
Keesokan harinya Samar sekarang sudah sembuh dan bertenaga, bahkan sangat bertenaga karena saat ini Samar sedang memeluk erat Naila yang berusaha melepaskan diri dari pelukannya.
"Samar ehh lepasin!!" ucap Naila berontak.
"Masih pagi sayang, biarkan seperti ini dulu, " ujar Samar yang masih memejamkan matanya.
"Udah jam tujuh, apa kamu gak kekantor? Lagian juga kamu udah semalaman peluk aku! "
"Aku gak kekantor, sore nanti aku mau langsung terbang ke London untuk jemput orang tua aku, " beritahu Samar.
"Sore ini? Gak nunggu besok saja? " tanya Naila.
"Aku gak bisa nunggu lagi sayang, aku ingin seperti ini setiap hari. " Samar semakin mengeratkan pelukannya.
"Samar ehhh susah nafas nih, "
"Kalau mau habis nafasnya, nanti aku kasihh nafas buatan. "
"Samar buka dulu deh mata kamu, ini sudah pagi dan waktunya sarapan. "
"Masih jam 7 kan? Masih ada waktu sebelum sarapan. "
"Tapi aku udah laper, gara-gara kamu sih nen terus. " kesal Naila.
Samar yang mendengar kata nen langsung membuka matanya dan menatap Naila dengan senyum pernah maksud.
Naila mendelik melihat tatapan Samar itu. "Apa? " tanya Naila garang.
"Ishh sayang Pagi-pagi udah marah-marah aja," cengir Samar.
"Lepasin Samar, " ucap Naila penuh penekanan.
"Nanti, Lala aja belum bangun. "
"Lala bayi jadi wajar lama bangunnya! "
"Kalau begitu aku mau jadi bayi juga! "
"Dih, udah gede juga. "
"Sayang! " panggil Samar lembut.
"Ya? " sahut Naila.
"Mau lepas? " tanya Samar.
"Maulah,"
"Kalau begitu aku nen dulu! "
Naila memukul dada bidang Samar. "Nen mulu, gak puas tadi malam hah. " marah Naila.
"Haus sayang, " ujar Samar sambil menampilkan poppy eyes nya yang menerut Naila tidak imut sama sekali. Menurut Naila wajah Samar itu hanya cocok memasang wajah datar.
"Aku udah bertenaga yahh!"Kesal Naila.
Samar tak menjawab dia mengambil ponsel dan menghubungi pelayan untuk membawa kan sarapan kekamar, Naila memutar bola matanya malas, Lagi-lagi dia harus makan dikamar? Naila sungguh bosan.
" kenapa gak keluar aja sih makannya? "Ujar Naila.
"Aku mau disini aja! "
"Kamu gak bosen dikamar terus hah? "
__ADS_1
"Gak, kan ada kamu! "
Cup
Samar mencium kening Naila, Naila mendongak dan melihat Samar yang sedang tersenyum padanya.
"Morning queen! " ucap Samar manis.
Naila tersenyum, "morning, gini kek dari tadi kan ada Manis-manis nya. "
"Kamu aja yang marah-marah, padahal aku kan masih pengin tidur,"
"Gak puas tidur kamu? "
"Gak kalau sama kamu, "
"Yasudah aku pulang aja. "
"Kamu gak boleh pulang sebelum aku berangkat ke London! "
"Berarti sore dong aku pulangnya? "
"Iya! "
Saat Naila ingin protes tiba-tiba pintu diketuk seseorang.
Tok tok tok
"Tuan saya membawa sarapan, " ucap pelayan yang ada diluar.
Samae tidak menjawab, dia melepaskan pelukan nya dari Naila dan beranjak dari ranjang dan membukankan pintu karena pintu dikunci. Naila menghela nafas lega karena sudah terlepas dari jeratan Samar, Naila bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka sebelum sarapan.
Selesai cuci muka dan gosok gigi Naila keluar, Naila menghampiri Samar disofa.
"Cuci muka dulu gih! " titah Naila.
"Dih, sendiri aja sana, udah gede juga. "
Samar cemberut, "ayang mah gitu! "
"Udah sana cepett, aku udah laper nihh! " Naila mendorong-dorong Samar agar segera ke kamar mandi karena Naila udah gak sabar untuk makan.
"Yaudah sarapan sekarang! "
"Jorok kamu ihh, cuci muka dulu sana. "
Dengan malas Samar berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
"Dasar manja. " gumam Naila tapi dia tersenyum. Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah power rangers ehh? Keluar lah Samar yang sudah agak freshh.
"Nah kalau sudah freshh ginikan ganteng, " puji Naila saat Samar sedang berjalan kearahnya.
"Emang tadi aku gak ganteng? " Samar duduk disebelah Naila.
"Ganteng kok cuma kurang aja dikit! "
"Karena aku ganteng jadi suapin makan ya? " pinta Samar.
"Gak mau, nanti aku lama sarapannya! " tolak Naila.
"Yaudah aku suapin kamu dulu, baru kamu suapin aku ya? "
Naila mengangguk, Samar tersenyum dan mulai menyuapi Naila makan. Setelah selesai Naila sarapan sekarang giliran Samar untuk makan.
__ADS_1
Selesai mereka sarapan, Naila segera mandi takut nanti keburu Lala bangun. Karena bergegas ke kamar mandi Naila lupa membawa baju ganti, sedangkan di kamar mandi hanya ada handuk saja, mau tak mau Naila memakai handuk itu dan keluar.
Ceklek
Samar yang sedang memainkan ponselnya segera menoleh kearah pintu yang terbuka.
Glek
Samar menelan salivanya melihat Naila yang hanya menggunakan handuk itu.
"Mmm Samar! " panggil Naila.
"Ya kenapa hm? " tanya Samar.
"Ada baju cewe gak? " tanya Naila.
"Ada, udah aku siapin semua baju kami di lemari! '
"Benarkah? "
"Iya syang. "
"Kalau begitu aku pake baju dulu! "
Naila berjalan menuju walk in closet dan tanpa sadar Samar mengikuti Naila.
"Lohh ngapain masuk juga? Gak mandi kamu? " tanya Naila heran. Naila membuka lemari dan melihat banyak baju cewe yang ukurannya pas dengannya. Naila mengambil dress sederhana yang selutut.
Samar terus memperhatikan pergerakan Naila.
"Kamu seksi!" ucap Samar.
"Ishh apaan sih, keluar sana aku mau pake baju. " Naila mendorong Samar keluar karena terlalu banyak bergerak handuk yang dipakai Naila melorot. Naila segera memasang kembali dan menatap Samar yang masih terdiam menganga melihat kejadian handuk melorot.
"Keluar Samar!! " sentak Naila dan membuat Samar tersadar. Samar langsung keluar dan memasuki walk in closet.
"Gila body nya bagus bener, " gumam Samar.
Samar langsung mandi setelah mandi Samar melihat keseluruh penjuru kamar mandi untuk mencari handuk tapi handuknya tidak ada.
"Shitt kan udah dipake Naila yah, " gumamnya. Karena biasanya cuma ada satu handuk didalam kamar mandi.
"Sayang ambilin handuk dong! " teriak Samar dari kamar mandi.
Naila yang sedang menggendong Lala pun segera meletakkan nya kembali.
"Mama bantu papa dulu ya sayang habis itu baru kamu bisa nen, " ujar Naila. Lala baru bangun dan saatnya menyusu tapi Samar memanggilnya terpaksa tunda dulu menyusui Lala.
Naila mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
Tok tok tok
"Samar ini handuknya, " ucap Naila dari luar kamar mandi.
Ceklek
Samar membuka buka pintu kamar dan menyembulkan sebagian kepala nya dan mengulurkan tangan untuk meminta handuk.
Naila memberikan handuk itu dan Samar iseng menarik tangan Naila sehingga membuat sang empu menjerit.
"Aaaa Samar lepasin, Lala bangun loh. " pekik Naila.
Samar terkekeh dan melepaskan tangannya dari tangan Naila lalu mengambil handuk itu.
__ADS_1
"Terimakasih." ujarnya.
Naila langsung menjauh dan kembali ke Lala untuk menyusui anak nya itu.