
"Papa dan mama mana? " tanya Azhar pada Panraj, Shykar, dan Desi saat tidak melihat keberadaan Naila dan Samar diruang makan hotel.
Panraj membuang nafas dari tadi malam Azhar selalu nanyain kedua orang tua angkatnya itu.
Shykar terkekeh mendengar pertanyaan Azhar, "papa dan mama kamu masih tidur. " jawab Shykar.
Azhar memiringkan kepalanya, "udah siang, kenapa masih tidul?" tanya Azhar.
"Mereka kelelahan jadi tidurnya lama. " sahut Shykar.
"Azhal mau kekamal mama dan papa. " ucap Azhar lalu beranjak turun dari kursi.
"Ngapain? " tanya Shykar.
"Mau bangunin mama sama papa, " sahut Azhar.
"Jangan sekarang, kasian mama dan papa lelah.. "
Azhar bingung kenapa sedari kemarin kakek dan opa nya itu tidak membiarkan dia menemui orang tua angkatnya.
"Jam belapa sekalang? " tanya Azhar.
"Jam 8," sahut Panraj.
"Mama sama papa tellambat salapan." ujar Azhar.
"Biar kan saja mereka, sekarang kamu disini aja. " ucap Shykar.
Desi sedari tadi hanya bisa terkekeh melihat suaminya dan teman suaminya itu melarang Azhar untuk menemui Naila dan Samar.
"Nenek, " panggil Azhar yang sedari tadi hanya diam.
Desi menaikan alisnya, "apa? " tanya Desi.
"Mali kita kekamal mama dan papa. " ajak Azhar kepada Desi yang kemungkinan tidak akan melarang untuk menemui Naila dan Samar.
"Gak boleh, nenek harus menemani kakek.. " ucap Shykar.
Panraj terkekeh melihat sahabatnya ehh besan nya itu posisif dan tidak bisa berjauhan dengan istrinya itu.
Azhar menatap Shykar dengan mata bulatnya itu, "kakek udah besal jangan nempel nenek telus, " nasihat Azhar dan membuat Panraj mengulum bibirnya menahan tawa.
__ADS_1
"Terserah kakek dong, nenek kan istri kakek. " sahut Shykar tak mau dinasihati oleh balita itu.
"Kakek udah besal kata Azhal, nda baik nempel telus, ingat umul kakek.. " cibir Azhar.
'Mantap Cu hahaha, "batin Panraj tertawa jahat kearah Shykar. Shykar yang tahu sahabat nya sedang menertawakan nya dalam diam hanya bisa mendelik sinis.
"Orang sudah menikah wajar nempel terus, maka dari itu papa mu belum bangun karena ingin nempel mamamu terus, emang kamu belum punya istri wleee.. " ledek Shykar pada Azhar.
Desi mencubit pelan pinggang suaminya itu, dia agak kesal karena suaminya itu berdebat dengan balita yang baru berusia hampir 4 tahun itu.
"Azhal akan cali isteli nanti, dan Azhal tidak sepelti kakek yang nempel telus.. Azhal akan bekelja cari duit buat isteli.. " Azhar bicara dengan dewasa nya.
"Hahaha, " Panraj tidak bisa menahan tawa lagi saat mendengar ucapan dewasa dari cucu angkat nya itu.
Shykar berdecak karena Azhar bisa mendebat dirinya.
"Dengerin mas, " Desi terkekeh melihat wajah suaminya yang kesal itu.
"Bekerja itu semasa belum menikah, agar nanti setelah menikah bisa nempel istri terus, " Shykar masih mau berdebat, lihatlah dia tidak henti nya mendebat Azhar.
"Belalti papa tidak bekelja lagi ? " tanya Azhar, kan papa nya itu sudah menikah dengan mama nya berarti tidak bekerja lagikan? Pikir Azhar.
Pemikiran Azhar sungguh di luar batas pemikiran balita 4 tahun biasanya, dia bisa memahami ucapan dan kalimat yang keluar dari mulut orang dewasa, dapat dipastikan besar nanti Azhar akan menjadi orang yang cerdas.
"Tapi kata kakek tadi kalau sudah menikah nda pellu bekelja lagi. " sahut Azhar.
"Kakek sudah tua makanya dia tidak lagi bekerja.. " Panraj mengejek Shykar.
"Kakek tua dan kakek nda kuat lagi bekelja? Makanya kakek nempel nenek telus, opa? " tanya Azhar.
"Ppfftt iya, kamu sungguh cucu opa yang cerdas.. " Panraj serasa lelah menahan tawa.
Shykar mendelik sinis kearah sahabatnya dan cucu nya itu, dia merasa dinistakan rasanya dia ingin balik ka London aja agar tenang bersama istrinya.
"Sayang sore ini balik ke London yukk.. " ajak Shykar pada Desi.
"Enak aja, kalian balik ke London setelah Samar dan Naila honeymoon, kita disini harus menjaga Azhar.. " sela Panraj sebelum Desi menjawab ajakan Shykar itu.
"Kamu aja yang jaga Azhar, " ucap Shykar.
"Aku harus bekerja. " alibi Panraj, padahal dia tidak bekerja selama setahun pun tidak akan membuat harta nya berkurang.
__ADS_1
"Bawa dia ke perusahaan mu, " ketus Shykar.
"Panraj benar mas, kita menetap dulu disini selama Naila dan Samar honeymoon. " ucap Desi.
Shykar menghela nafas pasrah, jika sudah istrinya yang bicara dia tidak bisa melawan. "Baiklah.. " ucapnya.
Panraj tersenyum mengejek dan membuat Shykar Memolototinya.
"Mata kakek kenapa mau kelual? " tanya Azhar saat melihat Shykar melotot kearah Panraj.
Desi terkekeh mendengar perkataan cucu angkatnya itu, "mata kakek emang suka gitu. " ucap Desi dan membuat Shykar mendengus kesal.
Panraj, Shykar, dan Desi berhasil mengalihkan perhatian Azhar yang tadi mau ke kamar Naila dan Samar.
***
Didalam kamar hotel sepasang pengantin baru itu masih tidur dengan posisi si suami disamping istrinya sambil menyusu dalam tidur, entah jam berapa mereka tidur sehingga sekarang masih tertidur pulas tanpa mereka sadari bayi yang baru berumur 9 bulan itu sudah terbangun, beruntung dimulut bayi itu ada empeng dan membuat si bayi tidak menangis saat baru bangun.
Si bayi atau lebih tepat nya Lala hanya menyedot empeng tersebut dengan badan dimiringkan menghadap Samar yang membelakangi nya itu. Merasa empeng yang dia sedot tidak mengeluarkan ASI lantas dia mengeluarkan empeng tersebut dari mulutnya. Lala bergerak tengkurep lalu mulai merangkak kearah Samar yang sedang tidur sambil menyusu itu.
Plak plak plak plak
"Papapapapap, " Lala menggeplak-geplakkan tangan kecilnya ke pipi Samar saat sudah berhasil merangkak mendekati Samar. Karena geplakan Lala tidak berasa jadi Samar tidak terusik sama sekali.
Seakan tahu Samar sedang meminum ASI nya, Lala menggigit pipi Samar sambil menarik rambut Samar dengan kedua tangan kecilnya.
"Appapaap, " teriak Lala.
"Ssshh, " Samar meringis kala merasakan perih di pipi dan rambutnya.. Walaupun Lala masih bayi tapi tenaga Lala sangat kuat. Ditambah Lala sudah mempunyai satu gigi.
Samar membuka matanya lalu melihat kearah Lala yang sudah berada diatas tubuhnya itu. "Lala udah bangun yaa? "
"Papapapa,"Lala masih terus menarik rambut Samar seakan dendam pada papa nya itu karena sudah meminum ASI nya.
Samar menangkap tangan kecil Lala lalu mencoba melepaskan tarikan itu dari rambutnya tapi genggeman Lala begitu kuat sehingga Samar tidak bisa melepaskannya, ingin melepaskan secara kasar dan paksa takut membuat Lala menangis.
"Apapapapa, " coleteh Lala.
"Ssttt, diam sayang, mama baru tidur.. " Samar menyuruh Lala diam karena merasa kasian dengan Naila yang baru tidur selama 4 jam. Samar tadi malam terus menggempur Naila hingga subuh datang.
Lala yang masih bayi mana mengerti saat dirinya disuruh diam, Lala terus ber coleteh sambil menarik rambut Samar.
__ADS_1
"Enghh Mass, aku mengantuk, tolong jaga lala.. " Naila melenguh karena mendengar celotehan Lala, sebenarnya dia ingin bangun dan menyusui Lala tapi matanya sangat berat karena baru tidur sehingga meminta Samar untuk menjaga Lala.