
Naila keluar walk in closet dengan memakai dress selutut yang indah. Mulai sekarang dia akan berpenampilan feminim dan anggun karena mau menikah.
"Sayang mama sudah siap, ayo berangkat!! " Naila menggendong Lala dan keluar kamar.
Naila memasuki lift, saat di lift Lala terus mengoceh dan tertawa seperti nya dia tau bahwa mereka akan pergi, Anak-anak kam memang gitu ya, jika dibawa pergi keluar mereka akan senang. Naila tertawa gemes dengan ocehan Lala yang belum bisa dia mengerti itu.
Ting!!
Lift terbuka Naila segera keluar untuk pamit ke Bi Ijah dulu agar nanti tidak dicariin.
"Bi? " panggil Naila saat melihat Bi Ijah sedang mencuci piring didapur.
Bi Ijah menoleh, "eh ada apa Non? " tanya bi Ijah.
"Naila mau ke panti Bi, jika Naila tidak pulang berarti Naila menginap di panti, Bibi beritahu papa ya nanti saat papa sudah pulang, Naila gak bisa hubungin papa mungkin papa sedang sibuk dikantor. " beritahu Naila.
"Baik Non, " bi Ijah mengangguk patuh.
"Aku pamit Bi, bye. " pamit Naila dan segera keluar mansion.
Naila akan membawa mobil sendiri karena kemungkinan dia akan menginap.
"Saya antar Non? " tanya pak Gojo.
"Saya sendiri aja pak, lagian Lala udah bisa duduk jadi mudah kok bawa nya. " sahut Naila.
"Yakin Non? "
"Yakin pak, Naila pelan kok bawa mobilnya. "
"Hati-hati ya Non, "
"Iya pak! "
Naila memasuki mobilnya dan meletakkan Lala disampingnya, Lala terlihat membungkuk dalam duduknya.
"Ishh susah ya sayang kek gitu duduk nya, dipakein seatbelt takut ke gancet.Hufftt minta antar aja deh. " gumam Naila.
Naila mengambil Lala dan keluar mobil.
"Pak Gojo tolong anterin aja ya, Lala masih lemah duduknya takut nyungsep. " pinta Naila.
"Ah iya Non, mari saya anter. " pak Gojo segera membukakan pintu mobil belakang dan Naila masuk. Pak Gojo masuk dikursi pengemudi dan segera menjalankan mobilnya.
****
"Bapak pulang aja, Naila kemungkinan akan menginap disini. " ujar Naila saat mereka baru sampai.
"Baik Non, jika besok ingin pulang telpon saja saya. "
__ADS_1
"Iya pak, terimakasih sudah mengantarkan Naila. "
"Sudah tugas saya Non. "
Naila tersenyum, "Hati-hati pak. " pak Gojo hanya menganggukkan kepala nya dan segera pergi.
Naila memasuki halaman panti yang ramai karena anak-anak bermain disana, Naila tersenyum karena melihat wajah ceria mereka semua. Naila jadi teringat saat ikut bermain bersama mereka semua, ternyata anak-anak tidak semenyebalkan yang dia pikir dulu. Anak-anak asikk walau capek ngurusin saat mereka bertengkar.
"Eh Naila kamu datang? ,apa kabar kamu nak? Lama gak kesini,"tanya bu Tina saat melihat Naila dihalaman panti. Bu Tina melirik kearah Lala yang sedang tertidur.
Naila tersadar dari lamunannya akan anak-anak panti. " alhamdulillah baik bu, ibu sendiri baik? "Tanya Naila kembali.
" alhamdulillah ibu juga baik, "
"Syukurlah, oh ya bu kemana Adel dan Azhar kok gak kelihatan? " tanya Naila yang tidak melihat Adel dan Azhar ditaman karena biasanya mereka ikut bermain bersama kakak-kakak nya.
Bu Tina menghela nafas kasar, "Azhar sedang menangis dikamar, ayo masuk nanti ibu cerita kan, itu kasian juga kamu gendong Lala yang sedang tidur. " ajak bu Tina dan mereka berjalan masuk.
"Kenapa Azhar menangis? Dan Adel mana? " tanya Naila disela jalannya.
"Adel diadopsi kemarin dan Azhar menangis karena tidak mau pisah dengan Adel, dari kemarin ibu tenangin tapi dia masih saja menangis. " jelas bu Tina dan membuat Naila merasakan sedih, Naila tau betapa lengketnya Adel dan Azhar jadi wajar saja Azhar sedih karena berpisah dengan Adel.
"Biar Naila yang coba nenangin Bu, mungkin kedatangan Lala akan membuat Azhar berhenti menangis. " ucap Naila.
"Baiklah, kamu kekamar saja, ibu akan mengurus anak panti yang lain. " titah bu Tina dan Naila menggangguk.
Naila memasuki kamar setelah kepergian bu Tina, dapat Naila lihat sekarang Azhar sedang menangis dikasur sempit itu. Naila berjalan mendekati Azhar.
Azhar yang masih sesegukan mendongak menatap Naila yang sedang menggendong Lala itu.
"Kak Iyaa, " panggil Azhar dengan suara cadel dan seraknya karena habis menangis. Naila tersenyum lalu merebahkan Lala di sisi Azhar.
"Lala kakak taro disini ya, gak papa kan Lala tidur dikasur nya Azhar, " ucap Naila lalu mengelus lembut rambut Azhar. Azhar hanya mengangguk dan dia bangkit dari tidurnya lalu segera duduk dipangkuan Naila.
"Kamu kenapa sayang? " tanya Naila sambil memeluk Azhar.
"Adel pelgi tinggalin Azhal. "Suara cadel khas balita berumur hampir empat tahun itu terdengar serak.
Naila mencium kening Azhar dengan sayang, " jangan sedih ya, kamu laki loh sayang, laki-laki gak boleh cengeng. "
"Tapi Azhal sepi, " ucap Azhar lirih.
"Nih masih ada adek bayi sayang. " Naila menunjuk Lala yang sedang tertidur itu.
"Kan kakak ndak tinggal di sini, " sedih Azhar dan membuat Naila juga ikut sedih.
"Kakak akan menginap disini, dan kamu bisa sama adek bayi. "
"Nginap lama? " tanya Azhar dan Naila menggeleng.
__ADS_1
"Azhal mau Lala disini, " lirih Azhar.
"Lala udah jadi anak kakak jadi Lala harus ikut kakak pulang, "
"Azhal mau ikut. "
"Azhar mau ikut kakak pulang? "Tanya Naila dan Azhar mengangguk.
"Kamu boleh ikut kakak, " ucap Naila dan membuat Azhar senang, dia bangkit dari pangkuan Naila lalu mendekati Lala.
Cup
"Selamat bobo adek bayi cantikk, " ucap Azhar sambil mengecup pipi gembul Lala.
Naila tersenyum melihat Azhar yang mengecup pipi Lala dengan sayang.
"Kita bermain diluar ayo? " ajak Naila dan Azhar menggeleng.
"Ndak, Azhal mau sini temenin adek bayi. "
"Adek bayi tidur sayang, "
"Azhal akan jagain adek bayi dari nyamuk nakal. "
Naila terkekeh gemes melihat Azhar yang posisif,dapat dipastikan Azhar ini kelak jadi orang yang penyayang.
"Sini dulu, " titah Naila sambil merentangkan tangannya untuk menyuruh Azhar memeluk dirinya, Azhar mendekat dan segera memeluk leher Naila.
"Azhar sayang adek bayi? " tanya Naila dan Azhar mengangguk, "kalau begitu mulai sekarang jaga adek bayi ya, " pinta Naila dan Azhar lagi-lagi mengangguk.
"Azhal janji akan jaga adek bayi, " janji Azhar dan Naila mencium seluruh wajah Azhar dengan gemes.
Cup
Cup
Cup
Cup
"Jangan cium Azhal, Azhal udah gede hihi. " ucap Azhar yang terkekeh geli karena ciuman dari Naila.
"Iya anak mama udah gede. " ucap Naila.
"Mama? " bingung Azhar.
Naila terkekeh melihat wajah bingung Azhar, "iya sayang, mulai sekarang panggil kakak dengan sebutan mama ya, jadi nanti Azhar bisa ikut mama pulang bersama adek bayi. " jelas Naila dan Azhar kelihatan sangat senang.
"Iya mama, " ujar Azhar antusias dan Naila tertawa gemes.
__ADS_1
"Mama sayang Azhar dan adek bayi. " ucap Naila.
"Azhal juga sayang mama dan adek bayi. " sahut Azhar lalu megeratkan pelukannya dileher Naila.