" mbak lia.. " sapa viona dia duduk di meja makan, disana sudah ter hidang semangkuk bubur, viona mencicipi nya seketika mata viona berbinar karna menikmati bubur buatan mbak lia.
" mbak, semalam talita nginap disini gak? " tanya viona.
" bukan non talita yang anterin non viona,.! " jawab mbak lia.
" trus siapa? ziddan ya? " tanya viona lagi namun mbak lia hanya diam karna gak kenal sama ziddan.
"mbak lia gak kenal ziddan ya.! " tanya viona, mbak lia menggeleng.
" nyonya yang jemput non viona, dia juga nitip ini buat non viona, katanya dia minta maaf, itu juga bubur buatan nyonya. " jelas mbak lia, Tiba-tiba nafsu makan viona hilang dia meletakkan kembali sendok yang dipegang nya.
" aku udah kenyang. " ucap viona dia bangkit dan kekamar.
" non ini? " tanya mbak lia menunjuk paperback kecil yang dikasih oleh mama.
" buat bmak lia aja " ucap viona dia berjalan menuju kamarnya untuk melukis pemandangan namun sedang serius viona melukis dia kehabisan cat putih.
" mbak lia !? " panggil viona, tak lama mbak lia muncul.
"mbak, kita punya cat putih? " tanya viona.
" seingat saya cat nya saya taro digudang, mau saya ambilin? " tawar mbak lia.
"gak usah mbak, saya ambil sendiri aja.. " viona bangkit dan berjalan menuju gudang saat dia mengambil cat putih, viona melihat sebuah figuran yang tertutup kain putih karna penasaran viona pun mendekat dan menarik kain tsb pelan, sebuah lukisan terpampang jelas seorang laki-laki menggendong bayi mungil, viona mengambil lukisan tsb dan dibawanya kekamar, ditatap lukisan tsb.
" kayaknya gue familiar sama wajah di lukisan ini, gue liat dimana ya! " viona berfikir keras kenapa bisa ada lukisan di gudang sedangkan mamanya gak suka sama lukisan.
" ah masa bodo, yang penting gue udah punya lukisan baru mana detail banget lagi, pasti pelukis profesional. "ucap viona dia menyimpan lukisan tsb dan menyelesaikan lukisannya tadi, viona tersenyum bahagia setelah karya yang dibuatnya selesai, viona pun merebahkan tubuhnya di atas kasur dan menatap langit langit kamarnya hingga membuat dia kantuk dan tertidur.
Sudah 2 hari setelah mama menampar viona dikantor mama selalu pulang cepat hanya untuk menyapa viona, namun putri semata wayangnya tsb selalu menghindar saat diajak bicara oleh mama, dia selalu menjawab acuh saat mamanya bertanya dan besok dia akan berhadapan lagi dengan orang suruhan mamanya yang nyebelin, namun dia tak mau ambil pusing karna setelah ini dia akan bertemu dengan idolanya yang sudah lama dia cari tau dan hari minggu ini dia pembukaan galeri bramatello, dia juga sudah menyiapkan sebuah lukisan mini yang berukuran 3 jari menjadi gantungan kunci telah dia masukan kedalam kotak.
__ADS_1
Hari ini viona sarapan pagi dengan mama, karna mama sudah sering menghabiskan waktu dirumah hanya untuk menyapa viona.
" vi..! dua minggu ini kamu pakai supir ya, kalau perlu mama akan kirim orang buat ngawal kamu, "ucap mama, viona menghentikan makannya.
" aku gak mau. " jawab viona, dia pun bangkit dan meraih tasnya.
" vi.. mama khawatir kalo terjadi sesuatu sama kamu. " ucap mama namun tak dihiraukan oleh viona dia pun berjalan keluar tanpa menoleh. mama menghela nafas lalu merongoh ponsel nya.
" ikuti kemana pun dia pergi, pastikan brama tidak menemuinya. " ucap mama pada orang suruhan nya, dia tidak mau orang yang masih berstatus sebagai suaminya itu menemui putrinya setelah ditinggal nya dulu saat bayi.
Viona telah sampai di sekolah dia berjalan dikoridor sekolah dia melihat riana, melodi, dan jesica, dia pun tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, viona pun sembunyi di balik tembok.
" si alexa bego banget sih mau maunya bayarin minuman kita" ucap melodi.
" udahlah biarin aja diakan anak orang kaya, itu cuma sedikit uang yang dia keluarkan, jadi kita kita ini nikmatin aja" sambung riana.
" kasian gak sih si alexa kita porrotin terus "kata jessica.
" kan gue udah ngomong dia itu anak orang kaya " balas riana. mereka berteman dengan orang cuma mau manfaatkan kekayaannya atau kepintarannya untuk nyontek atau ngerjain tugas. Mendengar itu viona mengepalkan tangannya dia tidak suka dengan orang yang suka manfaatin orang lain. viona ingin menghardik mereka namun mereka keburu pergi, alhasil viona memutuskan untuk masuk ke kelas lebih awal, dia melihat alexa sedang mengerjakan pr, dia pun melabrak mejanya alexa.
" gue rasa uang itu udah lebih dari cukup buat perbaiki ponsel lo" ucap alexa, viona pun mengambil uang tsb dan duduk di bangkunya bersama Talita yang sudah lebih dulu datang.
" lo udah baikan? " tanya talita.
" gue udah gak papa" jawab viona sebentar lagi pelajaran di mulai seperti biasa viona tak fokus dan hanya menggambar di bukunya. hingga jam pulang sekolah tiba, dia langsung berencana untuk pulang kerumah dan ingin tidur, dia tak ingin memikirkan apa apa hari ini. sesampainya di rumah viona melihat sekeliling rumahnya banyak orang berbaju hitam, viona pun masuk dan dihampiri oleh mbak lia.
" kok ada banyak penjaga diluar.? " tanya viona saat telah sampai dirumah.
" kata nyonya non viona harus hati hati, mungkin orang yang gak suka sama keluarga non viona sedang mengincar non viona, maka dari itu nyonya menyuruh orang orang untuk menjaga non viona dan rumah, nyonya khawatir takut terjadi sesuatu sama non viona " jelas mbak lia, viona tak menjawab dia langsung menuju kedapur tanpa menoleh sana sini karna dia sangat haus karna kurang fokus dia menabrak seseorang yang tiba-tiba muncul dihadapannya mereka jatuh bersama, mata viona melotot saat melihat axel dibawah tubuhnya dengan jarak wajah yang sangat dekat dengan kesadaran penuh viona pun segera bangkit, wajah viona merona karna malu dia berlari menjauh dan tak sempat minum air, viona membanting pintu dengan keras.
" ah.. sial, kenapa gue lari harusnya kan gue marahi dia bukannya lari. " ucap viona dia jadi tambah kesal karna tadi dia tak sempat mengambil minum. viona pun ganti baju dan turun dia berusa seolah tak terjadi apa apa.
" heh.. gue nungguin lo lebih dari 20 menit. " ucap axel tanpa menoleh ke arah viona.
" ini tu gara-gara lo yang nabrak gue " balas viona.
" udah cepat duduk, dari tadi lo cuma buang waktu gue! " ucap axel, viona memutar bola matanya , viona belajar dengan baik materi yang diberikan axel padanya hingga tanpa disadari sudah pukul 05.00 sore, jam mengajar axel telah selesai.
__ADS_1
" kalo soalnya belum siap, lo selesain besok karna gue mau pulang" ucap axel sambil membereskan buku yang berserakan dan bersiap untuk pulang, viona juga berencana untuk ke supermarket untuk beli perlatan melukisnya yang sudah habis, dia melihat axel berjalan sambil mendorong motor matic nya yang sudah usang, viona menepikan mobilnya lalu menurunkan kaca.
"kenapa tuh motor buntut. " tanya viona.
" lo mau ngehina gue. " ucap axel, viona memutar bola matanya.
" motor kamu kenapa? " tanya viona dengan nada yang lembut.
" bannya kempes" jawab axel singkat.
" ayo naik gue anter! " tawar viona.
" didepan udah ada bengkel, gue bisa tempel ban disana" tolak axel.
" lo tinggalin aja motor lo di sini biar orang suruhan mama yang urus, dan lo gue anter. " tawar viona lagi, axel berkacak pinggang.
" lo mau ngerjain gue lagu! " ucap axel, viona memutar bola matanya lalu turun dari mobil.
" lo yang nyetir. " viona melemparkan kunci mobilnya kearah axel, dan benar saja seorang turun dan mengambil kunci motornya axel. axel pun menyetir mobul dengan tenang hingga mereka masuk ke dalam gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil pribadi.
" lo tinggal di daerah sini? " tanya viona saat axel membelokkan mobil ke rumah yang sudah mulai usang.
" iya.. ini rumah rumah gue. " ucap axel dia memutar balik mobil viona, viona melihat sosok yang familiar keluar dari rumahnya axel dan menghampiri wanita paruh baya yang diyakini adalah ibu axel, axel turun begitu pun viona alangkah kagetnya viona melihat Alexa.
" lo..!? ngapain lo disini? " tanya viona, alexa memandang ibu, lalu menghela nafas.
" ini rumah gue, kenapa!? " jawab alexa ketus.
" kalian udah saling kenal ternyata. " ketus axel. viona hnya tersenyum kecut.
" ya udah gue mau balik dulu! ibu viona pamit dulu.. " ucap viona sambil menyelami ibunya axel, axel menyerngit karna melihat viona.
" punya sisi lembut juga tu anak! " batin axel dia tersenyum kecil. Viona sebelum kembali kerumah terlebih dahulu mampir dia supermarket untuk membeli peralatan melukisnya.
.....
see u😘
__ADS_1