
"Saya Terima nikah dan kawinnya Naila Callista Albirru binti Panraj Albirru dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin tersebut tunai. " dengan satu tarikan nafas Samar mengucapkan ijab kabul dengan lantang.
"Bagaimana para saksi? Sah! " ucap penghulu.
"SAHHHH.. " ucap mereka yang menghadiri akad nikah Samar dan Naila.
"Alhamdulillah, "
Pak penghulu membacakan do'a setelah akad diucapkan. Samar bersyukur karena sudah halal dengan Naila. Naila mencium punggung tangan Samar dan Samar mencium kening Naila. Aksi kedua pengantin baru tersebut tidak luput dari sorot kamera media.
Keluarga Adelard dan Albirru bersatu itu membuat media dan televisi heboh, mereka semua berbondong-bondong datang untuk mengabadikan pernikahan dari dua keluarga pengusaha sukses tersebut.
***
Setelah acara akad di sebuah hotel milik keluarga Albirru tadi sekarang Naila dan Samar sedang beristirahat disalah satu kamar hotel menunggu sore hari untuk acara resepsi mereka disisi pantai dekat hotel tersebut. Yaa acara resepsi diluar ruangan karena itu permintaan dari Naila, Naila menyukai pantai maka dari itu dia meminta resepsinya akan diadakan di sisi pantai. Sesuai permintaan Naila sisi pantai dihias dengan begitu indah untuk resepsi nanti sore.
Naila sekarang sedang berbaring diranjang untuk menyusui Lala, karena sudah siang dan waktunya Lala menyusu. Sedang kan Samar sedang bersama Azhar disofa sambil melihat kearah ranjang yang dimana Naila menyusui Lala. Saat akad tadi Lala tidur dan Azhar bersama kakek dan neneknya.
"Adek bayi nen pa? " tanya Azhar pada Samar.
"Hm, " sahut Samar dia terus melihat kearah Naila, dia juga pengin disusui Naila tapi sekarang ada Azhar jadi dia tahan dulu untuk tidak menyusu sekarang.
"Azhal juga mau nen, " ucap Azhar seakan ingin merasakan menyusu pada Naila.
"Heh, " kejut Samar, "kamu udah besar tidak boleh nen lagi, nen itu hanya untuk adek bayi.. " jelas Samar.
"Gitu ya? " Azhar mengangguk mengerti.
"Hm." dehem Samar.
"Mas bicarakan dengan Azhar sekarang." Naila meminta Samar untuk bicara soal honeymoon kepada Azhar, Samar mengangguk saat Naila meminta nya.
"Azhar," panggil Samar pada putra nya yang sedang bermain ponsel itu.
Azhar menoleh kearah Samar,"ya papa? "
"Papa mau ngomong serius, "
Azhar yang mengerti lantas mematikan ponsel baru nya yang dibelikan oleh kakeknya itu.
"Bicala apa papa? " tanya Azhar.
"Papa dan mama setelah menikah akan pergi jauh sebentar, kamu dititipin ke Kakek dan Nenek ya. " jelas Samar.
"Adek bayi? " tanya Azhar.
"Adek bayi masih butuh mama jadi dia ikut. "
__ADS_1
Azhar cemberut, "adek bayi ikut, kenapa Azhal ditinggal? "
"Jangan cemberut gitu dong, nanti kalau Azhar mau ditinggal papa akan kasih adek bayi lagi dehh. " ucap Samar dan membuat wajah Naila bersemu merah.
"Adek bayi laki-laki? " pinta Azhar.
"Papa akan usahakan adek nya laki-laki. " senang Samar, seperti nya Azhar akan setuju jika ditinggal.
"Jangan menjanjikan yang diluar kuasa kamu mas. " kesal Naila. Kita mana tau kan kalau hamil nanti anaknya laki-laki atau perempuan.
Samar hanya nyengir mendengar perkataan istri nya itu. "Gimana? Mau yah ditinggal!! " bujuk Samar pada Azhar.
"Azhal kan juga pengin pelgi jauh belsama kalian. " lirih Azhar.
"Nanti kita pergi bersama tapi untuk sekarang papa, mama, dan adek dulu ya! "
Azhar tidak menjawab dia hanya diam, Samar menghela nafas melihat Azhar yang hanya diam.
"Kalau Azhar mau ditinggal, papa janji deh mau belikan apapun yang Azhar minta. " janji Samar.
Azhar menatap ayah angkat nya itu, "apapun? "Tanya Azhar dan diangguki oleh Samar.
Mata Azhar berbinar, " Azhal mau beli mainan banyak-banyak dan beli jajanan banyak-banyak. "Senangnya.
"Tentu, papa akan belikan semua mainan yang Azhar mau, " cuma itu yang Azhar minta tidak masalah bagi Samar yang penting honeymoon nya nanti tidak terganggu.
****
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore dan sekarang mempelai pria, wanita, serta keluarga dari kedua pengantin tersebut sedang bersiap.
Naila memperhatikan penampilan nya di depan cermin, cantikkk? Itu yang Naila lihat, dia tidak menyangka perempuan badgirl yang dulu nya tomboy dan berpakaian seperti laki-laki sekarang memakai gaun putih yang terlihat sangat cantik dan pas ditubuhnya.
Para MUA juga memuja kecantikan Naila dan selalu menggoda Naila. "Pasti tuan muda tidak akan dapat mengalihkan pandangan nya ke para tamu-tamu karena terlalu sibuk memandangi kecantikan nona, " puji MUA tersebut.
"Mbak bisa aja, " Naila tersipu mendengar MUA tersebut.
Ceklekk
Pintu terbuka dan masuklah Desi dengan menggandeng tangan Azhar.
Azhar terlihat sangat tampan menggunakan jaz berwarna hitam dengan ditambah dasi kupu-kupu dileher balita laki-laki yang berumur hampir 4 tahun tersebut.
"Mama cantik, " puji Azhar saat melihat penampilan Naila.
Naila tersenyum, "Azhar juga ganteng. " puji Naila lalu dia mencium singkat kening Azhar.
"Azhal memang ganteng sepelti papa,hihi." Azhar cekikikan saat dia mengatakan ganteng seperti Samar, yaa sebelum kekamar rias Naila, Desi lebih dulu membawa Azhar menemui Samar. Azhar mengagumi ketampanan ayah angkat nya itu.
__ADS_1
Naila dan Desi terkekeh, "Azhar tadi menemui papa dulu? " tanya Naila dan Azhar mengangguk.
"Samar sudah menuju pelaminan disisi pantai, sekarang dia sedang menunggu kamu. " jelas Desi.
"Lala bagaimana Mom? Sudah siap kah? " tanya Naila.
"Sudah, " bukan Desi yang menjawab tapi bi Ijah, karena Bi Ijah yang sedang membantu Desi merawat cucu mereka ini.
Naila mengalihkan pandangan nya kearah sumber suara dan terlihat lah bi Ijah sedang menggendong Lala.
"Mamamamama, " coleteh Lala, Lala sangat cantik menggunakan gaun berwarna krem agak kecoklatan dengan taburan mutiara digaun tersebut, tambah hiasan seperti mahkota dikepala kecil tersebut.
"Cantik banget sihhh. " puji Naila saat melihat penampilan Lala.
Desi tersenyum gemes melihat Lala yang begitu cantik. "Sudah, sekarang kita keluar dan temui para tamu. " ajak Desi dan diangguki yang lainnya.
***
Samar sedang menunggu kedatangan Naila sambil menyambut para tamu. Jangan lupakan para media yang siap menyorot pengantin nanti.
"Mempelai wanita sedang menuju ke pelaminan.. " suara MC mengalihkan pandangan Samar dan para tamu menuju Naila yang sedang berjalan kearah pelaminan.
Naila berjalan dengan dibantu anak-anak atau sepupu dari Samar untuk memegang selendang yang sangat panjang itu. Naila melihat Samar sedang menatap nya dengan penuh cinta, dan disisi kiri pelaminan ada Tobby yang sedang memainkan piano untuk menyambut kedatangan nya.
Yaa Tobby meminta menjadi penata musik di pernikahan Naila.
"Kamu sangat cantik, " bisik Samar saat Naila sudah disamping nya.
Wajah Naila memerah, "kamu juga ganteng. " ucap Naila dengan tersenyum manis.
Mereka mulai menyambut para tamu yang mau bersalaman dengan pasangan pengantin tersebut. Sampai tiba nya seorang pria muda yang menaiki pelaminan untuk mengucapkan selamat pada Samar.
"Lama tidak bertemu Samar, dan selamat atas pernikahan mu. " ucap pria yang baru saja menaiki pelaminan itu.
Samar tidak kaget lagi karena dia tahu orang didepan nya ini pasti datang walaupun tidak diundang, dia hanya menatap datar pria yang berada di depannya ini. "Hm, terimakasih. " ketus Samar.
Pria itu terkekeh, "kau tidak mengundang ku, kau teman yang buruk. "
"Tidak diundang pun kau datang kan? Seharusnya tidak perlu datang. " desis Samar.
Naila yang mendengar nada bicara Samar lantas menegurnya. "Tidak boleh seperti itu terhadap tamu, " tegur Naila dan Samar hanya mendengus.
Pria itu tersenyum miring mendengar ucapan Naila, "istrimu sangat cantik kawann. " tangan pria itu terangkat untuk bersalaman dengan Naila tapi langsung ditepia oleh Samar.
Pria itu kembali terkekeh saat tangannya ditepis oleh Samar, "suami mu sangat posisif cantikk, " setelah berucap seperti itu pria tersebut turun dari pelaminan.
Naila melihat kearah Samar seakan meminta penjelasan siapa pria tersebut. Samar yang paham dengan tatapan Naila hanya tersenyum.
__ADS_1
"Nanti aku jelaskan, " ucap Samar lalu mereka kembali menyambut para tamu.