Sibadgirl, Kelebihan Hormon

Sibadgirl, Kelebihan Hormon
darah


__ADS_3

Ceklek


Samar membuka pintu kamar hotel dan melihat kearah ranjang yang ternyata sudah tidak ada Naila, terdengar suara gemercik air didalam kamar mandi yang Samar tebak Naila sedang mandi.


Samar meletakkan Lala dikasur, "Azhar temenin adek dulu ya, papa mau kebawah bentar buat ambilin mama makan. " titah Samar.


"Oke papa, " sahut Azhar lalu dia menaiki ranjang. Samar keluar kamar untuk mengambil sarapan buat Naila.


Azhar sedang mengajak Lala berbicara, "adek bayi malam tadi tidul baleng mama dan papa yaa, "tanya Azhar.


"Apapapap.. "Celoteh Lala.


"Adek bayi bicala apa?bang Azhal nda ngelti." ucap Azhar bingung.


Lala hanya berceloteh sambil mengepak-ngepakkan tangan dan kaki nya lucu.


"Adek bayi, wleee.. " Azhar mengajar Lala menjulurkan lidah.


Lala yang melihat itu langsung mempraktikkan nya, Lala menjulurkan lidahnya membuat Azhar tertawa.


"Adek bayi lucu hihi.. " Azhar cekikikan melihat Lala yang terus menjulurkan lidahnya.


Ceklek


Azhar menoleh kearah pintu yang terbuka, ternyata Naila sudah mandi dan keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, "mama kenapa jalannya gitu? " tanya Azhar saat melihat cara jalan Naila yang aneh.


"Ehh anak mama disini yaa, " Naila tidak menjawab pertanyaan Azhar dia berjalan mendekati ranjang.


Azhar mengangguk, "jalan mama kenapa sepelti olang kesakitan? " tanya Azhar lagi saat Naila sudah duduk disamping Lala yang sedang berbaring itu.


"Engg, gak apa-apa kok sayang, " sahut Naila sedikit tergagap, Naila mengangkat Lala dia tau bahwa putrinya itu sedang haus.


"Seliius mama? "


"Iya mama gak apa-apa,, oh yaa dimana papa? " Naila mengalihkan pembicaraan agar Azhar berhenti bertanya. Naila membuka kancing bajunya dan mulai menyusui Lala yang sedari diangkat gendongannya tadi Lala langsung menghadap dada Naila dan mencari sumber tenaganya itu.


Azhar melihat Lala yang sedang menyusu itu. "Adek bayi nen? " tanya Azhar.


Naila terkekeh, "iya sayang, dia belum bisa makan nasi jadi dia perlu nen.. Kamu udah makan? " tanya Naila.


"Sudah, baleng kakek, nenek, dan opa. " sahut Azhar.

__ADS_1


"Papa mana? " tanya Naila lagi karena tadi dia tidak mendapat jawaban dari putra angkatnya itu.


"Papa kelual ambilkan mama salapan."beritahu Azhar.


"Papa udah sarapan? " tanya Naila.


"Udah mama. "


Ceklek.


Samar masuk dengan membawa nampan yang berisi makanan untuk Naila.


"Sayang makan dulu, " ucap Samar.


"Lala masih menyusu mas, bentar lagi. " ucap Naila.


"Sini biar Lala sama aku, kamu harus makan agar air susu mu tidak kering, " ucap Samar frontal.


Naila mendelik kesal kearah sang suami, "jaga bicara mu depan Azhar, mas. " tegur Naila dan Samar hanya terkekeh.


"Sini Lala sama papa yaa, " Samar menjulurkan tangannya pada Lala yang sedang menyusu itu.


Seakan mengerti apa yang ingin Samar lakukan Lala menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Yaudah, kalau gitu pindah ke sofa saja biar aku yang suapin kamu makan. " ucap Samar lalu Naila beranjak dari kasur dan berjalan menuju sofa sambil menyusui Lala.


Sedangkan Azhar dia diam saja dikasur king size itu dia hendak membereskan selimut yang acak-acakkan itu, karena lama tinggal dipanti membuat Azhar mandiri dan setiap bangun tidur pasti Azhar membereskan tempat tidurnya sendiri.


Samar dan Naila tersenyum melihat Azhar yang mandiri itu, "Azhar benar-benar mandiri diusia nya sekarang Mas, " ucap Naila.


"Kamu benar, dia juga pinter aku yakin besar nanti dia akan menjadi laki-laki hebat. " sahut Samar sambil menyuapi Naila makanan.


Azhar mengernyit heran saat melihat sprei putih itu ada noda merah yang sudah mengering.


"Itu dalah nyamuk kah? " gumam Azhar bingung.


Samar yang melihat wajah bingung Azhar lantas bertanya, "Azhar ada apa? " tanya Samar.


Azhar menoleh kearah Samar, "ini ada dalah papa. " tunjuk Azhar pada noda merah tersebut.


Uhukk uhukk uhukk

__ADS_1


Seketika Naila tersedak makanannya saat mendengar ucapan Azhar dan membuat Lala yang sedang menyusu itu kaget dan Lala melepaskan emutan nya dan menangis.


"Astagaa maafin mama sayang, " Naila kembali mengarahkan *********** ke mulut Lala.


"Minum sayang, " saat bersamaan dengan Naila mengarahkan payudara ke mulut Lala, Samar juga menyodorkan minuman ke Naila.


Naila menerima minuman itu lalu meminumnya dengan terburu. "Jangan buru-buru sayang. " ucap Samar mengingatkan, dia takut istrinya kembali tersedak.


Azhar kesal karena dia diabaikan, "papa ini dalahh apaaa? " kesal Azhar.


Samar dan Naila saling pandang dan tiba-tiba keduanya mengingat pergulatan panas mereka tadi malam yang terjadi berjam-jam.


Wajah Naila memerah kala mengingat itu semua. "Itu darah nyamuk. " sahut Samar.


"Disini ada nyamuk? Siapa yang digigit nyamuk? Mama atau adek bayi? " tanya Azhar beruntun.


"Mama, " sahut Samar dan melanjutkan menyuapi Naila makan.


"Papa cali kamal yang kotol, makanya ada nyamuk. " cibir Azhar.


Samar mendengus mendengar cibiran dari bocah peyek seperti Azhar itu tapi dia harus pura-pura bersalah agar Azhar tidak bertanya macam-macam.


"Iya papa salah cari kamar, setelah ini kita pulang kok. " ucap Samar malas.


Naila terkekeh melihat wajah kesal suaminya itu. "Kita pergi honeymoon nya besok pagi aja ya mas, aku rasa nya sangat lelah hari ini. " ucap Naila yang merasa badannya sakit-sakit semua mungkin akibat pergulatan panas mereka tadi malam.


"Lohh kok besok, kan aku mau nanti sore. " protes Samar.


"Badan aku sakit semua Mas, jadi istirahat dulu malam ini. " kesal Naila pada sang suami.


"Kenapa jadi sakit semua sih? " tanya Samar bak orang bodoh.


Naila mendelik kesal, "kamu bilang kenapa? Ini semua gara-gara kamu tadi malam, mas.. " kesal Naila karena Samar bertanya kenapa, padahal dia penyebab semua rasa sakit yang Naila rasakan.


Samar terkekeh, "tapi kamu menikmati nya, bahkan kamu mendesah nikmat.. " goda Samar, "deeper mas, fasterr Mas, ahhh.. " Samar mempraktikkan ******* Naila.


Bughh


Naila melepar bantal sofa diwajah tampan Samar, wajah Naila memerah kala mengingat itu semua, memang benar Naila menikmati itu semua tapi tidak usah diperjelas juga kan? Apalagi Azhar ada didekat mereka.


"Papa kenapa? " tanya Azhar yang melihat Samar mempraktikkan ******* Naila tadi malam.

__ADS_1


"Kamu sihh, " kesal Naila pada Samar.


Samar terkekeh, "gak apa-apa Azhar. " ucap Samar tersenyum kearah putra nya itu.


__ADS_2