Sibadgirl, Kelebihan Hormon

Sibadgirl, Kelebihan Hormon
balik ke London


__ADS_3

Prangggg


Seorang pria tengah mengamuk di markas setelah melihat berita pernikahan gadis pujaannya di televisi. Dia melempari benda apa saja yang ada di dekatnya.


"Seharusnya aku yang berada disamping gadisku bukan pria lain, sialann. " amuknya dengan amarah yang benar-benar tinggi.


Para anak buah nya tercengang melihat bos mereka mengamuk, yang mereka tau bos mereka itu baik hati dan tidak suka mengamuk, jika ada yang mengusik bos mereka itu hanya bersikap santai dan bermain tenang. Tapi apa sekarang? Bos mereka mengamuk dan mengeluarkan sisi lain dalam dirinya setelah melihat gadis pujaan bos mereka itu menikah.


"Tenang diri, tuan.. " ucap anak buahnya.


Pria itu menatap tajam anak buahnya, "tenang kau bilang hah, bedebah itu sudah mengambil gadisku dan aku tidak bisa tenang, sialan. " teriaknya.


"Relakan dia tuan, dia sudah menikah.. "


"Relakan? Tidak akan, aku akan menyusun rencana untuk merebut Naila dari pria bedebah itu. " seringai iblis terbit diwajah tampan pria itu.


"Anda yakin bisa merebutnya tuan? Mereka terlihat saling mencintai dan sepertinya akan sulit untuk dipisahkan. "


Prangggg


Mendengar ucapan anak buahnya pria tersebut melempar vas bunga kearah anak buahnya, beruntung anak buahnya itu gesit dan cepat menghindar.


"Gadisku tidak boleh mencintai siapapun selain aku, akan aku pastikan pernikahan mereka tidak akan bertahan lama, " ujar pria tersebut sambil menyeringai licik.


Anak buahnya bergedik ngeri, benar-benar baru kali ini dia melihat bos nya itu jahat, geng mereka terkenal karena kebaikan hati bos mereka itu tapi sekarang ini apa? Hanya karena satu wanita bos mereka berubah menjadi iblis, memang cinta membuat kita bodoh, pikir mereka.


"Apa anda akan merebutnya sekarang tuan? " tanya anak buahnya itu hati-hati.


Pria tersebut tersenyum, "tidak, akan aku biarkan gadisku bersama pria itu untuk bahagia sementara waktu lalu setelah itu aku akan membuat pria itu menangis darah karena sudah berani mengambil gadisku. " ucapnya.


"Kenapa kamu menunjukkan sifat aslimu kepada anak buahmu, teman? "tiba-tiba datang seorang pria yang seumuran dengan pria yang sedang mengamuk tadi.


"Aku lepas kendali saat melihat dan mendengar berita tentang pernikahan gadisku. " ketusnya.


Pria yang baru datang itu terkekeh, "gadis? Mungkin sekarang dia tidak gadis lagi. " kekehnya.


Pria tersebut menggeram saat mendengar ucapan temannya itu, "bedebah sialan.. " desisnya.


"Relakan saja, masih banyak wanita diluaran sana yang bersedia menjadi pasangan mu, " ucap temannya itu.


"Wanita diluaran sana hanya ****** bagiku, tapi tidak untuk wanita ku, aku mencintainya dan aku akan berusaha untuk merebutnya kembali. "


"Kau pengecut, kenapa tidak dari dulu kau dekati dia? Kenapa setelah dia menikah kau baru menginginkan nya? " cibir si teman pria itu.


"Dia yang sulit didekati, "


"Kau yang tidak berusaha. "


"Aku berusaha bodohh.. "


"Kau yang bodoh, pengecut dan tidak jantle.. "Teman pria itu terus mencibir si pria.


"Berhenti mengataiku, sialan.. " sentak pria itu.


"Baiklah, sebaiknya aku pulang saja.. " teman si pria itu lantas berdiri dan beranjak meninggalkan pria itu.


Pria itu hanya melirik singkat kearah temannya yang pergi itu."Cari tau tentang wanitaku dan tentang tuan muda Adelard itu, kapan mereka mulai berhubungan, pokoknya cari tahu semua informasi yang penting. " titah pria itu kepada anak buahnya.


"Baik tuan. " sahut anak buah itu.


'Tunggu tanggal mainnya tuan Adelard.. ' batin pria itu sambil tersenyum licik.


****


Samar berjalan menuju ruang makan di hotel itu sambil menggendong Lala yang tak henti-hentinya berceloteh, beruntung Lala sedang tidak rewel jadi Naila bisa tidur.


"Papaaaaa... " teriak Azhar saat melihat Samar datang bersama Lala.


"Morning Boyy!! " sapa Samar.


"Molning too papa,, mama dimana? " tanya Azhar.


"Mama masih tidur, " sahut Samar lalu dia duduk dikursi makan dan mendudukan Lala dimeja makan.


Azhar ikut duduk disamping sang papa. "Kenapa mama masih tidul?" tanya Azhar.


"Karena mama kelelahan. " jawab Samar.


"Appaapapa, " Lala berceloteh kepada Azhar seakan mengatakan bahwa papa nya yang membuat mama nya itu lelah.


Desi gemes dengan suara celotehan dari Lala, "menggemaskan sekali.. "Desi mencubit pelan pipi gembul Lala.


Panraj dan Shykar saling pandang dan mata mereka bergerak kearah Samar, seakan berbicara melalui mata lalu mereka tersenyum jahil.


" Seperti nya kami tidak bisa merawat Azhar selama kalian honeymoon Boy."Ucap Shykar pada Samar. Desi tahu rencana usil suaminya itu jadi dia hanya diam, lagian dia juga mau liat bagaimana ekspresi Samar.

__ADS_1


Alis Samar naik sebelah, "kenapa tidak bisa? " tanya Samar sambil sarapan yang baru saja Desi siapkan untuknya, sedangkan Lala sudah dipangkuan Desi.


"Mommy dan Daddy akan balik ke London.. " ucap Shykar.


Samar menganggukkan kepalanya, "tidak masalah Dad, kan masih ada papa yang menjaga Azhar. " ucapnya tenang.


Shykar melirik Panraj. "Ahh seperti nya papa tidak bisa merawat Azhar karena papa akan ke luar kota untuk perjalanan bisnis, " alibi Panraj.


Tiba-tiba wajah Samar berubah menjadi masam, "serius ada perjalanan bisnis pa? . " tanya Samar meyakinkan dan Panraj mengangguk.


Wajah Samar berubah masam. "Kalian tega," Samar berlagak seperti pemeran utama yang tersakiti.


"Papa alay. " celetuk Azhar saat melihat Samar berdrama ala orang yang tersakiti.


Desi terkekeh mendengar cibiran Azhar. Panraj dan Shykar hanya bisa menahan tawa mendengar ucapan Azhar tadi.


Samar mendelik kearah putranya itu, "terserah papa lah, " angkuhnya.


"Papa sudah besal nda cocok belmain dlama sedih, " cibir Azhar lagi.


"Kamu pinter nak, " Shykar mengacak gemes rambut Azhar.


"Udah Azhal bilang jangan mengacak-acak lambut Azhal, " kesal Azhar karena lagi-lagi rambut nya diacak-acak.


Shykar terkekeh lagi, "tenang, kamu masih ganteng kok. " ucapnya.


"Mom serius? " tanya Samar kepada mommynya dengan wajah sendu.


"Apa? " tanya Desi balik.


"Kalian balik ke London sekarang? " tanya Samar.


"Serius dong, " serobot Shykar.


"Aku sedang berbicara dengan ibuku, anda jangan ikut campur, " ketus Samar pada daddy nya itu.


"Heh, ibu mu itu istriku jadi aku berhak ikut campur. " Shykar terpancing ikan ehh emosi maksudnya.


Samar tidak memperdulikan daddy nya, "Mom jangan balik ke London dulu yaaa, " rengek Samar pada sang Mommy, dia tidak ingin gagal honeymoon jadi dia akan membujuk Mommy nya agar menetap di Indonesia selama beberapa hari lagi, kalau menitipkan dengan Panraj kan susah, karena mertua nya itu kan harus bekerja.


"Papa seperti anak-anak, " cibir Azhar saat melihat Samar merengek pada Desi.


Samar mendelik kearah sang putra angkatnya sedangkan Desi, Shykar, dan Panraj menahan tawa.


Shykar dan Panraj menghela nafas karena Azhar terus-terusan meminta bertemu Naila.


"Mama tidur, jangan diganggu. " ucap Samar.


"Emang Azhal bilang mau ganggu mama? Azhar cuma mau liat. " sahut Azhar dan membuat Samar mendengus kesal.


Desi terkekeh mendengar sahutan Azhar kepada Samar, Azhar berbicara benar dia tidak salah kan?.


"Azhar temenin adek main saja yaa, mama mungkin benar-benar kelelahan sehingga sampai sekarang masih mengantuk. " ucap Desi mengalihkan perhatian Azhar untuk bertemu Naila.


"Mama kemalin malam mama ngapain sampai kelelahan? " tanya Azhar bingung, Azhar tidak biasanya melihat Naila bangun kesiangan, karena waktu dipanti dulu Naila selalu bangun pagi tapi kenapa sekarang kesiangan? Masa cuma gara-gara acara kemarin sampai kelelahan seperti ini? Ahh Azhar kamu masih kecil kenapa mikirin itu sih xixi.


"Papa dan mama mu sedang membuat adek untuk kamu dan Lala, makanya mama mu sampai kelelahan banget. " Shykar bersuara sambil melirik kearah Samar.


Samar hanya acuh dengan lirikan dari Daddy nya itu, tohh wajarkan dia menggempur Naila habis-habisan karena mereka sudah menikah.


Azhar memiringkan kepalanya, "memang sepelti apa cala membuat adek sampai-sampai mama kelelahan? " tanya Azhar.


"Tanya papa mu. " ucap Panraj dan Azhar melihat kearah Samar.


"I-itu.. "Samar bingung bagaimana menjelaskan nya.


" Azhar gak mau temenin adek? "Tanya Desi guna mengalihkan pembicaraan unfaedah itu dan membuat Samar menbuang nafas lega.


Azhar menoleh kearah neneknya itu yang sedang memangku Lala, " Azhal mau nenek. "Ucapnya lalu berjalan mendekati nenek dan adeknya itu.


"Yaudah aku mau pulang dulu. " Panraj berdiri dari duduknya.


"Cepat banget, " ucap Shykar.


"Aku akan ada klien sore nanti dan sekarang aku mau pulang dulu untuk bersiap. "


"Kenapa tidak bersiap disini saja pa? " tanya Samar.


"Papa gak bawa baju ganti. "


"Beli, jangan kaya orang miskin dehh. " cibir Shykar.


Panraj mendelik kearah Shykar, "miskin atau kaya sebaiknya kita harus tetap berhemat dehh. "


"Sekarepmu lah, " Shykar malas berdebat dengan orang hemat didepannya ini padahal orang di depannya ini seorang konglomerat dan tidak perlu berhemat kan? .

__ADS_1


"Kakek dan Opa belantem telus, belisikkk. " ucap Azhar yang merasa jengah dengan perdebatan antara Shykar dan Panraj sejak mereka kumpul untuk sarapan.


Samar dan Desi menahan tawa karena Azhar menegur kakek dan Opa nya.


"Dia yang mulai, " ucap Panraj.


"Enak aja, dia yang mulai. " Shykar tidak mau disalahkan walaupun sebenarnya memang dia yang mulai karena hendak menjahili Panraj.


"Ah kamu mana mau disalahkan lebih baik aku pulang... Azhar? Opa mau pulang dulu.. " pamit Panraj pada Azhar.


Azhar menghampiri Panraj lalu mencium punggung tangan Panraj. "Hati-hati Opaa. "


Panraj tersenyum melihat Azhar yang mencium punggung tangannya tanpa disuruh, "cucu Opa pinter deh, " ucap Panraj lalu mengecup kening Azhar.


Desi, Shykar, dan Samar tersenyum melihat Azhar yang sopan walaupun bicara suka nyelekit.


"Itu aku yang ajarin, " dusta Shykar dengan mengangkat dagunya.


"Kakek tidak boleh belbohong," seru Azhar saat mendengar ucapan Shykar.


Panraj menahan tawa, "tidak boleh berbohong, haha. " cibir Panraj sambil berjalan keluar.


Shykar mendengus kesal, "ck, kamu ini.. "Decak Shykar pada Azhar.


Samar dan Desi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Shykar.


"Mommy dan Daddy mau pulang sekarang atau Nanti? " tanya Samar kepada kedua orang tuanya.


"Sekarang aja, mommy mau istirahat dirumah.. " ucap Desi.


"Yaudah kalian pulang aja, aku dan Naila akan pulang setelah Naila bangun. " jelas Samar dan Desi mengangguk.


"Berapa ronde? " Shykar menaik turun kan alisnya saat bertanya.


"Aduhhh.. " Shykar kesakitan kala mendapat cubitan dari sang istri.


"Jangan bertanya aneh-aneh didepan Azhar. " tegur Desi dan Shykar hanya bisa meringis.


"Tau Daddy ini, kepo deh." Samar menjulur kan lidahnya pada Shykar.


Shykar hanya bisa mendengus, "Azhar kalau mama dan papa pergi nanti kamu ikut saja yahh, mama dan papamu mau liburan jauh tanpa mengajak Azhar. " ucap Shykar pada Azhar.


Samar melotot kan matanya mendengar perkataan sang Daddy. "Daddy jangan usil dehh. " kesal Samar tapi Shykar hanya acuh.


"Benal mama sama papa pelgi jauh? " tanya Azhar pada Samar.


"Kakek bohong, " ucap Samar.


"Kakek belbohong teluss...nanti hidungnya panjang, sekalang aja udah panjang nanti tambah panjang lagi.. " jelas Azhar percaya dengan ucapan Samar yang mengatakan kakeknya itu berbohong karena sebelum nya Azhar mendengar Shykar berbohong pada Panraj.


"Ck, ini bukan panjang tapi mancung.. " decak Shykar memegang hidung mancungnya.


Samar terkekeh, "sudahlah, Azhar mau menemui mama kan? Sekarang kita temui mama yaa.. " ajak Samar yang sudah menggendong Lala, Lala rewel seperti nya Lala sudah haus dan lapar.


Azhar mengangguk antusias, "ayo papa.. " semangat Azhar.


"Mom, Dad, aku mau kekamar dulu, kalian pulang hati-hati. " pamit Samar.


"Kakek dan nenek pulang? " tanya Azhar.


"Iya kami pulang, " ucap Desi tersenyum manis kearah Azhar. Azhar mendekati kakek dan neneknya lalu mencium punggung tangan mereka.


"Hati-hati kakek, nenekk.. " ucap Azhar.


"Iyaa.. " sahut mereka berdua.


Samar berjalan menuju lift dan diikuti oleh Azhar.


****


"Tuan kami sudah mendapatkan apa yang tuan suruh tadi. " ucap anak buah pria tersebut.


"Katakan." sahut pria tersebut dengan menyesap rokok.


"Naila beberapa bulan lalu diusir dari rumah karena balapan dan dia tinggal dipanti asuhan karena dia keluar tidak membawa uang sepeserpun, setelah seminggi tinggal dipanti mencari pekerjaan,dia ngelamar kemana-mana tapi tidak diterima karena tidak memiliki ijazah s1, lalu dia mendaftar kerja di showroom milik Samar Prince Adelard atau suaminya yang sekarang, sebulan Naila bekerja disana , Naila dan Samar berpacaran. Seminggu sebelum pernikahan mereka Samar sempat dinyatakan meninggal karena kecelakaan pesawat dan menghilang selama sebulan, karena sedih kehilangan Samar, Naila kembali balapan setelah sekian lama. " jelas anak buah pria itu.


'Pantes wanitaku beberapa tidak terlihat di arena balap ternyata dia diusir dari rumah dan mengubah dirinya yang awalnya badgirl menjadi anggun. 'Batin pria itu saat mengingat Naila sempat tidak terlihat diarena bakal selama beberapa bulan.


"Apakah ada yang lebih menarik informasi nya selain cerita wanitaku yang pacaran dengan pria itu? "Tanya pria itu, karena menurutnya info yang disampaikan oleh anak buahnya itu tidak ada yang menarik malah membuat dia kesal karena mendengar wanita nya berpacaran dengan orang lain.


"Tuan bisa baca sendiri karena saya sudah mengirim info penting di email anda. " ucap anak buah tersebut.


"Keluarlah." titah si pria sambil mengecek emailnya.


"Baik tuan, " ucap anak buah tersebut lalu segera keluar dari ruangan bos nya itu.

__ADS_1


__ADS_2